NovelToon NovelToon
Rebith: Gadis Beracun Kesayangan Bos Mafia.

Rebith: Gadis Beracun Kesayangan Bos Mafia.

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Mafia / Balas Dendam
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: FT.Zira

Dikhianati... Kemudian dibunuh...

Siapa sangka, kematian menjadi awal bagi Lea La Bertha- seorang ahli racun- mengetahui kebenaran yang selama ini ditutupi sang kekasih.

Kehidupan kedua yang ia dapatkan membuat dirinya memilih jalan berbeda dengan bergabung dalam lingkaran dunia mafia.

"Jika aku memintamu membunuh seseorang, apa kau akan melakukannya?" Angkasa.

"Jadikan aku sebagai tangan kananmu. Maka, aku akan lakukan semua perintahmu tanpa terkecuali," Lea.

Dengan ingatan dari kehidupan sebelumnya yang ia bawa, Lea bertekad mengubah takdirnya. Tetapi ia tidak pernah menyangka, perubahan itu justru membuka rahasia besar dari kedua orang tuanya yang sudah tiada.

Lalu, bagaimana jika cinta hadir diantara mereka? Akankah Lea percaya pada 'Cinta'?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FT.Zira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. Titik Jatuh.

Kantor Kalva Company.

10:00am.

Samuel mematut dirinya di depan kaca ruang kerjanya, merapikan dasi di lehernya yang sedikit bergeser. Sudut bibirnya sedikit terangkat, posisi VP of R&D sudah di tangannya. Naik jabatan tiga kali dalam dua tahun. Semua orang memanggilnya ia jenius. Tidak ada yang tahu, jika kejeniusan itu berasal dari seorang mahasisiwi yang kini masih berjuang dengan pendidikannya.

Pintu ruang kerjanya dibuka setelah sesaat sebelumnya terdengar suara ketukan pintu diikuti sosok wanita berpakaian formal melangkah masuk hanya untuk menyerahkan map tipis padanya, kemudian keluar. Tidak ada logo Kalva di map yang ia terima, hanya tulisan tangan singkat di cover : Draft Katalis Energi- L.B.

Firasat buruk segera menyergap hati Samuel.

Itu adalah draft yang ia tahan empat bulan lalu. Draft yang harusnya bisa membuat ia kembali naik jabatan. Lea yang menulis dari nol, ia yang presentasi. Dan Lea saat itu mengatakan: untukmu saja.

Namun, sejak hari dimana Lea tenggelam, Lea tidak menyelesaikan hasil finalnya.

Pintu kembali dibuka tanpa ketukan. Dan yang datang membuat jantung Samuel seakan melompat keluar dari tempatnya.

Marco. Orang yang selalu disebut sebagai kepercayaan Angkasa, pemimpin utama tempat ia bekerja. Setiap kata yang keluar dari Marco adalah hasil akhir. Dan jika Marco datang di jam sepuluh pagi seorang diri, itu artinya karirnya dalam bahaya.

"Samuel," Marco berkata rendah, tidak ada sedikitpun keramahan dalam suaranya dengan posisi tetap berdiri.

Samuel berdiri memaksakan senyum setelah beberapa detik lalu kakinya seakan terpatri.

"Selamat pagi, Mr. Marco. Ada yang bisa saya ban-"

"Duduk," potong Marco cepat.

Ia tetap berdiri, menghempaskan map yang ia bawa ke meja dalam keadaan terbuka, menunjuk inisial di pojok tiap halaman. L.B. "Jelaskan ini."

Keringat menetes dari pelipis Samuel, ia tidak menyangka draft itu sudah berada di tangan Marco. "Itu ...draft tim R&D saya, Mr. Proyek-"

"Proyek dengan email asli Lea.labertha@student.univ.ac.id yang dikirim padamu?" potong Marco menatap dingin. "Dua tahun kau memakai otak seorang mahasiswi untuk naik pangkat. Hebat ..."

"Mr. Marco, saya bisa jelaskan," suara Samuel bergetar. "Lea memang membantu, tapi saya yang membimbing dia. Saya yang-"

"Kau yang mengirim dia ke pesta investor untuk 'presentasi' ke anak komisaris." Marco mencondongkan tubuhnya dengan kedua tangan bertumpu pada meja.

"Kau pikir Kalva Company tidak memiliki CCTV? Tidak memiliki telinga?"

Samuel menelan ludah. "Itu tuduhan, Mr. Lea-"

"Lea berhasil menyelamatkan nyawanya," Marco berkata pelan. Tiap kata terasa seperti paku yang menembus kepalanya. "Dan setelah dia tahu jika penyelamatnya dimanfaatkan, kau pikir dia akan diam saja? Dan kau pikir dia membuat keputusan tanpa penyelidikan?"

Deg!

Kata 'nyawanya' membuat Samuel membeku. Ia tahu yang di maksud adalah pemimpin tertinggi di Kalva Company, yang namanya tidak pernah disebut di meja rapat.

