NovelToon NovelToon
Secret Marriage

Secret Marriage

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ifra Sulistya

Bagi dunia luar, Reihan Arta Wiguna adalah sosok "Ice King" di lantai bursa—dingin, tak tersentuh, dan selalu kalkulatif. Namun, di balik kemewahan hidupnya, ia terikat oleh janji konyol kakeknya puluhan tahun silam. Ia dipaksa menikahi Laluna Wijaya, seorang gadis yang ia anggap hanya sebagai "beban" tambahan dalam hidupnya yang sudah sibuk.
Laluna sendiri tidak punya pilihan. Menikah dengan Reihan adalah satu-satunya cara untuk melindungi apa yang tersisa dari nama baik keluarganya. Mereka sepakat pada satu aturan main: Pernikahan ini harus menjadi rahasia. Tidak ada cinta, tidak ada kemesraan di depan publik, dan tidak ada campur tangan dalam urusan pribadi masing-masing.
Namun, tinggal di bawah satu atap perlahan meruntuhkan tembok yang dibangun Reihan. Laluna bukan sekadar gadis penurut yang ia bayangkan; ia adalah api yang hangat di tengah musim dingin Reihan. Saat satu per satu rahasia keluarga dan pengkhianatan bisnis mulai terkuak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ifra Sulistya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8: DUKUNGAN DALAM BAYANG-BAYANG

Pagi harinya, suhu tubuh Reihan sudah kembali normal, meski wajahnya masih sedikit pucat.

Saat ia membuka mata, hal pertama yang ia rasakan adalah bau aromatik jahe dan sesuatu yang manis, disusul oleh pemandangan yang tidak biasa.

Laluna tertidur dalam posisi duduk di atas karpet berbulu, kepalanya bersandar pada pinggiran sofa tempat ia berbaring.

Reihan tertegun sejenak.

Ia menatap selimut tambahan yang menyelimuti tubuhnya, selimut yang pasti diletakkan oleh Laluna di tengah malam.

Matanya kemudian beralih ke nampan di atas meja kopi. Ada mangkuk bubur yang sudah mendingin dan sebuah donat cokelat hitam yang tampak cantik dengan hiasan gold leaf kecil di atasnya.

Dengan gerakan pelan agar tidak membangunkan gadis itu, Reihan duduk tegak. Ia meraih donat itu. Cokelatnya pahit, namun tekstur rotinya begitu lembut dan kaya rasa.

Untuk pertama kalinya dalam bertahun-tahun, Reihan tidak memikirkan harga saham saat sedang makan. Ia hanya menikmati rasa yang dibuat dengan ketulusan.

"Kau sudah bangun?" suara parau Laluna memecah kesunyian.

Laluna mengerjapkan mata, berusaha mengumpulkan kesadaran. Ia segera bangkit dan menyentuh dahi Reihan dengan punggung tangannya.

"Syukurlah, demamnya sudah turun. Kau membuatku takut semalam."

Reihan berdehem, mencoba mengembalikan kewibawaannya yang sempat luruh.

"Aku sudah bilang, aku tidak punya waktu untuk sakit. Tapi... terima kasih untuk buburnya. Dan kuenya."

"Jangan dipaksakan hari ini," saran Laluna sambil membereskan nampan.

"Dimas bisa menangani urusan kantor lewat telepon, kan?"

"Ada hal yang tidak bisa diselesaikan lewat telepon, Laluna. Terutama saat ada hiu seperti Clarissa yang menunggu aku menunjukkan kelemahan,"

Reihan berdiri, namun ia tidak langsung pergi. Ia menatap ke arah dapur yang sangat bersih.

"Mengenai bisnismu... 'Khay' atau apa pun itu namanya."

Laluna menegang. Ia sudah siap untuk pembelaan diri lagi.

"Aku tidak akan berhenti, Reihan."

"Aku tidak memintamu berhenti," potong Reihan cepat.

Ia merogoh saku jasnya yang tersampir di kursi dan mengeluarkan sebuah kartu nama berwarna perak tanpa logo.

