NovelToon NovelToon
MIRRA (Pacar Pura-pura)

MIRRA (Pacar Pura-pura)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Idola sekolah / Teen
Popularitas:591
Nilai: 5
Nama Author: Mila Kylla

" Gue suka sama lo...lo harus jadi pacar gue!!" Suara berat seorang pria membuatnya cukup gugup.

"Maaf, tapi gue suka nya sama orang lain." Mirra dengan penuh keberanian menolak pria tinggi tegap yang berada di hadapannya.

"Nggak bisa, lo harus jadi pacar gue, titik!!!" Tegas pria itu sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Mirra.


Mirra Afessya, gadis belia yang baru saja duduk di bangku kelas satu SMA itu harus dihadapkan dengan pria yang ternyata diam-diam dan pura-pura mengagguminya.

Akankah Mirra menerima pengakuan paksa itu? Ataukah Mirra akan menolaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mila Kylla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BADMOOD Seharian

Angkasa hanya bisa mengepalkan kedua tangannya, dia merasa kesal, geram dan sangat ingin menghajar Zian yang sudah kembali masuk ke dalam mobilnya, namun apa yang baru saja dikatakan Zian memang benar, Mirra tak mungkin bisa kembali mempercayainya.

Sedangkan Zian, kini dia melajukan mobilnya meninggalkan parkiran sekolah, Zian mengamati sekeliling jalan mencari sosok Mirra, namun dia tidak menemukan Mirra sama sekali.

"Cepet banget perginya tuh cewek, apa dia udah naik bus? Biasanya dia naik bus kata Satria, ah...gue lupa minta nomornya pula, yaudahlah, besok-besok aja..." Gumam Zian lalu langsung melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.

Di tempat lain "Busway"

Mirra duduk dengan menyandarkan kepalanya pada bagian kaca bus, dia menatap jalanan dengan tatapan sendu.

"Mimpi apa gue bisa berurusan sama cowok aneh kayak Zian." Gumamnya.

Dan pada saat seperti itu, tiba-tiba saja ponselnya berdering, Mirra melihat siapa yang menghubunginya, dan ternyata itu adalah Angkasa.

"Angkasa...hmmm, sebenernya malu banget gue udah ngakuin perasaan gue kayak tadi di depan Angkasa, tapi gue sakit banget pas denger kalau ternyata dia nggak suka sama gue, aneh banget sih gue hari ini di depan Angkasa...ahhhh tau ahh...gue masih malu ngadepin Angkasa, nggak usah gue angkat kali ya..." Ucap Mirra lirih dan membiarkan ponselnya itu terus berdering.

*****

Sesampainya di rumah, Zian seperti biasa langsung masuk ke dalam rumahnya, namun saat dia ingin menaiki anak tangga dan ingin berjalan menuju kamarnya, tiba-tiba saja Jeje yang memang tinggal bersebelahan dengan Zian langsung memanggil Zian.

"Bang...gue mau ngomong bentar sama lo bang..." Ucapnya sambil berjalan menghampiri Zian.

Zian menghentikan langkahnya lalu menunggu Jeje sampai Jeje benar-benar berada di hadapannya. "Ada apa?"

"Soal omongan lo di kantin siang tadi, pas jam istirahat, lo beneran suka sama Mirra?" Tanya Jeje yang sudah sangat penasaran dan sangat ingin tau apa yang terjadi antara kakak sepupunya dan juga Mirra, wanita yang diam-diam dikaguminya selama beberapa hari ini.

"Lo cuma mau nanya itu? Apa urusannya sama lo? Perlu banget gue jawab?"

"Iya bang, gue suka sama Mirra, dan kalo bang Zian cuma jadiin Mirra pelampiasan, gue nggak bakal terima bang, dia cewek baik-baik."

Zian tersenyum menyeringai." Seistimewa itu Mirra sampe banyak banget cowok yang suka sama dia? Sebaik apa sih dia?"

Jeje begitu terkejut saat Zian mengatakan hal seperti itu tentang Mirra." Kok lo ngomongnya gitu sih bang? Jadi lo sebenernya nggak bener-bener suka sama Mirra bang?"

"Udah ah, bukan urusan lo, intinya jangan ikut campur dalam hubungan gue sama Mirra."

"Tapi bang..."

"Gue capek, mau mandi terus rebahan..." Zian pun langsung pergi begitu saja meninggalkan Jeje yang masih ingin memperingati Zian.

"Bang!!! Jangan sampe buat Mirra nangis lo bang, gue nggak bakal tinggal diem!!!" Teriak Jeje begitu Zian mau masuk ke dalam kamarnya.

"Berisik lo!!!" Jawab Zian sambil membuka pintu kamarnya, dan dia pun langsung masuk ke dalam kamarnya.

*****

19.00

Julia, mama Mirra baru saja pulang dari kedainya, dia kemudian langsung berjalan menuju kamar putri semata wayangnya, Julia mengetuk pintu kamar Mirra perlahan.

Tok...tok...tok...

"Mirra sayang...mama masuk ya..."

