Janitra Widari Pramudya memutuskan kembali ke Tanah Air. Sebelumnya, ia tinggal di luar negeri selama lima tahun karena melanjutkan kuliah. Orang tuanya telah meninggal dunia sejak enam tahun yang lalu karena kecelakaan.
Janitra akhirnya menerima perjodohan dari Keluarga Syailendra sesuai wasiat mendiang kakeknya. Janitra baru mengetahui ternyata dirinya dijodohkan dengan Kresna Maharaja Syailendra sejak lama. Bagi Janitra, Kresna adalah cinta pertamanya.
Aku mencintainya sederas hujan. Namun, dia memilih untuk membangun tembok setinggi langit~Janitra.
Jangan pernah melangkah jauh menembus batasan yang sudah aku terapkan karena itu percuma saja. Kita menikah bukan karena cinta. Hanya sebatas utang budi keluarga. Aku harap kamu tidak pikun~Kresna.
Simak kisah mereka.💋💋
Mohon dukungannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13 - Wadon Dee_mit
Arya tak mengatakan secara detail pada Mayang bahwa ia memang putra sulung keluarga Syailendra, tetapi dari darah selir.
Tak butuh waktu lama, Arya dan Mayang memutuskan untuk berpacaran. Namun, pihak keluarga Syailendra belum tau hal ini. Keduanya sepakat menjalin hubungan diam-diam.
Arya mengatakan pada Mayang bila dirinya butuh waktu mengatakan pada keluarganya tentang sosok yang menjadi kekasihnya saat ini dikarenakan sedang ada polemik di dalam Kasepuhan.
"Polemik seperti apa memangnya di keluargamu?" tanya Mayang.
"Cukup panjang. Nanti aku ceritakan. Intinya orang tuaku ingin aku segera menikah tapi ada anggota keluarga yang lain menolaknya,"
"Alasan penolakannya apa?"
"Aku punya tiga adik. Dua adik yang usianya sudah cukup dewasa. Satu perempuan dan satu laki-laki. Lalu, adik bungsuku perempuan dan masih berstatus sebagai pelajar. Konon katanya adikku nomor dua yang perempuan harus menikah dulu. Tak boleh dilangkahi olehku. Hal ini bisa membuat jodohnya nanti seret (susah) dan pernikahanku bisa membawa sial di keluarga Syailendra," jawab Arya.
"Kamu masih percaya sama mitos seperti itu?"
"Percaya gak percaya, tapi kita wajib menjalaninya."
"Adikmu itu sudah punya calon suami belum?"
"Setahuku enggak punya. Dia gak pernah terlihat membawa teman pria ke Kasepuhan,"
"Dia juga kerja di Royal Grup?"
"Iya. Cuma dia bukan di kantor utama kami. Adikku itu hobinya sosial dengan masyarakat. Tak pernah pegang bisnis utama keluarga. Rama kasih dia kepercayaan ngurus yayasan sosial keluarga Syailendra seperti panti asuhan dan panti jompo. Tapi sekarang dia sedang kuliah Doktor (S3),"
"Syukur deh kalau kantor utama dipegang Arya. Warisan anak sulung pasti jauh lebih besar dari adik-adiknya. Normalnya kan begitu," batin Mayang.
Arya memang tak pernah membahas jati dirinya yang sebenarnya kepada siapapun bahwa ia hanya anak selir. Bahkan saat itu Kirana, Kresna dan Kartika tidak tau status Arya sebenarnya.
Mereka semua menganggap bahwa Arya adalah kakak sulung mereka dari ayah dan ibu yang sama.
Bagaimana mereka tidak tau jati diri Arya yang notabene anak dari Selir Gandawati ?
Sejak bayi Arya berusia enam bulan, ia sudah tinggal dan diasuh oleh permaisuri Ayu. Arya tentu menganggap orang tuanya adalah Rama Barata dan Bu Ayu.
Selir Gandawati tinggal di luar Kasepuhan. Sejak Arya tinggal di dalam Kasepuhan, Selir Gandawati hanya diizinkan bertemu 1-3 bulan sekali. Arya menganggap Selir Gandawati sebagai bibinya kala itu.
Semua itu atas perintah Kakek Haryo karena Rama Barata telah menorehkan luka di hati permaisuri Ayu. Rama Barata dan Selir Gandawati tak mampu menolak hukuman yang diberikan Kakek Haryo saat itu.
☘️☘️
Malam itu di ruangan khusus sebelum keputusan resmi dibuat.
Di dalam ruangan tersebut hanya ada Kakek Haryo dan Selir Gandawati. Beberapa abdi dalem kepercayaan berjaga di luar dengan ketat.
"Apa tak ada pengampunan yang lain buat hamba, Sinuhun?" pinta Selir Gandawati seraya bersujud di depan kaki Kakek Haryo. Air matanya terus membasahi wajahnya demi akting yang bagus di depan raja yakni Kakek Haryo.
"Hamba adalah ibu kandung Arya," imbuhnya.
BRAKK !!
Suara gebrakan meja terdengar begitu kencang usai tangan Kakek Haryo menghantamnya.
"Kamu pasti sudah tau kalau putraku itu suami sah dari permaisuri Ayu. Lapo koe sik gatel dadi wadon (kenapa kamu masih menggatal sebagai perempuan) !!" bentak Kakek Haryo.
"Nuwun pangapunten, Sinuhun. Saya gak bisa nolak cinta Kang Mas Barata. Kami sudah kenal dekat sebelum Kang Mas Barata menikah dengan permaisuri Ayu," ucap Selir Gandawati beralasan.
