" menikahlah dengan ku dan jadilah ibu untuk putriku, apa kamu mau ?"
" apa om meminta ku hanya untuk menjadi ibu untuk anak om bukan istri om ?"
Apa jadinya jika di lamar secara mendadak oleh duda dingin yang bahkan baru Mala temui dimana bukan menjadi istrinya tapi hanya menjadi ibu dari anaknya ?
Apakah Mala akan menerima pinangan duda dingin itu ?
Dan apakah cinta itu akan tumbuh saat keduanya masih memiliki luka yang di sebabkan karena cinta orang di masa lalu ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R-kha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mengusik Ingatan
Tak terbiasa tidur siang Mala memilih untuk bangkit dari tidurnya setelah yakin Darrel benar benar terlelap dalam tidurnya,perlahan Mala keluar dari kamar agar tak membangunkan Darrel.
" mba Mala tidak tidur siang ?" tanya bi Ani yang berpapasan dengan Mala yang baru saja keluar dari kamar.
" bibi mengagetkan saja " ucap Mala sambil memegang dadanya tapi tak lama Mala melangkah menuju dapur untuk menyiapkan makan malam untuk keluarga barunya.
" oh ya Bi apa suami Mala masih memiliki keluarga ?" tanya Mala yang sampai saya ini masih penasaran tapi tak ingin menanyakan secara langsung pada Darrel karena Mala ingin Darrel sendiri yang bercerita tanpa ada paksaan dari dirinya.
" pak Darrel masih memiliki ibu tapi hubungan mereka tidak begitu baik " ucap bi Ani memberitahu sekedarnya saja.
" kenapa ?" tanya Mala penasaran karena harusnya Darrel bersyukur masih memiliki seorang ibu yang akan selalu bisa menjadi sandaran ternyaman bagi seorang anak.
" kalo itu sebaiknya mba tanyakan langsung sama pak Darrel " ucap bi Ani yang tak ingin melampaui batasannya sebagai seorang pembantu di rumah ini.
" baiklah, oh ya Bi Mala ingin masak untuk suami dan anak Mala "
" apa bibi sudah masak untuk makan malam ?" tanya Mala yang hanya ingin menjalankan perannya sebagai seorang istri dan ibu dengan baik.
" belum, biasanya bibi masak untuk makan malam jam empat sore " ucap bi Ani apa adanya.
" bolehkan hari ini Mala yang masak tapi masakan apa yang suami Mala suka ya Bi ?" tanya Mala yang belum tau terlalu banyak tentang apa yang di sukai dan tidak di sukai oleh Darrel.
Bi Ani pun menyebutkan makanan dan masakan yang di sukai dan tidak di sukai Darrel dan juga Cantika dan Mala mendengarkan dengan cermat agar tak terjadi kesalahan di kemudian hari.
" terima kasih ya bi " ucap Mala yang bersyukur bi Ani begitu baik pada dirinya.
" sama sama " ucap bi Ani yang memilih melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda karena di ajak berbincang oleh Mala.
Dan seperti niat awalnya saat keluar dari kamarnya Mala pun mulai menyiapkan makan malam yang iya buat sendiri karena memang Mala terbiasa memasak sejak kecil.
Darrel bangkit dari tidurnya saat menyadari Mala tak ada di sampingnya dan saat keluar dari kamar Darrel mencium bau masakan yang sudah sangat lama tidak iya makan karena suatu alasan.
" apa Bi Ani memasak masakan ini ?" tanya Darrel yang penasaran bercampur kesal karena masakan yang sempat iya larang di rumah ini malah kembali tercium di rumah ini.
" bi kenapa bibi masak masakan ini ?" tanya Darrel sambil menuju dapur tapi siapa yang iya lihat malah membuat Darrel mematung karena Mala terlihat begitu berbeda saat memasak.
Seperti saat di rumahnya dulu Mala mengikat tinggi rambutnya hingga tengkuk lehernya sedikit terlihat karena masih di tutupi rambut rambut halus yang tak bisa terikat sempurna dan meski Mala hanya menggunakan dress pendek selutut sedangkan lengannya hanya sampai siku membuat Darrel tak bisa mengedipkan matanya dari keindahan yang Mala ciptakan tanpa di sengaja.
" pantas saja kakak tiri mu begitu tergila gila padamu karena dalam keadaan sederhana seperti ini pun kamu begitu sangat cantik dan menarik " ucap Darrel begitu saja.
" om sudah bangun ?" tanya Mala yabgbaru menyadari kehadiran Darrel di belakangnya.
