NovelToon NovelToon
Abang Ojek Sultanku

Abang Ojek Sultanku

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:50.1k
Nilai: 5
Nama Author: Bunda RH

Riyanti Aryani adalah seorang gadis dari keluarga berada. Ia terpaksa jauh dari keluarganya lantaran ingin memenuhi cita-citanya. Sebelum tinggal di Surabaya, Riyanti atau lebih akrab dipanggil Riri itu sebelumnya kuliah di salah satu universitas di Malang. Setelah lulus, Riri diterima kerja di Surabaya. Ia ngekos di salah satu tempat kos yang cukup elit. Sebenarnya orang tuanya bisa saja membeliksnnya rumah di Surabaya, namun mereka khawatir Riri akan semakin betah di sana dan akan lupa pulang ke Lombok. Namun siapa sangka Riri bertemu dengan jodohnya di sana.

Sultan Ahmed Alfahrezi, anak sulung dari pasangan Windi dan Javier. Kegabutannya menjadi seorang driver ojek membuat dirinya akhirnya bertemu dengan jodohnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunda RH, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mendadak Rindu

Di rumah sakit

Riri mendadak merindukan seseorang. Orang yang beberapa hari ini ditemuinya baik sengaja atau pun tidak sengaja. Orang yang yang Riri tidak tahu kenapa tiba-tiba selalu mengusik pikirannya dan terkadang membuatnya tersenyum sendiri.

Mama melihat Riri seperti tidak nyaman di atas brangkarnya. Ia miring ke kanan lalu ke kiri lagi. Setelah itu, ia terlentang.

"Riri dari tadi mama lihat kamu gelisah. Apa ada yang dirasa sakit? Atau kamu sesak lagi?"

"Tidak-tidak, ma. Riri hanya.... hanya haus. Iya haus."

"Oh... haus kok kayak cacing kepanasan.'

Mama memberikannya segelas air putih.

Beralih ke Sultan.

Saat ini Sultan sedang merenung bagaimana caranya ia bisa menemui Riri hati ini. Ia sedang mencari-cari alasan untuk itu. Namun semesta sedang berpihak kepadanya. Ia mendapat telpon dari orang tua Aini kalau Aini sudah sadar dan harus dipindah ke ruang rawat inap. Tanpa berpikir panjang, Sultan langsung mengambil kunci mobilnya dan berangkat ke rumah sakit.

Sultan pamit kepada ummi.

"Mau ke mana lagi, bang?"

"Ke rumah sakit, ummi."

"Rumah sakit lagi?"

"Iya ummi, anak yang aku bawa kemarin sudah sadar dan akan dipindah ke ruang rawat inap. Aku takut orang tuanya butuh melakukan pembayaran administrasi. Maklum, mereka orang awam ummi."

"Oh, ya sudah. Hati-hati kalau begitu. "

"Iya, assalamu'alaikum."

"Wa'alaikum salam."

Ummi merenung sejenak setelah kepergian Sultan. Namun suara abi mengagetkannya.

"Abi, ngagetin saja."

"Ya, makanya jangan melamun sayang."

"Dih sayang-sayang, kayak anak muda saja."

"Ya, kan jiwanya masih muda ini ummi. Ke mana lagi anak bujang kita itu?"

"Ke rumah sakit."

"Apa sekarang dia sudah alih profesi?"

Ummi terkekeh.

"Dia itu kayak kamu, bi. Jiwa sosialnya sangat tinggi. Makanya jangan heran."

"Ya.. ya... justru itu yang bikin kamu jatuh hati, kan?"

"Pede sekali orang ini!"

Abi terkekeh.

Sultan baru saja sampai di rumah sakit. Ia langsung menemui orang tua Aini di depan ruang Nicu.

Tidak lama kemudian, Aini dipindah ke ruang rawat inap. Sultan sangat senang melihat Aini dapat tersenyum kepadanya.

"Om Sultan... "

"Iya, Aini. Kamu akan cepat sembuh. Semangat ya."

Aini mengangguk.

"Pak Sultan, terima kasih banyak atas bantuannya." Ujar Ayah Aini.

"Sama-sama, pak. Aini sudah saya anggap keluarga sendiri. Jadi tidak perlu sungkan. Oh iya itu saya bawa buah-buahan. Aini harus makan biar cepat sembuh."

