Setelah akhirnya memasuki masa pensiun, Raya memutusakan menghabiskan hari tuanya seorang diri di sebuah vila mewah yang telah ia beli dengan hasil kerja keras selama puluhan tahun.
Namun, nasib seolah mempermainkannya. Baru sehari menikmati kehidupan sebagai pensiunan kaya, keesokan paginya ia terbangun di dunia yang sama sekali asing.
Bukan hanya itu, ia kini menghuni tubuh seorang wanita berusia tiga puluhan yang terkenal genit dan mesum.
Beruntung, ia mengetahui satu rahasia besar.
Halaman belakang rumah reyot yang tak diinginkan siapa pun itu ternyata terhubung dengan zaman lain.
Dalam ruangan penghubung dimensi, ternyata menyimpan kekuatan yang mengubah nya selangkah demi selangkah menjadi abadi.
2 Agustus 2026
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19 Buku Ruang, Terlalu Bersedih Tiba-tiba Jadi Kurus
Monumen buku setinggi atas perutnya tiba-tiba bercahaya lalu buku itu berubah-- bukan sekedar monumen lagi tapi berubah menjadi buku nyata.
Sebuah tulisan muncul disana, Su Wanwan lekas membaca nya.
[ Selamat datang tuan ruang, saya adalah buku ruang. Berfungsi memberikan panduan jurus-jurus kultivator di mulai dari yang paling dasar hingga jurus tingkat Dewa ]
"Jurus tingkat Dewa, sungguh?"
[ Benar, hanya saja jurus-jurus itu hanya dapat di akses seiring dengan perkembangan kultivasi tuan ruang ]
"Baiklah, lalu untuk saat ini jurus tingkat apa yang bisa aku dapatkan?"
[ Saat ini tuan ruang dapat mengakses jurus tingkat dasar dan tingkat biasa ]
"Apakah kau bisa sedikit banyaknya menjelaskan mengenai jurus apa saja di tingkat dasar dan biasa ini?"
[ Jurus tingkat dasar adalah jurus yang paling dasar yang hanya membutuhkan sedikit energi spiritual untuk menggunakan nya, contohnya seperti jurus dasar kuda-kuda pertarungan, pembersihan, langkah cepat. ]
[ Jurus tingkat biasa adalah jurus yang satu tingkat di atas jurus dasar. Konsumsi energi nya sedikit naik berdasarkan jurus nya, contohnya seperti jurus api, air, angin, penyembuhan semua jurus elemen bisa di gunakan. Namun efeknya hanya seperti kekuatan elemen biasa, tidak ada kelebihan sama sekali ]
"Masih sangat berguna, asalkan tidak bertemu seorang ahli aku masih tetap bisa menang ataupun kabur."
"Buku ruang, aku ingin mempelajari jurus pembersihan, penyembuhan, langkah cepat dan beberapa jurus elemen."
[ Memilihkan jurus, jurus di transfer kepada pikiran tuan ruang. Transfer selsai ]
[ Pengingat ramah: Meskipun jurus di transfer ke pikiran tuan ruang, namun tuan ruang masih harus memahami nya sendiri ]
Su Wanwan tersenyum, masih sangat bagus. Jadi menghemat membaca dan menghafal, dia hanya perlu memejamkan mata untuk memahami nya.
Untuk sekarang dia harus mempelajari jurus pembersihan ini, tubuhnya sudah setengah bulan tidak mandi dan pakaian nya sudah lima belas hari tidak di ganti.
"Ah, jadi hanya perlu arahkan sedikit energi ke luar tubuh dan perintahkan sesuai pikiran. Hmm... Bersihkan."
Dalam sekejap, seperti ada kekuatan yang menyusuri tubuhnya dari bawah ke atas seketika menjadi bersih.
"Sangat praktis, kalau begitu. Buku ruang, apakah ada jurus yang bisa memindahkan kotoran langsung keluar?"
[ Tidak ada jurus buang tinja ]
"Ah,, yaa... Kultivator di cerita tidak pernah buang air besar karena mereka selalu mengkonsumsi pil bigu. Hmm, darimana aku bisa dapat pil bigu?"
Su Wanwan berpikir bagaimana jika saat bertemu musuh atau dalam pengejaran dia malah kebelet ingin buang air. Bukankah itu akan sangat menghambat?
Sudahlah, lebih baik kembali pelajari jurus-jurus yang ada di otaknya sekarang. Masih ada setengah bulan sebelum ia keluar dari pengasingan.
Dalam lima hari Su Wanwan berhasil mempelajari jurus-jurus itu, kemampuan api dapat menciptakan bola api seukuran bola sepak dan dapat bertambah seiring penambahan energi spiritual.
