NovelToon NovelToon
Pesona Antagonis Novel

Pesona Antagonis Novel

Status: tamat
Genre:Transmigrasi / Tamat
Popularitas:247.8k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Asha, seorang gadis SMA yang gemar membaca, tanpa sengaja menemukan sebuah novel romantis bergenre dark yang langsung menarik perhatiannya. Awalnya hanya iseng, ia mulai membaca kisah kelam penuh obsesi, cinta yang beracun, dan tokoh antagonis yang kejam namun memikat. Tanpa sadar, ia terbawa suasana hingga larut malam.
Namun saat ia terbangun, dunia di sekelilingnya terasa asing.
Asha terkejut ketika menyadari bahwa dirinya bukan lagi berada di dunianya sendiri, melainkan masuk ke dalam novel yang semalam ia baca. Lebih buruk lagi, ia bukan tokoh utama yang memiliki perlindungan plot, juga bukan antagonis yang berkuasa melainkan hanya seorang figuran.
Seorang figuran yang dalam cerita aslinya dikenal karena satu hal: tergila-gila pada sang antagonis.
Dan yang paling mengerikan, Asha tahu persis bagaimana akhir dari karakter itu nasib paling mengenaskan yang bahkan tak layak disebut sebagai akhir bahagia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10

Melody berjalan menyusuri koridor sekolah yang sepi karena hampir semua murid tumpah ruah di lapangan. Ia menggerutu tiada henti, bibirnya mengerucut sebal setiap kali mengingat kejadian memalukan tadi.

​"Bener-bener nyebelin! Itu si Kaisar pasti sengaja biar gue jadi bahan ketawaan satu sekolah," omelnya sambil mengusap kepalanya yang masih terasa berdenyut. "Mau ngelawan tapi dia terlalu berpengaruh. Kalau gue labrak, yang ada besok nama gue tinggal kenangan di kartu keluarga Emak."

​Ia merogoh saku, mengeluarkan ponselnya yang terus bergetar. Ada pesan masuk dari grup mereka.

​Ghea: Mel, lo di mana? Gue udah mau mulai lomba puisi di ruang seni nih! Doain gue menang biar nggak malu-maluin geng kita!

​Rere: Gue juga udah di ruang tari, lagi pemanasan biar encok gue nggak kumat. Buruan ke sini nonton gue!

​Melody menghela napas panjang. "Ahh, males banget. Kepala gue masih nyut-nyutan, pantat gue juga masih cenat-cenut gara-gara aspal lapangan."

​Ia memutuskan untuk tidak menghampiri kedua sahabatnya. Alih-alih menuju ruang seni atau ruang tari, Melody justru belok arah menuju kelasnya sendiri. Suasana kelas 12 itu kosong melompong, hanya ada suara kipas angin yang berputar pelan di langit-langit.

​"Mending tidur. Di dunia nyata jarang bisa tidur di jam sekolah begini, mumpung jadi anak sultan, mari kita manfaatkan fasilitas," gumamnya.

​Melody menarik kursi, melipat kedua tangannya di atas meja sebagai bantal, lalu menelungkupkan wajahnya. Aroma parfum mahal milik si pemilik tubuh asli tercium lembut, perlahan-lahan membawa Melody tenggelam ke alam mimpi. Ia tidak peduli lagi dengan riuh rendah sorak-sorai di luar sana, atau fakta bahwa kepalanya baru saja dihantam bola oleh sang calon bos mafia.

Suasana kelas yang tadinya tenang mendadak pecah oleh suara langkah kaki berat dan gelak tawa yang menggema. Geng Amours masuk ke dalam kelas dengan keringat yang masih membasahi jersey mereka, membawa aura kemenangan sekaligus kegaduhan.

​"Buset, tidur ni makhluk satu!" seru Jigar sambil menunjuk ke arah meja Melody. Ia tertawa kecil saat melihat posisi tidur Melody yang sangat pulas. "Liat tuh, jidatnya merah banget lagi bekas kena bola si Kaisar tadi. Awet bener itu stempel."

​Galen, David, dan Azka ikut mendekat, sementara Kaisar hanya berdiri di ambang pintu dengan wajah datar, namun matanya tak lepas menatap gadis yang sedang terlelap itu.

​Kebisingan itu menusuk indra pendengaran Melody. Nyut-nyutan di kepalanya terasa makin parah karena suara tawa Jigar yang melengking.

​"Berisik, anjirrr!" umpat Melody lantang. Ia masih memejamkan mata, jiwanya yang petakilan sebagai Asha langsung keluar tanpa filter. Ia belum sadar kalau dirinya sedang berada di dalam novel, bukan di kamarnya sendiri.

​"Siapa sih yang teriak-teriak? Kagak tau orang lagi pening apa!" gerutunya lagi sambil perlahan mengangkat wajahnya dari lipatan tangan.

​Namun, begitu kelopak matanya terbuka sempurna dan penglihatannya fokus, jantung Melody rasanya mau copot. Di depannya, berdiri Galen yang sedang tersenyum miring, Jigar yang menahan tawa, Azka dan David yang menatapnya heran, serta... Kaisar.

