NovelToon NovelToon
Sekretaris Palsu

Sekretaris Palsu

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: REZ Zha

Demi memastikan calon tunangan yang akan dijodohkan orang tuanya, Bella terpaksa menyamar bekerja di perusahaan milik Gilang, pria yang dipilih oleh sang papa untuk menjadi suaminya.

Satria Wijaya,, papa Bella adalah seorang pengusaha kaya raya dan Bella adalah anak semata wayang pasangan Satria dan Hani. Bella tentu tidak ingin calon suaminya, bersedia menikah dengannya hanya karena harta dan ia pun ingin memastikan jika pria yang akan menjadi pendamping hidupnya adalah pria setia.

Namun, kesalahpahaman terjadi. Gilang justru menganggap Bella adalah wanita simpanan Satria karena Satria lah yang meminta Gilang untuk mempekerjakan Bella sebagai sekretaris Gilang tanpa melalui proses pengrekrutan karyawan pada umumnya.

Lantas, bagaimana perjalanan kisah mereka selanjutnya? Ikuti saja kisah Bella dan Gilang dalam novel Sekretaris Palsu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon REZ Zha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bapak Nggak Sedang Cemburu, kan?

"Bos ...!"

Gilang menoleh ke arah pintu ketika Jimmy tiba-tiba masuk ke ruangannya. Sepertinya ada hal penting yang ingin disampaikan Jimmy kepadanya.

"Tadi Pak Hadi, PT. Pilar Bangun Perkasa menghubungi, katanya PT. Pilar berencana melakukan peremajaan dua puluh lima persen alat berat mereka pertengahan tahun ini. Mereka meminta kesanggupan kita untuk memenuhi permintaan mereka, Bos." Jimmy melaporkan pada Gilang soal rencana pemesanan beberapa unit alat berat dari salah satu relasi bisnis mereka yang sudah sangat lama menjalin hubungan kerja sama.

"Coba kau tembuskan langsung ke bagian produki, Jim! Buat estimasi biaya produksinya. Kita masih punya cadangan modal untuk memproduksi pesanan PT. Pilar, kan?" tanya Gilang antusias dengan rencana pembelian barang relasinya dalam jumlah besar.

"Apa kita perlu tambahan modal sementara, Bos?" Jimmy khawatir dana yang tersedia tidak bisa mem-back up semua pesanan dari relasinya.

"Coba tanya ke keuangan, jumlah AR kita yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat berapa nilainya?" Gilang menanyakan piutang kantornya yang akan segera cair, sehingga bisa digunakan untuk tambahan modal memproduksi pesanan PT. Pilar Bangun Perkasa.

"Oke, nanti aku tanyakan ke Pak Sarif," sahut Jimmy, tapi dia tak segera bergerak meninggalkan ruangan Gilang, justru menarik kursi di hadapan meja Gilang dan mendudukinya.

"Ada apa lagi?" tanya Gilang ketika melihat Jimmy malah duduk, tak cepat pergi.

"Soal gosip itu, apa sudah ada respon dari Pak Satria? Aku khawatir kalau Pak Satria akan menarik modalnya kalau Bella sampai curiga, Bos." Jimmy mengungkapkan kecemasannya soal reaksi Pak Satria jika mengetahui gosip yang dipermasalahkan Gilang, apalagi hari ini Bella tak hadir di kantor.

Gilang menarik nafas dalam-dalam. Tak dipungkiri ia pun menyimpan kekhawatiran yang sama seperti Jimmy. Di saat perusahaannya sendang menggeliat dari keterpurukan keuangan, ada ancaman akan pembatalan kerja sama dengan Pak Satria, kalau Pak Satria sampai murka dengan gosip yang beredar. Apalagi dia sendiri menuding Bella secara terang-terangan.

"Semoga saja nggak, Jim!" Nada bicara Gilang tak yakin, "Ya sudah, cepat tanya Pak Sarif, berapa nominal AR kita yang akan cair!" ujarnya kemudian.

"Oke, Bos!" Jimmy lalu bangkit, meninggalkan ruangan Gilang untuk melaksanakan tugas yang diberikan kepadanya.

Gilang menghempas nafas panjang seraya memijat pelipisnya, mencoba menenangkan hatinya yang masih gusar tentang nasib kerjasama perusahaannya dengan Pak Satria.

