NovelToon NovelToon
NONA NONA MUDA DAN 12 JENIUS TERSEMBUNYI.

NONA NONA MUDA DAN 12 JENIUS TERSEMBUNYI.

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Penyesalan Suami / CEO
Popularitas:1.7k
Nilai: 5
Nama Author: RISMA AYINI SAFITRI

bercerita tentang dua gadis yang hamil di luar nikah dan menyembunyikan putra putri kembar mereka dari keberadaan sang ayah.

1. HAZIA AZURA' ASIXA QEY RAYSA.
2. HAZIA AZURA' ASIHA QEY RAYSA.
3. HAZIA AZURA' ASILA QEY RAYSA.
4. HAZIA AZURA' ASIRA QEY RAYSA.
5. HAZIA AZURA' ASIVA QEY RAYSA.
6. HAZIA AZURA' ASIKA QEY RAYSA.
7. HAZIA AZURA' ASIZA QEY RAYSA.

PUTRI KEMBAR DARI QUE’EN DAN ALVARO YANG LAHIR PADA 14 JUNI 2*** MEMILIKI KEUNIKAN MASING MASING SEPERTI SIXA YANG JENIUS KOMPUTER , SIHA JENIUS ILMU KEDOKTERAN TERMUDA TERUTAMA YANG IYA SUKAI ADALAH OPERASI BERAT, SILA JENIUS OBAT OBATAN DAN RACUN, SIRA JENIUS BERBAGAI BAHASA DAN JENIUS MATEMATIKA, SIVA JENIUS ILMU BELA DIRI TERMUDA, SIKA JENIUS BISNIS LUAR DAN DALAM NEGERI, DAN SIZA ANAK YANG JENIUS DALAM MERAKIT RAKIT BAHAN BERBAHAYA.

JUGA

1. DELIAN AL QINAN MEDICARE'S
2. DELIAN AL QIVAN MEDICARE'S
3. DELIAN AL QIHAN MEDICARE'S
4. DELIAN AL QIRAN MEDICARE'S
5. DELIAN AL QIZAN MEDICARE'S

PUTRA KEMBAR DARI QAIRA

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RISMA AYINI SAFITRI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 15. KELUARGA KOLONGRAT +62 TERKOCAK.

Cukup, keterlaluan kamu ver, kamu tau tidak kedua gadis muda itu adalah putri pewaris kekayaan keluarga HAZIAN dan MEDICARE'S yaitu hazia azura'ayini que'en raysa dan juga delia alqaira Medicare's yang memiliki banyak perusahaan raksasa di luar negeri dan kamu berani membuat masalah dengan mereka, untung dia hanya membatalkan kontrak tidak membuat perusahaan papi bangkrut, pokonya papi ngak mau tau kamu harus tanggung jawab sama Nona muda itu". Kesal arif pada kelakuan sang putra.

"Tapi dia ngak mau pi, bahkan dia ngusir alvero tadi pagi, dia bilang walaupun al udah renggut mahkota nya dia ngak bakalan mau, ditambah kalau pun dia hamil dia bilang bakan gugurin kandungan nya". Ucap alvero mengingat kata kata ayini dan qaira tadi.

Ruangan keluarga itu mendadak hening setelah alvero mengucapkan kalimat terakhirnya. Semua kepala tertunduk, tapi bukan karena sedih—lebih karena takut.

Aura Arif Wijaya kalau sudah marah itu bukan main ngerinya, bahkan sofa empuk pun rasanya jadi cadas.

Arif menatap putranya itu lama… terlalu lama… sampai-sampai Rayya Kusuma harus menyikut lengannya pelan.

“Sayang, jangan melotot gitu, nanti anak kita kesurupan setan takut,” gumam Rayya, masih dengan nada datarnya yang khas tapi tetap bikin suasana makin berat.

“Aku bukan melotot,” desis Arif. “Aku mikirin gimana caranya kita nggak mati duluan sebelum masalah ini selesai.”

Alvero menelan ludah, wajahnya pucat seperti baru dikerokin seluruh tubuh.

“Papi… papi jangan liat al gitu dong…” suaranya pelan banget.

“Aku liat kamu gini aja udah pengen jitak,” balas Arif tanpa ragu.

Keheningan kembali menyelimuti ruangan besar itu. Para kakak dan adik alvero juga ikut menunduk. Si kembar Azka dan Arka bahkan sengaja pura-pura sibuk main ponsel padahal layar HP-nya mati.

Arif menarik napas super panjang sebelum berkata lagi.

“Jadi kamu mau bilang… gadis itu ngomong sendiri kalau dia akan menggugurkan kandungannya kalau hamil?”

Alvero mengangguk pelan.

“Iya, pi… dia bilang begitu. Dia bahkan bilang… dia nggak mau ketemu al lagi seumur hidup.”

Rayya langsung mendengus—keras.

“Ya jelas lah dia nggak mau ketemu! Kalau aku jadi dia juga aku gampar kamu dulu baru pergi! Kamu itu ya, Ver… gimana sih kerja otaknya? Masa minum sesuatu dari kamar hotel terus diminum aja? Kamu nggak takut itu racun?!”

“Mamiii… kan al lagi panas… al nggak mikir…”

“Jelas! Jelas kamu nggak mikir! Yang kamu mikir cuma cewek cantik!” seru Rayya sambil menepuk jidatnya sendiri tak sadar jika itu adalah berawal dari rencana nya, aduh emang agak lain keluarga yang ini.

Arif mengangkat tangan, meminta Rayya diam.

“Yang jadi masalah sekarang bukan cuma reputasi. Ini menyangkut dua gadis pewaris besar. Kalau mereka mau, perusahaan kita bisa mereka bekukan cuma dengan satu telepon. Dan mereka udah mulai melakukan itu.”

Alvero merosot di kursinya.

“Papi… jadi papi mau suruh al apa? Qaira bener-bener nggak mau. Beneran nggak mau.”

Arif berdiri, tangannya mengepal.

“Kamu tetap harus tanggung jawab. Mau dia nolak kamu, mau dia benci kamu, mau kamu disiram air panas—aku nggak peduli. Kamu tetap harus cari cara minta maaf sama Nona Qaira dan Que’en. Kamu harus berlutut pun aku suruh!”

Alvero menganga.

1
WinnyLiam
👍🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!