Ren, seorang pemuda yang hidupnya hancur di dunia modern, terbangun di dunia yang ia kenal hanya melalui layar kaca—dunia Shinobi yang penuh dengan darah, air mata, dan pengkhianatan.
Tepat saat ia lahir di tengah kekacauan serangan Kyuubi, Ren menyadari bahwa ia tidak memiliki garis keturunan klan hebat, tidak memiliki chakra yang melimpah, dan hanya dianggap sebagai sampah oleh dunia.
Namun, tepat saat ia menginjak usia 6 tahun, sebuah layar transparan muncul di depannya: [Selamat datang, Ren. Sistem Evolusi Shinobi telah aktif.]
Dengan pengetahuan tentang masa depan yang pahit dan sistem yang memungkinkan segalanya, Ren bersumpah untuk mengubah nasib. Dari seorang anak yatim piatu yang diabaikan, ia akan bangkit, melampaui para Hokage, hingga menantang para dewa yang bermain-main dengan takdir dunia ini.
Bukan sebagai pahlawan, bukan pula sebagai penjahat. Dia adalah Faktor X yang akan mengubah dunia Shinobi selamanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Barr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengalihan
Ren tidak mengizinkan sejumput pun kepanikan mendistorsi fungsi kognitifnya. Di bawah kelopak mata yang setengah terbuka, indra pelacak Tahap Tiga miliknya terus menerjemahkan pendaran geometris dingin di sepanjang pagar luar panti asuhan.
Gelombang itu tidak memancar secara acak. Ada irama ketukan konstan yang teratur—sebuah kode inter-koloni. Sistem di dalam otaknya segera memproses anomali tersebut, memisahkan kebisingan latar belakang dan mengekstrak esensi dari frekuensi yang tertangkap.
[Sistem - Analisis Sinyal: Protokol Pemanggilan Kembali (Recall Beacon)]
[Deskripsi: Induk koloni Aburame memancarkan gelombang bio-elektromagnetik spesifik untuk melacak respons balik dari lima spesimen Kikaichū yang hilang.]
Klan Aburame sedang mengirim sinyal ping. Jika dalam beberapa menit ke depan mereka tidak menerima gelombang pantulan dari dalam panti, tim pemburu di luar akan mempersempit perimeter dan memulai penggeledahan fisik secara senyap. Ren harus memberikan apa yang mereka cari, namun di tempat yang berbeda.
Matanya mendongak, mengunci fokus visualnya pada langit-langit kamar yang ditutupi anyaman bambu dan jerami tebal.
Melalui spektrum indra barunya, lingkaran merah redup yang menandakan keberadaan seekor tikus atap terlihat jelas sedang membeku di balik sekat kayu. Hewan pengerat itu terjebak, tidak berani bergerak akibat distorsi elektromagnetik yang sempat dilepaskan Ren beberapa menit lalu.
Ren bergerak. Tanpa membebani tumitnya agar lantai kayu panti tidak menghasilkan bunyi derit mikro, dia menegakkan tubuh dalam satu transisi mulus. Menghitung jarak tumpu, Ren melompat vertikal setinggi satu setengah meter tanpa ancang-ancang. Tangannya menembus sela jerami atap yang longgar dengan presisi mutlak, langsung mencengkeram tengkuk si tikus dalam satu gerakan kilat.
Sret.
Sebelum hewan itu sempat mencicit atau mencakar, ibu jari kanan Ren telah menekan kluster saraf otonom di bawah pangkal tengkorak si tikus. Teknik cervical pinch militer yang bersih. Tikus itu langsung mengalami koma ringan dan lemas di dalam genggamannya tanpa sempat mengeluarkan suara tunggal.
Ren kembali menapak di atas tikar pandan tanpa menimbulkan getaran lateral.
Jemari kanannya meraba saku, menarik gulungan kawat baja tipis berdiameter 0,1 milimeter yang tersisa. Dengan gerakan taktis yang cepat, Ren melilitkan kawat baja tersebut menyusur sepanjang tulang punggung tikus, dari pangkal leher hingga ke ujung ekor. Lilitan ini dirancang dengan jarak rapat, meniru arsitektur kumparan antena penguat (amplifier coil).
Ren kemudian menempelkan ibu jari kirinya yang masih basah oleh darah ke ujung kawat tipis tersebut.
'Replikasikan pola frekuensi spesimen 01 hingga 05,' perintah Ren dalam hati.
Sirkuit saraf Tahap Dua langsung merespons. Memori biologis dari lima serangga Kikaichū yang telah dilebur ke dalam sel darahnya ditarik kembali oleh sistem. Ren memompa impuls listrik alami dari sistem saraf pusatnya, mengalirkannya melewati lengan kiri, dan menembakkannya langsung ke kawat baja yang melilit tubuh tikus.
[Sistem: Mengalirkan Impuls Saraf Elektro-Biologis...]
