NovelToon NovelToon
BAYANG-BAYANG MASA LALU Kembar Rahasia Sang Artis Cantik

BAYANG-BAYANG MASA LALU Kembar Rahasia Sang Artis Cantik

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:997
Nilai: 5
Nama Author: Nina Jaya

Alena Kirana adalah seorang aktris papan atas yang berada di puncak popularitasnya. Namun,
sebuah kesalahan yang terjadi di satu malam yang dilakukan bersama seorang pria misterius yang ternyata adalah sutradara
sekaligus pewaris tunggal konglomerat dan sangat kejam kepada wanita yg berani menganggu hidupnya, Adrian Dewangga. Ketakutan akan hancur karirnya tidak dia pedulikan asalkan dia selamat dari pria ini . Alena memilih mengundurkan diri dan menghilang total dari panggung hiburan, bersembunyi sangat jauh dari orang-orang yang dia kenal.
Di sana, dia hidup dalam kesunyian, dia melahirkan dan membesarkan dua anak perempuan kembar yang cantik Kiara dan Kiana. Enam tahun berlalu, rahasia yang terkunci rapat itu mulai koyak ketika takdir
membawa Adrian kembali ke hadapannya, menuntut jawaban atas malam kelam yang tak pernah bisa dia lupakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nina Jaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gempa Di dunia Maya

Sebuah foto bisa mengubah arah angin, menghancurkan reputasi, atau dalam kasus Alena dan Adrian, membangun sebuah dinding benteng yang kokoh. Tepat pukul empat sore, akun media sosial resmi Dewangga Group dan kanal informasi utama seluruh media hiburan nasional secara serentak mengunggah dokumentasi eksklusif akad nikah mereka.

Foto utama memperlihatkan Adrian yang sedang menatap lekat sepasang mata Alena sembari menyematkan cincin emas putih di jari manisnya. Pencahayaan alami yang menerobos masuk dari jendela besar ruang kerja memberikan efek magis, membuat pernikahan darurat itu terlihat seperti sebuah momen intim yang penuh dengan ketulusan dan romansa kelas atas. Tajuk utamanya seragam: “Janji Suci di Balik Tirai Menteng: Adrian Dewangga Resmi Mempersunting Alena Putri dalam Prosesi Sakral dan Tertutup.”

Efeknya instan. Dunia maya mengalami gempa tektonik.

Alena duduk di tepi ranjang kamarnya, menatap layar ponsel cadangan yang diberikan oleh tim keamanan Adrian. Ia tidak bisa menahan diri untuk tidak membaca kolom komentar, meskipun Dokter Saras sudah memperingatkannya untuk menghindari segala bentuk pemicu stres.

> @k-drama_lovers: Demi apa?! Ini beneran? Kemarin sore baru konferensi pers, pagi ini udah langsung sah? Chemistry mereka di drama kemarin emang gila sih, tapi nggak nyangka bakal secepat ini! Hari patah hati nasional beneran

> @netizen_julid:Mendadak banget nggak sih? Dari kemarin desas-desusnya Alena putusv kontrak sama Star Media gara-gara denda miliaran, tiba-tiba sekarang dinikahin sama anak konglomerat. Bau-baunya ada yang ditutupin nih. Nikah kilat begini biasanya karena... ah sudahlah.

> @alena_fanbase: Apapun jalannya, kalau Alena bahagia kita ikut bahagia. Lagian Adrian pria terhormat dari keluarga baik-baik. Perlindungan Dewangga Group bakal bikin Alena aman dari agensi lamanya yang terkenal kejam itu. Samawa ya Nona Kesayangan kami!

>

Alena mengunci layar ponselnya dengan menghela napas panjang. Spekulasi negatif itu tetap ada, menyelinap di antara jutaan ucapan selamat yang membanjiri lini masa. Netizen zaman sekarang terlalu jeli. Mereka bisa merasakan ada sesuatu yang janggal dari garis waktu pernikahan yang terkesan terburu-buru ini.

Namun, setidaknya untuk saat ini, narasi "pernikahan dongeng" yang dirancang oleh Adrian masih mendominasi arus utama.

