NovelToon NovelToon
Lumpuhkan Aku Di Ranjangmu, Tuan!

Lumpuhkan Aku Di Ranjangmu, Tuan!

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Persaingan Mafia / Sugar daddy
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Na-Hyun

Gwen rela menjadikan tubuhnya sebagai jaminan demi menyelamatkan nyawa ayahnya yang terlilit utang kepada pemimpin mafia paling kejam.

Tak disangka, Raymon, pemimpin kejam itu, ternyata lumpuh akibat ulah keluarganya sendiri yang ingin menggulingkan kekuasaannya.

Demi menjaga stabilitas, ia membutuhkan seorang istri untuk meredam gosip tentang dirinya yang masih lajang dan belum memiliki keturunan sebagai pewaris kekuasaan.

Masa terapi pemulihan kakinya diperkirakan berlangsung selama enam bulan. Selama itu pula, Gwen harus berpura-pura menjadi istri yang mencintai Raymon di hadapan semua orang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Na-Hyun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Elliot VS Gwenn

Raymon menyelesaikan pengecekan angka bersama Esmond dan Dalton, lalu melirik jam.

Hampir pukul tujuh malam. Sore itu terasa berlalu begitu cepat dengan semua rapat dan tumpukan pekerjaan yang sempat tertunda. Ia bertanya-tanya apa yang dilakukan Gwen.

Gadis itu bilang akan menyusul, tapi tidak jadi, dan entah kenapa, hal itu mengusik pikirannya.

“Kamu mau lanjut begini sampai kapan, Raymon?”

Raymon menoleh ke arah Esmond yang duduk di seberang meja. Dalton sudah pergi, jadi tinggal mereka berdua.

“Begini gimana?”

“Pernikahan kamu. Kamu bahkan gak nikah di gereja. Orang-orang bakal ngomongin kamu.”

“Mereka gak akan ngomong.”

“Dari mana kamu tahu?”

“Karena aku bakal bikin mereka diam, Esmond. Sama seperti aku membuat Papaku diam.” Raymon memiringkan kepala sedikit. “Kamu masih ingat malam itu?”

Esmond menegang. Ia tidak menjawab, tapi urat di lehernya berdenyut jelas. Ya, dia ingat betul malam itu.

“Kalau gak ada lagi yang mau kamu tanya, kamu bisa keluar.” Raymon mengisyaratkan ke arah pintu.

Esmond bangkit dan meninggalkan ruangannya.

Beberapa bulan terakhir, Esmond mulai bertingkah aneh. Dari dulu dia memang pemalas yang lebih suka orang lain bekerja sementara dia mengambil kreditnya. Belakangan ini dia juga berusaha mengambil lebih banyak tanggung jawab dari Dalton. Itu alasan utama Raymon curiga Esmond terlibat dalam ledakan bom itu.

Cepat atau lambat, dia harus bertindak. Dengan bukti atau tanpa bukti.

Untuk sekarang, yang lebih mendesak adalah rasa penasaran tentang apa yang dilakukan istrinya sepanjang sore.

Raymon menghubungi Carolina. “Dia di mana?”

“Masih di dapur,” jawab Carolina dengan nada terhibur.

“Ngapain dia di sana lama banget?”

“Ke sini aja, kamu lihat sendiri.”

Raymon menyusuri lorong panjang menuju dapur. Gwen berdiri di depan meja kerja, memasukkan potongan adonan bulat ke dalam panci besar, sementara Elliot berdiri di belakangnya, mengawasi.

Meskipun memakai celemek, blus renda pink dan jeansnya sudah penuh tepung. Kuncir kudanya berantakan, dan ada sesuatu seperti selai menempel di pipi kirinya.

“Elliot lagi ngajarin dia bikin piroshki,” kata Carolina sambil mendekat.

“Udah batch ketiga.”

“Elliot cuma bisa bahasa Rusia. Gimana dia ngajarin?”

“Gak tahu. Dia cuma bilang harus ngapain, terus kalau Gwen salah, dia teriak.”

Raymon menoleh tajam ke arah Carolina. “Dia teriak ke istri aku?”

“Kebalikannya ... Justru istrimu lebih banyak teriak ke dia.”

“Kenapa?”

“Elliot marah karena batch pertama gosong. Gwen marah karena dia gak bilang harus berapa lama di oven. Mereka berdua gak ngerti satu sama lain lagi marah soal apa. Lucu banget.”

Mereka berdiri di ambang pintu, memperhatikan.

“Batch kedua gimana? Ikut gosong juga?”

“Enggak. Yang kedua bagus. Baru keluar dari oven waktu anak-anak mulai datang makan siang. Semua yang lewat ambil satu dua, dan dalam lima menit habis.”

Carolina tertawa. “Dia kesel banget.”

“Kenapa? Mau dimakan sendiri?”

Carolina menoleh, matanya berkilat nakal seperti kucing yang baru mencuri susu.

“Bukan, Raymon. Dia marah karena gak ada yang nyisain buat kamu.”

Saat itu Gwen mengangkat kepala. Tatapan mereka bertemu, dan dia tersenyum.

