NovelToon NovelToon
DEWA PERANG DAN KUCING BENCANA

DEWA PERANG DAN KUCING BENCANA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi
Popularitas:883
Nilai: 5
Nama Author: Argo Sujendro

Di dunia di mana batas tertinggi manusia hanyalah Saint Rank, Sander Duster—putra ketiga keluarga militer terkuat di Elegrand Kingdom—dianggap gagal karena tidak memiliki bakat Life Energy seperti para ksatria lain. Namun takdirnya berubah saat ia menyelamatkan seekor kucing hitam misterius di tengah badai salju.

Kucing itu ternyata adalah Behemoth, salah satu Legendary Beast pemegang Hukum Devouring yang hampir memusnahkan dunia di masa lalu.

Melalui ikatan Soul Resonance yang tak disengaja, Sander perlahan memperoleh kekuatan fisik abnormal yang melampaui logika manusia biasa. Di balik kehidupan akademi, intrik politik bangsawan, ancaman perang antar kerajaan, dan kebangkitan monster legendaris mulai mengguncang dunia.

Saat semua orang memperebutkan kekuasaan, Sander justru berjalan menuju sesuatu yang belum pernah dicapai siapa pun dalam sejarah—

God Rank, ranah sang Dewa Perang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Argo Sujendro, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7: Tekanan Tak Terlihat

Pagi hari berikutnya membawa kehangatan yang langka di dalam ruang tengah Kastil Aethelgard. Cahaya matahari yang memantul dari hamparan salju di luar menerobos masuk melalui jendela-jendela kaca besar, menciptakan pendaran terang di atas lantai kayu ek yang dipoles bersih. Ruangan luas ini dipenuhi oleh aroma panggangan roti musim dingin dan sup daging hangat. Di sinilah seluruh keluarga besar klan Duster biasanya berkumpul sebelum memulai aktivitas militer dan urusan domestik mereka masing-masing.

Sander Duster melangkah masuk ke dalam ruangan dengan langkah yang sedikit ragu. Di dalam dekapan kedua tangannya, dia membawa seekor kucing hitam kecil yang seluruh tubuhnya masih terlilit perban putih bersih. Kucing itu tidak lain adalah Behemoth, yang kini terpaksa melipat semua harga diri dan keagungan purbanya demi menyamar menjadi seekor hewan peliharaan biasa. Sepasang mata emas Behemoth bergerak waspada, mengamati setiap sudut ruangan dan mendeteksi kekuatan dari orang-orang yang ada di dalamnya.

Di ujung meja makan panjang, Grand Duke Gabriel Duster sedang duduk sembari menikmati kopi hitamnya. Begitu melihat anak ketiganya masuk sambil mendekap seekor hewan berbulu, Gabriel menghentikan aktivitasnya. Pandangan mata Saint Rank miliknya yang tajam langsung mengunci pada sosok kucing hitam kecil di tangan Sander.

“Oh? Makhluk apa yang kau bawa itu, Sander?” tanya Gabriel, suaranya yang berat menggema santai di seluruh ruangan.

Sander melangkah mendekat, sedikit mengeratkan dekapannya pada Behemoth. “Ini kucing yang aku temukan di tengah badai salju kemarin sore, Ayah. Kondisinya sangat mengenaskan saat aku menemukannya di bawah pohon es. Aku ingin meminta izin Ayah dan Ibu untuk merawat dan memeliharanya di kastil ini.”

Gabriel menatap kucing hitam itu selama beberapa detik. Di mata seorang ksatria legendaris seperti Gabriel, makhluk di dekapan anaknya sama sekali tidak memancarkan Life Energy elemental atau hawa membunuh khas monster liar perbatasan. Segel kutukan bersama dari empat Legendary Beast benar-benar telah mengunci eksistensi Behemoth hingga ke titik nol, membuatnya tampak persis seperti kucing domestik biasa yang telantar.

Melihat ekspresi Sander yang penuh harap, Gabriel mendadak tertawa menggelegar hingga bahunya yang tegap terguncang. “Hahaha! Jadi karena hewan kecil ini kau sampai rela melepaskan jubah bulumu dan hampir membuat dirimu sendiri membeku kemarin? Astaga, Sander, kau benar-benar mewarisi hati ibumu yang terlalu lembut.” Gabriel mengibaskan tangannya dengan santai. “Tentu saja kau boleh memeliharanya. Kastil kita ini sangat luas, bahkan untuk menampung seratus kucing liar sekalipun. Rawatlah dia dengan baik.”

