NovelToon NovelToon
Magic You

Magic You

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Misteri / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:196.3k
Nilai: 5
Nama Author: GracyaValSa

Novel Roman.
Valentresia adalah seorang gadis remaja sama seperti gadis pada umumnya. Hidupnya berjalan normal seperti biasa.

Namun semua berubah secepat kejapan mata sesaat ketika dia menolong seorang wanita tua. Hidup Valen berubah drastis setelah menyadari wanita itu adalah peri.

Bagaimana jika peri yang kau harapkan untuk mengabulkan permintaanmu malah menjadi peri yang memintamu untuk mengabulkan permintaannya?

Inilah yang terjadi pada Valen sekarang.

Dimana permintaannya adalah membahagiakan seorang lelaki yang mempermalukan Valen di sekolah dengan menolak cinta Valen di depan umum.





Cerita di kutip dari imajinasi khayalan penulis asli, bukan dari hasil karya orang lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GracyaValSa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

chapter 19

Aku sedikit kesal lihatnya, tapi karena aku sudah terbiasa dengan perilakunya yang seperti rambu lalu lintas yang cepat berubah-ubah jadinya aku tak terlalu marah.

Aku melihatnya memakan mie buatanku. Cara makannya sangat estetis sekali, mungkin karna faktor wajah juga sangat mendukung. Jadi muncul di benakku suatu pertanyaan. "Jes." Panggilku.

Jessen menggerakkan bola matanya ke arahku.

"Kau pernah pacaran ngak sebelumnya?" Pertanyaan yang tiba-tiba, tapi aku cukup penasaran dengannya.

"Kenapa?"

Aku melipat kedua tanganku di atas meja makan. "Ngak apa... Cuma kepo aja."

Jessen berhenti melihatku dan kembali menyantap mienya.

Aku melentikkan jariku, menyadarkannya bahwa jawabannya masih gantung, walaupun aku tau lentikkan jariku tak berbunyi. "Jawab dong."

Dia kembali mengarahkan bola matanya ke arahku. "Kalau ngak penting ngak usah di tanya."

"Ck, penting tau." Aku mengerucutkan bibir kesal.

"Kau yang pertama." Sambungnya, kemudian dia kembali menyantap mie.

Serius nih. Hehe, aku yang pertama? Jadi sedikit bangga aku. Tapi kenapa dia ngak pernah cari pacar ya? Well, wajah Jessen itu kan luar biasa tamfannn.

Oh iya ya, kalau di pikir-pikir Jessen itu kan kutu buku dan kuper. Pasti memang sulit untuk para kaum hawa mendekatinya. Aku aja jadi pacarnya karena hal yang tak terduga, pertama karena aku sering muncul di hadapannya secara tiba-tiba karena sihir, kedua karena aku udah ngasih tau dia tentang misi untuk membahagiakannya. Jadi aku tergolong beruntung. Eh tunggu... Beruntung? Enggak lah, tak sepenuhnya beruntung, tepatnya 0,1% beruntung karena pacaran sama orang yang pernah kusuka dan selebihnya kesialan yang tertimpa padaku.

Jessen mendorong kepalaku dengan ujung telunjuknya. "Kau bisa ngak sih kalau menganalisis orang mukamu di kondisikan."

"Memangnya wajahku kenapa?"

Dia menatapku sinis. "Wajahmu aneh jadi tambah aneh."

Hulu hati ku kembali terasa nyut-nyutan mendengar hinaan Jessen. "Biar aja mukaku aneh dan jelek. Asal aku ngak jelek dimata Tuhan!" Teriakku.

Dia memiringkan sedikit kepalanya. "Memangnya kau tau dari mana kau ngak jelek di mata Tuhan. Kalau nyatanya kau memang jelek juga di mata Tuhan, kau mau apa?" Sindirnya.

"Suka hatimu lah Jes." Sambungku malas.

Aku pun melahap makananku.

"Tadi terakhir kali di sekolah kau bilang kau akan ujian minggu depan kan."

Aku menghentikan makanku. Kemudian menelan ludahku berat. Ni orang ingat aja kejadian tadi.

"Hehe, e enggak." Aku coba menggelak.

"Jangan bohong." Jessen serius.

Aku tak dapat mengelak lagi. Kau tau, Jessen itu aku rasa dia sedikit indigo, atau mungkin karena ekspresiku yang mudah di baca oleh orang. Ntahlah. "Iya, iya." Aku menganggukkan kepalaku.

"Nanti kau bawa bukumu ke ruang tamu biar kuajarkan."

Aku menyerongkan bibirku sekilas lalu kembali mengangguk.

Setelah kami makan aku pun kembali ke kamarku untuk mengambil buku mata pelajaran yang akan di uji pertama minggu depan. Kuberikan buku itu pada Jessen yang sudah di ruang tamu sedari tadi. Aku duduk di sebelah nya, btw kami duduk di lantai agar nanti menulis ngak membungkuk-bungkuk.

Aku pun menenjukkan halaman mana yang harus perlu kupelajari. Jessen melihat bagian tulisan itu kemudian dia menulis-nulis di catatanku sambil mengajarku. "Nah gini caranya."

