NovelToon NovelToon
Moonlight Over The Mafia Empire

Moonlight Over The Mafia Empire

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Nikah Kontrak / Obsesi
Popularitas:35.5k
Nilai: 5
Nama Author: Alistia Haka

Di kota megah yang dipenuhi gemerlap lampu malam dan dosa, nama Aragon De Hartmann dikenal sebagai raja mafia paling kejam dan tak tersentuh. Di balik kekuasaan, uang, dan darah yang mengalir di tangannya, Aragon hidup dalam kegelapan.

Sementara itu, Aurora, seorang gadis panti asuhan yang sederhana dan lembut, berjuang hidup sendirian setelah panti tempat ia dibesarkan terancam ditutup oleh kelompok kriminal. Demi menyelamatkan anak-anak kecil di sana, Aurora nekat mendatangi seorang pria yang paling ditakuti di seluruh kota, dia adalah Aragon De Hartmann.

Pertemuan mereka seharusnya hanya sebuah transaksi.

Namun, tatapan mata Aurora yang hangat perlahan menghancurkan dinding dingin di hati sang mafia. Untuk pertama kalinya Aragon mulai merasakan sesuatu yang hampir ia lupakan, yaitu cinta dan harapan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alistia Haka, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 19

Namun, respons yang didapat justru di luar dugaan.

“Pfft…”

Sebuah tawa kecil bin sinis lolos dari mulut Hank yang berdiri di belakang Aragon. Tangan kanan Aragon itu menggeleng-gelengkan kepalanya, menatap Bulldog dengan pandangan kasihan yang teramat sangat, seperti sedang melihat seekor semut yang mencoba menantang seekor gajah.

Aragon sendiri tidak berkedip. Jangankan terkejut atau takut, ekspresi wajahnya bahkan tidak berubah barang sedikit pun. Ia tetap berdiri dengan posisi tangan di dalam saku celana, tenang, angkuh, dan mutlak tak tersentuh.

“Mafia hebat?” Aragon mengulang kalimat itu dengan nada datar, seolah kata tersebut adalah sebuah lelucon paling hambar yang pernah ia dengar sepanjang hidupnya.

Aragon melirik ke arah Hank, memberikan sebuah kode tanpa suara yang langsung dipahami dengan sempurna oleh sang tangan kanan.

“Sebutkan satu nama,” ucap Aragon dingin, tatapannya kini mengunci Bulldog yang mendadak merasa atmosfer di sekitarnya menjadi semakin sesak dan mematikan.

“Sebutkan satu nama ‘mafia hebat’ yang kau maksud, dan mari kita lihat apakah mereka berani mengangkat telepon darimu setelah mendengar namaku.” Kata Aragon lagi dengan suara rendah khas nya yang mematikan, suara yang bagai pisau langsung menusuk jantung.

Bulldog terpojok. Seringai pucat terukir di wajahnya yang kini dibanjiri keringat. Gertakannya tidak mempan, dan reaksi dingin pria di hadapannya justru membuat nyalinya semakin menciut.

“Baiklah! Aku akan menyebutkan nama mafia besar yang berada di belakangku! Jangan takut dan jangan sampai kau memohon ampun nanti!” Bulldog tertawa sombong, sebuah tawa serak yang menggema di halaman panti asuhan.

”Kalau kau masih ingin melihat matahari besok, berlutut dan jilati kakiku sekarang juga!”

Dengan dagu terangkat penuh kesombongan, Bulldog mengacungkan jarinya tepat ke arah wajah Aragon.

“Namanya Alexander Ridge! Bagaimana?! Hanya dengan satu panggilan telepon dariku, hidupmu dan semua orang di tempat ini akan habis!” tawa Bulldog pecah, semakin keras dan memekakkan telinga. “Oh, aku tahu… hanya dengan mendengar namanya saja, nyalimu pasti sudah kocar-kacir, kan?! Hahahaha!”

Mendengar nama itu disebut, para suster kembali diliputi ketakutan yang mendalam. Mereka saling merapat, menggenggam salib di dada mereka sembari merapalkan doa dengan bibir gemetar.