​Kaisar berdiri sedikit jauh, menyandarkan punggungnya pada bingkai pintu. Matanya yang tajam dan sedingin es menusuk tepat ke arah mata Melody.

​Melody membeku. Nyawanya seolah belum terkumpul sepenuhnya tapi adrenalinnya sudah melonjak ke ubun-ubun.

​“Mampus gue... gue barusan ngatain geng mafia berisik?” batin Melody merana.

Melody berusaha menarik sudut bibirnya, menciptakan senyum yang sangat dipaksakan—lebih mirip ringisan orang sakit gigi. Matanya berkilat menatap rombongan cowok-cowok populer itu.

​"Bisa... kecilkan suara kalian sedikit? Kepala saya lagi mau pecah, nih," ucapnya dengan nada yang ditekan, berusaha tetap sopan tapi jelas-jelas sedang geram.

​David malah menyeringai jahil, ia sengaja mendekat dan menyahut dengan suara yang lebih kencang, "Kagak! Kelas ini punya umum, bukan punya nenek moyang lo, Mel!"

​Melody mengepalkan tangannya di bawah meja. "Lama-lama gue gebukin juga nih anak," gumamnya pelan, sangat pelan, tapi karena kelas sedang hening sejenak, gumaman itu terdengar jelas oleh anggota Amours.

​Jigar dan Galen saling pandang, kaget mendengar Melody yang biasanya mendayu-dayu mengejar Kaisar sekarang malah ingin "menggebuk" teman mereka. Namun, sebelum suasana makin panas, pintu kelas diketuk pelan.

​"P-permisi..."

​Seorang cowok dengan kacamata besar, kemeja yang dikancingkan sampai ke atas, dan tangan yang gemetar memegang sebuah surat berwarna merah jambu masuk ke kelas. Langkahnya ragu-ragu saat melewati geng Amours yang auranya sangat mengintimidasi.

​Cowok itu berhenti tepat di depan meja Melody. "M-melody... aku... aku udah lama suka sama kamu. Biarpun kamu suka sama Kaisar, aku tetep mau bilang kalau aku cinta sama kamu! Ini surat buat kamu!"

​Suasana kelas mendadak sunyi senyap. Galen menaikkan alisnya, Jigar menahan tawa, sementara Kaisar yang tadinya bersandar di pintu kini menegakkan tubuhnya. Tatapan Kaisar yang semula dingin berubah menjadi lebih tajam, menusuk punggung cowok culun itu.

​Melody melongo. Buset, di saat nyawa gue lagi di ujung tanduk gara-gara geng mafia ini, malah ada drama cinta monyet masuk? pikirnya stres.

1
Inonk_ordinary
awal cerita melody orkay loo. kok g dijmput supir.lagi,,g bawa mobil jg. lama2 kluar jalur
Putri Amalia
kalau dari awal aku tau ceritanya bakal kek gini, sumpah aku gak akan baca. nyesek bgt jadi melodi(Asha). dia yg berjuang tpi VELIA yg nikmati
Putri Amalia
suka sih kak ceritanya cuman pas melodi masih ada. tp pas melodi balik ke raga aslinya. sumpah nyesek bgt, dia yg berjuang selama ini. tpi yg dapet ending bahagia VELIA??? kek kok bisa sih author mikir nya kek gitu. kecewaa bgt sumpah
Kikin
😵‍💫🤧
Allfa Rizky
hiiiiiihh mengerikan
Allfa Rizky
ini akhirnya kek gimana ya,, mau lompat bab gak bakalan seru aahh
Allfa Rizky
hadeeeeeuuhhh kok mumet ya,, behafapan dengan ego lelaki yang berkuasa bikin ruwet
Allfa Rizky
logika aneh dan gila tpi yaaaahh suka suka lah namanya juga dunia novel ya gak,, asik aja bacanya hehe
Allfa Rizky
paket kombo mematikan,, baik kaisar ataupun Kenzie punya hak nya masing2,, TPI tubuh tanpa raga Sama aja bohong begitu juga sebaliknya,, aahh puyeng dah
Allfa Rizky
benar2 rumit,, apalagi memori tubuh alyn mengingat sentuhan Kenzie dah bakal jadi bencana besar kalo sampe kaisar tau
Allfa Rizky
bener banget,, spt nya sosok alyn TDK lah sesederhana itu
Allfa Rizky
melodi memasak= bencana
Allfa Rizky
orang2 sekitar alyn akhirnya pada muncul dan bikin melodi terbengon bengong karna emang gak tau alias blenk
Allfa Rizky
meski dunia mafia gonjanga ganjing melodi tetaplah melodi yang cerewet dan sengklek
Allfa Rizky
edisi melodi sengkleknya udahan ya thor,, sekarang mode serius tingkat dewa
Allfa Rizky
hmmm,, mulai melibatkan dunia siber dan inteljen,, biasa nya konfliknya pasti lebih rumit
Allfa Rizky
masuk edisi perbucinan ini mah
Allfa Rizky
edisi hareudaaaaang🤭
Allfa Rizky
melodi tetap lah melodi,, eeh asha kan ya jiwa aslinya
Allfa Rizky
secara kaisar itu mafia yang bekerja berdasarkan fakta dan logika mana bisa lah mencerna itu reinkarnasi yanga da malah curiga mulu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!