Sebelum keluar dari kamar Aini, Sultan sempat mengirim pesan kepada Riri untuk menanyakan keadaannya dan apakah dia sudah pulang.

Bagai mendapat durian runtuh, Riri dengan girang langsung membalas chat dari Sultan. Ia memberitahu bahwa dirinya masih belum bisa pulang. Sultan pun membalas bahwa dia akan menjenguk Riri lagi setelah dari Aini.

Melihat putri sulungnya senyum-senyum sendiri, mama menjadi curiga.

"Ehem... kamu sedang chat-an dengan siapa, Ri?"

"Bang Ahmed, eh...itu " Riri keceplosan.

Mama menahan senyum.

"Oh... kayak senang banget gitu."

"Iya ini bang Ahmed lucu, ma."

Mama semakin yakin jika Riri menyukai Ahmed. Hanya saja mama tidak ingin mengintimidasinya. Biarkan mama melihat bagaimana perkembangannya.

Sultan pamit kepada Aini dan kedua orang tuanya. Sebelum pergi ke kamar Riri, ia kembali ke mobil untuk mengambil parsel buah yang akan dibawanya. Ia juga merapikan rambutnya.

"Sudah perfect... ah sejak kapan aku peduli dengan penampilanku?" Gumamnya.

Kemudian ia meninggalkan parkiran dan naik lagi ke atas.

Saat sampai di depan kamar Riri, ia sempat ragu untuk mengetuk pintu.

"Kok jadi grogi gini ya?" Batinnya.

Namun saat ia hendak mengetuk pintu, ada yang membuka pintu. Sultan langsung menurunkan tangannya.

"Eh maaf."

"Lho, nak Ahmed."

"Selamat siang, bu."

"Selamat siang juga."

Sultan mencium punggung tangan mama Riri.

Mendengar suara Sultan, Riri yang tadinya tidak berhijab karena gerah langsung memakai hijab yang ada di pinggir bantalnya.

"Nak Sultan mau jenguk Riri lagi?"

Sultan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

"Eh iya, bu. Tadi kebetulan habis jengukin sanak-saudara sekalian mampir."

"Oh cuma kebetulan ya?"

Sultan mengangguk. Dalam hatinya ia merasa malu. Namun tekatnya sudah bulat.

Mama Riri mempersilahkan masuk. Lalu meninggalkan mereka karena ia ingin pergi ke kantin untuk makan siang dengan Sisi.Mata Riri langsung berbinar memelihat sosok Sultan. Ia seakan mendapatkan asupan obat.

"Maaf, kami tinggal dulu ya. Nak Ahmed, titip Riri sebentar ya."

"B-baik, bu."

"Ayo Si, kita berangkat."ama menarik tangan Sisi.

"Bukannya mama mau berangkat sendirian tadi?"

Mama Riri memberi kode denga matanya. Sisi pun akhirnya paham dan ikut keluar bersama sang mama.

Sultan duduk di kursi samping brangkar. Ia meletakkan parsel buah di atas laci.

"Seharusnya nggak usah repot-repot bawa oleh-oleh, bang."

"Em... nggak pa-pa sekalian beli untuk Aini tadi."

"Oh iya, bagaimana keadaan Aini?"

"Alhamdulillah sudah sadar dan dipindah ke ruang rawat inap."

"Alhamdulillah ikut senang mendengarnya. Semoga Aini segera sembuh."

"Aamiin.... "

Sejenak tidak ada pembicaraan lagi di antara mereka. Sepertinya keduanya sibuk dengan pikiran masing-masing.

"Bang... "

"Mbak... "

Ujar keduanya bersamaan.

"Eh, mbak saja dulu!"

"Tidak-tidak, abang saja duluan."

"Em... nggak jadi deh."

Sultan mengernyitkan dahinya.

"Ya sudah nggak jadi juga."

"Ish, kok ikut-ikutan?"

"Iya biar sama."

Keduanya tanpa sadar tertawa bersama.

"Bang, kapan-kapan ajak aku ketemu anak-anak jalanan ya."

"Serius, mbak?"

Riri menganggukkan kepala.

"Bang, kamu hari ini nggak ngojek?"

"Nanti saja."