***

Dalam kamarnya Bella sedang bersantai dengan duduk berselonjor di tempat tidurnya. Pandangannya fokus ke arah televisi di hadapannya, sementara tangannya menggenggam wadah Potato Chips dan mulutnya asyik mengunyah makanan ringan itu.

Hari ini Bella benar-benar menikmati hari tenang dan bersantai, tak memikirkan gosip yang melibatkannya yang saat ini berhembus di kantor Mahesa Persada.

Setelah drama yang ia tonton berakhir dan mencuci tangannya, Bella mengambil ponsel dari tasnya. Dia teringat jika dia belum sempat mengaktifkan kembali ponselnya, Sejak pagi ia sengaja menonaktifkan alat komunukasinya itu agar Gilang ataupun Jimmy tidak menghubunginya.

Saat ponselnya itu kembali ia aktifkan, terdapat beberapa notif pesan masuk di ponselnya. Terdapat nomer Gilang juga Jimmy yang menghubungi seperti dugaannya.

"Udah memfitnah aku, masih mengharap aku kerja di sana! Males banget!" Bella melempar pelan ponsel ke atas tempat tidurnya, kemudian ikut menghempaskan tubuhnya ke tempat tidur

Tiba-tiba Bella teringat akan kata-kata papanya siang tadi, yang mengira jika Gilang cemburu padanya. Dia tertawa kecil menganggap itu tidak masuk akal. Dia dan Gilang tak punya hubungan apa-apa. Gilang pun tak tahu kalau ia adalah putri kandung Pak Satria yang sebenarnya, Bagaimana mungkin Gilang menyimpan kecemburuan terhadap dirinya?

"Masa iya dia cemburu? Konyol banget!?" Keningnya lalu berkerut dan berpikir. "Hmmm, menarik juga." Tak lama kemudian, sebuah senyum penuh makna terukir di sudut bibir Bella, karena sebuah ide seketika berkelebat dalam benaknya.

Keesokan harinya Bella memutuskan untuk kembali ke kantor Mahesa Persada. Dia ingin melanjutkan penyamarannya dan beraktivitas seperti sebelumnya. Dia akan bersikap normal seperti tidak ada masalah yang terjadi kemarin.

Bella baru keluar dari ruangan Gilang setelah menyalakan lampu ruang kerja bos perusahaan tersebut, ketika terdengar pintu lift terbuka. Tak lama sosok Gilang keluar dari lift. Gilang tampak terkejut mendapati Bella ternyata hadir di kantor pagi ini.

"Pagi, Pak." Bella menyapa Gilang dengan senyum hangat di bibirnya, seolah tak melakukan kesalahan, padahal kemarin dia sempat membuat Gilang kebingungan dan dilanda kegundahan.

Mata Gilang membulat melihat sikap Bella yang seakan tanpa dosa. Bella juga seolah tak terganggu dengan tudingannya dua hari lalu.

Tak membalas sapaan Bella dengan kata-kata, Gilang hanya memperlihatkan senyum kikuk, lalu melangkah masuk ke ruangannya dengan langkah lebar.

Bella melirik ke belakang setelah Gilang melintasinya. Tak ada lagi Aura tegang dan penuh kemarahan dari wajah pria itu.

"Kok, dia nggak tanya alasan aku nggak berangkat kemarin?" gumam Bella seraya menahan senyum melihat sikap Gilang yang terlihat gugup saat melihatnya tadi.

Sementara di dalam ruangannya, Gilang berusaha menenangkan diri. Mesinnya ia bisa bersikap santai dan menanyakan alasan Bella tidak masuk kantor kemarin, bukannya malah buru-buru masuk ke ruangan.

"Kenapa dia bisa terlihat sesantai itu? Bukannya minta maaf karena bolos kantor!?" Gilang justru berharap Bella meminta maaf

Gilang justru berharap Bella bersikap lebih lunak dan mengakui kesalahan karena tidak taat dengan peraturan yang berlaku kantor, dengan bolos seenaknya.

Gilang menghela nafas dalam-dalam lalu mengeluarkannya perlahan. Beberapa menit setelah menenangkan diri, akhirnya ia berbicara di intercom wireless untuk memanggil Bella.

"Ada apa, Pak?" tanya Bella setelah masuk ke ruangan Gilang.