"Iya ma..." Jawab Mirra dari dalam kamar.

"Kamu lagi belajar? Udah makan malam belum?"

"Iya nih ma, belum...aku nggak laper ma..."

"Hmmm, kalau gitu mau makan malam di luar sama mama? Om Dani ada di bawah, kita rencananya mau makan malam diluar, kamu mau ikut?"

Mirra sedang tidak nafsu makan, dia hanya menggelengkan kepalanya sambil sedikit tersenyum samar." Mama aja ya sama om Dani, aku masih kenyang banget, tadi sore aku beli batagor kebanyakan ma, jadi masih kenyang." Jawab Mirra berbohong.

"Kamu serius??"

"Iya mama, udah sana mama gunain waktu luang mama buat berdua-duaan sama om Dani." Goda Mirra kemudian.

"Kamu ini, yaudah kalau gitu, mama mau mandi terus ganti baju, abis itu mama keluar buat makan malam sama om Dani ya..."

"Iya ma...have fun ya ma..."

"Iya sayang, makasih ya..." Julia pun langsung keluar dari kamar Mirra, dan Mirra kembali melanjutkan aktivitas belajarnya.

Dan di tengah-tengah waktu belajarnya, tiba-tiba saja ponselnya kembali berdering, dan saat dia melihat siapa yang menelfonnya, Mirra hanya bisa menghela nafasnya cukup berat.

"Kak, Ajun, ngapain dia nelfon ya?" Gumam Mirra lalu mulai menjawab panggilan telfon dari Ajun.

'Halo kak...'

'Halo Mirr, lagi apa?'

'Lagi belajar kak.'

'Wah rajin ya...gue ganggu nggak nih?' 

'Ya sebenernya sih sedikit ganggu, tapi nggak apa-apa, ada apa kak?' 

'Maaf ya...'

'Iya, santai aja...' 

'Mirr...'

'Hmmm?'

'Lo serius pacaran sama Zian?'

'Keliatan nya gimana?' 

'Gue juga nggak tau, makanya gue nanya sama lo.' 

'Gue males bahas nya kak.' 

'Apa Zian maksa lo?'

'Mending lo tanya sendiri aja sama orangnya, jangan tanya sama gue, gue takut salah jawab.' 

' Kalo lo sendiri, apa lo beneran suka sama Zian sampe lo mau pacaran sama dia?' 

'Kak, udah ya, kalo mau nanya-nanya perihal hubungan gue sama kak Zian, lo tanya aja sama dia.' 

'Tapi Mirr, gue pengen tau dari lo langsung soal perasaan lo yang sebenarnya.' 

'Sorry kak, gue nggak bisa jawab apa-apa, udah ya...gue masih mau lanjut belajar kak.' 

Mirra pun langsung mengakhiri panggilan telfon dari Ajun, dia merasa begitu kesal saat Ajun mempertanyakan perihal hubungannya dengan Zian. Mirra ingin menyangkal semua yang dikatakan Zian saat siang tadi di kantin sekolah, namun dia tidak bisa karena foto yang dimiliki Zian.

"Zian lagi Zian lagi, nggak ada yang mau bahas hal lain apa? Tadi kak Satria chat nanya soal Zian, sekarang kak Ajun.Huhhh, gara-gara si Zian gue jadi badmood seharian ini." Keluhnya menyalahkan Zian atas kekesalan yang ia rasakan selama seharian ini.

Keesokannya...

Karena hari ini adalah hari sabtu, kegiatan di sekolah tidak terlalu di sibukkan dengan pelajaran, hari ini hanya jadwal Pramuka dan juga beberapa ekstrakurikuler setelah satu jam pelajaran pertama, dan begitu pelajaran pertama sudah selesai, Mirra pun segera bergegas untuk mendaftar ekstrakurikuler yang ia minati.

"Lo yakin mau masuk tataboga Mirr?" Tanya Raya.

"Iya, gue pengen belajar masak, biar gue juga sibuk, gue liat-liat eskul tataboga sibuk terus tiap sabtu. "

"Oke deh, gue juga mau lah ikut."

"Lah, nggak punya pendirian lo ikut-ikutan."

"Bukanya gue nggak punya pendirian, gue cuma bingung aja mau ikut eskul apa, nggak ada yang gue minatin, apalagi desain..."

"Yaudah terserah lo aja, gue mau langsung daftar, lo mau ikut nggak?"

"Ya ikut lah..."

Lalu mereka pun berjalan melewati koridor sekolah, dan saat mereka sedang berjalan, tiba-tiba saja Zian menghentikan langkah mereka berdua.

"Kamu mau kemana?" Tanyanya pada Mirra.

"Mau daftar eskul, jadi maaf ya, aku lagi buru-buru banget, ayo Ray..." Jawab Mirra lalu menarik tangan Raya dan dengan segera berlalu begitu saja meninggalkan Zian untuk menghindar.

Zian hanya menaikkan kedua alisnya, dan dia juga tau jika saat ini Mirra sedang berusaha untuk menghindarinya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!