Mendengar izin dari ayahnya, Sander langsung membungkuk hormat dengan wajah gembira. “Terima kasih, Ayah.”

Di sisi lain meja, Aron dan Brian yang baru saja menyelesaikan sarapan mereka ikut bangkit dari kursi dan berjalan mendekati adik bungsu mereka. Brian, dengan sifatnya yang selalu energetik, langsung mengulurkan tangan kanannya yang besar untuk mengacak-acak rambut di kepala Behemoth dengan gemas.

“Wah, warnanya hitam pekat seperti arang perapian,” kata Brian sambil tertawa kecil, membelai punggung si kucing tanpa rasa curiga sedikit pun. “Dia sangat beruntung bisa menyusup ke dalam kereta kuda klan Duster. Jika tidak, dia pasti sudah menjadi es batu di luar sana sekarang.”

Aron berdiri di samping Brian, wajahnya yang kaku melunak saat dia mengulurkan satu jarinya yang terbalut sarung tangan kulit untuk menyentuh dagu Behemoth dengan sangat pelan, memastikan tidak menekan perban yang membungkus luka si kucing. “Beri dia makan yang banyak, Sander. Hewan yang lemah seperti ini akan mudah mati jika kekurangan asupan kehangatan di wilayah utara,” ucap Aron memberikan nasihatnya yang disiplin namun penuh perhatian.

Di dalam batinnya, Behemoth merasa sangat terhina karena kepalanya diacak-acak dan dagunya dielus oleh dua ksatria muda manusia ini. Jika ini adalah masa kejayaannya di The Abyssal Void, satu kibasan ekornya saja sudah cukup untuk melempar Aron dan Brian ke dalam dimensi kehancuran. Namun, demi menjaga penyamarannya, Behemoth hanya bisa memejamkan mata emasnya dan menahan amarahnya dalam diam, berpura-pura menjadi hewan jinak yang patuh.

Namun, momen ketegangan tersembunyi yang sesungguhnya baru saja dimulai.

Langkah kaki yang sangat halus dan anggun terdengar mendekat dari arah dapur dalam. Grand Duchess Lyora Duster berjalan memasuki ruangan keluarga dengan seulas senyuman seorang ibu yang luar biasa lembut di wajah cantiknya. Lyora mengenakan gaun rumah tangga sederhana berwarna biru muda dengan celemek kain putih yang bersih, sama sekali tidak menampilkan kesan sebagai seorang wanita yang mengerti tentang dunia kekerasan.

“Ada keributan apa ini di pagi hari?” tanya Lyora dengan nada suara yang sangat merdu dan menenangkan.

Sander menoleh ke arah ibunya. “Ibu, lihat. Ayah sudah memberikan izin kepadaku untuk memelihara kucing ini di kastil.”

Lyora berjalan mendekati Sander, lalu perlahan berlutut di atas lantai kayu tepat di hadapan anak ketiganya agar tingginya sejajar dengan Sander. Sepasang mata jernih Lyora menatap langsung ke arah Behemoth yang berada di dalam dekapan Sander. Senyuman di wajah Lyora semakin melebar, sebuah senyuman yang tampak sangat tulus dan penuh kasih sayang di mata Sander dan seluruh anggota keluarga Duster.

Namun, bagi Behemoth, segalanya berubah menjadi sebuah mimpi buruk yang paling mengerikan dalam hidupnya.

Begitu Lyora mengulurkan kedua telapak tangannya yang halus dan mengambil tubuh Behemoth secara perlahan dari dekapan Sander ke dalam pangkuannya, insting terdalam dan sisa-sisa jiwa Legendary Beast milik Behemoth langsung menjerit panik parah. Seluruh bulu hitam di tubuh si kucing mendadak berdiri tegak secara tidak sadar, dan pupil mata emasnya menyusut drastis menjadi sepasang garis vertikal yang sangat tipis.

Saat telapak tangan Lyora menyentuh bulu punggungnya dan mulai mengelusnya dengan lembut, Behemoth mendeteksi sebuah aliran energi rahasia yang luar biasa masif, pekat, dingin, dan tak berdasar. Energi itu tersembunyi dengan sangat rapi di balik penampilan luar Lyora yang tampak rapuh. Behemoth, sebagai mantan penguasa ruang dan gravitasi, langsung mengenali jenis energi tersebut. Itu adalah Gravitasi Mutlak, sebuah hukum penindasan dimensi yang kekuatannya bahkan terasa jauh lebih murni dan menakutkan daripada Hukum Devouring miliknya saat ini.

