Keisya bangun kembali ke masa lalu–tepat sebelum kecelakaan yang mengubah segalanya. Dulu, rasa iri dan provokasi membuatnya menyiksa Keyla yang merupakan anak kandung keluarga Jordan yang tlah lama hilang, hingga akhirnya ia mati dibunuh oleh keluarga yang membesarkannya itu..
Kini, ia kembali ke usia 15 tahun dengan ingatan penuh penyesalan, dan setiap ia mengingat masa dimana ia menyiksa Keyla, kepalanya akan terasa sangat sakit, oleh sebab itu, sekarang ia hanya punya satu tekad yaitu melindungi Keyla dari bahaya, menebus kesalahan, dan membiarkan gadis itu mendapatkan tempatnya yang sesungguhnya di keluarga Jordan sebelum dirinya pergi dari keluarga itu agar bisa menjalani hidupnya sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2
Jika ada yang mengira Keisya dapat langsung beradaptasi setelah kembali ke masa lalu, anggapan itu benar-benar keliru.
Selama hampir dua jam, ia hanya berdiri mematung di depan cermin kamar mandi. Tidak bergerak sedikit pun, seolah bayangan yang memantul di hadapannya adalah orang lain.
Tatapannya menelusuri setiap lekuk wajah yang sudah lama tak dilihatnya. Wajah remaja yang masih dipenuhi kesan polos dan kekanak-kanakan, sangat berbeda dengan dirinya yang mengembuskan napas terakhir pada usia dua puluh lima tahun.
Perlahan, jemarinya menyentuh pipinya sendiri, seakan memastikan semua ini benar-benar nyata.
Tubuhnya juga terasa jauh lebih kecil dan ringan. Dulu, sebelum kematiannya, ia memiliki tubuh yang atletis karena rajin menghabiskan waktu di pusat kebugaran.
Namun bukan karena menyukai olahraga. Ia hanya terdorong oleh rasa iri saat melihat proporsi tubuh Keyla yang jauh lebih bugar dan sempurna. Keisya yang dipenuhi rasa dengki saat itu rela memaksa dirinya berlatih keras hanya agar tidak kalah dari saudara angkatnya.
Padahal, jika dipikirkan kembali, ia adalah sosok yang pemalas. Ia tidak pernah benar-benar tekun dalam melakukan sesuatu kecuali bila itu berkaitan dengan mengalahkan Keyla.
"Benar juga... kebencian memang bisa membuat seseorang berubah menjadi orang yang sama sekali berbeda," gumamnya dalam hati sambil menggeleng pelan. Kini semua itu terasa begitu konyol.
Memikirkan Keyla membuat ingatan lama kembali memenuhi kepalanya.
Keisya sadar sejak awal dirinya memang bukan bagian dari keluarga Jordan.
Ia hanyalah seorang anak asing yang dibawa masuk untuk menggantikan seseorang yang hilang.
Tak seorang pun di keluarga Jordan pernah menceritakan kisah itu secara langsung kepadanya. Ia mengetahui semuanya secara tidak sengaja, dari bisik-bisik para pelayan yang mengira dirinya tidak akan pernah mendengar.
Mereka sering membicarakan asal-usulnya dengan nada meremehkan, seolah kehadirannya hanyalah pengganti yang tak akan pernah benar-benar menjadi bagian keluarga.
Nama Keisya Senaya Jordan adalah identitas yang diberikan setelah ia tinggal di rumah itu.
Saat itu usianya diperkirakan sekitar tujuh tahun, meski Keisya sendiri tidak pernah mengetahui tanggal lahir ataupun umur pastinya. Sejak kecil ia hidup berpindah-pindah di jalanan. Baginya, bertahan hidup setiap hari jauh lebih penting daripada mengingat kapan dirinya dilahirkan.
Dari percakapan para pelayan itulah ia mengetahui alasan mengapa Tuan Jordan membawanya pulang.
Semuanya bermula dari kecelakaan tragis yang menimpa keluarga Jordan.