Di tengah kepanikan itu, Aurora diam-diam menatap Aragon dari samping. Ia mencoba membaca ekspresi pria itu, meraba emosi yang tersembunyi di balik wajah tegasnya. Dalam hati Aurora membatin penuh kecemasan, Apakah pria ini juga akan gemetar? Siapa pun tahu siapa Alexander Ridge... apakah Aragon akan takut setelah mendengar nama penguasa kegelapan itu?

Namun, ekspresi yang dicari Aurora tidak pernah ada. Aragon tetap berdiri dengan ketenangan yang mutlak. Kedua tangannya terselip santai di saku celananya, postur tubuhnya tegap bagai pilar batu yang tak tergoyahkan oleh badai. Tatapannya lurus ke depan, dingin dan kosong, seolah kehadiran Bulldog tak lebih dari sebutir debu yang mengganggu pemandangannya.

Tiba-tiba, tanpa mengubah posisinya, Aragon menoleh sedikit ke arah Aurora.

“Kenapa?” tanyanya dengan suara bariton yang teramat tenang. “Kau berpikir aku akan takut?”

Aurora langsung terperanjat. Jantungnya mencelos. Bagaimana pria itu bisa mengetahui isi pikirannya yang paling dalam, padahal ia sama sekali tidak bersuara?

“Aku tahu apa yang sedang kau pikirkan,” Aragon menatapnya tajam, sepasang manik matanya seolah mampu menguliti rahasia terbesar Aurora. “Kau sedang menilai wajahku, mencoba mencari tahu apakah ada secercah ketakutan di sana saat nama itu disebut.”

Tertangkap basah, Aurora segera mengalihkan pandangannya dengan canggung. Rona merah tipis menjalar di pipinya akibat rasa malu sekaligus terintimidasi.

Melihat reaksi Aurora, sudut bibir Aragon terangkat tipis, membentuk senyum sinis yang nyaris tak terlihat namun sarat akan keangkuhan yang elegan. Ia kembali membalikkan tubuhnya menghadap Bulldog.

“Kalau begitu, hubungi pria itu sekarang,” suara Aragon terdengar datar, namun memiliki tekanan udara yang mendadak terasa mencekik. “Katakan padanya, Aragon De Hartmann sedang menunggunya di sini.”

“APAA?!” kedua mata Bulldog langsung membelalak lebar, hampir melompat keluar dari kelopaknya.

“Ar… Ara… Aragon… De Hartmann?!” Lidahnya mendadak kelu. Seluruh pasokan darah di wajahnya menguap seketika, menyisakan kulit yang pucat pasi bak mayat.

Sebagai orang yang bergerak di area abu-abu, Bulldog tentu tahu siapa Aragon De Hartmann. Nama itu adalah legenda hidup, penguasa kasta tertinggi dunia bawah tanah yang kekuasaannya bahkan mampu meratakan satu isi kota dalam semalam.

Namun, Bulldog sama sekali tidak menyangka bahwa pria yang berdiri di hadapannya adalah sosok mengerikan tersebut.

Foto yang ia lihat di semua media sosial benar-benar berbeda. Wujud asli pria ini jauh lebih berkarisma. Auranya begitu menekan hingga membuat atmosfer di sekitar mereka terasa berat, dan garis wajahnya yang tegas terlihat terlalu sempurna, memancarkan pesona berbahaya yang mematikan.

“Cepat hubungi dia,” perintah Aragon dingin, tidak menerima penolakan.

“Ta… tapi…” Pria berbadan besar itu mendadak gagap, kehilangan seluruh keangkuhannya.

Tanpa menunggu lebih lama atau memedulikan ketakutan Bulldog, Aragon mengeluarkan ponsel mewah dari saku jasnya. Dengan gerakan efisien, ia menempelkan benda itu ke telinga. Hubungan tersambung hanya dalam satu kali nada dering, menandakan bahwa panggilan darinya adalah prioritas utama di seberang sana.

“Aku sudah mengirimkan dokumen perjanjian mengenai Panti Asuhan Moon Haven House melalui sekretarisku,” kata Aragon singkat, dan padat tanpa menunggu jawaban.

Hanya berselang beberapa detik setelah Aragon menurunkan ponselnya.

“Drrt… Drtt…”

Ponsel di saku celana Bulldog bergetar hebat. Sentakan itu membuat Bulldog terlompat kecil. Dengan tangan yang mulai basah oleh keringat, ia meraba sakunya dan melihat nama yang berkedip di layar. ‘Tuan Besar Alexander Ridge.’