Di dalam pandangan batin Behemoth yang sangat peka terhadap energi asal, sosok Lyora tidak lagi terlihat sebagai seorang ibu rumah tangga yang lemah. Di belakang tubuh wanita itu, Behemoth seolah melihat sepasang mata raksasa tak terlihat yang mengintip dari dimensi kegelapan terdalam, siap untuk meremukkan, menghancurkan, dan menelan seluruh jiwa serta eksistensi Legendary Beast miliknya dalam sekejap mata jika dia berani mengeluarkan setitik saja cakar atau niat membunuh di rumah ini.

“Monster... Wanita ini adalah monster berwujud manusia yang sesungguhnya!” jerit Behemoth di dalam lubuk batinnya yang gemetar hebat karena rasa takut yang belum pernah dia rasakan sebelumnya, bahkan saat dikepung oleh empat legenda sekalipun.

Tekanan tak terlihat yang dipancarkan secara pasif oleh sirkulasi internal Lyora membuat Behemoth menyadari satu fakta absolut: jika dia melakukan satu saja kesalahan kecil, atau jika dia mencoba menyakiti Sander yang merupakan anak kandung dari wanita ini, maka nyawanya akan tamat saat itu juga tanpa ada kesempatan untuk bereinkarnasi kembali.

Mengetahui bahwa dia sedang berada di bawah pengawasan langsung dari mahluk paling mengerikan di tempat ini, ego dan keangkuhan kuno Behemoth runtuh sepenuhnya berganti dengan insting bertahan hidup yang murni. Dia tahu dia harus mengambil keputusan tercepat demi keselamatan nyawanya.

Dengan tubuh yang gemetar samar di dalam pangkuan Lyora, Behemoth menurunkan seluruh pertahanannya. Dia melipat kuku-kukunya dalam-dalam, menyandarkan kepala kecilnya di atas telapak tangan Lyora, dan mulai mengeluarkan suara dengkur manja yang bergetar teratur dari tenggorokannya. Dia mengesampingkan seluruh harga diri jutaan tahunnya, berpura-pura sepenuhnya menjadi seekor kucing domestik yang sangat patuh, manis, dan tidak berbahaya sama sekali.

Lyora yang merasakan dengkuran si kucing terus mengelus kepala Behemoth dengan jari-jarinya. “Kucing yang sangat manis,” ucap Lyora dengan nada suara yang tetap lembut, namun di mata Behemoth, kilatan di sudut mata wanita itu seolah-olah menyiratkan bahwa dia tahu sesuatu tentang identitas asli si kucing namun memilih untuk mengabaikannya selama mahluk itu tidak membawa ancaman bagi keluarganya.

Sander yang melihat kucingnya tampak sangat tenang dan manja di pangkuan ibunya tersenyum sangat lega. “Dia sepertinya sangat menyukai Ibu,” kata Sander dengan polos.

“Tentu saja, semua mahluk di utara ini tahu siapa yang memegang kendali tertinggi di rumah ini,” bisik Brian sambil menyenggol lengan Aron, yang dibalas dengan anggukan setuju dari kakak tertuanya. Sementara itu, Gabriel hanya bisa batuk kecil dan memalingkan wajahnya, tidak berani membantah ucapan anak-anaknya.

Setelah beberapa saat menikmati suasana pagi yang hangat, Lyora mengembalikan Behemoth ke dalam dekapan Sander dengan sangat hati-hati. Begitu terlepas dari pangkuan Lyora, Behemoth diam-diam menarik napas lega yang luar biasa besar di dalam batinnya, merasa bersyukur karena jiwanya tidak diremukkan hari ini. Sejak detik itu, sang penguasa kuno Behemoth membuat sebuah sumpah rahasia di dalam hatinya: dia akan menjadi kucing peliharaan yang paling patuh dan setia di dunia ini, demi menjaga kepalanya tetap berada di atas lehernya selama tinggal di Kastil Aethelgard yang penuh dengan monster tersembunyi ini.

1
Manusia Ikan 🫪
bagus bagus, aku kasih nawar untuk kamu/Chuckle//Rose/

folback aku yah ehehe
Argo Sujendro: termakasih kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!