NovelToon NovelToon
Lord Of The Gods

Lord Of The Gods

Status: tamat
Genre:Reinkarnasi / Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:53.8k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Setelah mengorbankan wujud fananya untuk menyelamatkan jiwa Su Qingyue, Lin Chen hancur oleh cakar Kaisar Langit dari Ras Naga Sejati.

Sisa jiwanya yang nyaris sirna diselamatkan oleh pengorbanan umur Tian Yu yang memanggil Esensi Phoenix Abadi, mengubahnya menjadi sebuah kepompong api. Atas kehendak Tuan Istana Ujung Takdir, kepompong itu dibuang ke dunia fana murni Kerajaan Chen tempat di mana hukum kultivasi, Qi spiritual, dan ancaman dewa tidak pernah ada.

Ratusan tahun berlalu dalam keheningan, menunggu sang Penantang Langit untuk menetas kembali. Tanpa kultivasi, tanpa tombak dewa di tangannya, namun membawa fondasi fisik gabungan dari Naga, Kekacauan, dan Phoenix Abadi, Lin Chen memulai kehidupan keduanya bukan sebagai monster kehancuran, melainkan sebagai seorang pangeran fana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19: Kedatangan Bayangan

Sentuhan jari Permaisuri Lin Yue di titik Shenmen pergelangan tangan Lin Chen terasa dingin, namun bagi Lin Chen, sentuhan itu membakar seluruh asumsinya tentang dunia ini.

Otak Lin Chen berputar dengan kecepatan kilat. Ibu menyembunyikan kultivasinya. Ibu mengerti cara menekan Qi. Bahkan Ayah dan Kak Feng sama sekali tidak tahu...

Lin Chen menatap wajah ibunya yang pucat pasi dari sudut matanya. Ia melihat ketakutan yang tulus di sana. Bukan ketakutan seorang wanita fana yang menghadapi monster, melainkan ketakutan seorang ibu yang rahasia masa lalunya mungkin akan menghancurkan keluarga yang ia bangun dengan susah payah.

Apa pun alasan Ibu menyembunyikannya, aku akan melindunginya, batin Lin Chen. Aku tidak akan membiarkan rahasianya terbongkar malam ini.

Saat Lin Feng mengayunkan pedangnya bersiap mati konyol menghadapi Xue Tu, Lin Chen mengambil langkah yang membuat jantung semua orang di ruangan itu nyaris copot.

Ia melepaskan genggaman ibunya, melangkah mendahului Pangeran Pertama, dan berdiri tepat di tengah aula yang hancur.

"Kak Feng, mundur!" Lin Chen mengangkat dagunya tinggi-tinggi, memasang wajah seorang pangeran manja yang tidak tahu bahaya dunia. Ia menunjuk Xue Tu dengan kipas lipat di tangannya. "Tamu kotor ini telah merusak kue ulang tahunku! Biarkan aku yang bermain dengannya!"

Keheningan menyelimuti aula.

Lin Feng terbelalak. "Chen'er! Apa yang kau lakukan?! Mundur!"

"Chen'er, JANGAN!" Permaisuri Lin Yue menjerit panik sungguhan. Wajahnya kehabisan darah. Ia tahu persis bahwa aura pemuda berjubah darah di depannya itu berada di Tahap Pembangunan Fondasi. Satu sentuhan saja akan menghancurkan tubuh putranya berkeping-keping! Ia bersiap membuang seluruh penyamarannya selama puluhan tahun untuk menerjang maju.

Namun, sebelum Lin Yue bisa melangkah, Lin Chen sudah menerjang Xue Tu dengan langkah yang terlihat serampangan layaknya anak bangsawan yang baru belajar bela diri fana.

"Hahahaha! Anak bodoh yang mencari mati!" Xue Tu tertawa terbahak-bahak melihat pangeran cilik itu mendekat.

Tanpa mencabut senjatanya, Xue Tu mengayunkan telapak tangannya. Sebuah cakar energi berwarna merah darah terbentuk di udara, melesat untuk merobek dada Lin Chen. Itu adalah serangan kasual, namun cukup untuk membunuh sepuluh gajah besi sekaligus.

Di sudut ruangan, mata Xiao Mei menyipit.

Saat cakar darah itu nyaris menyentuh sutra biru di dada Lin Chen, sang Pangeran Ketiga tiba-tiba 'tersandung'.