" kamu masak apa ?" tanya Darrel sambil berjalan menghampiri Mala yang kembali fokus pada masakan yang sedang iya masak.
" Mala ingin memasak untuk suami Mala " ucap Mala tanpa melihat ke arah Darrel.
Dan entah dorongan dari mana tiba tiba saja Darrel memeluk Mala dari belakang seolah Darrel terbawa suasana yang dulu sempat terjadi di dapur ini.
" om, apa yang om lakukan ?" tanya Mala yang cukup terkejut saat Darrel memeluknya secara tiba tiba.
" ah maaf " ucap Darrel yang kembali tersadar jika wanita yang ada di hadapannya itu bukan lah wanita yang sama seperti enam tahun lalu.
" tidak apa apa jika mas ingin memeluk Mala tapi Mala hanya tak ingin Cantika sampai melihat kita seperti tadi " ucap Mala yang malah merasa tak enak saat Darrel mengucap kata maaf.
" apa kamu yakin ?" tanya Darrel yang entah kenapa merasakan kenyamanan dari pelukan itu.
" ya " ucap Mala tapi kembali fokus pada masakan yang memang hampir matanya.
Darrel kembali melangkah maju dan memeluk Mala yang masih asik memasak saat tadi dirinya sempat memundurkan langkahnya saat memeluk Mala secara tiba tiba.
" apa yang sedang kamu masak ? " tanya Darrel sambil memeluk Mala dari belakang bahkan Darrel sengaja menaruh dagunya di pundak Mala.
" bistik sapi " ucap Mala santai tapi tidak dengan Darrel yang tak percaya jika Mala akan memasak masakan itu untuk masakan pertamanya setelah menikah.
" on suka ?" tanya Mala yang terlihat tak terganggu dengan pelukan Darrel saat ini.
" suka " ucap Darrel sambil melepaskan pelukannya dari Mala.
" mau Mala buatkan kopi ?" tanya Mala sambil melihat ke arah Darrel yang terlihat kurang nyaman meski Mala tak tau apa alasannya.
" om kenapa ?"
" apa Mala membuat kesalahan ?" tanya Mala.
" apa masakan ini mengingatkan om pada seseorang ?" tanya Mala tapi tak mendapat jawaban apapun dari Darrel.
" om, jangan menyimpan luka terlalu lama karena luka itu akan membuat hati kita menjadi batu " ucap Mala yang mencoba a berdamai dengan masa lalunya terutama tentang Bu Reva dan juga Okta karena Mala yakin jika dirinya tak akan mungkin bertemu dengan kedua orang itu lagi.
" apa kamu sudah melupakan luka yang mereka goreskan padamu ?"tanya Darrel yang tak mengerti kenapa Mala bisa berkata seperti itu.
" om tau, dalam sejarah wanita iya tak akan mungkin melupakan kesalahan orang lain bahkan mereka akan selalu mengungkit ungkit kesalahan itu sampai kapan pun "
" hal itu juga berlaku untuk Mala hanya saja Mala yakin jika Mala tak akan mungkin bertemu dengan mereka lagi jadi Mala ingin mengubur luka itu sedalam mungkin " ucap Mala sambil memberikan secangkir kopi panas pada Darrel.
" bagaimana jika kamu bertemu dengan mereka lagi ?" tanya Darrel karena dirinya dan orang yang pernah menggoreskan luka di hatinya suatu saat pasti akan kembali bertemu karena ada Cantika yang akan kembali menghubungkan mereka berdua.
" Mala hanya berharap Mala sudah berada di posisi terbaik yang bisa Mala capai agar mereka tak lagi bisa merendahkan Mala ataupun membodohi Mala untuk kesekian kalinya " ucap Mala yang bertekad akan mengupgrade dirinya menjadi pribadi yang lebih baik.
" dan jika yang om bicarakan saat ini adalah mantan istri om, coba lah berdamai dengan diri sendiri dan maafkan segala kesalahannya yang sudah menyakiti hati om yang paling dalam "
" dan Mala yakin saat nanti om kembali bertemu dengan mantan istri om, om bisa mengendalikan semuanya dan om tak akan kembali terperangkap dengan luka yang sampai saat ini masih bersarang di hati om "
" apa om ingin mencobanya ?"
✍️✍️✍️ apa Darrel bisa berdamai semudah itu dengan luka masa lalunya ?
Pantengin terus ya ceritanya biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Jangan lupa like dan tinggalkan jejak biar R-kha lebih semangat lagi update nya
Love you moreee 😘😘😘
terus si Reva dan si Okta diusir dari rumah itu😏