NovelToon NovelToon
Abang Ojek Sultanku

Abang Ojek Sultanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:134k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda RH

Riyanti Aryani adalah seorang gadis dari keluarga berada. Ia terpaksa jauh dari keluarganya lantaran ingin memenuhi cita-citanya. Sebelum tinggal di Surabaya, Riyanti atau lebih akrab dipanggil Riri itu sebelumnya kuliah di salah satu universitas di Malang. Setelah lulus, Riri diterima kerja di Surabaya. Ia ngekos di salah satu tempat kos yang cukup elit. Sebenarnya orang tuanya bisa saja membeliksnnya rumah di Surabaya, namun mereka khawatir Riri akan semakin betah di sana dan akan lupa pulang ke Lombok. Namun siapa sangka Riri bertemu dengan jodohnya di sana.

Sultan Ahmed Alfahrezi, anak sulung dari pasangan Windi dan Javier. Kegabutannya menjadi seorang driver ojek membuat dirinya akhirnya bertemu dengan jodohnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda RH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mendadak Rindu

Di rumah sakit

Riri mendadak merindukan seseorang. Orang yang beberapa hari ini ditemuinya baik sengaja atau pun tidak sengaja. Orang yang yang Riri tidak tahu kenapa tiba-tiba selalu mengusik pikirannya dan terkadang membuatnya tersenyum sendiri.

Mama melihat Riri seperti tidak nyaman di atas brangkarnya. Ia miring ke kanan lalu ke kiri lagi. Setelah itu, ia terlentang.

"Riri dari tadi mama lihat kamu gelisah. Apa ada yang dirasa sakit? Atau kamu sesak lagi?"

"Tidak-tidak, ma. Riri hanya.... hanya haus. Iya haus."

"Oh... haus kok kayak cacing kepanasan.'

Mama memberikannya segelas air putih.

Beralih ke Sultan.

Saat ini Sultan sedang merenung bagaimana caranya ia bisa menemui Riri hati ini. Ia sedang mencari-cari alasan untuk itu. Namun semesta sedang berpihak kepadanya. Ia mendapat telpon dari orang tua Aini kalau Aini sudah sadar dan harus dipindah ke ruang rawat inap. Tanpa berpikir panjang, Sultan langsung mengambil kunci mobilnya dan berangkat ke rumah sakit.

Sultan pamit kepada ummi.

"Mau ke mana lagi, bang?"

"Ke rumah sakit, ummi."

"Rumah sakit lagi?"

"Iya ummi, anak yang aku bawa kemarin sudah sadar dan akan dipindah ke ruang rawat inap. Aku takut orang tuanya butuh melakukan pembayaran administrasi. Maklum, mereka orang awam ummi."

"Oh, ya sudah. Hati-hati kalau begitu. "

"Iya, assalamu'alaikum."

"Wa'alaikum salam."

Ummi merenung sejenak setelah kepergian Sultan. Namun suara abi mengagetkannya.

"Abi, ngagetin saja."

"Ya, makanya jangan melamun sayang."

"Dih sayang-sayang, kayak anak muda saja."

"Ya, kan jiwanya masih muda ini ummi. Ke mana lagi anak bujang kita itu?"

"Ke rumah sakit."

"Apa sekarang dia sudah alih profesi?"

Ummi terkekeh.

"Dia itu kayak kamu, bi. Jiwa sosialnya sangat tinggi. Makanya jangan heran."

"Ya.. ya... justru itu yang bikin kamu jatuh hati, kan?"

"Pede sekali orang ini!"

Abi terkekeh.

Sultan baru saja sampai di rumah sakit. Ia langsung menemui orang tua Aini di depan ruang Nicu.

Tidak lama kemudian, Aini dipindah ke ruang rawat inap. Sultan sangat senang melihat Aini dapat tersenyum kepadanya.

"Om Sultan... "

"Iya, Aini. Kamu akan cepat sembuh. Semangat ya."

Aini mengangguk.

