Betapa gilanya perubahan dalam kehidupan Alex semenjak punya istri Nakal yang membuat hidupnya porak-poranda dengan segala tingkah istrinya itu .
Semenjak menikah Alex perlahan mulai kehilangan ketenangan dalam dirinya berganti dengan amarah , emosi berkepanjangan dan juga kekacauan dalam perasaan nya .
" Aku tidak mencintaimu jadi jangan berharap perlakuan lebih" ucap Alex menatap Lala yang berdiri disudut ruangan setelah memecah sebotol bir .
" Aku cuma ingin mencoba bir ini Om, bukan menginginkan cinta mu " pernyataan Lala menatap dengan sedih sebotol bir yang tumpah di lantai .
" Sekali lagi kamu mencoba menyentuh minuman di dalam lemari , aku yang akan memberikan kamu pelajaran " tegas Alex memanggil pelayan untuk membersihkan pecahan beling dan bir di lantai .
" Apa sih Om, marah-marah terus , nih aku sentuh wekkkk" cibir Lala menyentuh botol bir dalam lemari dan berlari kencang ketika Alex akan melempar nya .
Yuk baca cerita Lala😋
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13 Kehilangan hak hidup
Sekitar jam 4 sore Alex sudah pulang ke rumah nya , merasa terlalu lelah hingga akhirnya memutuskan pulang lebih cepat .
Alex berjalan masuk kedalam rumah dengan langkah lebarnya agar lebih cepat , karena benar-benar lelah .
" Om " kata Lala yang juga baru sampai berlari kencang dan mendarat dipunggung Alex .
" Astaga" Alex dengan cepat menopang Lala di punggung nya agar tidak jatuh .
" Ehhhh, ada Bu guru " Lala cepat-cepat turun dari punggung Alex dan berdiri dengan baik layaknya Nyonya ketika guru tatakrama berjalan menuruni tangga bersama pelayan .
" Selamat sore pak Alex " sapa guru tatakrama yang sudah mengajar Lala selama 3 hari ini .
" Seperti itu Tatakrama yang kau ajarkan pada istriku?" pertanyaan Alex to the poin.
" Tidak Om, Bu guru mengajariku cara menyambut suami dengan baik kok, ta , tadi ," belum selesai Lala bicara Alex sudah menyambung.
" Kamu di pecat " ucap Alex yang mengejutkan Lala , padahal guru tatakrama itu kan tidak salah .
" Jangan Om, Lala yang lupa bukan Bu guru yang salah " kata Lala yang tidak ingin menjadi alasan orang lain di pecat apalagi Bu guru itu tidak melakukan kesalahan.
" Jika dia mengajarkan hal yang baik kenapa implementasi nya tidak baik , itu artinya dia tidak mengajari kamu dengan baik , jadi dia dipecat " tegas Alex lanjut menaiki tangga.
" Yaudah , kalau Om pecat baguslah Lala tidak perlu belajar lagi " pernyataan Lala dengan senyum senangnya.
" Aku akan mencarikan guru yang lebih killer agar kamu benar-benar paham " ucap Alex .
" Enggak Om, sama Bu guru ini aja" kata Lala berlari mengejar Alex karena tidak mau guru Tatakrama nya di ganti .
Ya banyak bicara saja sudah membuat Lala muak apalagi yang killer yang ada Lala malah melawan nanti .
" Om dengerin Lala dulu " rengek Lala memegang tangan Alex begitu sampai di lantai atas agar berhenti berjalan .
" Lala aku sedang lelah, tidak ingin berdebat apalagi ribut sama kamu " ucap Alex melanjutkan langkahnya dan masuk kedalam kamar .
" Ehhhhh, tas baru aku ketinggalan di mobil " kata Lala menepuk jidatnya dan berlari keluar menjemput sendiri tas nya .
Alex melepas jam dan dasinya setelah duduk disofa memijit pelipisnya yang terasa mendenyut karena bekerja seharian.
" Nanannana" Lala kembali masuk kedalam kamar membawa barang belanjaan nya dengan ceria .
" Om terimakasih uang nya , Lala puas banget belanja " kata Lala duduk di sebelah Alex meletakkan semua belanjaan nya di atas meja .
Lala menoleh menatap Alex yang duduk memijat pelipisnya itu " Om mau cake , aku beli semua rasa kesukaan ku " senang Lala membuka kotak cake dan memakan nya .
" Om kok diam aja sih " kata Lala duduk lebih dekat dan memperhatikan Alex .
" Kepala Om pusing?" pertanyaan Lala yang langsung memijit pelipis Alex .
Alex terdiam menatap Lala yang tiba-tiba memijit kepalanya dengan gerakan lembut yang perlahan membuat pusing di kepala Alex mereda .
" Kalau kepala Om pusing tidur aja sebentar biar pusing nya hilang, mungkin karena kelelahan " kata Lala setelah selesai memijit .
