Nadia sik cantik dan manja sama sekali tidak pernah terfikir untuknya menikah muda, sayangnya, sebuah insiden yang tidak diinginkan membuatnya harus mengambil keputusan dan harus menikah.
Bukan hanya sekedar menikah dengan laki-laki yang tidak dicintainya, tapi bonusnya, Nadia menikah dengan dosen yang mendapat predikat sebagai dosen hot sekaligus kiler bernama Bratayudha Wirasena.
Akankah pernikahan yang tidak dilandasi oleh cinta itu akan bertahan dan akan menumbuhkan benih-benih cinta diantara keduanya.
Yang penasaran, baca saja kisah mereka ya, dijamin seru dan menghibur.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aenyn unyu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KE RUMAH INDRA
Meskipun kesal, namun Nadia kasihan dan menyesal juga melihat Indra yang sudah babak belur.
"Elo siehh ngeyel, babak belurkan lo." omel Nadia sembari memapah Indra keluar dari rumah sakit.
Karna kondisi Indra yang menggenaskan, Nadia membawa Indra ke rumah sakit.
Indra diomelin begitu malah tersenyum.
"Kenapa lo malah senyum-senyum."
"Aku rela kok babak belur begini demi diperhatiin sama kamu Nad."
"Hehhh, gue tuh marah sama lo, bukannya perhatian, makanya lain kali jadi orang jangan sok baik."
"Makasih ya Nad, udah bawa aku ke rumah sakit."
"Gak usah terimakasih, gue terpaksa bawa lo, lo kayak ginikan gara-gara gue."
"Gak apa-apa kok, aku ikhlas dengan kondisi aku yang kayak gini."
Nadia mendelik sebal, "Lo mending balik, gue udah pesenin taksi untuk lo."
"Nad."
"Apa." galak Nadia.
"Gue boleh gak minta sesuatu sama lo."
"Ya gaklah, gila lo ya."
"Pliss, kali ini aja Nad, anggap saja ini sebagai permintaan maaf lo karna udah bikin gue kayak gini."
"Apaan sieh lo, memanfaatkan rasa bersalah gue untuk nurutin keinginan lo, lagiankan lo duluan yang mulai."
Tanpa memperdulikan penolakan Nadia Indra berkata, "Aku gak mungkin balik dalam keadaan kayak gini Nad, bisa-bisa nyokap bakalan marahin aku habis-habisan, pasti aku bakalan dituduh tauran, jadi tolong kamu ikut ya ke rumah, jelasin ke mami kalau kondisi aku kayak gini karna kesalahpahaman, maksud aku, bukan mau numbalin kamu Nad, aku gak mungkin melakukan hal itu, karang cerita bohong sama mami, kalau kamu yang ngomong mami pasti percaya."
Nadia terdiam, meskipun masih marah sama Indra karna perbuatannya malam itu, tapi ada rasa bersalah juga karna Indra begini karna dia.
Nadia kenal dengan mami dan papinya Indra, dulu, saat masih pacaran, Nadia sering diajak ke rumah Indra, dan mami dan papinya Indra menerima Nadia dan sayang kepadanya, Nadia sudah dianggap seperti putri mereka sendiri.
"Pliss ya Nad, kali ini aja bantuin aku."
"Lo udah kasih tahu tante kalau gue udah nikah."
Indra menggeleng, wajahnya sendu, "Mana mungkin aku memberitahu fakta itu sama mami, dia pasti akan sangat sedih banget, aku hanya bilang sama mami kalau untuk sementara hubungan kita break dulu."
Nadia merasa bersalah sama maminya Indra, pasalnya wanita itu selalu berharap kalau Nadia suatu saat nanti bakalan jadi menantunya, dan Nadia juga selalu memberi harapan kalau dia dan Indra setelah lulus kuliah dan bekerja akan menikah, tapi sekarang nyatanya, dia malah menikah dengan laki-laki lain meskipun itu bukan keinginannya.
"Tolong ya Nad bantuin aku."
Nadia pada akhirnya mengangguk.
********
Saat dirumah Indra, maminya Indra, mami Ira seneng sekaligus khawatir melihat kondisi putranya babak belur begitu, senang karna kedatangan Nadia.
"Ya ampun Indra, apa yang terjadi sampai babak belur begini, kamu tauran hahh."
"Maaf tante, ini semua terjadi gara-gara ak...."
"Ini salah paham mi." potong Indra cepat takut Nadia akan menceritakan kejadian yang sebenarnya, "Indra tidak tauran, ini cuma kesalahpahaman sedikit."
Nadia menatap Indra, Indra selalu baik dari dulu dan selalu membela dan melindunginya, tapi entah kenapa malam itu Indra malah mau menjebaknya sampai membuat Nadia membencinya.
