NovelToon NovelToon
Dicintai Sang Berandal Tampan

Dicintai Sang Berandal Tampan

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu / Bad Boy
Popularitas:28.2k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Rachel adalah definisi dari kesempurna, masa depannya begitu cerah, hidupnya sudah diatur sedemikian rupa oleh Ibunya, hingga banyak yang merasa iri pada Rachel. Namun, tanpa mereka tahu, Rachel merasa hidupnya seperti boneka, terutama setelah perceraian Ayah dan Ibunya.

Hingga akhirnya, Rachel sudah muak dengan hidupnya yang selalu diatur oleh Ibunya dan memutuskan untuk pergi menemui Ayahnya dan memilih tinggal bersamanya, Rachel yang terbiasa dengan kemewahan, begitu tersiksa ketika berada di tempat Ayahnya yang jauh berbeda dengan kehidupan mewahnya bersama Ibunya.

Tanpa Rachel sadari, kedatangannya untuk menemui Ayahnya membawa sebuah takdir yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya, di mana ia dipertemukan dengan seorang pria dengan seribu macam permasalahan dalam hidupnya.

Bagaimana kelanjutannya? Apakah Rachel mampu bertahan tanpa kemewahan dari Ibunya? Siapakah pria dengan seribu macam permasalahan tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Daniel! Kamu Terluka

Tubuh Rachel terdorong ke depan, tapi matanya tetap terpaku pada sosok pria yang kini berhenti tepat di depan mobil mewah itu dan menghalangi jalan dengan motornya yang melintang. Daniel turun dari motor, gerakannya sedikit kaku karena menahan nyeri, namun auranya begitu mengintimidasi hingga para pengawal di mobil depan pun ragu untuk keluar.

​Daniel berjalan mendekat, d*r*h kering di sudut bibirnya menambah kesan berbahaya pada wajahnya yang keras.

​"Saya lupa bilang satu hal. Jika di sini, uang tidak berguna!" teriak Daniel.

Suasana di jalanan itu mendadak mencekam, sopir Mommy Viona membunyikan klakson berkali-kali, namun Daniel tetap berdiri kokoh seperti karang di depan moncong mobil mewah tersebut dan Mommy Viona yang mulai merasa terdesak segera menekan interkom penghubung ke mobil pengawal di depannya.

​"Tunggu apa lagi! Keluar dan singkirkan kecoak itu dari jalanan!" teriak Mommy Viona dengan suara melengking.

​Dua pengawal berjas hitam yang tadi menghajar Daniel di bengkel turun dengan tongkat di tangan. Mereka tampak percaya diri, mengira Daniel yang sudah babak belur akan mudah ditumbangkan untuk kedua kalinya.

​Namun, Daniel menyeringai tipis, seringai yang membuat bulu kuduk Rachel meremang sekaligus merasa lega. Daniel menyentuh alat komunikasi kecil di telinganya yang tersembunyi di balik rambut berantakannya.

​"Sekarang!" ucap Daniel singkat.

Tiba-tiba, dari berbagai gang sempit di sisi jalan raya, raungan mesin motor yang lebih bising mulai terdengar bersahutan. Bukan hanya satu, melainkan belasan motor modifikasi, mulai dari motor sport hingga chopper tua muncul mengepung mobil Mommy Viona dari segala arah.

​Para pengendara itu bukan pria berjas, melainkan orang-orang dengan jaket denim kusam, lengan penuh tato dan wajah-wajah keras khas orang pelabuhan yang selama ini dianggap hama oleh Mommy Viona.

​"Apa-apaan ini!" Mommy Viona memucat saat melihat mobilnya kini terjebak di tengah lingkaran motor yang terus menggeber gas mereka hingga menciptakan polusi suara yang memekakkan telinga.

​Dandi muncul dari salah satu boncengan motor besar dan wajahnya masih pucat tapi terlihat bersemangat, "Gue udah panggil anak-anak, Bos! Sinyal GPS di motor lo nggak pernah meleset!" teriak Dandi.

​Ternyata, sesaat sebelum Daniel mengejar, ia telah memberi kode pada Dandi untuk mengaktifkan pelacak di motornya dan menghubungi rekan-rekan Daniel di pelabuhan. Di mana bagi mereka, Daniel bukan sekadar montir, dia adalah sosok yang dihormati di distrik itu.

