Jangan menilai seseorang hanya karena masa lalunya. Setiap orang pasti mempunyai masa lalu yang buruk.
Semua orang pasti pernah berbuat salah, hanya letak kesalahannya saja yang berbeda, dan berbeda juga cara orang menanggapinya.
Jenny adalah seorang model cantik yang sudah go Internasional. Kehadiran nyawa baru dalam rahimnya membuat Jenny memilih mundur dari pekerjaannya saat
ini.
Hamil dari seorang pria yang sama sekali tidak dicintainya ditambah lagi pria tersebut sangat membencinya, membuat Jenny yakin akan keputusannya untuk memulai kehidupan baru bersama calon Anaknya.
Bagaimana kelanjutan perjalanan hidup Jenny?
Baca kelanjutan kisahnya dengan masukan cerita ini dalam rak buku kalian atau tekan favorit. Like, komen, vote dan masukan dari kalian juga diperlukan agar kisah ini semakin menarik. Terima kasih.🙏🤗
Follow Ig: NonaFi0609
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nona Fi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19
Mencintai dan di cintai memang menjadi harapan bagi setiap orang. Di cintai bahkan lebih menjadi pilihan dari pada mencintai. Karena mencintai adalah suatu hal yang akan menyakitkan jika cinta tak terbalaskan.
Namun saat ini jika hal tersebut datang kepada kita. Di cintai oleh seseorang yang sama sekali tidak kita cintai. Lantas apa yang harus kita lakukan? Apakah kita harus menerimanya? Atau malah menolaknya?
Jenny merasa saat ini tidak bisa memulainya karena hal yang paling sulit di rasakannya dalam mencintai adalah memulainya. Terutama membuka hati saat cinta yang lama belum hilang.
Jenny bingung apakah perasaan yang di milikinya saat ini masih pantas disebut cinta atau hanya kenangan yang sulit untuk di lupakan. Karena saat ini jujur Jenny terkadang masih mengingat kenangan manisnya bersama Sean, mantan kekasihnya. Tidak sedikitpun terfikir di kepala Jenny untuk kembali kepada Sean, karena Jenny sadar cinta Sean bukan lagi untuknya. Tidak juga sedikitpun Jenny berfikir untuk mencoba merebut Sean dari Naura. Namun, hanya saja sampai saat ini Jenny masih merasa Sean adalah pria terbaik yang pernah dikenalnya.
Untuk mencintai juga kita butuh kekuatan. Kekuatan untuk memaafkan setiap kesalahan dengan ketulusan.
Sungguh Jenny sudah memaafkan semua kesalahan Niko, namun memaafkan bukan berati melupakan.
"Jen, jawab pertanyaan Niko!" Sahut Pak Joko menyadarkan Jenny dari lamunannya.
Jenny yang tersadar menjadi terkejut saat ummi, pak Joko, istrinya beserta Lisa juga sudah duduk bersama mereka di ruang tamu.
"Kalian sudah pulang? Kok aku tidak tahu?" ucap Jenny bertanya.
"Bagaimana bisa tahu kalau kamu asik melamun, Jen!" sindir ummi membuat wajah Jenny memerah malu.
"Nggak Ummi, bukan melamun. Hanya sedang berpikir," jawab Jenny pelan.
"Ya sudah, sekarang apa kamu sudah punya jawaban untuk Niko?" tanya ummi lagi.
"Jen, bagaimana kalau aku mencintaimu? Apa kamu mau memulai semuanya bersamaku? Membesarkan anak kita bersama dalam ikatan pernikahan?" tanya Niko lagi di hadapan semua orang.
"Terima kasih sudah mengakui kesalahanmu. Terima kasih juga jika benar kamu mencintaiku. Tapi, Jujur saja Nik, saat ini aku sama sekali tidak memiliki perasaan apapun terhadapmu. Aku menghargaimu hanya karena kamu adalah Ayah dari anakku... " Jenny menjeda ucapannya.
"Belajar mencintai itu perlu waktu, dan belajar melupakan juga perlu waktu. Aku rasa kamu mengerti apa yang aku maksud. Saat ini aku tidak bisa menerimamu apalagi mencintaimu, karena jujur saja saat ini aku sama sekali tidak berpikir untuk memulai suatu hubungan dengan siapapun itu. Aku sudah sangat bahagia dengan kehidupanku saat ini.
Aku harap kamu dapat mengerti dan menerima semua keputusanku, Nik.
Jodoh, maut, dan rezeki, Allah yang mengaturnya. Percayalah jika memang kita berjodoh walau sebanyak apapun rintangan yang menghadang, maka kita akan tetap bersama begitu juga sebaliknya. Sekeras apapun kita berusaha untuk bersama, jika Allah mengatakan belum berjodoh maka semua usaha kita tetap akan percuma," sambung Jenny menolak dengan sangat lembut agar tidak menimbulkan dendam atau perselisihan satu sama lain lagi di antara mereka
"Baiklah, Aku terima semua keputusanmu. Terima kasih karena sudah memaafkan kesalahanku, Terima kasih juga karena sudah mengizinkan aku untuk bersama Razka," jawab Niko tulus walau terasa berat mengatakannya.
"Sama-sama Nik," ucap Jenny tersenyum.
"Jen, apa kamu mau memulai semuanya dari awal. Kenalkan, aku Niko, apa kamu mau berteman denganku?" ucap Niko lagi, mengulurkan tangannya pada Jenny. Pertanyaan tak terduga Niko membuat semua terkejut tapi setelah itu tersenyum setuju mendengarnya. Memulai semua dari awal dengan pertemanan adalah pilihan yang terbaik menurut mereka.
"Baiklah, aku Jenny dan aku mau berteman denganmu," jawab Jenny menangkup kedua telapak tangannya tersenyum pada Niko.
"Alhamdulillah. Kami semua senang jika kalian bisa berdamai dan memulai semuanya dengan baik seperti ini," ucap ummi yang di setujui oleh semuanya.
Aku harap awal yang baik ini akan berakhir baik juga untuk kita kelak, Jen. Aku tetap akan berusaha untuk membuatmu mencintaiku agar kita bisa segera bersama membina rumah tangga yang bahagia bersama anak kita nanti.