"Kayaknya abang kerjanya santai ya?"

"iya, mbak. Wong masih bujang. Belum ada yang mau dinafkahi jadi santai saja."

"Orang tua bang Ahmed masih ada?"

"Ada, masih lengkap."

Riri ingin menanyakan pekerjaan mereka, namun ia tidak enak hati.

"Bang Ahmed berapa bersaudara?"

"Empat, saya punya adik kembar."

"Oh ya? Wah seru dong. Memang ada keturunan kembar ya?"

"Iya, dari keluarga um... ibu."

Hampir saja Sultan keceplosan.

Tiba-tiba handphone Riri berdering. Nomor baru yang menghubunginya. Karena khawatir dari orang penting, Riri pun mengangkatnya. Namun saat mendengar suara orang di seberang sana Riri langsung mematikannya.

"Kok dimatiin, mbak?"

"Eh itu, salah sambung."

Ternyata Arga yang menelponnya pakai nomer baru. Karena nomer sebelumnya sudah Riri blokir. Riri langsung memasang mode silent di handphone-nya.

Tidak terasa sudah 15 menit Sultan duduk di ruangan itu. Sebenarnya ia tidak enak hati karena hanya berdua dengan Riri.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Maaf ya kak, dua hari ini ada acara di rumah othor. Acara othor sendiri dan keponakan. Jadi othor baru bisa up karena benar-benar gak sempat pegang HP.

1
Restu Ningsih
Semoga lancar prosesnya ya bang,
udah pada GK sabar
Sri Rahayu
udah ga salah pilih kamu Sultan....ayo ungkapin perasaan mu 🤩🤩🤩... lanjut Thorr😘😘😘
Les Tary
semoga dimudahkan bang🤣🤣
Teh Euis Tea
semoga lancar ya bang sultan pdktnya😁
secret
bismillah, semangaatt mengungkapkan perasaannya bang.. ummi dah gasabar bgt tuh punya menantu perempuan😁
dewi rofiqoh
Semoga dimudahkan dan dilancarkan yang bang
Lela Angraini
bismillah ya bang,,smg di lancarkan segalanya. cepeeett nyatain perasaan abang,,biar si arga nggk caper mulu
Restu Ningsih
Sultan OTW pulang, ummi persiapan untuk melamar 🤭🤭🤭
dewi rofiqoh
Pulang ke Indonesia, lanjut ungkapkan rasa ke riri
Lisa
Wah calon mertua udh setuju nih klo Riri yg jadi menantunya 😊 ayo Sultan gercep nyatakan perasaanmu ke Riri..
aroem
bagus
Bunda RH: Terima kasih Kak 🙏
total 1 replies
Test Baru
banyak typonya thor 🙏🙏🙏
Bunda RH: maaf kak td ada sebagian sempat kehapus dan nulis ulang, bikin bad mood 😂
total 1 replies
Sri Supriatin
he he umi Windi luar biasa 🙏🙏🙏
Bunda RH: mau juga jadi mantunya 😄
total 1 replies
Teh Euis Tea
banyak tyfonya othor 🤭🤭🤭🤭🤭
Bunda RH: maaf kak tadi sempat kehapus dan nulis lagi jadi bad mood😂
total 1 replies
Les Tary
semangat sultan jgn lama"
Bunda RH: iya nih otw pulang 🤭
total 1 replies
Sri Rahayu
ayo Sultan....ungkapin perasaan mu pd Riri....Ummi jg udah suka ma Riri...lanjur Thorr😘😘😘
Bunda RH: iya kak, bentar Sultan otw pulang
total 1 replies
Marsiyah Minardi
Tenang aja Leo ,kalau bos Sultan potong bonusmu ya tinggal ngadu ke Bos Besar Ummi ,dijamin aman 🤭
Bunda RH: iya juga 😄
total 1 replies
Jumi Eko
Bagus
Sri Rahayu
betul Leo...kshtau ma Umi Windi kl bos Sultan lg jatuh cinta🤩🤩🤩....lanjut Thorr😘😘😘
Bunda RH: iya kan, biar gak mumet
total 1 replies
dewi rofiqoh
Coba pedekate lebih gencar lagi bang ahmed💪💪💪
Bunda RH: iya kak, bentar habis dar LN
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!