​"Nyonya, pengawalmu mungkin punya senjata api di balik jas mereka," ucap Daniel, suaranya terdengar tenang namun menusuk melewati kaca.

"Tapi anak-anak di sekelilingmu ini punya keberanian untuk mati, jika satu peluru keluar dari orang-orangmu, aku tidak jamin mobil ini tidak akan digulingkan dan dibakar bersama isinya dalam hitungan detik," ucap Daniel.

Para pengawal Mommy Viona yang tadinya beringas kini mematung. Mereka sadar, meskipun mereka terlatih, mereka kalah jumlah secara telak, menarik senjata di tengah kerumunan massa yang solid seperti ini adalah tindakan bunuh diri.

Rachel memanfaatkan momen kepanikan ibunya. Dengan sekali sentakan kuat, ia berhasil meraih tombol pembuka kunci manual yang sempat terabaikan oleh Mommy Viona yang sedang ketakutan.

Klik!

​Rachel mendorong pintu mobil hingga terbuka lebar dan melompat keluar, mengabaikan teriakan histeris Mommy Viona yang memanggil namanya, Rachel berlari menembus kepulan asap knalpot dan langsung menghambur ke pelukan Daniel.

​"Daniel! Kamu terluka," Rachel terisak dan jemarinya gemetar menyentuh luka di sudut bibir Daniel.

​Daniel meringis menahan nyeri di rusuknya, namun tangannya yang besar dan kasar tetap merengkuh bahu Rachel dengan protektif, ia menatap tajam ke arah Mommy Viona yang kini hanya bisa memandang dari dalam mobil dengan wajah penuh amarah yang bercampur dengan kekalahan.

​"Bawa dia pergi dari sini, pastikan tidak ada satupun yang bisa mengikuti kita," bisik Daniel pada Dandi dan teman-temannya.

​"Siap, Bos!" ucap Dandi.

Daniel membantu Rachel naik ke atas motornya, ia melirik sekilas ke arah Mommy Viona untuk terakhir kalinya sebelum memakai helmnya.

​"Uangmu bisa membeli hukum, Nyonya. Tapi uangmu tidak bisa membeli kesetiaan dan rasa nyaman," ucap Daniel tegas.

​Dengan satu hentakan gas, Daniel memacu motornya membelah kerumunan teman-temannya yang memberikan jalan dan meninggalkan Mommy Viona yang berteriak frustrasi di tengah kepungan deru mesin yang seolah menertawakan keangkuhannya.

Angin kencang menusuk kulit Rachel saat motor Daniel melesat membelah jalanan, ia mempererat pelukannya pada pinggang pria itu dan menyandarkan pipinya di punggung Daniel, merasakan detak jantung dan kehangatan tubuh pria yang baru saja mempertaruhkan nyawa untuknya.

Di balik helmnya, Rachel memejamkan mata, membiarkan air matanya tertiup angin, bukan air mata kesedihan, melainkan kelegaan yang luar biasa.

Daniel membawa Rachel menjauh dari jalan raya utama, masuk ke jalanan tikus yang hanya diketahui oleh orang lokal, hingga akhirnya mereka tiba di sebuah tebing tersembunyi yang menghadap langsung ke arah pelabuhan. Di sana, mercusuar tua berdiri kokoh di kejauhan dan aroma garam laut tercium tajam.

Daniel mematikan mesin dan keheningan mendadak menyergap, hanya menyisakan suara deburan ombak di bawah sana.

"Turunlah, kita aman di sini," ucap Daniel parau.

Saat Rachel turun, ia melihat Daniel meringis kesakitan sambil memegang rusuknya, wajah pria itu pucat dan d*r*h di sudut bibirnya sudah mengering.

"Daniel! Kamu harus ke rumah sakit," seru Rachel panik dan mencoba menopang tubuh Daniel yang mulai limbung.

"Hanya memar... jangan lebay," jawab Daniel dengan senyum miring yang dipaksakan.