Rasanya seperti matahari tiba-tiba menembus awan gelap dan menghangatkan dirinya. Seketika Raymon berharap semua ini nyata, bukan sekadar sandiwara.

Bunyi hak sepatu Gwen terdengar saat dia mendekat. “Mereka makan piroshki kamu,” katanya sambil berkacak pinggang.

Dia terlihat sangat menggemaskan saat marah.

Raymon membungkuk, merangkul pinggangnya dengan satu tangan dan mengangkat kakinya dengan tangan lain, lalu mendudukkannya di pangkuannya.

Gwen menjerit kecil dan langsung memeluk lehernya.

“Baju kamu kena tepung semua.”

“Aku gak peduli,” jawab Raymon sambil meraih roda kursinya. “Pegangan.”

Mata Gwen membesar, tapi dia mengeratkan pelukannya.

“Carolina, bukain pintu,” seru Raymon sambil berbalik dan mendorong kursinya keluar ke lorong.

Dengan kaki Gwen menggantung di samping, mengendalikan roda kanan sedikit lebih sulit, tapi Raymon tetap berhasil membawa mereka menuju lift.

Gwen tertawa lepas sepanjang jalan, wajahnya tersembunyi di lehernya, dan itu terasa begitu menyenangkan.

Namun suasana hati Raymon langsung berubah saat mereka keluar dari lift. Esmond berdiri di ujung tangga, menatap mereka dengan ekspresi penuh perhitungan.

Raymon mengabaikannya dan terus menuju pintu suite-nya.

“Makasih ya udah nganterin.” Gwen tertawa sambil turun untuk membuka pintu.

“Kapan aja, Babby.”

Begitu masuk, Raymon menutup pintu.

“Sini. Kita perlu ngobrol.”

“Ada apa?”

“Bisa jadi ada masalah. Ganti baju dulu. Aku tunggu di dapur.”

...***...

Saat Gwen masuk ke dapur setelah mandi dan mengenakan pakaian bersih, dia melihat Raymon sedang mengobrak-abrik isi kulkas. Pria itu juga sudah berganti pakaian, mengenakan jeans dan kaus putih yang membentang pas di punggung lebarnya.

Gwen tak bisa menahan diri untuk tidak menatapnya.

“Lutut kamu gimana?” tanyanya begitu berhasil mengalihkan pandangan. Raymon kembali memakai kruk, jadi dia mengira kondisinya sudah membaik.

“Udah balik normal,” jawab Raymon sambil menutup kulkas. “Atau setidaknya sama kayak beberapa hari lalu. aku harus nelepon buat jadwal terapi besok. Sesi hari ini terpaksa aku batalin.”

Gwen berjalan mendekat dan berdiri di sampingnya, yakin dirinya sudah bisa mengendalikan reaksi aneh tubuhnya terhadap ukuran tubuh Raymon. Namun lengannya tanpa sengaja menyentuh siku pria itu, dan dia langsung tersentak.

“Maaf,” bisiknya, memejamkan mata dengan kesal pada diri sendiri.

Dia benci ini.

Raymon melingkarkan tangan di pinggangnya, dan dalam sekejap Gwen sudah duduk di atas meja dapur.

“Kamu gak harus ngelakuin ini terus,” keluh Gwen pelan.

“Aku gak keberatan.”

“Ini konyol. Kalau Lutut kamu sakit lagi gimana?”

“Maaf ya, tapi badan kamu kecil banget, Gwen. Lutut aku baik-baik aja.”

“Semua orang kelihatan kecil di samping kamu, Raymon.” Gwen memutar mata dan menepuk bahunya. “Fisioterapinya ngebantu?”

“Bantu, tapi pelan. Butuh dua bulan sampai aku bisa pakai kruk. Sebulan lagi sampai bisa pakai tapi tanpa rasa sakit. Kata Orson, beberapa minggu lagi kita coba pakai tongkat, lihat hasilnya.”

Raymon berpindah ke sisi meja lain, mengambil gelas dan botol jus jeruk.

“Terus setelah itu?”

Raymon tidak langsung menjawab, seolah fokus menuangkan jus. “Lutut aku udah rusak parah. Tongkat mungkin batas terbaik yang bisa aku capai.”

Dia menghindari tatapan Gwen. Jelas dia tidak suka dengan kenyataan itu.

“Kamu bakal tetap keliatan seksi pakai tongkat, Raymon. Terkesan bangsawan banget.”

Raymon langsung menatapnya, sudut bibirnya terangkat. “Emangnya sekarang aku gak seksi?”

Gwen ingin bilang betapa sangat seksinya, tapi dia hanya tertawa. “Lagi mancing pujian ya, Presiden? Astaga, kamu narsis banget.”

Dia mencolek Raymon dengan bercanda, dan mereka berdua tertawa.

1
Agnes💅
kalo udah nikah kuras harta nya aja sekalian🤣
Agnes💅
wah seru cerita nya 😍
Neng Anne
lanjut thoooorrrr
Neng Anne
Padahal ceritanya bagus. susunan kata-katanya, bahasanya dan tentu ceritanya. tetap semangat thor,,, jangan menyerah... aku padamu😘🫶🫰
Na-Hyun: terimakassi kk 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!