Hari itu, Nyonya Jordan pergi menjemput putra sulungnya dengan membawa putri bungsu mereka, Keyla, yang saat itu baru berusia enam tahun.
Di tengah perjalanan, mobil yang mereka tumpangi tiba-tiba diserang oleh sekelompok orang tak dikenal. Kendaraan kehilangan kendali hingga menghantam pembatas jalan dengan keras.
Sopir dan para pengawal tewas seketika, untung saja Nyonya Jordan hanya mengalami luka parah dan masih sempat bertahan hidup beberapa saat hingga suaminya tiba di lokasi kejadian.
Dengan sisa tenaganya, ia memberi tahu bahwa Keyla telah dibawa pergi oleh para pelaku yang sengaja menyebabkan kecelakaan tersebut.
Tak lama setelah mengucapkan kalimat itu, napas terakhirnya terembus sebelum sempat mendapatkan pertolongan medis.
Kepergian sang istri sekaligus hilangnya putri bungsu membuat keluarga Jordan jatuh ke dalam duka yang begitu dalam.
Seluruh kemampuan dan kekuasaan mereka dikerahkan untuk mencari Keyla.
Hari berganti minggu.. Minggu berubah menjadi bulan.
Bahkan tahun demi tahun berlalu tanpa sedikit pun petunjuk, seolah anak itu benar-benar lenyap ditelan bumi.
Dan di situlah takdir Keisya mulai berubah.
Setahun setelah peristiwa penculikan tersebut, Tuan Jordan yang masih belum menyerah mencari putrinya tanpa sengaja menemukan seorang anak kecil yang hampir mati di sebuah gang kumuh di bawah jembatan penghubung kota.
Tubuh anak itu kurus kering, penuh luka, dan nyaris tak bernapas.
Entah mengapa, melihat bocah yang usianya hampir sama dengan putrinya membuat hati Tuan Jordan tergerak.
Belas kasih yang memenuhi dadanya membuat pria itu mengambil keputusan yang mengubah hidup Keisya untuk selamanya.
Ia membawa anak itu pulang lalu merawatnya.
Memberinya makanan, pakaian, pendidikan, bahkan sebuah nama keluarga yang begitu terhormat.
Pada awalnya, kehadiran Keisya ditentang keras, terutama oleh orang tua Alexander Jordan. Mereka menganggap tindakan itu tidak masuk akal dan tidak menghormati keberadaan Keyla yang belum ditemukan.
Namun waktu perlahan meluluhkan hati mereka.
Hari demi hari berlalu, hingga tanpa disadari kasih sayang mulai tumbuh.
Keisya yang sebelumnya tak memiliki siapa pun akhirnya merasakan hangatnya sebuah keluarga.
Ia dibesarkan dengan limpahan cinta, perhatian, dan segala fasilitas yang tak pernah berani ia impikan semasa hidup di jalanan.
Sayangnya, kebahagiaan itu tidak berlangsung selamanya.
Sembilan tahun kemudian...
Alex akhirnya berhasil menemukan Keyla, anak yang selama ini mereka cari akhirnya kembali ke rumah yang memang menjadi tempatnya sejak awal.
Pada mulanya, Keyla merasa asing. Bertahun-tahun hidup jauh dari keluarga membuatnya percaya bahwa dirinya telah dibuang.
Namun dengan kesabaran Alex, perlahan semua kesalahpahaman itu mulai terurai.
Ketiga kakaknya pun berusaha menebus sembilan tahun yang telah direnggut oleh takdir, memberikan kasih sayang yang selama ini tak sempat mereka curahkan kepada adik bungsu mereka.
Dan sejak saat itulah...
Kehadiran Keisya, yang selama ini mengisi kekosongan di keluarga Jordan, perlahan kehilangan tempatnya.
pasti lelah kmu
kok dikit amat siiihhhhh
satu dua tiga scroll abisssssa nunggu bab selanjutnya 😭😭😭😭
up banyak banyak yaa thorrrrr
semangattttttttttttt 💪💪💪💪
kesiannya keysia 😭😭
biar saja keluarga mu semua menyesal karena sudah mengabaikan mu keu