NovelToon NovelToon
Kaisar Kematian Mo Xie

Kaisar Kematian Mo Xie

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nugraha

Ini adalah cerita tentang seorang Putra Suci dari aliran lurus yang dikhianati gurunya sendiri. Tubuhnya dihancurkan dan tulangnya dicabut satu per satu sebelum ia dibuang hidup-hidup ke dasar Kegelapan.

Namun, ia tidak memilih mati.

Dengan sisa kekuatan yang dimilikinya, ia mencabut tulang fananya yang rapuh dan menggantinya dengan tulang para musuh yang telah ia bunuh.

Setiap tulang menjadi sumber kekuatan baru. Setiap rasa sakit membawanya selangkah lebih dekat pada jalan kultivasi yang menentang kehendak langit.

Di sisinya berdiri seorang iblis wanita yang menguasai Seni Darah. Dengan sihir terlarang itu, ia menyatukan kembali tubuh sang Putra Suci yang telah hancur dari dalam.

Bersama, mereka menapaki jalan berdarah menuju Surga Sembilan Lapis.

Ia tidak kembali untuk menuntut keadilan.

Ia kembali untuk mencabut tulang punggung para dewa dan menjadikannya singgasana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4: Panen di Dasar Kegelapan

Tiga pedang terbang membelah kegelapan Jurang Sembilan Kegelapan.

Cahaya keemasan yang mereka bawa mengusir Racun Yin di sepanjang jalan. Bagi para kultivator sekte lurus, cahaya itu melambangkan kesucian dan keadilan. Namun di dasar jurang yang dipenuhi kematian ini, Qi Yang yang terlalu murni justru menjadi racun.

Tiga sosok berjubah putih mendarat di atas karang hitam.

Lapisan pelindung Qi menyelimuti tubuh mereka dan menahan Racun Yin. Lambang awan emas Istana Dao Surgawi terlihat jelas di dada mereka.

Pemimpin mereka adalah Zhao Feng, seorang Penatua Muda di puncak Tahap Pembentukan Inti.

Ia mengerutkan hidung saat mencium bau darah dan bangkai.

"Fluktuasi Qi itu berasal dari sini."

Suara Zhao Feng bergema di tengah kabut.

Tatapannya segera menemukan dua sosok di dekat genangan darah Ular Naga Bumi.

Yang pertama adalah Xue Ling'er.

Zhao Feng mendengus ketika melihat jubah merah dan aura Yin yang menyelimuti wanita itu.

"Iblis wanita dari aliran sesat."

Namun saat pandangannya bergeser kepada pemuda di sampingnya, wajah Zhao Feng seketika berubah.

"Mo... Mo Xie?"

Dua murid di belakangnya ikut membeku.

Pemuda di hadapan mereka masih memiliki wajah yang sama, tetapi sosoknya sudah jauh berbeda dari Putra Suci yang mereka kenal.

Jubah Mo Xie telah hancur.

Tulang Ular Naga Bumi menonjol dari punggungnya dan menembus kulit. Benang darah Xue Ling'er menjahit luka-lukanya dengan kasar. Yang paling mengerikan adalah lengan kirinya.

Lengan itu telah berubah menjadi cakar obsidian raksasa yang dipenuhi kekuatan buas.

Salah satu murid menelan ludahnya.

"Senior Zhao... itu benar-benar Mo Xie?"

"Diam!"

Zhao Feng mengangkat pedangnya.

"Mo Xie, lihat wujudmu sekarang! Kau telah menempuh jalan iblis dan berubah menjadi monster. Untung Ketua Tertinggi telah mengambil Tulang Dao Bawaanmu sebelum kau menodai nama Istana Dao Surgawi."

Ia menunjuk Mo Xie dengan ujung pedang.

"Hari ini, aku akan membersihkan sisa kehinaan itu."

Mo Xie menunduk.

Ia melihat cakar kirinya yang masih berlumuran darah Ular Naga Bumi.

Lalu ia mengangkat kepalanya. Tidak ada amarah di matanya.

Hanya ketenangan seekor pemangsa yang sedang mengincar mangsanya.

"Kau salah, Zhao Feng." Suara Mo Xie serak. "Aku tidak merangkak bersama bangkai."

Ia menurunkan tubuhnya sedikit. "Aku sedang mencari bahan untuk menempa tubuhku."

Tatapannya berpindah pada ketiga kultivator itu. "Dan kalian datang membawa tulang yang kubutuhkan."

Bum!

Tanah di bawah kakinya meledak.

Mo Xie melesat ke depan.

Tulang Naga Bumi membuat tubuhnya bergerak dengan cara yang liar dan sulit ditebak. Dalam sekejap, jarak puluhan meter lenyap.

"Formasi Tiga Awan Pemusnah!"

Zhao Feng segera membentuk segel.

Ketiga kultivator mengangkat pedang secara bersamaan.

Ribuan jarum Qi keemasan melesat dan memenuhi udara.

Namun, Mo Xie tidak menghindar.

Ia menghantam tanah dengan cakar kirinya.

Boom!

Batu-batu hitam beterbangan.

Racun Yin yang pekat terangkat membentuk dinding kabut. Jarum-jarum Qi menembusnya, tetapi kekuatan Yang mereka, terkikis oleh racun purba tersebut.

Sebagian besar serangan kehilangan daya.

Beberapa jarum masih menembus bahu dan paha Mo Xie.

Darah menyembur, tetapi Mo Xie tidak berhenti.

Benang darah Xue Ling'er segera bergerak di dalam tubuhnya dan menutup luka-luka itu.

