NovelToon NovelToon
Di Jual Kepada Mafia Rusia

Di Jual Kepada Mafia Rusia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Action
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: EILI sasmaya

"Sepuluh tahun lalu, ayahku menjualku. Dan malam ini, sang pembeli datang menjemputku."
Alana mengira hidupnya sempurna, sampai ia diseret ke Rusia oleh Alexei Dragunov seorang Tsar mafia yang dingin dan berbahaya. Alana bukan datang sebagai pengantin, melainkan sebagai aset yang telah dibayar lunas oleh Alexei untuk menutupi hutang ayahnya.
Di tengah badai salju Saint Petersburg, Alana terjebak di antara dua pria paling berkuasa, Ayah kandung yang menjadikannya barang dagangan, dan suami mafia yang menjadikannya tawanan obsesi.
Saat rahasia darahnya mulai terungkap, Alana menyadari, Di dunia Alexei, tidak ada jalan keluar. Ia harus memilih, hancur sebagai korban, atau bangkit menjadi Ratu di samping sang iblis.

"Kau adalah milikku, Alana. Hidup atau mati, kau tetap dalam genggamanku."
-Alexei Dragunov-

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EILI sasmaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. LABIRIN KACA DAN DUSTA

Pagi di Inari datang dengan cahaya matahari yang pucat, menembus kristal es yang membeku di jendela vila. Di dalam kamar yang hangat, Alana masih berada dalam dekapan Alexei. Lengan pria itu melingkar di pinggangnya dengan posesif, bahkan dalam tidurnya yang paling dalam sekalipun. Detak jantung Alexei yang tenang di punggung Alana terasa begitu nyata, begitu hangat, sehingga untuk sejenak, Alana hampir lupa bahwa pria ini adalah sutradara di balik tragedi yang menghancurkan ayahnya.

​DNA palsu. Skenario sempurna.

​Dua frasa itu terus berputar di kepala Alana seperti kaset rusak. Ia memejamkan mata, mencoba menguatkan dinding pertahanan di hatinya. Setiap kali ia merasakan usapan lembut tangan Alexei di rambutnya saat mereka tertidur, atau cara Alexei membisikkan namanya dengan nada yang begitu rapuh, Alana terus mengingatkan dirinya sendiri, Ini semua adalah bagian dari rencana licik Alexei.

​"Kau sudah bangun, Milaya(sayang)?" suara berat Alexei memecah kesunyian pagi. Suaranya serak, khas orang yang baru terbangun, namun terdengar sangat lembut.

​Alana membalikkan badannya, memaksakan sebuah senyum tipis. "Aku hanya sedang memikirkan... apa yang akan terjadi setelah ini. Wira sudah kehilangan segalanya, Alexei. Apakah kita benar-benar aman?"

​Alexei menarik Alana lebih dekat, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Alana. Napas hangatnya menggelitik kulit. "Kau aman. Itu satu-satunya hal yang perlu kau tahu. Aku akan membangunkan dunia di mana tidak ada seorang pun yang bisa menyentuhmu lagi. Wira hanyalah debu di masa lalu kita sekarang."

​Alana merasakan hatinya berdesir. Jika saja ia tidak melihat pesan di telepon satelit itu, ia mungkin akan menangis bahagia mendengar janji itu. Namun sekarang, janji itu terdengar seperti pengumuman kepemilikan. Alexei tidak ingin Alana bebas, ia ingin Alana menjadi satu-satunya penghuni di dunia yang ia ciptakan.

​"Aku akan menyiapkan sarapan," ucap Alana, mencoba melepaskan diri dari dekapan itu. "Kau harus minum obatmu, luka bahumu masih butuh waktu untuk pulih."

​"Tinggallah di sini sebentar lagi," gumam Alexei, mempererat pelukannya. "Hanya lima menit. Aku ingin memastikan bahwa ini bukan mimpi, bahwa kau benar-benar memilihku daripada dia."

​Alana membeku. Kesedihan dalam suara Alexei terdengar begitu tulus. Apakah iblis bisa merasa takut kehilangan? Ataukah ini adalah tingkat manipulasi tertinggi menunjukkan kerentanan agar korbannya merasa kasihan? Alana tetap diam, membiarkan lima menit itu berlalu dalam keheningan yang menyesakkan, sebelum akhirnya ia berhasil keluar dari kamar.