" Aku tidak bisa tidur sore " ucap Alex .
" Kenapa? Tidurkan bisa kapan aja " kata Lala menyuapi Alex cake rasa red Velvet dengan tangan nya .
" Itu hanya untuk putri tidur seperti kamu " pernyataan Alex yang akhirnya membuka mulut karena Lala menyuapinya .
" Aku tidak akan pernah bisa tidur jika tidak di jam biasanya aku tidur " ucap Alex yang memang seperti itu.
" Halah karena sibuk kerja aja itu " pendapat Lala .
" Jika kamu masih memakan cake menggunakan tangan , lalu untuk apa gunanya sendok diberikan penjualnya ?" geleng kepala Alex mencoba varian lain cake menggunakan sendok .
" Untuk Ayang lah " kata Lala dengan senyum genit mengangkat sebelah alisnya sampai Alex tiba-tiba tersedak dibuatnya.
" Gadis nakal " ucap Alex dengan wajah cool nya .
" Ohhh iya, guru tatakrama mengajarkan aku untuk mengurus suami juga lo Om " cerita Lala sambil menikmati coke sekotak berdua dengan Alex .
" Lalu kenapa kamu tidak pernah mengurusku?" pertanyaan Alex to the poin.
" Kan Om cuma suruh Lala belajar tatakrama bukan mengurus suami" jawab Lala dengan polosnya.
" Oooohhh tuhan " Alex mendadak tepuk jidat di buatnya.
" Lalu apa guru itu tidak mengajarkan tatakrama pada suami?" pertanyaan Alex.
" Diajarkan " angguk Lala .
" Lantas kenapa tidak dipraktekkan?" pertanyaan Alex karena setiap hari Lala selalu mengajaknya ribut dengan segala problem .
" Ooooh jadi sama Om dipraktekkan juga , aku pikir cuma untuk acara tertentu tatakrama di terapkan misalnya kayak kita menghadiri pesta jadi aku harus bersikap seperti Nyonya dari keluarga Alexander Graham" kata Lala .
" Ya tentu saja , bagaimana kamu akan lancar nanti jika tidak kamu praktekan dalam kehidupan sehari-hari " ucap Alex .
" Dipraktekkan semua Om , apa yang dibilang guru itu ?" pertanyaan Lala.
" Iya , jika tidak dipraktekkan untuk apa kamu belajar dan memahami nya " sambung Alex .
" Mmmm, tapi aku nggak mau " rengek Lala masa disuruh praktekkan semuanya kan banyak hal vulgar nya sampai Lala harus membantu Alex mandi .
" Jika tidak mau kamu siap menanggung resikonya?" pertanyaan Alex.
" Resiko apa?" pertanyaan Lala menatap Alex .
" Akan ada Nyonya baru yang lebih patuh dan mau belajar " ucap Alex .
" Apa, jadi Om mau punya istri lagi?" pertanyaan Lala dengan ganas bahkan tanpa basa-basi menarik kerah kemeja Alex .
" Bukankah itu hak ku" senyum lebar Alex memegang tangan Lala yang begitu berani menarik kerah kemeja nya .
" Dengar ya Alexander Graham, selagi aku masih jadi istrimu jangankan hak untuk menikah lagi bahkan hak untuk hidup akan hilang darimu jika berani menikah lagi dibelakang ku " ucap Lala dengan tegas .
Alex bertepuk tangan dan memegang tengkuk Lala lalu berbisik" Bagaimana kamu bisa mengatakan itu sementara melayani aku saja sebagai istri kamu tidak mau " pernyataan Alex .
" Om , aku hanya,"
" Lala belajar jadi istri yang baik untukku karena tidak lama lagi kita akan mengadakan resepsi pernikahan, namun kehidupan rumah tangga harusnya sudah berjalan sejak awal kita menikah " ucap Alex .
" Tapi Lala belum siap untuk me,"
" Lakukan apa yang kamu bisa dulu " pernyataan Alex .
" Mmmh, baiklah " kata Lala yang langsung berpindah duduk ke pangkuan Alex .
" Apa yang kamu lakukan?" pertanyaan Alex memperbaiki posisi duduknya .
" Menyenangkan suami sesuai yang diajarkan guru tatakrama" kata Lala dengan wajah polosnya .
" Bagaimana cara yang dia ajarkan?" pertanyaan Alex yang lebih penasaran lagi .
Lala yang duduk miring di pangkuan Alex meluruskan kakinya keatas sofa dan memegang tengkuk Alex lalu mencium nya .
Muachhh.
" Kita harus berciuman setiap hari Om agar terlihat dekat dan romantis, sehingga jika publik menyorot maka terlihat seperti pasangan bahagia yang saling menerima" kata Lala .
dobleeee donk thor😄💪
lanjuuttttttttt thor🤭😄💪
lanjutttttt💪😄