Pintu kamar diketuk pelan, dan Adrian melangkah masuk setelah mendapatkan izin dari Alena. Pria itu sudah berganti pakaian menggunakan setelan jas formal abu-abu gelap. Di tangannya, ia memegang sebuah tas kerja kulit.

"Aku harus pergi ke lokasi syuting sekarang," ujar Adrian membuka percakapan, suaranya terdengar berat dan formal. "Sutradara dan pihak produser drama kita sudah menelepon sejak pagi. Karena kamu sudah resmi mengambil cuti medis tanpa batas waktu dari dunia hiburan, mereka harus merombak total sisa naskah untuk episode-episode terakhir."

Alena mendongak, menatap suaminya dengan rasa bersalah yang kembali membayang di matanya. "Bagaimana cara mereka mengubahnya? Karakterku adalah tokoh utama wanita. Menghilangkan tokoh utama di tengah jalan pasti akan merusak kualitas cerita secara keseluruhan."

Adrian berjalan mendekati jendela, membetulkan posisi jam tangan mewahnya sebelum kembali menatap Alena. "Penulis naskah memutuskan untuk membuat karaktermu diceritakan harus pergi ke luar negeri untuk melanjutkan studi kedokterannya secara mendadak akibat konflik keluarga di dalam plot. Sisa adegan romantis antara karakter kita yang belum sempat diambil akan digantikan dengan adegan kilas balik (flashback) dan penggunaan pemeran pengganti (stunt double) dari arah belakang."

Adrian menghela napas pendek, menyiratkan bahwa proses ini tidak mudah baginya sebagai seorang aktor profesional. "Ini adalah konsekuensi yang harus kita tanggung. Pihak stasiun televisi sempat mengajukan protes besar, namun setelah tim hukum Dewangga Group setuju untuk mendanai seluruh biaya kompensasi kerugian produksi akibat perombakan naskah ini, mereka akhirnya melunak dan menutup mulut."

Uang lagi. Kekuasaan lagi. Alena menyadari betapa beruntungnya ia berada di bawah perlindungan seorang pria yang memiliki akses tanpa batas terhadap sumber daya tersebut. Jika ia harus menghadapi situasi ini sendirian di bawah cengkeraman Siska, ia pasti sudah hancur berkeping-keping di ruang pengadilan karena tuntutan wanprestasi.

"Maafkan aku, Adrian," bisik Alena tulus. "Gara-gara kecerobohanku malam itu, kamu jadi harus menanggung beban pekerjaan yang jauh lebih berat dan menghadapi kekacauan di lokasi syuting sendirian."

Adrian terdiam sejenak. Ia berjalan mendekati sofa tempat Alena duduk, lalu membungkukkan tubuhnya sedikit agar sejajar dengan pandangan mata istrinya. "Hentikan ucapan maaf itu, Alena.

Kita sudah menandatangani perjanjian pranikah dan sepakat untuk menjadi rekan tim. Kekacauan di lokasi syuting adalah urusanku, tugasmu hanya tinggal di rumah ini, menghabiskan makanan yang disiapkan oleh ahli gizi, dan memastikan detak jantung yang kita dengar pagi tadi tetap berdetak dengan kuat. Mengerti?"

Mendengar ketegasan yang sarat akan perlindungan tersebut, Alena merasakan kehangatan tipis menjalar di dadanya. Ia mengangguk pelan. "Iya, aku mengerti."

"Bagus. Bi Asih sudah menyiapkan makan siangmu di bawah. Tim keamanan luar sudah memperketat penjagaan di depan gerbang karena sejak siang tadi ada beberapa mobil jurnalis yang mencoba mengintai dari seberang jalan. Jangan pernah membuka jendela depan atau berjalan di halaman tanpa pengawalan. Aku akan pulang sebelum jam sepuluh malam," ujar Adrian seraya menegakkan tubuhnya kembali dan melangkah pergi meninggalkan kamar.

Suasana lokasi syuting drama di kawasan Bogor sore itu terasa sangat canggung ketika Adrian tiba. Seluruh kru produksi dan aktor lainnya memandang Adrian dengan tatapan yang dipenuhi rasa segan sekaligus penasaran yang luar biasa. Sang aktor nomor satu yang kemarin baru saja mengumumkan pernikahan gempar dengan lawan mainnya kini datang bekerja seolah-olah tidak terjadi peristiwa besar apa pun dalam hidupnya.