"Pak Sultan, terima kasih banyak atas bantuannya." Ujar Ayah Aini.

"Sama-sama, pak. Aini sudah saya anggap keluarga sendiri. Jadi tidak perlu sungkan. Oh iya itu saya bawa buah-buahan. Aini harus makan biar cepat sembuh."

Sebelum keluar dari kamar Aini, Sultan sempat mengirim pesan kepada Riri untuk menanyakan keadaannya dan apakah dia sudah pulang.

Bagai mendapat durian runtuh, Riri dengan girang langsung membalas chat dari Sultan. Ia memberitahu bahwa dirinya masih belum bisa pulang. Sultan pun membalas bahwa dia akan menjenguk Riri lagi setelah dari Aini.

Melihat putri sulungnya senyum-senyum sendiri, mama menjadi curiga.

"Ehem... kamu sedang chat-an dengan siapa, Ri?"

"Bang Ahmed, eh...itu " Riri keceplosan.

Mama menahan senyum.

"Oh... kayak senang banget gitu."

"Iya ini bang Ahmed lucu, ma."

Mama semakin yakin jika Riri menyukai Ahmed. Hanya saja mama tidak ingin mengintimidasinya. Biarkan mama melihat bagaimana perkembangannya.

Sultan pamit kepada Aini dan kedua orang tuanya. Sebelum pergi ke kamar Riri, ia kembali ke mobil untuk mengambil parsel buah yang akan dibawanya. Ia juga merapikan rambutnya.

"Sudah perfect... ah sejak kapan aku peduli dengan penampilanku?" Gumamnya.

Kemudian ia meninggalkan parkiran dan naik lagi ke atas.

Saat sampai di depan kamar Riri, ia sempat ragu untuk mengetuk pintu.

"Kok jadi grogi gini ya?" Batinnya.

Namun saat ia hendak mengetuk pintu, ada yang membuka pintu. Sultan langsung menurunkan tangannya.

"Eh maaf."

"Lho, nak Ahmed."

"Selamat siang, bu."

"Selamat siang juga."

Sultan mencium punggung tangan mama Riri.

Mendengar suara Sultan, Riri yang tadinya tidak berhijab karena gerah langsung memakai hijab yang ada di pinggir bantalnya.

"Nak Sultan mau jenguk Riri lagi?"

Sultan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Eh iya, bu. Tadi kebetulan habis jengukin sanak-saudara sekalian mampir."

"Oh cuma kebetulan ya?"

Sultan mengangguk. Dalam hatinya ia merasa malu. Namun tekatnya sudah bulat.

Mama Riri mempersilahkan masuk. Lalu meninggalkan mereka karena ia ingin pergi ke kantin untuk makan siang dengan Sisi.Mata Riri langsung berbinar memelihat sosok Sultan. Ia seakan mendapatkan asupan obat.

"Maaf, kami tinggal dulu ya. Nak Ahmed, titip Riri sebentar ya."

"B-baik, bu."

"Ayo Si, kita berangkat."ama menarik tangan Sisi.

"Bukannya mama mau berangkat sendirian tadi?"

Mama Riri memberi kode denga matanya. Sisi pun akhirnya paham dan ikut keluar bersama sang mama.

Sultan duduk di kursi samping brangkar. Ia meletakkan parsel buah di atas laci.

"Seharusnya nggak usah repot-repot bawa oleh-oleh, bang."

"Em... nggak pa-pa sekalian beli untuk Aini tadi."

"Oh iya, bagaimana keadaan Aini?"

"Alhamdulillah sudah sadar dan dipindah ke ruang rawat inap."

"Alhamdulillah ikut senang mendengarnya. Semoga Aini segera sembuh."

"Aamiin.... "

Sejenak tidak ada pembicaraan lagi di antara mereka. Sepertinya keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing.

"Bang... "

"Mbak... "

Ujar keduanya bersamaan.

"Eh, mbak saja dulu!"

"Tidak-tidak, abang saja duluan."

"Em... nggak jadi deh."

