"Eh...anak kecil minggir kamu!!"-usir bodyguard Naren-
"Lahh...aku duluan yang disini"-jawab Rena dengan ketus-
"Makanya datang lebih pagi dongg...gimana sih!!!"-berkacak pinggang di hadapan Naren-
Seorang Serena yang tidak tahu jika orang dihadapannya adalah ketua Mafia yang paling kejam Narendra Oliver Pradipta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana_Jm, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kemarahan keluarga Pradipta
"Sudah ku bilang, aku tidak menggoda calon suami kamu ituuuu!! Denger nggak sihh?!!!"-jelasnya dengan emosi-
"Kamu fikir aku percaya begitu saja!! Gara-gara kamu dia abai denganku!!"-menunjuk wajah Serena-
"Singkirkan tangan kotor mu itu!! Nggak sopan!!"-menepis kasar tangan Mita-
"Cih....anak kecil sok ngatur!!!"-mendorong badan Serena pelan-
Gadis itu mulai kesal menghadapi tingkah Mita yang tak tahu malu, masih saja menuduh dirinya sebagai orang yang sudah merebut calon suaminya. Padahal keduanya sama sekali tak ada hubungan apapun, bahkan dirinya juga baru bertemu 1 kali dengan Narendra.
"BERHENTI!!!! Sialan kamu!!! Jangan pernah sentuh milikku!!"-teriak Naren sambil menatap tajam-
"Aku tidak ada hubungan apapun denganmu!!!"-jelas Narendra sinis-
"Lha....jadiiii diaaaa?!!"-gumamnya sendiri terkejut-
"Dia kan calon istri kamu? Jangan galak-galak donggg"-bisiknya sambil tersenyum tipis-
"Pasti gara-gara anak kecil itu kan!! Kamu jadi dingin dan acuh!!"-celetuk Mita asal-
"Sembarangan kalau ngomong yaaaa!!! Ambil aja nih dia!!"-mendorong badan Naren ke depan-
Hal itu membuat Narendra menjadi terpancing emosi, dirinya menatap tajam ke arah Serena dan langsung menggendong gadis itu pergi dari hadapan Mita. Sedangkan Viktor masih di tempat itu untuk menyelesaikan masalah yang sudah dibuatnya.
"Sudah lihat sendiri kan?!!! Tuan Muda lebih memilih perempuan itu dibanding kamu!!"-jelasnya dengan senyuman sinis-
"Jangan pernah ganggu perempuan itu lagi!! Atau hidupmu dalam masalah besar!!"-tegur Viktor dan berlalu pergi-
"Sial!! Awas saja kamu anak kecil!!! Habis kau kali ini!!"-ucap Mita penuh emosi-
"Aku harus hubungi Papa!! Supaya menyingkirkan gadis itu dari sisi Narendra"-ucapnya tersenyum tipis-
Sementara Viktor mendengar sekilas ucapan dari Mita yang akan melakukan rencana jahat untuk Serena. Mita tidak menyadari jika di tempat itu masih ada mata-mata Narendra, semua rencana jahatnya terekam jelas.
Di dalam mobil Serena marah-marah terhadap Narendra karena dirinya menjadi sasaran orang yang tidak dikenalnya.
"Kamu yaaaaa!!! Ish....ish....ish....ngeselin banget!!! Ishhhh!!"-tak henti memukuli Narendra-
"Siniiii....."-menarik lembut Serena ke dalam pelukannya-
"Sakit kan tangannya?"-membelai lembut kepala Serena-
"Nggak usah sok perhatian!!! Dasar penjahat!!"-menggigit bahu Naren-
Naren hanya terdiam menahan gigitan Serena, dirinya memeluk gadis itu lebih erat supaya lebih tenang. Cukup lama gadis itu meluapkan kekesalan ke Narendra sampai akhirnya tertidur pulas.
Tiba-tiba saja ponselnya berdering, nampak di layar ponselnya jika Viktor yang menghubungi. Dirinya melihat sekilas Serena yang tidur dalam dekapannya.