"Adrian! Selamat, ya! Wah, kamu benar-benar membuat kami semua jantungan," sapa sutradara Hanung dengan tawa yang dipaksakan begitu Adrian memasuki ruang tunggu artis. "Kami tidak menyangka chemistry kalian di depan kamera ternyata berlanjut sampai ke pelaminan secepat ini."

"Terima kasih, Sutradara," jawab Adrian pendek, menjabat tangan pria paruh baya itu dengan sopan namun tetap menjaga jarak profesionalnya yang dingin. "Saya meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat perubahan naskah yang mendadak ini."

"Ah, tidak masalah! Tim hukummu sangat bermurah hati dengan dana kompensasinya, jadi kami bisa memperpanjang masa sewa peralatan dan membayar lembur kru dengan sangat layak," ujar Sutradara Hanung seraya menepuk bahu Adrian.

"Tapi... bolehkah saya bertanya satu hal pribadi? Alena benar-benar sakit parah hingga harus mengambil cuti total dari industri? Banyak rumor di luar sana yang menyatakan hal lain."

Sorot mata Adrian seketika berubah menjadi sangat tajam dan sedingin es, membuat Sutradara Hanung langsung menghentikan kalimatnya dan menelan ludah dengan gugup.

"Alena sedang dalam masa pemulihan medis yang sangat krusial, Sutradara," jawab Adrian dengan nada suara yang rendah namun penuh dengan penekanan yang mengancam. "Dan seperti yang sudah saya sampaikan di konferensi pers kemarin, setiap spekulasi atau rumor yang tidak berdasar mengenai kondisi kesehatan istri saya akan langsung ditangani oleh firma hukum keluarga saya secara pidana.

Saya harap fokus kita hari ini adalah menyelesaikan sisa adegan saya, bukan membahas masalah domestik keluarga saya."

"T-tentu, Adrian! Tentu saja! Mari kita langsung menuju ke set untuk pengambilan gambar pertama!" sahut Sutradara Hanung dengan terbata-bata, buru-buru mengalihkan topik sebelum ia memicu kemarahan pria yang memegang kendali atas sebagian besar saham perusahaan distribusi film tersebut.

Adrian berjalan menuju set pemotretan dengan rahang yang mengeras. Di luar penampilannya yang tampak tenang dan berkuasa, ia tahu bahwa pertahanan yang ia bangun saat ini sedang diuji dari segala arah. Setiap orang di industri ini sedang menunggu celah kecil untuk membongkar kebenaran di balik pernikahan mereka.

Di saat yang sama, di kediaman Menteng, Alena sedang mencoba menghabiskan mangkuk bubur gandum khusus yang disiapkan oleh ahli gizi di ruang makan. Rasa mualnya sudah berkurang, namun nafsu makannya belum sepenuhnya kembali. Suasana rumah yang sangat besar dan sunyi itu mendadak terasa sedikit menekan jiwanya yang terbiasa dengan jadwal kerja yang padat dan riuh.

Tiba-tiba, ponsel cadangan di atas meja makan bergetar. Sebuah pesan masuk dari nomor yang tidak dikenal. Karena sistem keamanan Adrian hanya memblokir panggilan dan pesan dari daftar hitam yang sudah teridentifikasi (seperti nomor pribadi Siska dan staf Star Media), pesan dari nomor baru yang belum terdaftar ini berhasil lolos masuk ke kotak masuk Alena.

Alena membuka pesan tersebut dengan kening berkerut.

> Pengirim: Unknown Number

> “Halo, Nyonya Dewangga yang terhormat. Selamat atas pernikahan dongengnya pagi ini. Foto-fotonya sangat indah di media sosial, sangat suci dan tanpa cela, persis seperti citra yang saya bangun untukmu selama sepuluh tahun ini.

> Tapi, apakah suamimu yang kaya raya itu tahu bahwa dunia internet tidak bisa dibeli dengan uang seratus miliar? Coba buka tautan forum diskusi luar negeri yang saya kirimkan di bawah ini. Seseorang baru saja mengunggah sebuah cerita menarik tentang seorang aktris 'suci' yang muntah-muntah hebat karena hamil sebelum menikah di sebuah studio kosmetik dua minggu lalu. Ceritanya ditulis dalam bahasa Inggris menggunakan inisial, tapi tebak... netizen Indonesia sangat pintar dalam menerjemahkan teka-teki.