​Setelah memastikan Alexei masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri, Alana bergerak dengan cepat. Ia tahu ia tidak punya banyak waktu. Vila ini luas, namun ia yakin Alexei memiliki ruang kerja atau setidaknya tempat di mana ia menyimpan dokumen-dokumen pentingnya.

​Ia melangkah menuju lantai bawah, melewati deretan lukisan klasik yang tampak sangat mahal. Di ujung lorong dekat perpustakaan pribadi, terdapat sebuah pintu kayu jati yang terkunci secara elektronik. Alana mencoba mengingat-ngingat kode yang mungkin digunakan Alexei. Tanggal pernikahan mereka di gereja? Tidak, itu terlalu klise untuk pria seperti Alexei. Tanggal kematian ibunya? Alana mencoba memasukkan urutan angka tanggal kematian Elena Volskaya yang ia ingat dari buku harian.

​Bip. Lampu indikator berubah hijau. Pintu terbuka dengan suara klik halus.

​Ruang kerja Alexei adalah manifestasi dari kepribadiannya. dingin, teratur, dan intimidatif. Sebuah meja besar dari obsidian hitam berdiri di tengah ruangan. Alana segera menuju ke sana, jemarinya yang gemetar mulai membuka laci-laci yang tidak terkunci. Ia mencari apa pun dengan inisial "V.S.".

​Di laci paling bawah, di bawah tumpukan dokumen hukum internasional, Alana menemukan sebuah map kulit berwarna merah marun. Tidak ada label di depannya, namun saat ia membukanya, ia menemukan foto-foto lama ibunya, Elena. Di balik foto-foto itu, terdapat korespondensi fisik yang ditulis dalam bahasa Rusia.

​Alana tidak mengerti semua katanya, namun ia mengenali beberapa nama. Vadim Sokolov. Darah Alana berdesir dingin. V.S. adalah Vadim Sokolov. Ia teringat satu nama yang pernah disebut selintas oleh ibunya dalam dongeng-dongeng masa kecilnya sebagai "paman yang hilang". Vadim adalah adik tiri ibunya, paman Alana sendiri. Namun, mengapa Alexei bekerja sama dengan pamannya? Dan apa maksud dari kalimat "Berikan dia padaku setelah semua aset Volskaya benar-benar cair"?

​Alana membolak-balik dokumen itu lebih cepat. Ia menemukan sebuah draf kontrak yang berbeda dari kontrak penjualan yang ia temukan di pondok. Kontrak ini bukan antara Wira dan Dragunov, melainkan antara Alexei Dragunov dan Vadim Sokolov.

​Isinya jauh lebih mengerikan. Alexei tidak membelinya untuk melindunginya. Alexei bertindak sebagai "pengasuh" sementara. Setelah Alana jatuh cinta sepenuhnya pada Alexei dan secara sukarela menyerahkan semua akses biometrik dan kunci rahasia Volskaya kepada Alexei, Alana akan "dipulangkan" ke tangan Vadim untuk dieksekusi atau dikurung agar tidak ada lagi pewaris Volskaya yang bisa mengklaim takhta Bratva di masa depan.

​Alexei bukan sedang menjadikannya Ratu. Alexei sedang menjadikannya persembahan.

​"Mencari sesuatu, Alana?"

​Suara itu datang dari ambang pintu. Dingin dan tajam seperti mata pisau.

​Alana tersentak hebat hingga map di tangannya terjatuh, menyebarkan foto-foto Elena di lantai obsidian. Alexei berdiri di sana, hanya mengenakan jubah mandi hitam, bahunya yang dibalut perban tampak menonjol. Wajahnya tidak menunjukkan kemarahan, melainkan kekecewaan yang mendalam, sebuah ekspresi yang jauh lebih menakutkan daripada amukan.

​"Aku... aku hanya ingin tahu siapa ibuku sebenarnya, Alexei," suara Alana bergetar, ia mencoba berdiri dengan sisa keberaniannya. "Siapa Vadim Sokolov? Mengapa kau berjanji akan menyerahkanku padanya?"