Angkasa Kalvandra Costa.

"Mr ...Mr. Marco saya tidak tahu jika Lea mengenal-"

"Kau tidak perlu tahu," potong Marco cepat. "Fakta bahwa semua proyek yang kau selesaikan adalah hasil otak orang lain tetap tidak berubah, dan Kalva Company tidak mentolerir penipuan."

"Kau dipecat."

Samuel jatuh ke kursi, wajahnya sepucat kapas, napasnya terputus-putus. Setiap kata yang Marco ucapkan berdengung di telinganya. Setiap kali kata yang Marco ucapkan membuat dirinya semakin terpojok. Ia ingin menyangkal, tapi semua bukti yang ada tidak memberinya ruang untuk membela diri.

"Mr. Marco ...tolong ...beri saya kesempatan. Saya akan-"

"Kesempatan?" Marco tertawa. "Kesempatan itu sudah diberikan padamu dengan dua tahun duduk di kursi yang harusnya tidak kau duduki. Dan kau bukan memperbaiki kinerjamu, tapi justru menikmati waktu santaimu dengan membiarkan otak orang lain yang bekerja."

"Satu jam dari sekarang, kartu aksesmu mati. Dan kau bisa menikmati pesangonmu. Bereskan barang-barangmu sebelum orang-orangku yang melakukannya dengan cara mereka." putus Marco berjalan menuju pintu, berhenti, dan kembali ke meja Samuel.

"Oh ...aku hampir melupakan satu hal." kata Marco sembari mengeluarkan sesuatu dari sakunya. Ia melemparkan itu ke meja yang ternyata adalah sebuah lipatan kertas. "Titipan untukmu."

Marco kembali berbalik, membuka pintu, lalu pergi meninggalkan Samuel yang masih terpaku di tempatnya.

Samuel menatap kertas itu selama beberapa saat, nyalinya untuk membuka kertas itu mendadak hilang. Tapi kemudian, ia meraihnya, membukanya dengan tangan gemetar, dan menemukan beberapa baris tulisan tangan yang sangat ia kenali.

Terima kasih sudah mengajarkan padaku bagaimana cara membedakan antara diperalat dan dipercaya.

Samuel meremat kertas itu. Dulu ...Lea akan menangis jika ia tidak membalas pesan. Tapi sekarang, Lea memberinya pesan melalui secarik kertas yang dititipkan oleh orang kepercayaan bos nya sendiri.

"Sial!" Samuel mengumpat.

Pintu sudah menutup rapat sejak Marco meningalkan ruangan. Ia menatap map di mejanya. Dua tahun ia merasa menjadi raja. Hanya dengan satu dua kata manis, ia akan mendapatkan apa yang ia minta, tapi sekarang kata manisnya tidak lagi berguna.

. . . .

. . . .

To be continued...

1
vania larasati
lanjut
Zhu Yun💫
Makanya jangan mata keranjang 🤣🤣🤣
Zhu Yun💫
Angkasa kebakaran jenggot nggak tuh ntar kalau lihat ini 🤭🤭🤭
Zhu Yun💫
Yah jiwa kepo Vito meronta-ronta 🤭🤭🤣🤣
Dewi Payang
Akupun akan bereaksi sama jika jadi Thalia😂
Dewi Payang
Mantap Lea👍🏻
🌸Sakura🌸
wow
Zenun
Vito sangat mudah dijebak karena dia pemain wanita
j4v4n3s w0m3n
rayuan mematikan bener bener lea ngeri ngeri sedep🤣🤭👍
aku
si Lea ngeri2 sedep 🙄🙄
vania larasati
lanjut
Zhu Yun💫
Yakin akan melepasnya pergi nih 🤧🤧🤧 nanti anu loh 🤣🤣🤣
Zhu Yun💫
Rugi kalau nggak bawa ke ranjang duluan, nanti nyesel loh 🤣🤣🤣🔥🔥🔥
〈⎳ FT. Zira: jangan ada anu dulu diantara kita🤧🤧
total 1 replies
Zhu Yun💫
Yang ada burung mu siap-siap dipotong iya 🤣🤣🤣
〈⎳ FT. Zira: hilanglah masa depan😭
total 1 replies
Zhu Yun💫
Angkasa mengalami reinkarnasi juga kah... /Slight//Slight//Slight//Slight/
〈⎳ FT. Zira: entahlah🤣🤣
total 1 replies
Zhu Yun💫
Kalau ingin naik ke atas ranjangmu dikasih ijin nggak 🤭🤭🤣🤣🤣
Zhu Yun💫
Maklum, Lea pengen ngintip kamu mandi 🤣🤣🤣✌️
Zhu Yun💫
Ya itu kan modusnya Angkasa juga 🤣🤣🤣
Zenun
hayolooo, nanti Lea dilirik sama bos lain
〈⎳ FT. Zira: hayolooo🤣
total 1 replies
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
sepertinya mulai anuuuhhh
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😂😂😂😂😂
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!