Tubuh Lin Chen miring dengan sudut yang terlihat luar biasa canggung. Cakar darah Xue Tu meleset hanya selebar satu helai rambut, menghantam pilar batu di belakang Lin Chen hingga hancur berkeping-keping.

Xue Tu mengerutkan kening. Kebetulan?

Sebelum Xue Tu bisa menarik tangannya, Lin Chen yang sedang 'terhuyung' ke depan mengayunkan kipas lipatnya sambil menutup mata seolah ketakutan.

TUK!

Ujung kipas kayu fana itu menghantam tepat di titik akupunktur persendian siku Xue Tu. Tidak ada Qi yang digunakan Lin Chen.

Namun, sentuhan kecil itu menghasilkan efek yang mengerikan. Lengan kanan Xue Tu tiba-tiba mati rasa. Tulangnya berderit aneh, memaksanya mundur dua langkah dengan wajah terkejut setengah mati.

"Ups, maaf!" seru Lin Chen dengan nada polos yang dibuat-buat, membuka matanya dan menatap Xue Tu. "Kau terlalu lambat!"

Wajah Xue Tu memerah karena amarah yang meledak. Ia, jenius dari Klan Iblis Darah, baru saja dipukul mundur oleh bocah fana yang tersandung?!

"AKU AKAN MENCINCANGMU!" Xue Tu meraung.

Kali ini ia tidak menahan diri. Ia menggunakan teknik langkah berdarahnya, muncul tepat di hadapan Lin Chen dalam sepersejuta detik, melepaskan rentetan pukulan yang memancarkan badai Qi merah.

Namun, pemandangan berikutnya membuat seluruh orang di aula bahkan Xiao Mei yang sedari tadi tenang membeku.

Lin Chen bergerak dengan keanggunan yang membingungkan. Ia mundur, menghindar, memutar tubuhnya, dan sesekali menangkis menggunakan punggung tangannya atau ujung kipasnya. Ia terlihat santai, seolah sedang menari di tengah taman bunga. Setiap pukulan maut Xue Tu meleset atau tergelincir dari tubuh Lin Chen.

BAM! TRANG! WUSSSHH!

Xue Tu mulai berkeringat dingin. Matanya membelalak ngeri. Semakin cepat ia menyerang, semakin ia merasa sedang meninju samudra yang tidak berdasar. Pemuda di depannya ini tidak menggunakan Qi sama sekali, tapi kenapa... kenapa setiap gerakannya mampu mematahkan serangannya?!

"S-Siapa kau sebenarnya?!" desis Xue Tu terengah-engah, merasakan tangannya sendiri memar setelah berulang kali berbenturan dengan lengan Lin Chen yang terasa sekeras baja meteor.

Di sela-sela tarian menghindar itu, Lin Chen melirik sekilas ke arah ibunya yang masih mematung karena syok, dan ke arah Xiao Mei yang kini menatapnya dengan intensitas yang sangat berbahaya.

Jika aku membunuhnya sekarang, ibuku akan curiga, dan wanita Xiao ini akan mengendus identitas asliku, batin Lin Chen dingin.

Mengambil kesempatan saat Xue Tu terhuyung, Lin Chen secara diam-diam memadatkan seutas Hawa Kekacauan di ujung lidahnya, mengirimkan transmisi suara jarak jauh yang menembus hukum dimensi fana, memanggil dua bawahannya yang sedang memantau dari jauh.

(Mo Yuan. Shen Lu. Masuk sekarang. Buat kekacauan dengan gaya Aliansi. Alihkan perhatian mereka dariku.)

Tepat saat Xue Tu memadatkan seluruh energi darahnya untuk melepaskan teknik pamungkasnya demi membunuh Lin Chen, langit-langit aula yang terbuat dari kaca patri hancur berkeping-keping!

PRANGGG! BLAAAAAAARR!

Pecahan kaca menghujani ruangan bagaikan kristal salju yang tajam. Bersamaan dengan itu, asap hitam pekat yang berbau mesiu spiritual meledak menutupi pandangan semua orang.

Dari langit-langit yang berlubang, dua sosok berjubah hitam legam dengan topeng bayangan separuh wajah melayang turun layaknya dewa kematian.