Lalu jurus angin dapat membuat sebuah tornado ukuran sedang, membuat Su Wanwan tidak dapat mengira akan seperti apa jurus dewa itu.
Namun jangan berpikir yang muluk-muluk, untuk saat ini dia sudah sangat puas dengan keajaiban nya.
"Aduh, pantat ini rasanya gatal karena keterusan duduk. Hari ini aku harus libur kultivasi dan beristirahat di dalam villa."
Memasuki villa nya Su Wanwan langsung mengganti pakaian secara instan dengan jurus dan langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Kultivasi memang membuat tubuh nyaman, namun rebahan di ranjang lebih membuat senang.
Su Wanwan mulai terpejam dan dalam beberapa waktu ia sudah tertidur pulas, ia tertidur selama kurang lebih delapan jam. Saat terbangun ternyata waktu masih sore dan perutnya berbunyi ria...
Su Wanwan memilih pakaian selama beberapa saat, namun di tak kunjung menemukan yang pas. Semua ukuran pakaian nya berada di rata-rata XL, namun tubuhnya saat ini berukuran M atau L.
Akhirnya dia memilih kaos oblong dan kolor karet besar. Sebenarnya ini adalah pakaian bonus dari belanja online saat membeli permen, dan sepertinya sekarang ia harus kembali menyiapkan pakaian baru nya yang berukuran M/L.
Su Wanwan tak puas-puas memandang dirinya di depan cermin, wajahnya yang sekarang cukup persis dengan wajahnya yang dulu saat muda. Sekitar 80% memiliki kemiripan nya, hanya saja di bandingkan visual wajah tegas nya yang dulu... Wajahnya sekarang lebih lembut dan manis.
Tidak masalah, masih tetap secantik Lisa Blackpink. Sepertinya jika ia melamar sebagai anggota kelima Blackpink pun YG akan merasa terhormat.
Su Wanwan turun ke dapur dan mulai memasak, setengah jam kemudian dia sudah mulai menikmati masakan nya.
"Eurghh~ Setengah bulan kenyang makan angin, ternyata masih kalah dengan nasi dan lauk."
Ting Tong~
Ting Tong~
Bel pintu gerbang berbunyi, dengan alis terangkat tanda tand tanya Su Wanwan segera berdiri dan keluar menuju gerbang.
"Halo nyo... N-nona?" Satpam rumah tersebut adalah satpam sebelum nya yang membuka gerbang saat Su Wanwan pertama kali datang. Ia sangat ingat jika rumah villa ini di huni oleh seorang bibi-bibi gendut dari desa.
Namun sekarang, bukan bibi-bibi yang ada dalam ingatan nya yang membuka pintu. Malah seorang nona yang sangat cantik.
"Saya Su Wanwan, ah anda pasti terkejut. Beberapa Minggu ini karena terus bersedih aku jadi jarang makan, karena fasilitas rumah ini juga aku jadi sering mandi. Siapa sangka beberapa hari ini aku malah makin kurus dan sedikit putih." Ucap Su Wanwan, terdengar tidak masuk akal namun wajahnya sangat memikat perhatian sekarang dan dia berbicara dengan sangat santai dan percaya diri, jadi jika bukan dia yang canggung maka satpam tersebut yang akan canggung.
"Oh ya, pak Satpam ada apa?"
Setelah mendengar penjelasan Su Wanwan, satpam tersebut hanya bisa percaya sambil diam-diam merasa takjub. Ia menyerahkan barang yang di bawa nya, "ini paket anda sudah datang beberapa hari lalu. Aku selalu datang kesini setiap malam untuk menyerahkan nya namun selalu tidak ada tanggapan, akhirnya saat tadi aku lewat villa ini dan mencium bau masakan, akupun mencoba memberikan nya lagi."
"Ah terimakasih, hari ini aku memiliki nafsu makan jadi memasak. Maaf merepotkan pak satpam."
"Ah yahh, sama-sama." Satpam tersebut masih cukup muda, mendapatkan perlakuan sopan dari wajah secantik itu membuat satpam tersebut tersipu malu.
Setelah berterimakasih dengan sopan sekali lagi Su Wanwan pun lekas masuk ke dalam rumah. Satpam tersebut juga lanjut berkeliling kompleks Villa, sambil diam-diam meragukan dirinya.
"Hah, apakah skincare dan nge-gym ku selama ini percuma? Apakah aku harus mencoba metode baru ini? Sepertinya bisa di coba..." Gumam satpam tersebut.