​Alexei berjalan mendekat, setiap langkahnya terasa seperti lonceng kematian. Ia berhenti tepat di depan Alana, menatap foto-foto di lantai sebelum menatap mata Alana. Ia mengulurkan tangan, mengelus pipi Alana dengan ibu jarinya, sebuah gerakan yang biasanya terasa menenangkan namun kini terasa seperti ancaman.

​"Vadim adalah monster yang akan membunuhmu jika kau tetap tinggal di Jakarta, Alana," ucap Alexei dengan suara rendah yang menghipnotis. "Aku membuat kesepakatan dengannya agar dia tidak menyentuhmu. Aku berjanji akan memberikanmu padanya hanya sebagai taktik agar dia membiarkanku membawamu ke sini. Kau pikir aku benar-benar akan menyerahkanmu?"

​"Kau berbohong!" teriak Alana, air mata mulai mengalir. "Pesan di telepon itu... kau bilang skenario di gereja berjalan sempurna! Kau menipuku, kau membuatku membenci ayahku sendiri!"

​Alexei mencengkeram bahu Alana, tidak cukup kuat untuk menyakiti, namun cukup kuat untuk memastikan Alana tidak bisa lari. "Ayahmu memang menjualmu, Alana! Itu fakta! Aku hanya memastikan bahwa saat kau menyadari kenyataan pahit itu, kau hanya punya satu tempat untuk bersembunyi... yaitu di pelukanku."

​"Kenapa, Alexei? Kenapa kau harus sejauh ini?"

​"Karena aku mencintaimu!" Alexei berteriak, suaranya menggelegar di ruang kerja yang sunyi itu. Napasnya memburu. "Aku mencintaimu dengan cara yang tidak akan pernah kau mengerti. Aku mencintaimu hingga aku harus menghancurkan duniamu agar kau hanya bisa melihatku. Aku tidak peduli jika kau membenciku, selama kau berada di bawah atapku, di bawah perlindunganku, dan menjadi milikku sepenuhnya."

​Alexei menarik Alana ke dalam pelukan yang menyesakkan. Alana mencoba memberontak, memukul dada Alexei, namun pria itu tidak melepaskannya. Di tengah isak tangisnya, Alana merasakan sesuatu yang paling mengerikan, ia merasakan jantung Alexei berdetak begitu kencang, penuh dengan obsesi dan kegilaan yang nyata.

​Dan di bagian terdalam hatinya yang paling bodoh, Alana merasakan sebuah tarikan. Ia membenci pria ini, ia takut pada pria ini, namun sentuhan Alexei adalah satu-satunya hal yang ia kenal selama berhari-hari di neraka Rusia ini. Tubuhnya mulai luluh, tangannya yang tadi memukul kini perlahan terkulai di samping tubuhnya.

​"Jangan pernah mencari tahu lagi, Alana," bisik Alexei di telinganya, suaranya kembali lembut, hampir seperti buaian. "Jadilah mawar kecilku yang cantik. Diamlah di sini, dan aku akan memastikan seluruh dunia berlutut di kakimu. Jangan paksa aku menjadi monster yang sebenarnya kau takutkan."

​Alana memejamkan mata. Ia berada di pusat labirin kaca yang penuh dengan dusta. Ia tahu ia harus lari, ia tahu ia harus melawan. Namun saat Alexei mencium keningnya dengan penuh pengabdian yang palsu namun terasa nyata, Alana mengakui musuh terbesarnya mungkin bukan lagi Wira atau Vadim, melainkan hatinya sendiri yang mulai terbiasa dengan rasa sakit yang diberikan Alexei.

1
Mia Camelia
haduh kok jadi rumit sih😔
My: Kalau terasa rumit, berarti kamu mulia melihat potongan puzzle- nya.. 👀
total 1 replies
Mia Camelia
lanjut thor🥰👍
Mia Camelia
cerita nya menarik
Mia Camelia
lanjut thor, cerita nya seru banget👍👍👍
putri
Alexei.. neraka yang indah itu macam mana?? 😄
My: wahh, terimakasih kehadirannya kak-
🥰
total 1 replies
putri
aku suka ceritanya.. tetap semangat kak..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!