"Hubungi nomor ini. Dia adalah penyedia jasa logistik kurir privat yang biasa digunakan kantorku untuk mengirim dokumen rahasia. Mereka memiliki protokol keamanan tinggi dan tidak akan membocorkan lokasi penjemputan atau pengiriman."

Laluna menerima kartu itu dengan bingung.

"Maksudmu?"

"Jika kau ingin berjualan, lakukan dengan cara yang profesional agar identitasmu tidak terlacak.

Kurir biasa terlalu berisiko. Dan satu lagi," Reihan berjalan menuju pintu masuk.

"Gunakan oven di dapur ini sesukamu. Aku sudah meminta asisten rumah tangga untuk mengisi kulkas dengan bahan-bahan terbaik yang kau butuhkan. Anggap saja itu... kompensasi karena kau telah merawatku."

Laluna terpaku di tempatnya.

Itu adalah bentuk dukungan paling "dingin" yang pernah ia terima, namun terasa sangat berarti.

"Reihan?"

Reihan berhenti di ambang pintu, menoleh sedikit.

"Terima kasih," bisik Laluna dengan senyum tulus yang membuat mata cokelatnya berbinar.

Reihan hanya mengangguk singkat, namun di dalam lift, ia mendapati jantungnya berdetak sedikit lebih cepat dari biasanya.

Ia segera menepis perasaan itu.

Ini hanya investasi agar dia tidak membuat masalah, pikirnya berbohong pada diri sendiri.

Dengan dukungan logistik rahasia dari Reihan, bisnis "Khay" berkembang pesat dalam waktu seminggu. Pesanan donat dan chiffon cake Laluna mulai membanjiri akun Instagramnya.

Pelanggan menyukai kesan eksklusif dan misterius dari brand tersebut. Laluna merasa hidup kembali, ia bukan lagi sekadar pajangan di penthouse mewah, melainkan seorang pengusaha kecil yang mandiri.

Namun, kesuksesan selalu membawa mata yang iri.

Sore itu, saat Laluna sedang asyik menghias kue pesanan untuk sebuah acara high tea di Jakarta Pusat, ponselnya berdering. Bukan dari pelanggan, melainkan sebuah pesan WhatsApp dari nomor yang sangat ia kenal. Saka.

"Luna, aku tahu kau sedang menjalankan bisnis kue dari dalam apartemen itu. Reihan mengurungmu, kan? Dia tidak membiarkanmu keluar secara bebas. Aku punya bukti-bukti foto kurir misterius yang keluar masuk gedungmu. Jangan sampai ini sampai ke tangan media dan menghancurkan reputasi suamimu yang agung itu. Temui aku di kafe biasa sore ini, atau aku akan bertindak."

Tangan Laluna lemas hingga tas semprot cokelat di tangannya jatuh, mengotori apron putihnya. Saka tidak hanya terobsesi padanya, tapi pria itu kini mulai bermain kotor.

Laluna tahu ia tidak bisa memberitahu Reihan. Jika Reihan tahu Saka kembali mengusik, Reihan pasti akan melakukan sesuatu yang drastis, dan itu bisa memicu skandal yang selama ini mereka hindari.

Tapi jika ia tidak datang, Saka bisa menghancurkan segalanya.

Dengan hati yang berat, Laluna mengganti pakaiannya. Ia mengenakan blus sederhana dan masker, lalu keluar melalui pintu belakang gedung yang jarang dipantau.

Ia tiba di kafe yang dimaksud, sebuah tempat yang dulu sering mereka kunjungi saat masih kuliah. Saka sudah duduk di sana, menatapnya dengan senyum yang tidak lagi terasa hangat, melainkan penuh kemenangan yang sakit.

"Akhirnya kau datang, Luna," ucap Saka.

"Apa maumu, Saka? Berhenti mengikutiku. Aku sudah menikah. Aku bahagia dengan pilihanku," bohong Laluna dengan nada yang diusahakan tetap stabil.

"Bahagia? Tinggal bersama pria yang menganggap pernikahan sebagai kontrak? Aku tahu semuanya, Luna. Ayahmu berhutang pada perusahaan Arta Wiguna, dan kau adalah bayarannya. Itu bukan pernikahan, itu perbudakan modern."