"Ada apa Viktor?"-ucapnya datar-
"Bos....sudah dikirim video rekaman perempuan licik itu"-jelasnya tertawa kecil-
"Soal apa?! Video? Belum aku lihat!!"-jelasnya pelan-
"Lanjut nanti saja teleponnya?!! Princess lagi tidur"-jelasnya tersenyum tipis-
"Pantas ajaaa....ngomongnya pelan banget"-terkekeh pelan-
Narendra segera melihat video rekaman yang dikirim oleh anak buah Viktor, dimana Mita sedang merencanakan sesuatu untuk gadis incarannya itu. Mendengar hal itu membuatnya geram penuh emosi, spontan video ia kirimkan ke Naresh supaya tahu tentang kelakuan keluarga Baskara.
"Video apa ini?! Tumben Naren mengirim video"-celetuknya heran-
"Berani sekali anak ini!!!"-mengepalkan tangannya-
"Kenapa Sayanggg? Ada masalah apa?"-mengusap lembut pipi suaminya-
"Lihat ini Sayanggg! Anak Baskara mau menyingkirkan Serena!"-jelas Naresh serius-
"Ternyata dia benar-benar licik sekali!!"-ucap Laras dengan kesal-
Naresh meminta orang-orangnya untuk mengawasi pergerakan Baskara dan keluarganya, jangan sampai terlewat sedikitpun. Bahkan dirinya juga meminta putranya untuk menjaga Serena, kalau perlu di bawa jauh dari rumahnya saat ini.
Benar saja dugaan Naresh, sudah ada beberapa orang yang mengawasi daerah sekitar rumah sewa milik Narendra, namun orang yang dicari tidak juga muncul.
"Ternyata mereka sudah mulai pergerakan!!"-tersenyum miring-
"Baiklah....aku akan membawamu ke apartemen milikku yang lainnya"-jelasnya sambil tersenyum tipis-
"Cepat cari tahu dimana perempuan itu tinggal!!"-perintah salah satu bodyguard-
"Ada apa ini?! Kenapa banyak sekali bodyguard!!"-ucap Bu Thian pelan-
"Apa dia tinggal di salah satu rumah disini?!"-menunjukkan foto Serena-
"Siapa kalian?! Ada perlu apa?!"-celetuk Bu Thian datar-
"Tidak perlu tahu!! Katakan saja dimana perempuan ini!! Dia sudah merebut calon suami Nona Mita!!'-jelasnya dengan tegas-
Bu Thian sama sekali tidak memberitahu informasi apapun tentang Serena ke mereka, pasalnya dirinya tahu jika itu bukan orang-orang dari Narendra. Bahkan ia tak pernah mendengar nama perempuan yang sudah ia sebutkan sebagai Nona.
"Saya tidak mengenalnya!! Bukan urusan saya juga"-jelasnya sambil berlalu pergi-
"Jangan berbohong kau Ibu Tua?!!"-ucap bodyguard Mita emosi-
"Jangan pernah buat keributan di tempat ini!! Atau kalian terima akibatnya!!"-ancam Bu Thian dengan tegas-
"Kalian tidak dengar!!! Pergi dari tempat ini!!"-terdengar suara berat dari arah belakang-
"Siapa Anda?! Jangan ikut campur urusan kami!!"-jawab salah satunya-
"Habisi mereka semua!!!"-perintah Naresh dengan tatapan tajam-
Naresh mengetahui semua bisnis dari putranya itu, termasuk rumah sewa yang dibuatnya hanya untuk bisnis kecil-kecilan saja. Dirinya juga mengenali Bu Thian sebagai pengelola bisnis putranya.
Bu Thian tersenyum ramah dan menunduk sopan terhadap Naresh, setelahnya Naresh menceritakan kejadian yang sedang terjadi antara putranya dan orang yang bernama Mita.
"Jadi...saya minta tutup akses dari luar tentang Serena!! Paham kan!!"-jelasnya dengan serius-
"Baik Tuan...saya tak habis pikir masih ada perempuan gila seperti itu!!"-ucapnya dengan kesal-
"Aku akan menyuruh orang-orang ku untuk berjaga di area rumah ini"-ucapnya santai-
"Tenang saja Tuan Naresh....orang suruhan Tuan Muda sudah berjaga di sekitar rumah"-jelasnya sambil tersenyum sopan-
Sementara itu di luar sana, bodyguard Naresh sedang menghabisi orang-orang Baskara, mereka juga berhasil memukul mundur semua bodyguard Baskara. Sedangkan Narendra sudah sampai di apartemen miliknya.