Glek.

Bulldog menelan ludahnya yang terasa sekeras batu.

“Ya, Tuan… sa-saya…” suara gahar Bulldog mendadak berubah menjadi selembut sutra, sarat akan ketakutan. Takut suaranya akan melukai seseorangdi sambungan itu.

Tanpa sadar, tubuh besarnya bahkan membungkuk dalam-dalam pada ponselnya, seolah Alexander sedang berdiri di depannya.

“Ya, Tuan… baik… baik, Tuan… saya mengerti… baik…” Keringat dingin berukuran bulir jagung mulai bercucuran deras dari dahi dan pelipisnya.

Entah apa yang Belldog dengar, tapi bukan makian, seorang Mafia semakin suaranya pelan semakin mengerikan.

“Ah… tidak, Tuan! Saya tidak berani mempermasalahkannya! Mana mungkin saya berani… baik… ya… ya…”

Klik.

Telepon terputus.

Tangan Bulldog gemetar hebat hingga ponselnya nyaris terjatuh ke tanah. Kedua lututnya mendadak kehilangan seluruh tenaga. Tubuh besarnya yang tadinya tampak mengintimidasi, kini runtuh dan jatuh berlutut ke atas tanah yang berdebu.

Wajahnya benar-benar putih, tanpa menyisakan setetes darah pun.

“B-Boss!!!” teriak para anak buahnya panik, melihat pemimpin mereka mendadak kehilangan harga diri.

“Boss! Ada apa, Boss?! Apa yang dikatakan Tuan Alexander?!”

Bulldog tidak menjawab. Ia hanya menatap kosong ke depan dengan napas yang memburu pendek-pendek. Bibirnya yang bergetar menggumamkan satu kalimat dengan lirih, “Matilah aku… tamat sudah riwayatku…”

Hank, yang sejak tadi berdiri setia di belakang Aragon, menyaksikan pemandangan menyedihkan itu dengan senyum tipis di sudut bibirnya. Tatapannya penuh dengan sindiran, sekaligus sedikit keheranan atas kebodohan pria di hadapannya.

“Tuan Alexander tidak pernah menyuruhmu mengusir mereka ataupun meratakan panti asuhan ini,” ujar Hank, melangkah maju satu tindak dengan suara yang sedingin es. “Beliau hanya menyuruhmu untuk menerapkan uang sewa yang layak dan tidak memberatkan mereka.”

Tatapan Hank menajam, mengunci Bulldog yang kini tampak seperti tikus basah.

“Jadi, atas dasar apa kau menghancurkan tempat ini dan mengancam gadis itu?” Suara Hank merendah, namun setiap katanya membawa tekanan yang membuat anak buah Bulldog tidak berani berkutik. “Apakah semua kekacauan ini semata-mata karena nafsu pribadimu yang ingin memaksa gadis itu menikah denganmu?”

Bersambung

1
Rainn G.
Calon istri ga tuh 🗿
Rainn G.
Mau kasian tapi lebih kasian diriku 😭
Rainn G.
What? Sakit banget
Rainn G.
Psikotes banget tapi suka 🔥💅🏻
Rainn G.
Manly guys
Rainn G.
Asikk ributtt 🔥
Rainn G.
Merajuk ke? 😂
Rainn G.
Marahin aja marahin 😏
Rainn G.
Iyalah orang jodohnya wkwk
Rainn G.
Makanya jaga jarak 😑
Rainn G.
Padahal omongin aja langsung ra siapa tau bisa sampein
Anggitadama
Aku tungguin lho kok blm up kak?
Anggitadama
belum up ua kak
Anggitadama
keren sekali up lagi
Anggitadama
up lagi
Arumi Hanza
seru lanjut lagi novelnya
Arumi Hanza
lanjutkan update
Luna.aluna
aku sudah tebar koin untuk kakak semoga kakak senang jadi kakak semangat untuk update selanjutnya karena novel kakak bagus sekali
Luna.aluna
Kak apakah kakak tahu novel kakak sangat aku tunggu-tunggu sekali
Bangun Hanjaya
tolong jangan lama-lama up again
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!