Shen Lu mendarat dengan ringan, pedang besinya telah terhunus memancarkan Qi Foundation Establishment yang sangat dingin. Di sebelahnya, Mo Yuan mendarat dengan suara debuman berat, menghancurkan sisa lantai marmer di aula tersebut. Belati karatannya memancarkan racun hitam yang berdesir liar.

"Berani-beraninya kalian membuat keributan di wilayah Ibukota Kerajaan Chen," suara Mo Yuan digemakan menggunakan Qi, terdengar serak dan iblis, memenuhi seluruh aula dengan tekanan pembunuh yang membuat para pengawal fana jatuh terduduk.

Mo Yuan menatap Xue Tu dengan mata abu-abunya yang dingin. "Dunia bawah ini adalah milik Aliansi Bayangan Langit. Silakan kembali ke langit kotor kalian, atau tinggalkan kepala kalian di sini malam ini."

Xue Tu langsung menghentikan serangannya pada Lin Chen. Ia melompat mundur, wajahnya dipenuhi kewaspadaan tingkat tinggi. Ia merasakan fluktuasi Qi Foundation Establishment Tahap Menengah dari kedua pembunuh misterius ini!

Sekte apa lagi ini?! Mengapa ada begitu banyak ahli tersembunyi di planet sampah ini?! batin Xue Tu frustrasi.

Di sisi lain ruangan, mata kecubung Xiao Mei beralih dari Lin Chen ke arah Mo Yuan dan Shen Lu. Kewaspadaannya bangkit. Kedatangan faksi misterius yang tidak terafiliasi dengan Alam Abadi ini benar-benar di luar perhitungannya.

Memanfaatkan momen di mana seluruh fokus Xue Tu dan Xiao Mei terkunci pada Mo Yuan dan Shen Lu, Lin Chen segera 'tersandung' lagi ke belakang. Ia menjatuhkan dirinya dengan mulus ke arah Permaisuri Lin Yue, berpura-pura kehilangan keseimbangan dan ketakutan.

"Ibu! Orang-orang hitam ini menakutkan!" seru Lin Chen, menyembunyikan wajahnya di pelukan Lin Yue.

Lin Yue yang masih syok berat, langsung mendekap putranya dengan protektif. Namun, tangan sang Permaisuri sedikit bergetar saat menyentuh punggung Lin Chen. Matanya menatap putranya dengan tatapan yang sangat rumit campuran antara kelegaan, kebingungan yang luar biasa, dan sebuah kecurigaan yang perlahan tumbuh.

Sementara itu, di tengah aula, pertarungan sesungguhnya baru akan dimulai. Mo Yuan mengangkat belatinya, menunjuk lurus ke wajah Xue Tu.

"Kudengar darah jenius dari Alam Abadi terasa manis," seringai Mo Yuan di balik topengnya. "Mari kita buktikan."

1
Indah Hidayat
kaisar naga beladirinya kok tiba2 dihapus ?
Raden
luar biasa mantap thor
Raden
mantap💪 lanjut kan 💪
Raden
mantap ratu💪
Raden
hajar bro, mulut kok ga dijaga💪
Raden
seru lagi, mantap💪
Rhaka Kelana
Dan akhirnya, yang diinginkan oleh seorang pria adalah rumah yang penuh dengan kehangatan....😍
Budi Wahyono
kaisar naga nya kok gak ada thor ?
Sang_Imajinasi: ada mas bud, ngulang lgi, karena hilang semua bab
total 1 replies
ㅤㅤ ㅤㅤ ㅤㅤ
keren
Puragabaya
KOPLAK
Su Qingyue ikut Lin Chen dan Tua hitam ke alam Abadi.
Kenapa ana Qingyue lagi di alam Fana 🤣🤣
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
DIFAN2: Novel 'SULUNG' hadir dengan keseruan kisah petualangannya, yuk kak merapat.
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lanjut
Edy Amran. MM
Lanjut.. ceritanya bagus
Rinaldi Sigar
lanjut
EKO BUDI PRASETYO: lha bukannya qingyue di alam abadi SM Lincen, kok BS di alam fana
total 1 replies
Rinaldi Sigar
lnjut
Rinaldi Sigar
lanjut
Rinaldi Sigar
lnjut
Boo Ceng Li
🔥🔥🔥💪💪💪👌👌👌
Tosari Agung
sangat keren imajinasi thor🌹🌹🌹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!