"Emang apa yang sebenarnya terjadi, kesalahpahaman seperti apa yang membuat kamu sampai babak belur begini." tuntut mami Ira ingin mendapatkan penjelasan seditail-ditailnya.
"Itu mi, Indra dianggap mau mencuri motor gara-gara salah menaiki motor diparkiran kampus."
"Astagaaa, gara-gara itu, awas saja, mami akan tuntut pihak kampus karna sudah membiarkan ketidakadilan seperti ini."
"Sudah mi, jangan perpanjang masalah, lagiankan aku yang salah."
"Gak apa-apa gimana, kamu sampai babak belur begini, kalau ada luka dalam gimana, untungnya kamu gak sampai mati dihajar."
Nadia menelan ludah, padahal itu semua adalah salahnya, gimana kalau mami Ira tahu apa yang sebenarnya terjadi.
"Udah mi gak apa-apa, lagian tadi Nadia bawa aku ke rumah sakit dan dokter bilang semua baik-baik saja kok."
Mendengar nama Nadia disebut, barulah mami Ira tersadar dengan kehadiran Nadia.
"Ya ampun Nadia." wanita itu memeluk Nadia, "Maaf ya sayang, gara-gara Indra nieh tante lupa kalau ada kamu."
Nadia tersenyum sungkan membalas pelukan mami Ira.
"Tan, tolong jangan marahin Indra ya, kasihan dia udah babak belur kayak gini." bujuk Nadia begitu mama Ira menarik tubuhnya.
Mama Ira menarik nafas untuk meredam emosinya, "Iya sayang, karna kamu yang meminta, tante gak akan marahin Indra."
Nadia tersenyum lega.
"Oh ya sayang, kamu kenapa baru kelihatan sekarang sieh, tante kangen banget tahu sama kamu, emang benar kamu dan Indra break, kenapa harus break, apa anak tante nyakitin kamu." cecar mama Ira yang membuat Nadia tidak punya kata-kata untuk menjawab, dia mau jujur, takut mama Ira kecewa dan sedih.
"Itu....aku....."
"Ma, mana mungkin Indra nyakitin Nadia ma."
Nadia menoleh cepat ke arah Indra, dan memelototinya.
Trus apa yang lo lakuin malam itu apa namanya sialan, lo berusaha menjebak gue
"Ya terus kenapa kalian harus break."
"Kami harus fokus kuliah dulu tan, takut mengganggu waktu kuliah kami." bohong Nadia.
"Gitu ya, masak iya pacaran mengganggu waktu kuliah kalian, tante dan om saja dulu pacaran sambil kuliah, dua-duanya berjalan lancar bahkan sampai menikah."
Nadia tidak tahu harus menjawab apa, sebagai gantinya, dia menoleh ke arah Indra dan lewat kode mata meminta Indra untuk menyelamatkannya atas pertanyaan maminya itu.
"Mmmm mi, mami sudah masakkan, mami masak apa, aku dan Nadia belum makan nieh." Indra mengubah topik supaya maminya tidak mencecar Nadia terus menerus.
"Iya mami sudah masak, mami masak gurame pedas lho, itu kesukaan Nadiakan, kayaknya kita punya telepati deh sampai tante bisa masaknya masakan kesukaan Nadia."
"Iya tante, tapi sebaiknya Nad balik saja, entar Nad...."
"Eh eh...gak boleh nolak ya Nad, pokoknya harus makan disini."
Karna paksaan itu, terpaksa deh Nadia akhirnya ikut makan.
*******
Nadia akhirnya berhasil melarikan diri dari mami Ira, bukan melarikan diri seperti dibayangan kalian ya, tapi maksudnya dia berhasil mencari alasan untuk pergi dari rumah Indra.
Dan sebenarnya, baik mama Ira ataupun Indra sendiri memaksa supaya Nadia diantar sama sopir keluarga itu, namun ditolak oleh Nadia, dan kini Nadia sudah duduk ditaksi yang dia pesan.
Nadia merogoh tasnya untuk mencari ponselnya disana, saat benda itu menyala, Nadia melihat ada beberapa panggilan dan chat dari Yudha dan Dewi.
Memang Nadia hanya mengaktifkan mode getar saja sehingga saat tengah mengurus Indra dia tidak tahu kalau ada yang menghubunginya.
Nadia hanya membaca chat yang dikirim oleh Dewi, sedangkan chat dari Yudha dia abaikan.
Dewi : Kenapa lo gak masuk kuliah Nad
Dewi : Woee Nad, lo sakit apa gimana
Nadia : Gue ngebawa Indra ke rumah sakit.
********