Jessen selalu memberikan cara kinerja yang mudah dan efektif. Mudah di pahami. Udah kayak les privat aja aku.

Kami terus belajar sampai pukul 11.00 malam. Beneran ngak terasa, ngak terasa bernapas hidup kalau aku terus belajar di dekat Jessen. Dari tadi kuping aku panas kena makian mulu sama dia, kepalaku udah terasa berat memahami setiap kalimat yang keluar dari mulut Jessen. Kalimat yang keluar dari mulu Jessen itu ibarat emas dan bukan kaset yang bisa kau ulang. Karena setiap kali aku minta dia mengulang apa yang barusan dia katakan tadi dia pasti langsung menatapku seperti hendak menerkam, dia pernah bilang "ngak ada pengulangan. Cukup sekali."

Dah lah, dah mabuk materi aku malam ini. Kepalaku sangat pusing. Aku tanya kenapa ada orang yang bisa  bertahan berjam-jam belajar... Rasanya sangat tersiksa tau ngak!

Aku mengucek ngucek mataku. "Udah Jes, mataku udah ngak sanggup lagi, otakku apa lagi. Besok aja kita sambung ya."

Dia mengangguk. Aku pun kembali ke kamarku dan tertidur.

Beberapa jam pun berlalu, aku tersentak terbangun.

"Eh si Jessen kok aku tinggalkan gitu aja! Seharusnyakan aku antar dia ke kamar tamu!" Aku melihat ke arah jam dinding di kamarku. "Gila! Udah pukul setengah tiga lagi!" Aku langsung bergegas ke ruang tamu dan kujumpai dia tengah tidur terduduk, tangan terlipat di dada dan kepala tertunduk. Dia tidur? Maksudnya, gimana bisa kau tertidur dengan posisi terduduk begitu?

Aku menghampirinya dan melihatnya. Dia memang tertidur.

Aku sangat ngak enak hati pada Jessen. Udah aku yang bawa dia ke sini, dan sekarang aku tinggalkan begitu aja dia.

Aku memukul jidatku pelan. "Val Val, kau ngak punya otak memang."

Karena aku juga ngak tega membangunkannya. Aku pun berlutut membelakangi Jessen, kutarik kedua tangan Jessen ke bahu kanan dan kiriku, aku pun mengangkat badan Jessen ke punggung belakangku. Ini posisinya seperti seolah-olah seorang cowok yang menggendong cewenya ketika cewenya malas untuk berjalan, bedanya sekarang aku yang ngangkat cowo! Ahr...

Karena aku ngak sanggup ngangkat seutuhnya badan Jessen, aku pun hanya menyeret dia sambil hanya memegangi kedua tangan Jessen yang berada di atas bahuku.

Aku mulai berjalan. Beberapa lama aku berjalan aku pun menyadari. "Buset.. Badan si Jessen berat juga ya."

Sesampainya aku di depan kamar aku membukanya. Aku pun membalikkan badan mengarahkan Jessen yang ada di belakangku agar terduduk di tempat tidur sebelum aku akan membaringkannya. Aku menurunkan badanku perlahan. Karena Jessen udah seperti terduduk di kasur aku pun membalikkan badan.

Aku melihat ke arah Jessen dan membaringkannya. Aku duduk di lantai dimana aku berhadapan di depan wajah Jessen yang tertidur.

Dia masih tidur kan ya? Ngak apa kalau aku elus kepalanya kan?

Aku mengelus kepala Jessen. Aku tersenyum. "Eh kakak kelas nyebelin. Kok bisa sih aku tetap suka samamu."

Aku masih mengelus kepalanya. "Tapi kalau di pikir-pikir kau ada baiknya, tapi sedikit. Jahatnya buanyak."

Mata Jessen terbuka dan kepalanya di arahkan ke padaku. Dia mendekatkan wajahnya ke arahku, menutup mulut ku dengan tangannya dan mencium tangan nya yang menutup bibir ku, sekarang wajah ku dan wajahnya hanya berjarak 1cm dibatasi tangannya tadi ... 1cm!!!

Ini apa?!!

1
Retno Palupi
masak rebutan sama adek sendiri?
Retno Palupi
lanjut
Retno Palupi
ada cerita anak2 mereka g?
Retno Palupi
loh kok d tinggal, mending ikut ke sana aja yo
Retno Palupi
🤭🤭🤭
Retno Palupi
lanjut
Retno Palupi
berarti usia pernikahan udah delapan tahun?
Retno Palupi
wow Rio sweet
Retno Palupi
lanjut kak
Retno Palupi
jadi pacar beneran
Retno Palupi
kasian Jessen, semoga g sakit parah
Retno Palupi
oh gitu awal jadian thesa?
Retno Palupi
😂😂😁 g kebayang KL jd beneran nikah
Retno Palupi
lanjut
Retno Palupi
penasaran
Retno Palupi
pusing dg pilihan yang diberikan mamahnya Val
Retno Palupi
sweet
Retno Palupi
lucunya 🤣🤣🤣
Retno Palupi
wah Jessen 😂😂😂
Retno Palupi
🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!