[Peniruan Sinyal Getaran Serangga: 100% Sukses]
[Umpan Sinyal Palsu: Aktif]
Kawat mikro di sepanjang punggung tikus itu mulai bergetar secara atomik, memancarkan resonansi feromon dan gelombang bio-elektrik yang identik dengan lima Kikaichū yang dicari oleh klan Aburame. Tikus itu kini resmi menjadi radio pemancar berjalan yang menyebarkan sinyal distres palsu.
Ren berlutut di sudut tergelap kamarnya, menggeser sepotong papan lantai yang longgar untuk membuka akses ke pipa tanah liat tua—saluran pembuangan air limbah panti asuhan yang mengalir langsung ke bawah tanah, melintasi pagar luar, dan bermuara di sistem selokan distrik pasar bawah tanah.
Ren menepuk dada tikus itu sekali untuk melepaskan tekanan sarafnya, lalu meluncurkan tubuh pengerat itu ke dalam kegelapan pipa.
Begitu menyentuh air limbah yang dingin, tikus itu tersentak siuman. Terpicu oleh sisa sengatan listrik di punggungnya, hewan itu langsung berlari kencang menyusuri jalur pipa bawah tanah, bergerak menjauhi koordinat panti asuhan dengan kecepatan penuh.
Melalui indra pelacak barunya, Ren menyaksikan dampak domino taktisnya bekerja secara instan.
Di batas radius 50 meter, gelombang bio-elektrik besar berpola geometris kaku yang tadinya berpatroli di atas pagar panti mendadak berhenti. Sinyal itu berputar tajam ke arah selatan, mengunci koordinat pipa bawah tanah tempat tikus itu baru saja melintas. Di mata tim pemburu Aburame, "lima sensor mereka yang hilang" mendadak menyala kembali dalam kondisi panik dan sedang bergerak cepat melarikan diri menjauhi area pemukiman sipil.
Wusss...
Hawa dingin yang menekan atmosfer panti asuhan mendadak ditarik mundur dalam satu sapuan senyap. Siluet dan serangga pengintai di luar bergerak serentak, melesat mengejar arah pergerakan umpan radio organik menuju distrik pasar.
Perimeter panti asuhan kembali bersih dari sensor musuh. Di luar jendela, suara gesekan kepak sayap jangkrik malam dan derik serangga vegetasi yang sempat mati kutu kini perlahan mulai bersahutan kembali—sebuah penanda sensorik alami bahwa anomali energi asing telah sepenuhnya meninggalkan area tersebut.
[Status Perimeter: Musuh Berhasil Dialihkan Menjauh]
Ren melepaskan ketegangan ototnya dan menjatuhkan tubuhnya kembali ke atas tikar pandan. Namun, begitu kendali taktisnya mengendur, efek samping fisiologis dari manipulasi bio-listrik langsung menghantam tubuh manusianya tanpa ampun.
Dada Ren naik-turun dengan tidak teratur. Paru-parunya terasa seperti membakar oksigen yang dia hirup, dan seluruh persendiannya mendadak lemas seolah sirkuit sarafnya baru saja dilewati petir. Pengisian daya kawat mekanis menggunakan listrik saraf tubuh telah menguras cadangan glukosa dan memicu gesekan termal di dalam pembuluh darahnya.
Kepalanya berdenyut hebat, dan pandangan visual spektrum energinya mulai berkedip-kedip tidak stabil.
[Peringatan: Kelebihan Beban Termal pada Jalur Saraf Tepi]
[Suhu Tubuh Naik Menjadi 38,9°C (Efek Samping Aliran Listrik Saraf)]
[Mengaktifkan Protokol Homeostasis: Memulai Proses Pendinginan Seluler...]
Hawa dingin buatan dari sistem perlahan merayap dari pusat tulang belakangnya, menetralisir sensasi terbakar yang merusak organ dalamnya. Ren memejamkan mata erat-erat, membiarkan tubuhnya memulihkan diri di tengah demam akut yang mendadak menyerang.
Di balik napasnya yang berat, sebuah senyuman dingin terukir samar di sudut bibir Ren.
Besok pagi, tim pelacak klan Aburame hanya akan menemukan bangkai seekor tikus pasar yang mati akibat kejang listrik, dengan lilitan kawat baja 0,1 milimeter yang terpasang secara mekanis di tulang punggungnya. Struktur kawat itu terlalu rapi, presisi, dan artifisial untuk ukuran jutsu biologis.
Bagi klan Aburame, lilitan kawat mikro yang memanipulasi sinyal saraf ini akan langsung mengarah pada satu tersangka utama: divisi spionase pengguna boneka (Kugutsu) dari Sunagakure yang terkenal ahli menggunakan media mekanis untuk infiltrasi rahasia. Detail krusial ini akan menggiring para analis senior Konoha pada satu kesimpulan mutlak: Ini bukan pencurian serangga oleh murid Akademi bodoh. Ini adalah operasi sabotase dan spionase frekuensi dari mata-mata desa musuh.
Skala investigasi akan ditarik keluar dari ranah domestik sekolah menuju ranah militer tingkat tinggi desa. Dan di dalam pusaran konflik politik baru tersebut, posisi Ren sebagai anak panti asuhan medioker akan tenggelam sepenuhnya di bawah radar pengawasan.