NovelToon NovelToon
Rahasia Dibalik Ikrar

Rahasia Dibalik Ikrar

Status: sedang berlangsung
Genre:Bad Boy / Ketos / Enemy to Lovers
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Mia Novita

"Gue sudah menepati janji untuk nikahin lo, dan lo juga harus menepati janji untuk tidak mengatakan apapun pada siapapun tentang kita di sekolah. paham!" ucap pria bernama Arga

Argantara antariksa Grahana namanya. sosok paling tampan dan populer di SMA Cakrawala. karna insiden malam itu membuat Arga harus menikahi teman kelasnya yang bernama Freya Dinata Frankie, biasa di panggil dengan sebutan Reya. anak keempat dari tuan Pramandika Frankie.

Akankah Freya bisa meluluhkan hati pria itu? ikuti yok

Slow up

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Mia Novita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perubahan Freya

Danu memutar kunci mobilnya, membawa Freya menjauh dari gerbang sekolah yang terasa mencekik. Sepanjang perjalanan, Freya hanya menyandarkan kepalanya di kaca jendela, memandang kosong pada deretan ruko yang mereka lewati. Ia tidak bertanya ke mana Danu akan membawanya, saat ini, ke mana pun selain rumah Arga adalah surganya.

Danu menghentikan mobilnya di sebuah kafe kecil bernuansa kayu yang tenang di pinggiran kota. Tempat itu sepi, hanya ada alunan instrumen musik yang lembut.

"Makanlah sesuatu yang hangat, Re. Aku sudah memesan sup ayam dan teh jahe madu," ucap Danu lembut setelah mereka duduk di sudut paling privat.

Freya menatap Danu dengan mata yang masih sembab. "Kenapa kamu melakukan ini, Nu? Arga benar... aku hanya akan membawa masalah buatmu."

Danu meraih tangan Freya yang dingin, meremasnya perlahan untuk memberi kekuatan. "Jangan pernah menyebut dirimu sendiri sebagai sumber masalah. Arga hanya sedang buta karena amarahnya sendiri. Kak Alan memintaku menjagamu karena dia tahu, di rumah itu, kamu tidak punya suara. Di sini, kamu aman."

Sore itu, untuk pertama kalinya setelah berminggu-minggu, Freya bisa bernapas lega. Mereka menghabiskan waktu berjam-jam hanya dengan berkicau tentang masa kecil mereka, menghindari topik tentang Arga atau janin di rahimnya, memberikan Freya ruang untuk menjadi dirinya yang dulu, gadis remaja kesayangan daddynya, bukan seorang istri rahasia yang terbuang.

Di tempat lain, Arga melempar tas sekolahnya ke sembarang arah. Rumah itu gelap gulita. Biasanya, saat ia pulang, aroma masakan atau setidaknya lampu ruang tamu yang menyala akan menyambutnya. Namun malam ini, sunyi senyap.

Ia berjalan menuju dapur, berharap menemukan Freya yang sedang mencuci piring atau duduk merenung seperti biasanya. nihil.

“Cewek itu benar-benar tidak tahu diri,” gumam Arga sambil membuka kulkas.

Satu jam berlalu. Arga mencoba fokus pada tugas kimianya, namun matanya terus melirik ke arah jam dinding. pukul 21:30 . Freya belum juga kembali.

Pikiran-pikiran buruk mulai mengingat kenangan itu. Bagaimana jika dia pingsan di jalan? Bagaimana jika terjadi sesuatu dengan... kandungannya? Arga segera mengambil kunci motor dan berniat untuk mencari Freya. namun...

"ngapain gue peduli sama dia. Dia paling-paling sedang mengemis perhatian pada Danu," gerutunya. Arga kembali duduk lalu menyalakan televisi dengan volume keras, mencoba meredam suara jantung yang mulai berisik oleh rasa cemas yang terus mengganggunya.

Pukul 23.00 WIB

Pintu depan akhirnya terbuka. Arga yang sebenarnya tertidur di sofa, langsung menegakkan tubuhnya. Ia memasang wajah sedingin es saat melihat Freya masuk dengan langkah gontai, dikawal oleh Danu di belakangnya.

"Bagus. Sudah jam sebelas dan kau baru pulang dengan laki-laki lain?" sindir Arga, suaranya menggema di ruang tamu yang sepi.

Danu melangkah maju, menghalangi pandangan Arga ke arah Freya. "Dia butuh istirahat, Arga. Bukan interogasi darimu."

"Gue bicara sama 'istri' gue, Danu. Bukan sama lo," balas Arga dengan penekanan tajam pada kata istri, meski nadanya penuh kebencian.