"Kenapa kamu kemarin tidak berangkat ke kantor?" Gilang berusaha bersikap tegas, karena Bela telah melakukan pelanggaran.

"Saya jengkel sama Bapak!" Tak berpikir panjang, Bella langsung menjawab dengan kalimat tak kalah tegas juga.

Gilang terkesiap mendengar jawaban Bella yang secara terang-terangan mengungkapkan rasa kesal kepadanya.

"Bapak ini keterlaluan, deh! Menuduh saya yang bukan bukan." Bella melipat tangan di dadanya dengan wajah memberengut. Bahkan Gilang belum sempat menyahuti kalimatnya tadi.

"Lagi pula, Itu 'kan urusan pribadi saya. Kenapa Bapak marah-marah gitu?" Bella membungkukkan tubuhnya dan menekan telapak tangan di tepi meja Gilang. "Bapak nggak sedang cemburu sama saya, kan?" tanyanya dengan nada menggoda.

Gilang makin terperanjat dengan sikap dan ucapan Bella. Tanpa bisa ia bendung, warna merah muda seketika membias di kulit putih wajahnya.

❤️❤️❤️

Bersambung ...

1
ρυтяσ kang'typo✨
lagi kencan mala bahas boss🤣🤣🤣tapi q suka ko secara tidak langsung Jimmy memberi gambaran tentang Gilang pada Bella
ρυтяσ kang'typo✨
Jimmy gercep itu Lang... 🤣🤣🤣u mah fokus cemburu doang g ada misi apa pun 🤭🤭
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
ada untungnya juga Bella pergi dinner sama Jimmy.rahasia tentang Gilang di umbar sama Jimmy tanpa perlu repot2 Bella mencari tau sendiri😄
bakal makin gencar gak nih Bella menggoda Gilang setelah dengar cerita Jimmy😁
Dest Cookies
secara tidak langsung jimmy sudah memberi gambaran tentang kepribadian gilang.. bella mulai kagum.. lama2 jatuh cinta...
Juwitae
Terbuka sedikit² supaya Bella tidak salah sangka terus sama Gilang
Esther
Jimmy gak sadar kalau Bela lagi cari informasi tentang Gilang😄
Juwitae
Dasar asisten ga ada akhlak🤣🤣
Dest Cookies
beneran cemburu nih gilang.. rasa yg belum disadari oleh gilang...
Esther
Tambah panas nih Gilang, asistennya selangkah lebih maju sudah berani mengajak Bella kencan🤭🤣
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
panas pasti Gilang di ledek begitu sama asistennya sendiri. jangan2 Gilang ikut pergi memata-matai Jimmy sama Bella nih..
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
sekarang ikuti dulu permainan Jimmy.setelah itu kasih dia shock terapi biar jantungnya kuat😂
Dest Cookies
waduh..gawat dong.. .. bella di dekitin sama jimy.. tp aku yakin bella bisa jaga diri.. jd tambah greget nih ..
.
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
Bella yang gak mau kali Jim di goda sama kamu.dia bukan wanita yang mudah tergoda.tujuan dia di kantor Mahesa Persada kan untuk lebih tau Gilang seperti apa.kalau nanti pas tau Bella anak pak Satria,malu kamu seumur-umur Jim udah berani godain Bella😄
ρυтяσ kang'typo✨
eee ada yang g rela tuh kalo Jimmy mendekati Bella beneran, mana dia rela batal tunangan demi Bella 🤭🤭🤭
Juwitae
langsung di tembak kan. Ayo ngaku cemburu gak Gilang?🤭😄
ρυтяσ kang'typo✨
ciyeeeee cemburu... pasti mengelak tuh Gilang🤣🤣masa iya mau bilang cemburu g mungkin la ya
ρυтяσ kang'typo✨
waaaah.... makin seru ka, hayo loh u skakmat kan Lang🤣🤣🤣
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘᵇᵃˢᵉ fjR ՇɧeeՐՏ🍻
mati kutu deh Gilang.mau jawab apa coba Gilang. pengen tau gebrakannya kayak apa😄..Bella sih makin asik aja ngerjain ataupun godain Gilang
Dest Cookies
hayoo gilang ... kamu pasti kaget.. bella bisa seberani itu mengungkapkan kekesalannya..
Ernalita Sitompul
mskin seru😄😄😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!