Dalam sekejap, ia menerobos kabut dan muncul di hadapan murid yang berada di sisi kiri Zhao Feng.

Murid itu terkejut dan menebaskan pedangnya.

Klang!

Pedang itu menebas bahu Mo Xie hingga menembus daging.

Namun Mo Xie tidak mundur.

Tangan kanannya menangkap pergelangan murid tersebut.

Cengkeramannya membuat tulang pergelangan itu berderak.

"M-Monster!" Murid itu berteriak dan berusaha menarik diri.

Tawa dingin terdengar dari belakang Mo Xie.

Xue Ling'er mengangkat satu tangannya.

Sepuluh benang darah melesat menembus kabut dan melilit kaki murid kedua yang hendak membantu.

Benang darah menembus pelindung Qi dan memutus urat kakinya.

Murid itu jatuh berlutut.

"Ah!"

Sebelum ia sempat bangkit, benang darah menyeret tubuhnya ke dalam Racun Yin yang paling pekat.

Jeritannya segera menghilang ditelan kabut.

Murid yang ditangkap Mo Xie gemetar.

Ia mencoba melepaskan diri.

Percuma. Cengkeraman Mo Xie seperti belenggu besi.

Mo Xie mengangkat cakar kirinya. "Sekarang giliranmu."

Swish!

Cakar obsidian menebas.

Kepala murid itu terlempar, dan darah menyembur membasahi wajah Mo Xie.

Kini hanya Zhao Feng yang tersisa.

Wajah Penatua Muda itu pucat bahkan kesombongannya telah lenyap.

Ia menggigit ujung lidah dan menyemburkan setetes esensi darah ke pedangnya.

"Sesat! Aku akan memurnikan jiwamu!"

Pedangnya menyala dengan api keemasan.

"Seni Pedang Awan Matahari!"

Zhao Feng melesat, dan Pedangnya mengarah tepat ke dada Mo Xie.

Mo Xie tetap berdiri. Matanya mengamati gerakan pedang itu dengan tenang.

Saat pedang hampir mencapai dadanya, ia memutar tubuhnya sedikit.

Seketika, pedang menembus sisi kiri dadanya, dan darah menyembur dari punggungnya.

Zhao Feng tersenyum. "Kena kau!"

Namun senyumnya segera membeku.

Mo Xie masih berdiri, bahkan ia tersenyum.

"Kau terlalu terburu-buru." Mo Xie sengaja membiarkan pedang menembus tubuhnya.

Dengan begitu, Zhao Feng tidak bisa menarik diri dengan mudah.

Cakar obsidian melesat.

Boom!

Cakar itu menghantam dada Zhao Feng.

Pelindung Qi milik kultivator puncak Pembentukan Inti langsung pecah.

Kraak!

Tulang dada Zhao Feng retak.

Cakar Mo Xie menembus jubah putih dan mencengkeram bagian dalam dadanya.

Zhao Feng memuntahkan darah, dan matanya dipenuhi ketakutan.

Mo Xie mendekatkan wajahnya. "Tulang seorang kultivator Pembentukan Inti cukup kuat."

Jari-jarinya bergerak di dalam rongga dada Zhao Feng.

"Tulang rusukmu juga dipenuhi Qi Yang. Tepat seperti yang kubutuhkan."

"T-Tunggu..."

Zhao Feng mulai memohon. Namun Mo Xie hanya menatapnya dingin.

"Apakah Ketua mendengar jeritanku ketika dia mencabut tulangku?"

Zhao Feng terdiam.

Mo Xie menggenggam tiga tulang rusuknya. "Kalau begitu, coba rasakan sendiri."

Krakk!

Tiga tulang rusuk tercabut dari tubuh Zhaojurang Jeritan mengerikan menggema di dasar jurang.

Darah mengalir deras saat tubuh Zhao Feng jatuh ke lumpur.

Mo Xie berdiri di antara mayat-mayat itu.

Pedang emas masih menancap di dadanya. Namun benang darah Xue Ling'er telah mulai menjahit kembali luka tersebut.

Ia mengangkat tangan kirinya.

Tiga tulang rusuk putih berada di antara cakar obsidiannya.

Tulang-tulang itu masih memancarkan Qi Yang yang murni.

Xue Ling'er berjalan mendekat. Matanya berkilat melihat hasil panen tersebut.

"Bahan yang bagus."

Ia mengulurkan tangan dan menyentuh salah satu tulang.

"Jika kau menempa tulang ini ke dalam tubuhmu, Qi Yang di dalamnya dapat menahan Racun Yin. Bahkan Kerangka Besi Hitam Kegelapan-mu akan menjadi lebih kuat."

Mo Xie menatap tulang rusuk itu. Sorot matanya semakin dalam.

"Jahit dadaku, Ling'er." Ia menyerahkan tulang-tulang itu kepadanya.

"Kita akan menempa tulang mereka ke dalam tubuhku."

Mo Xie menatap langit gelap di atas Jurang Sembilan Kegelapan.

"Setelah itu, aku akan menembus batas tubuh fana."

"Suatu hari nanti, aku akan kembali ke Surga Sembilan Lapis."

Suaranya dingin.

"Dan merobek langit yang pernah menguburku."

1
Adi Rbg
bagus alur ceritanya tidak berbelit-belit!
Celestial Quill: Jangan lupa baca PERJALANAN DEWA ALKEMIS DI ALAM PRIMORDIAL juga ya, cerita ini ada hubungan dengan mo Xie yang sudah masuk ke alam primordial. 👍
total 2 replies
Ihwan12
Bagus
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮: mampir KA
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!