"Istri yang kau biarkan tidur di sofa dan kau sebut sampah di depan umum?" Danu terkekeh sinis. "Kalau kau tidak bisa menjaganya, jangan marah kalau orang lain mengambil peran itu. Freya, masuklah ke kamar. Kalau dia macam-macam, telepon aku."

Freya menatap sekilas Arga, tatapan yang kini tidak lagi berisi ketakutan, lalu ia berjalan melewati Arga tanpa mengucapkan kata apapun.

Saat Freya naik ke lantai atas, Danu mendekat ke arah Arga dan berbisik tepat di telinga. "Egomu mungkin besar, Ga. Tapi ingat, penyesalan selalu datang saat semuanya sudah terlambat. Dan saat hari itu tiba, aku pastikan kau tidak akan bisa menyentuh ujung kukunya sekalipun."

Danu berbalik pergi, meninggalkan Arga yang berdiri mematung di tengah ruangan. Arga menggenggam tangannya hingga kuku kuku jarinya memutih. Ada rasa sesak yang aneh saat melihat Freya mengabaikannya, sebuah perasaan yang jauh lebih mengganggu daripada kemarahannya.

Arga terdiam, pria itu baru menyadari satu hal setelah kepergian Danu"sebentar, kenapa tadi gue malah sebut dia istri di depan Danu. Arrrgggggg sialan, apa jangan-jangan Danu sudah tau semuanya?" ucap Arga pada dirinya sendiri

Setelah pintu depan tertutup dan mobil Danu terdengar menjauh, keheningan di dalam rumah terasa menyesakkan. Arga masih berdiri di posisi yang sama, sementara Freya sudah berada di anak tangga teratas.

“Berhenti di situ,” geram Arga tanpa menoleh.

Freya menghentikan langkahnya, namun ia tidak berbalik. Bahunya yang rapuh tampak naik turun, mencoba mengatur napas yang mulai sesak.

Arga berjalan mendekat, langkah kakinya terdengar berat di atas lantai. Ia berhenti tepat di belakang Freya. "Hebat ya. Sekarang sudah punya pelindung? Sudah berani mengabaikan ucapanku karena ada Danu yang melindungimu?"

Freya perlahan berbalik. Mata merah dan kantung mata menghitam, kontras dengan wajahnya yang pucat. "Apa lagi yang kamu mau, Arga? Kamu bilang aku pengganggu. Aku sudah pergi supaya kamu tidak perlu melihat wajahku seharian. bukankah itu yang kamu inginkan?"

"Tapi tidak dengan keluyuran sampai tengah malam dengan laki-laki lain saat statusmu masih... masih di bawah tanggung jawab rumah ini!" Arga nyaris membentak, namun ia menahan suaranya agar tidak pecah.

"Tanggung jawab?" Freya tertawa getir, sebuah tawa yang terdengar sangat membosankan. "Kamu bahkan tidak menganggapku manusia tadi di lapangan. Kamu menyebutku sampah di depan semua orang. Jadi, tanggung jawab mana yang kamu maksud?"

Arga tak menjawab. Kata-katanya sendiri di lapangan siang seolah diputar ulang di kepalanya tadi. Sesuatu yang sudah rusak, selamanya akan tetap rusak.

“Masuk ke kamar,” perintah Arga ketus, mencoba menutupi rasa bersalah yang mulai mengusik egonya.

"Kamarmu dikunci. Aku akan tidur di sofa lagi," jawab Freya datar sambil hendak melangkah turun.

Namun, Arga menahan lengan Freya. Cengkeramannya tidak kuat, tapi cukup untuk membuat Freya tersentak. Arga menatap perut Freya yang masih rata, lalu beralih ke mata gadis itu. Ada gejolak emosi yang asing di mata Arga, antara benci, jijik pada keadaan, dan secercah rasa khawatir yang berusaha ia tepis.

"Tidur di kamar tamu di atas. Jangan di sofa, nanti kalau kak Alena pulang dan melihatmu di sana, aku yang akan disalahkan," ucap Arga dingin, memberikan alasan klise untuk menutupi kepeduliannya.

Freya melepaskan tangan Arga perlahan. "Terima kasih. Tapi aku tidak butuh belasan belas kasihan yang dipaksakan."

Malam itu, hujan turun deras, menambah suasana mencekam di rumah besar tersebut. Arga berbaring di tempat tidurnya yang luas, namun matanya tak kunjung terpejam. Setiap kali ia memejamkan mata, ia teringat bagaimana Danu melindungi Freya di lapangan. Bagaimana Danu menatap dengan penuh keberanian seolah siap mengambil alih segala beban yang seharusnya menjadi miliknya.