Saka mengeluarkan sebuah amplop cokelat.

"Di dalam sini ada foto-foto Reihan yang sedang bertemu dengan Clarissa secara intim di sebuah hotel minggu lalu. Jika foto ini kusebar, publik akan melihat bahwa pernikahan kalian, jika memang benar ada hanyalah lelucon. Tapi jika kau pergi bersamaku sekarang, aku akan menghancurkan bukti ini."

Laluna melihat sekilas foto-foto itu. Hatinya berdenyut perih melihat Reihan dan Clarissa duduk sangat dekat di sebuah bar hotel yang redup. Meskipun ia tahu itu mungkin urusan bisnis, melihatnya secara langsung terasa seperti pengkhianatan yang nyata.

"Kau pikir aku serendah itu, Saka?" suara Laluna mulai meninggi.

"Kau pikir aku akan meninggalkan satu penjara untuk masuk ke penjara yang kau buat?"

"Aku mencintaimu, Luna!"

"Tidak, kau mencintai obsesimu untuk menang dari Reihan!"

Laluna berdiri, hendak pergi.

Namun, suara langkah kaki yang berat dan berwibawa menghentikan langkah semua orang di kafe itu. Aroma wood and musk yang sangat dikenal Laluna tiba-tiba menyergap udara.

Reihan berdiri di belakang Laluna, tangannya langsung melingkar di pinggang istrinya dengan sangat protektif. Mata esnya menatap Saka dengan tatapan yang bisa membunuh.

"Pertemuan yang menarik, Tuan Ardiansyah," ucap Reihan dengan suara yang begitu tenang namun mematikan.

"Tapi sayang sekali, kau lupa satu aturan dalam bisnis maupun perang, jangan pernah mengancam sesuatu yang merupakan milikku."

Reihan melirik ke arah amplop cokelat di meja.

"Dan soal foto-foto itu? Itu diambil saat rapat direksi yang dihadiri sepuluh orang lainnya di ruangan yang sama. Kau ingin menyebarkannya? Silakan. Pengacaraku sudah menyiapkan gugatan pencemaran nama baik yang akan membuat seluruh asetmu disita dalam waktu dua puluh empat jam."

Saka terbelalak, wajahnya pucat pasi. Ia tidak menyangka Reihan akan muncul di sana.

Reihan tidak memberi kesempatan Saka bicara. Ia menarik Laluna keluar dari kafe menuju mobil yang sudah menunggu di depan. Di dalam mobil, suasana sangat mencekam.

Laluna menunduk, meremas jarinya yang gemetar.

"Kenapa kau tidak memberitahuku?" tanya Reihan, suaranya kini dingin kembali, jauh lebih dingin dari suhu AC mobil.

"Aku... aku hanya tidak ingin menambah bebanmu," bisik Laluna.

Reihan mencengkeram kemudi hingga buku jarinya memutih.

"Kau adalah beban yang sudah kutandatangani, Laluna. Itu artinya, urusanmu adalah urusanku. Jika kau melangkah keluar dari apartemen untuk menemui pria lain lagi tanpa izin... kontrak ini akan berubah menjadi sesuatu yang sangat tidak menyenangkan bagimu."

Laluna menatap Reihan, air mata mulai mengalir.

"Kau pikir aku ingin menemuinya? Dia mengancam bisnisku! Dia mengancam 'Khay'!"

Reihan tiba-tiba menghentikan mobil di pinggir jalan yang sepi.

Ia berbalik, menangkup wajah Laluna dengan satu tangan yang kasar namun tidak menyakiti.

"Dengarkan aku. Tidak ada yang bisa menghancurkan apa yang aku dukung. Kau mengerti? 'Khay' akan tetap ada karena aku yang mengizinkannya ada."

Untuk pertama kalinya, dalam kemarahan itu, Laluna melihat sesuatu yang lain di mata Reihan.

Bukan hanya rasa posesif, tapi sebuah keinginan mendalam untuk melindungi. Dan di bawah lampu jalan yang temaram, jarak di antara mereka seolah menghilang, menyisakan dua jiwa yang mulai terjebak dalam jaring yang mereka buat sendiri.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!