NovelToon NovelToon
Arthur, Lihatlah Aku

Arthur, Lihatlah Aku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:26.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aida

Arthur, mantan mafia yang tampan dan keren, masih terjebak dalam kenangan bersama Rose, pacarnya di kelompok mafia yang sama. Setelah putus, Arthur tidak bisa move on dan menjadi dingin terhadap perempuan lain. Namun, pelayan kakaknya, Esme, diam-diam menyukai Arthur dan berharap suatu hari bisa mendapatkan hatinya.

Kehidupan Arthur berubah ketika ia bertemu dengan Maureen, seorang perempuan yang ceria dan penuh semangat. Maureen tidak tahu latar belakang Arthur sebagai mantan mafia, dan Arthur tidak ingin memberitahunya. Apakah Arthur bisa melupakan Rose dan jatuh cinta dengan Maureen? Atau apakah Esme akan mendapatkan kesempatan untuk memenangkan hati Arthur?

Apakah Arthur akan mengikuti hatinya atau tetap terjebak dalam masa lalu? 🤔😊

Novel baru othor menceritakan tentang Arthur adiknya Adelle dari novel 'transmigrasi menjadi ibu muda yang tangguh'.

Jangan lupa mampir dan kasih dukungan ya teman-teman..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepergian Esme

Arthur menyuapi Maureen yang lemas setelah pertempuran mereka. Maureen hanya bisa bergerak sedikit diatas tempat tidur karena merasa badannya sakit semua.

"Apa lebih baik ?" tanya Arthur setelah memberikan obat pereda nyeri pada Maureen.

"Iya sedikit," jawab Maureen tersenyum kaku.

"Aku akan membereskan semua ini. Kau tidur dulu," kata Arthur sembari membetulkan selimut yang menutupi kaki Maureen.

"Jangan lama-lama," kata Maureen dengan manja dan Arthur hanya mengangguk. Ia membereskan sisa makanan dan meletakkannya di troli kemudian mengeluarkannya dari kamar.

"Aku ke kamar mandi dulu," kata Arthur sambil melihat kearah Maureen dan Maureen hanya tersenyum dengan matanya yang mulai mengantuk.

Arthur tidak lama berada di kamar mandi. Ia keluar dengan mengenakan jubah mandinya dan mendapati Maureen sudah tidur.

Ia berjalan mendekat kemudian mencium kening Maureen. Seperti ada yang menggerakkan dirinya melakukan itu. Arthur tersenyum kecil saat tangan Maureen memukul wajahnya. Mungkin Maureen merasa terganggu.

Arthur mematikan lampu utama dan menggantinya dengan lampu tidur agar Maureen merasa nyaman.

Ia lalu mengambil rokoknya kemudian pergi kearah balkon dan duduk disana. Kakinya ia letakkan di atas meja dan pandangannya fokus pada langit malam.

"Rose.." gumamnya pelan.

Arthur mencium kening Maureen karena merasa bersalah sebab sepanjang berhubungan tadi yang diingatnya adalah wajah Rose. Desahan Maureen pun mirip dengan Rose dan semuanya terasa mirip bagi Arthur.

"Maafkan aku, Maureen..." gumam Arthur lagi. Ia menoleh ke belakang. Ke tempat Maureen terlelap dengan pandangan yang tidak bisa diartikan.

"Aku akan berusaha mencintaimu. Seperti Daddy yang mencintai Mommy. Seperti David yang mencintai kakakku," katanya lagi.

Ia tidak mau menjadi pria brengsek dengan menjadikan wanita lain sebagai pelampiasan nya saja.

Setelah menghabiskan dua batang rokok, Arthur akhirnya masuk ke dalam. Ia memutuskan tidur sebab besok pasti ada saja kejutan yang dipersiapkan oleh keluarganya.

Waktu sudah menunjukkan dini hari. Tapi mata Arthur tidak juga merasa kantuk. Hingga ia memutuskan memeluk Maureen dan memasukkannya dalam dekapannya barulah ia bisa tidur.

....