> *Ini baru permulaan, Alena. Selamat menikmati malam pertamamu di dalam sangkar emas.”

>

Tangan Alena bergetar hebat hingga ponsel di genggamannya hampir terjatuh ke atas lantai marmer. Napasnya mendadak memburu, dipenuhi oleh rasa panik yang luar biasa yang mencengkeram dadanya hingga terasa sesak. Siska. Alena tidak perlu menebak siapa pemilik asli dari nomor misterius tersebut. Gaya bahasa yang sarkastik dan penuh dengan ancaman terselubung itu mutlak milik mantan manajernya.

Dengan jari yang gemetar karena ketakutan, Alena mengklik tautan situs web yang dilampirkan di dalam pesan tersebut. Layar ponselnya menampilkan sebuah utas diskusi di sebuah forum internet internasional yang terkenal sering membahas gosip-gosip buta (blind items) dari dunia hiburan global.

Utas itu berjudul: “The Hypocrisy of a Nation’s Sweetheart from Southeast Asia.”

Di dalam artikel pendek yang ditulis dalam bahasa Inggris yang fasih tersebut, sang penulis menceritakan secara mendalam tentang seorang aktris top papan atas yang dikenal dengan citra murni dan tanpa skandal, namun baru saja melangsungkan pernikahan kilat dalam waktu dua puluh empat jam setelah ketahuan hamil di luar nikah akibat cinta satu malam dengan aktor lawan mainnya.

Meskipun tidak menyebutkan nama Alena atau Adrian secara eksplisit, detail tentang denda kontrak kosmetik, pemutusan hubungan kerja sepihak, hingga nama daerah lokasi syuting ditulis dengan sangat spesifik.

Di bagian bawah utas, kolom komentar sudah dipenuhi oleh ratusan tanggapan dari netizen Indonesia yang berhasil menemukan tautan tersebut.

> @indo_sleuth:Fix ini mah si A a sama A an! Pantesan kemarin nikah mendadak banget sampai heboh satu negara. Ternyata hamil duluan! Gila ya, pencitraannya selama ini suci banget, ternyata murah juga.

> @tanya_kenapa:Gue udah curiga dari pas lihat mukanya yang pucat di foto red carpet kemarin sore. Ternyata mual-mual karena berbadan dua. Kasihan ya keluarga cowoknya yang terhormat itu harus nanggung aib artis begini.

> @anti_pencitraan:Agensinya pasti sakit hati banget makanya ini bocor. Kelar sih kariernya kalau ini sampai masuk ke akun gosip lokal yang gede. Perjanjian hukum suaminya nggak bakal berlaku kalau beritanya menyebar di situs luar negeri begini.

>

Alena menjatuhkan ponselnya ke atas meja rias, air matanya tumpah ruah membasahi pipinya yang kembali memucat. Seluruh tubuhnya gemetar hebat dikuasai oleh rasa malu, takut, dan keputusasaan yang teramat sangat.

Benteng hukum yang dibangun oleh Adrian dan tim pengacaranya ternyata memiliki celah besar di dunia digital yang tanpa batas negara. Siska benar-benar membuktikan ucapannya; wanita itu mulai membakar istana dongeng mereka dari sudut yang tidak terjangkau oleh hukum pidana nasional.

"Bagaimana ini... bagaimana kalau berita ini sampai ke telinga keluarga Adrian...?" tangis Alena pecah dalam kesunyian ruang makan.

Ia memeluk perutnya sendiri dengan kedua tangannya, merasakan ketakutan yang luar biasa bahwa ancaman sosial dari luar sana akan segera menembus masuk ke dalam sangkar emasnya dan merenggut kedamaian dari janin kecil yang tidak berdosa di dalam rahimnya.

Badai panggung hiburan yang sesungguhnya telah resmi melompati dinding pagar Menteng, dan Alena berada di titik terendahnya tepat di malam pertamanya sebagai seorang istri.

1
Jessica
manager nya berkuasa banget
Aisyah
hamil tiba tiba
Aisyah
novel nya yang bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!