Dandi duduk menyandar di sebuah batu besar dan napasnya masih terasa berat, "Ibumu... dia benar-benar wanita yang mengerikan, sekarang aku tahu dari mana sifat keras kepalamu itu berasal," lanjut Daniel.

Rachel berjongkok di depan Daniel dan menatapnya dengan perasaan bersalah yang mendalam, "Maafin aku. Gara-gara aku, kamu jadi seperti ini, seharusnya aku nggak menyeretmu ke dalam masalah keluargaku," ucap Rachel.

Daniel terdiam sejenak dan menatap mata Rachel yang masih sembab,ia mengangkat tangannya yang kasar, ragu sejenak, sebelum akhirnya mengusap sisa air mata di pipi Rachel dengan ibu jarinya.

"Dengarkan aku, aku tidak melakukannya karena terpaksa dan aku melakukannya karena aku ingin. Di tempat ini, tidak ada yang berani memerintahku, termasuk ibumu yang sombong dan angkuh itu," ucap Daniel.

Rachel tertegun,sentuhan Daniel yang biasanya terasa dingin dan menjaga jarak, kini terasa begitu tulus.

"Kenapa? Kenapa kamu sampai sejauh ini untukku?" tanya Rachel.

Daniel memalingkan wajahnya ke arah laut, menatap cakrawala yang mulai berwarna jingga. "Mungkin karena aku benci melihat orangtua yang memaksa anaknya untuk keuntungan dirinya sendiri atau mungkin... karena kaos hitamku terlihat lebih bagus saat kamu yang pakai daripada saat digantung di lemari rongsokanku," jawab Daniel.

Rachel tertawa kecil di tengah isak tangisnya, ia melihat kaos yang ia kenakan, kaos Daniel yang kebesaran, penuh noda, tapi terasa jauh lebih berharga daripada gaun rancangan desainer mana pun di lemari rumahnya.

"Mommy tidak akan berhenti, Daniel. Dia akan menggunakan segala cara untuk membawaku kembali," ucap Rachel takut.

.

.

.

Bersambung.....

1
chess🍂
jreng jreng 🫣
chess🍂
hey hey apa2an kau bang Daniel main civok2 aja😏😏
chess🍂
ahhhhhh co cweeeet 🫣🫣
chess🍂
demi apa gue ikut deg2kan🤣😭
chess🍂
luar biasa,sangat rekomendasi banget
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
chess🍂
demi apa ni novel bisa bawa kt ke cerita di dalam nya,saat menjelaskan sebuah tempat aku tuh berasa melihat langsng tempat it,sumpah keren banget kak....
Bunga Andthea
karya nya luar biasa,alur cerita menarik tidak membosankan,semangat untuk author nya
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Eva Tigan
Sama sama punya masa lalu yg kelam..Cinta mereka akan semakin kuat sampai maut yg memisahkan
Nurminah
nah seneng bukan ceo yg menyamar 🤣🤣🤣
Eva Tigan: bosan ya Bunda dengan thema yg itu itu saja😄
total 1 replies
Indriani Kartini
apakah Daniel anak konglomerat ???🤭
falea sezi
muter doank. kasih lak emak. dia yg sok itu itu karma.
Aidil Kenzie Zie
maren ngakunya nyesal lahirkan Rachel lah sekarang datang lagi bingung y nyonya menir 🤭🤭
Eva Tigan
Sediiihhhh banget ya Daddy Brian
Semoga Mommy Viona segera tersingkir dari kehidupan mereka
lia juliati
semangat danil 💪
Eva Tigan
Cerita ini sangat menarik,,melambangkan Cinta sejati bukan karena harta dan kemewahan tetapi hati yang tulus dan ikhlas.
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Eva Tigan
Daniel sesayang itu sama istrinya, membuat hatiku ikut meleleh juga🥰
English Lesson
bagus👍🏻👍🏻
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Eva Tigan
Ya Ampun...kasihan Daniel..Siapa yg bisa menolong dia untuk keluar dari Pertarungan maut itu..biar dia bisa hidup Damai bersama Keluarga kecil nya
Eva Tigan
Jangan Bilang Daniel masih ikut bertarung seperti yg dulu itu.
lia juliati
sukses untuk Rachel n danil, danil suami yg luar biasa selalu dukung istrinya😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!