"Aku mendoakan mu agar selalu berbahagia, Tuan Arthur," kata Esme mencium foto Arthur yang sudah basah dengan air mata.

Suaranya tercekat dan hampir habis karena terlalu lama menangis. Ia pikir ia cukup tau diri untuk merelakan Arthur bersanding dengan wanita lain.

Nyatanya ia menangis dan merasa menjadi orang paling tidak bahagia. Ia merasa rendah hingga cintanya tidak sampai.

"Aku juga ingin dicintai.." kata Esme.Tubuhnya luruh ke lantai dan ia menutup wajahnya dengan bantal. Berharap semua kesakitan ini tidak nyata.

....

Hari masih pagi, dan Esme sudah berdiri di depan pintu kamar Adelle dengan membawa koper besarnya. Tangannya gemetar ingin mengetuk pintu namun ia tidak berani.

"Esme, kau sedang apa ?" suara David dari belakang tubuhnya benar-benar mengejutkan Esme. Ia berbalik badan dan melihat David yang berdiri tegak di depannya dengan membawa laptop di dekapannya. Mungkin ia baru dari ruang kerjanya.

"Tu..tuan David..." Esme menundukkan kepalanya. Tubuhnya gemetar tidak tau ingin mengatakan apa.

David menangkap kegugupan Esme. Koper besar itu juga menyita perhatiannya.

"Kau ingin bertemu dengan Adelle ?" tanya David. Dan Esme mengangguk cepat tanpa berani melihat David.

David lalu berjalan mendekati pintu dan membukanya. Ia membiarkan pintu kamarnya terbuka sedikit dan memanggil Adelle.

Tidak lama kemudian Adelle keluar dengan membetulkan pakaiannya. Sepertinya ia baru saja memberi ASI Elodie.

"Kau mau kemana dengan koper sebesar itu, Esme ?" tanya Adelle lembut. Semalaman ia memikirkan Esme yang pasti sedang patah hati karena pernikahan Arthur dan Maureen.

"Nyonya, maafkan aku. Aku ingin berhenti bekerja. Aku ingin membuka usahaku sendiri seperti yang dulu pernah ku katakan padamu," kata Esme dengan suara pelan. Ia juga masih menunduk dan tangannya sibuk memainkan ujung bajunya.

Adelle menghela nafas panjang. Jadi hari ini tiba juga. Hari dimana Esme memutuskan akan pergi dan menjauh dari keluarganya.

"Kau akan membuka toko kue ?" tanya Adelle lembut. Dan Esme mengangguk antusias sembari menatap Adelle dengan matanya yang sedikit bengkak.

Adelle tidak mengatakan apa-apa lagi. Ia maju lebih dekat pada Esme kemudian memeluknya dengan erat sembari mengelus punggungnya.

"Aku tau apa yang membuat mu pergi, Esme. Aku juga tidak bisa menahan keinginan mu untuk pergi. Dan aku akan selalu berdoa agar kau menemukan jodoh terbaikmu. Seorang lelaki yang menerima mu dengan semua kekurangan dan kelebihan yang kau miliki. Maafkan aku," ucapan Adelle membuat Esme terisak. Lagi ia menumpahkan kesedihannya dalam pelukan Adelle.

Untuk sesaat Esme melupakan jika yang memeluknya adalah Adelle sang majikan. Selama ini ia memang dekat dengan Adelle tapi Esme tetap menjaga jarak.

"Maafkan aku, Nyonya" kata Esme sedikit menjauh dan mengusap wajahnya yang basah.

Adelle tersenyum dengan matanya yang berkaca-kaca. Ia menyukai Esme dan dulu pernah berpikir untuk menjodohkan nya dengan Arthur. Namun sepertinya takdir tidak menjodohkan mereka berdua.

"Walaupun kau tidak berada di mansion ini lagi, tapi ku harap hubungan kita tidak terputus. Sering-seringlah memberi kabar," kata Adelle tulus.

"Tentu, Nyonya. Aku tidak akan melupakan kebaikan mu dan Tuan David," kata Esme mulai bisa mengendalikan dirinya.