Sultan mengernyitkan dahinya.

"Ya sudah nggak jadi juga."

"Ish, kok ikut-ikutan?"

"Iya biar sama."

Keduanya tanpa sadar tertawa bersama.

"Bang, kapan-kapan ajak aku ketemu anak-anak jalanan ya."

"Serius, mbak?"

Riri menganggukkan kepala.

"Bang, kamu hari ini nggak ngojek?"

"Nanti saja."

"Kayaknya abang kerjanya santai ya?"

"iya, mbak. Wong masih bujang. Belum ada yang mau dinafkahi jadi santai saja."

"Orang tua bang Ahmed masih ada?"

"Ada, masih lengkap."

Riri ingin menanyakan pekerjaan mereka, namun ia tidak enak hati.

"Bang Ahmed berapa bersaudara?"

"Empat, saya punya adik kembar."

"Oh ya? Wah seru dong. Memang ada keturunan kembar ya?"

"Iya, dari keluarga um... ibu."

Hampir saja Sultan keceplosan.

Tiba-tiba handphone Riri berdering. Nomor baru yang menghubunginya. Karena khawatir dari orang penting, Riri pun mengangkatnya. Namun saat mendengar suara orang di seberang sana Riri langsung mematikannya.

"Kok dimatiin, mbak?"

"Eh itu, salah sambung."

Ternyata Arga yang menelponnya pakai nomer baru. Karena nomer sebelumnya sudah Riri blokir. Riri langsung memasang mode silent di handphone-nya.

Tidak terasa sudah 15 menit Sultan duduk di ruangan itu. Sebenarnya ia tidak enak hati karena hanya berdua dengan Riri.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Maaf ya kak, dua hari ini ada acara di rumah othor. Acara othor sendiri dan keponakan. Jadi othor baru bisa up karena benar-benar gak sempat pegang HP.

1
Sri Rahayu
Selamat berbulan madu semoga Sultan junior cepet hadir...lankut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
semoga keinginan Sultan utk punya anak banyak dikabulkan Authorr...seperti mami Fatin anaknya bnyk 🤩🤩🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
Les Tary
sikat sultan💪🤣
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
opa betul.
Supryatin 123
meleleh hati Abang neng🤣🤣 lnjut thor 💪💪
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
Sultan belum nemu jodohnya aja.
rizky tria
bahagia selalu Sultan & Riri 🤗😍
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
mulai membaca. 👍🏻
secret
peganginnn bang Sultannya Rii, takutnyaa dia terbang grgr kmu pujiii😂😂
dewi rofiqoh
Abang pengen punya banyak anak, riri yang capek abaaaaaang...
Sri Supriatin
betul itu sultan bnjk kelehihannya...segunung malah 🤭🤭😍😍
Novita Sari
Alhamdulillah update awal.update double besti
Teh Euis Tea
wehhh bang sultan pengen banyak anak, bikin kesebelasan bang biar seru😁
Supryatin 123
gayamu bang pake alasan gtu🤣🤣🤣itu mah maumu bang ojek lnjut thor 💪💪
Bunda RH: wkwkw biarin napa kak
total 1 replies
betriz mom
masih aja sifat iseng nya om fadil🤗🤣
Bunda RH: hehe iya kak
total 1 replies
dewi rofiqoh
🤣 🤣 🤣 🤣 🤣 Maunya sultan.
Kesempatan mumpung ada hadiah dari opa 🤭🤭
Lisa
Puji Tuhan keluarganya Sultan care banget sama Riri..bahagia terus y..cpt dpt momongan 😊
Sri Rahayu
seneng nya punya opa kyk opa Tristan...keren pokoknya🤩🤩🤩🤩🤩...lanjut Thorr😘😘😘
Teh Euis Tea
gassssss trs bang sultan biar adonannya cepat jd 🤣
Teh Euis Tea: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
flower
seharusnya nya bukan om ya tapi pakde.. kan kakak nya windi
Bunda RH: iya udah kebiasaan kak
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!