"Iku bodohnya putraku! Ketemu wadon demit koyok koen (bertemu perempuan se_tan seperti kamu) !" desis Kakek Haryo.
"Kamu pikir aku ora ngerti opo sing onok nang njero u_tekmu (kamu pikir aku tidak tau apa-apa yang ada di dalam otakmu)! Dasar sun_dal !" bentaknya.
Selir Gandawati pun dibuat tak berkutik oleh Kakek Haryo. Wanita ini dikuliti dari A-Z.
Kakek Haryo memang sempat mendengar desas-desus kedekatan Rama Barata dengan seorang Ronggeng alias penari saat putranya hendak menikah dengan permaisuri Ayu. Ia pikir Barata tak terlalu serius. Hanya sekedar main-main saja.
Namun, Kakek Haryo mendapat laporan selanjutnya bahwa hubungan putranya itu semakin dekat dan intens dengan Selir Gandawati. Hal ini membuat geram dan waspada oleh Kakek Haryo.
Akhirnya pernikahan Rama Barata dan permaisuri Ayu dipercepat beberapa bulan oleh Kakek Haryo dari jadwal sebelumnya.
Di dalam kamar Rama Barata dan permaisuri Ayu, Kakek Haryo sama sekali tak tau apa yang terjadi. Namun, Kakek Haryo sudah mewanti-wanti Rama Barata agar tak menyakiti hati permaisuri Ayu. Kakek Haryo sangat yakin bahwa permaisuri Ayu adalah wanita baik sekaligus keturunan ningrat yang cocok dengan putranya itu.
"Kau patuhi aku atau uripmu lan putramu sengsoro sak umur-umur (kamu patuhi aku atau hidupmu dan putramu akan sengsara seumur hidup) !" ancam Kakek Haryo pada Selir Gandawati.
Ancaman Kakek Haryo pastinya bukan omongan biasa atau angin lalu. Selir Gandawati sangat mengenal watak ayah kandung dari Rama Barata tersebut.
Akhirnya Selir Gandawati memilih untuk mengalah terlebih dahulu.
"Dasar tua bangka sialan! Lihat saja aku sumpa_hi kamu cepet mati biar aku bisa menguasai Kang Mas Barata dan Kasepuhan ini. Ayu dan keturunannya akan aku lempar keluar dari sini!" umpat Selir Gandawati di hatinya.
Setelah kakek Haryo Dirojo Syailendra meninggal dunia, barulah Arya mengetahui jati diri yang sesungguhnya. Saat itu Arya baru saja lulus kuliah jenjang sarjana.
Sedangkan nenek Ageng Maheswari telah berpulang lebih dulu dua tahun sebelum Kakek Haryo.
Rama Barata dan Permaisuri Ayu terpaksa berterus terang pada Arya tentang statusnya. Hal ini dilakukan karena desakan dari para petinggi lain di Kasepuhan serta kerabat Syailendra yang lain agar Arya mengetahui asal-usulnya. Mereka tak ingin ada polemik putra mahkota selanjutnya.
Di sisi lain, Selir Gandawati menuntut hak nya pada Rama Barata sekaligus rayuannya agar pria itu kembali luluh padanya dan ancaman supaya kemauannya dituruti.
Saat itu hanya mereka bertiga duduk bersama di sebuah ruangan khusus. Rama Barata, Permaisuri Ayu dan Arya.
"Maafkan Biyung (ibu) dan Rama, Le. Semua ini keputusan mendiang kakekmu. Semoga kamu memahami dan memaklumi ya, Le. Apapun yang terjadi, biyung tetep sayang karo kowe (tetap sayang sama kamu). Anak lanangku sing mbarep dewe (putra sulungku)," ucap Bu Ayu seraya memeluk tubuh Arya penuh isak tangis.
Walaupun Arya tak lahir dari rahimnya, Bu Ayu sangat sayang pada anak tirinya itu.
Jangan tanya perasaan Arya. Dia pasti sangat terkejut dan bersedih hati karena mengetahui fakta bahwa wanita yang memeluknya tersebut bukanlah ibu kandungnya.
Namun mengingat banyak kebaikan yang dilakukan oleh Permaisuri Ayu padanya sejak bayi hingga dewasa, Arya memilih bungkam di depan adik-adiknya kala itu.
"Jika punya wanita yang kamu cintai dan ingin dinikahi, jangan segan pada biyungmu ini ya, Le. Biyung pasti akan melamarkan dia untukmu dengan sangat layak,"
"Matur suwun sanget (terima kasih sekali), Biyung."
☘️☘️
Setelah pertemuan Arya dan Mayang di klub malam, wanita itu sengaja terus mendekati Arya, pria yang diduga olehnya akan menjadi calon raja sekaligus pewaris utama Royal Grup di Keluarga Syailendra.
Mayang tidak pernah menyelidiki detail asal-usul Arya maupun keluarga Syailendra. Walaupun informasi internal di sana juga terbilang minim dan sangat ketat serta tak sembarang orang yang tau.
"Aku belum mendapat kerja. Sudah coba melamar, tapi belum juga dapat. Dua minggu yang lalu aku coba kirim lamaran ke Royal Grup, tapi sampai detik ini belum ada panggilan. Apa kamu bisa membantuku untuk kerja di sana?" rengek Mayang pada Arya seraya tersenyum penuh makna.
Bersambung...
🍁🍁🍁
*Kita flashback sebentar ya sebelum muncul lagi scene Kresna & Janitra.
gak bisa tidur karna belum berendam racikan rempah cinta ala janitra
wahhh KY nya ada yang mau unboxing nihh😅😅😅
kresna butuh di ninabobokan sama janitra😄