David keluar dari kamar dengan menggendong Elodie. Ia mendengar semua pembicaraan Adelle dan Esme.

"Kau ingin membuka toko kue ?" tanya David.

"Ah iya, Tuan" jawab Esme merasa tidak enak sebab pembicaraannya di dengar oleh David.

"Adelle pernah mengatakan ini padaku dan Leo sudah menyiapkan tempat yang strategis untuk membuka toko kue itu. Lokasinya di tengah kota. Di tempat itu juga bisa kau jadikan sebagai tempat tinggal mu," kata David dan Adelle hanya tersenyum sambil mengangguk.

"Tidak perlu, Tuan.. Nyonya. Kalian sudah terlalu baik padaku. Aku tidak bisa menerima kebaikan kalian lagi," kata Esme memelas.

"Kau tau kan jika istriku begitu menyayangi mu. Aku tidak bisa membiarkannya gelisah memikirkan mu jika dia tidak tau dimana kau tinggal nantinya," kata David tegas berharap Esme tidak menolaknya.

"Terimalah, Esme. Anggaplah sebagai hadiah dari kami. Dan nanti jika kau butuh bantuan jangan sungkan beri tahu aku," kata Adelle.

Setelah menimbang sebentar akhirnya Esme mengangguk juga. Ia begitu hafal sifat David dan Adelle yang tidak bisa dibantah dalam hal memberi.

"Baiklah, Nyonya aku menerimanya. Terima kasih banyak," kata Esme akhirnya sembari memeluk Adelle.

Tidak lama kemudian Leo, asisten pribadi David datang dan bersiap mengantar Esme ke tempat tinggalnya yang baru.

"Semoga kau bahagia, Esme.." gumam Adelle saat melihat Esme dan Leo mulai menjauh.

"Dia akan mendapatkan laki-laki yang mencintai nya," balas David dan Adelle mengangguk sembari menyandarkan kepalanya di lengan David.

...

1
Susi Akbarini
happy emfing..
😍💪💪👍👍🙏
Susi Akbarini
wezz .

kerennn
Khusnul Khotimah
akhirnya sudah sekian purnama akhirnya up juga hampir q lupakan kaak
Susi Akbarini
waahhhh..
kejutan besar..

pantesan moses langsung ngeklik saat ngurus enzźoo


😍😍👍👍💪
sri wahyuni
ah aku jadi sedih bacanya....semoga ada solusinya
sri wahyuni
oo tenyata nyonya janet yg menculik dan memisahkan 3 anak rafael....karna suaminya selingkuh dan rumah tangganya berantakan.
Khusnul Khotimah
laki laki kok ngak punya pendirian
Sari Nilam
plin plam jadi laki
mama
janji km akan preet pd saat dpt tlp dari mantan km thur🤣..lama gk up smpe lupa
Susi Akbarini
tak sbar pengen taubenzo ank arthur apa bkn..

🤣😍😍🙏💪
Susi Akbarini
mkasi udah upppp...
😍😍🙏💪💪
Mei TResna Rahmatika
jangan gampang buat maureen luluh Thor harusnya
Sari Nilam
ya lama sekali subuk othornya
Miftah Rahma
Akhirnya setelah sekian lama up juga Thor lanjut lagi thor👍👍
Susi Akbarini
kok laammmaaaas gk uppppp

❤❤❤💪💪😍😍😍
Susi Akbarini
lanjuttttttt
😍😍❤❤💪💪
Susi Akbarini
cie3..
yg mau ketemu istri ...
😄😄😍😍❤❤💪💪
Sari Nilam
lha masih aja percaya kalau enzo anak arthur? aku kok gak percaya.
gak usah ketemulah irang masih ada anak mantan
Susi Akbarini: laahhh..
iyaaaa..
betul3..

❤❤😍😍❤💪💪😄😄🤣🤣
total 2 replies
Susi Akbarini
lanajuuuuuuuttttt
😍😍❤💪💪💪💪
Susi Akbarini
rose ama moses aja..

😄😄😍❤❤💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!