Naresh benar-benar dibuat emosi dengan sikap keluarga Baskara yang semaunya sendiri berbuat onar.
"Butuh uang berapa kau Baskara?!! Katakan saja langsung!!"-menarik kerah baju Baskara-
"Ada apa Tuan Naresh? Saya sama sekali tidak mengetahui apapun Tuan!"-ucapnya lirih sambil memohon ampun-
"Lihat ini!!! Anak kamu berani sekali mengganggu calon menantuku!!"-menunjukkan video rekaman-
"Calon menantu?! Bukankah putra Tuan tidak suka dan dingin terhadap perempuan!!"-jelas Baskara dengan santai-
"Nyatanya dia punya kekasih"-celetuk Naresh spontan-
Keduanya saling bertatapan sengit, Naresh tanpa pikir panjang memukuli Baskara tanpa ampun. Darah segar bercucuran dari wajah seorang Baskara, tak hanya itu dirinya juga sudah merencanakan sesuatu untuk putri dari Baskara sendiri.
Mita dibawa dalam keadaan lusuh beserta seorang laki-laki yang menjadi kekasihnya, mereka sedang asyik berduaan dan melakukan hubungan badan.
"Lihatlah siapa yang datang menjemputmu!!!"-tersenyum miring-
"Mi.....ta!! Siapa laki-laki itu?!! Haaaa!!!"-bentak Baskara-
"Dengar Baskara!!! Sampai kapanpun aku tidak akan pernah menerima keluargamu untuk masuk ke dalam lingkup keluarga Pradipta!!!"-menatap tajam sambil tersenyum miring-
"Sikap dan tingkah putrimu sama seperti tingkahmu Baskara!!! Rendah sekali!!"-lanjutnya lagi-
"Bawa mereka ke penjara!!! Jangan biarkan mereka lepas!!"-perintahnya sambil berlalu pergi-
"Tuan Naresh....Tuan, saya mohon lepaskan putri saya!! Cukup saya saja yang dihukum!!"-teriak Baskara memohon-
Naresh pergi begitu saja, tak peduli dengan ucapan maupun teriakan dari Baskara, dirinya juga menyita seluruh aset yang dimiliki oleh keluarga Baskara. Perusahaan milik Baskara juga di akuisisi oleh pihak Pradipta, bahkan tempat usaha istrinya juga sudah di ambil alih oleh istri Naresh.
Di dalam kamar Narendra, Serena sudah mulai membuka matanya. Dirinya terkejut saat melihat ada sosok laki-laki yang duduk santai di sofa kamar sedang menonton acara televisi.
"Siapa itu orang ya?!"-gumamnya pelan-
"Ini....aku dimana? Asing banget tempatnya?"-ucapnya pelan sambil melihat sekeliling kamar-
"Sudah bangun Cantikkk"-menoleh ke arah Serena-
"Hmmm....Barusan aja!!!"-terkejut melihat Narendra-
"Kamuuuu?!!! Ini dimana coba?!!"-menatap sinis sambil menyilangkan kedua tangannya-
"Ini di kamar aku Cantikkk"-memeluk Serena lembut-
Tiba-tiba saja gadis itu teringat kejadian saat ia di tampar oleh perempuan yang mengaku sebagai calon istri Narendra. Sontak ia mendorong dan memukul badan Narendra begitu saja dan menatap sinis ke arahnya.
"Kenapa Cantikk?! Masih marah? Hemmm"-menatap lekat wajah Serena-
"Mundur nggak!!! Urusin aja tuh calon istri kamu yang menyebalkan itu!!!"-ucapnya sambil berkacak pinggang-
"Siniiii....dia bukan calon istriku! Dia hanya perempuan gila dengan rencana busuknya!!"-jelas Naren sambil memeluk Serena-
"Keluarganya juga bermasalah dengan keluargaku!! Jadi sangat wajar jika kita melenyapkan mereka semua"-ucapnya tersenyum tipis-
"Di bunuh!!! Ehhh....nggak ada hukuman lain kah?!! Kejam sih tapi yaa....entahlah!!!"-celetuknya asal sambil tertawa kecil-
~Ser...jangan lucu-lucu kenapa? Ntar si Tiang listrik tambah kecintaan yang ada~🤭