Tiba-tiba, suara petir menggelegar hebat, disusul suara pecahan kaca atau benda jatuh dari arah kamar tamu.

Arga tersentak. Ia mencoba mengabaikannya, namun instingnya berkata lain. Dengan kasar, ia bangkit dan berjalan menuju kamar tamu. Ia tidak mengetuk, langsung memutar kenop pintu.

Di sana, di sudut tempat tidur, Freya menutupnya dengan kedua tangan menutupi telinga. Dia gemetar hebat. Ternyata sebuah vas bunga di atas nakas jatuh karena tersenggol tangan Freya yang meronta dalam tidurnya, dia mengalami mimpi buruk.

"Freya?" panggil Arga pelan, suaranya tidak sedingin biasanya.

Freya mendongak. Wajahnya basah oleh air mata. "Pergi, Arga... tolong pergi. Aku tidak mau mendengar kamu memaki aku lagi malam ini. Aku capek..."

Arga terletak di ambang pintu. Melihat Freya yang begitu hancur, sebagian dari dinding es di hatinya sedikit retak. Namun, egonya kembali berbisik bahwa semua kekacauan ini adalah kesalahan Freya.

"Bersihkan pecahannya. Jangan sampai melukai kakimu," ucap Arga. Ia berbalik untuk pergi, namun langkahnya terhenti saat mendengar isakan Freya yang semakin keras.

"Aku juga tidak mau bayi ini hadir dengan cara seperti ini, Arga! Kalau aku bisa menukar nyawaku supaya malam itu tidak pernah terjadi, aku akan melakukannya!" teriak Freya histeris, menumpahkan semua sesak yang ia simpan sejak di kafe tadi.

Arga tidak menjawab. Ia menutup pintu kamar tamu dengan perlahan, bersandar di balik pintu itu sambil meremas rambutnya sendiri. Ia membenci Freya, tapi ia lebih membenci dirinya sendiri yang mulai merasa goyah.

1
vania larasati
lanjutt
vania larasati
lanjut
vania larasati
lanjutt
vania larasati
lanjut
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
dasar Arga tak punya hati bukan salah Freya kalo tiba tiba mau pingsan wong emang kondisi lagi hamil muda pasti ada perubahan hormon di tubuhnya 😏
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʏͩᴜᷞʟͧɪᷡᴀͣѕ⍣⃝✰
haduh .. arga.. Arga..
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʏͩᴜᷞʟͧɪᷡᴀͣѕ⍣⃝✰
haduh... ada ada saja ya.. Arga ini
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʏͩᴜᷞʟͧɪᷡᴀͣѕ⍣⃝✰
yang kuat Freya.. tetep semangat..
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʏͩᴜᷞʟͧɪᷡᴀͣѕ⍣⃝✰
Halah... tr juga klepek-klepek Luh.. jatuh cinta sendiri.. awas ya.. pegang kata-kata gw..
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʏͩᴜᷞʟͧɪᷡᴀͣѕ⍣⃝✰
baru nikah... udah ngomongin benci...
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ʏͩᴜᷞʟͧɪᷡᴀͣѕ⍣⃝✰
keren ya.. aku tunggu selanjutnya...
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Arga gue sumpahin Lo suatu saat nanti kau akan jatuh cinta sama Freya dan Freya tidak mau lagi sama kau huffft 😏
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
rasanya mau kutinju saja ini Arga jadi orang kok kasar banget orang memang Freya sakit kepala muak efek dari kehamilan malah dikatain dasarrrr 😏
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Freya kau harus bertahan jangan terlihat lemah di hadapan Arga kau masih punya kakak Alan yang mendukungmu jadi kuatlah dan tetap semangat menjalani hari
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
kasian Freya ternyata diam diam dari dulu suka sama Arga tapi sepertinya Arga tidak dan mungkin juga Arga menyukai orang lain Alice.....
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
waduh begitu dimintai tanggung jawab kagak mau ini Arga padahal kan kau yang ambil kehidupan Freya😏
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ ͩMᷞᴇͧᴍᷡᴀͣ༄⃞⃟⚡
nasib mu freya cuma ngeliat seseorang yg menyukai org lain
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ ͩMᷞᴇͧᴍᷡᴀͣ༄⃞⃟⚡
untung ada alan bisa sedikit legaa freya
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ ͩMᷞᴇͧᴍᷡᴀͣ༄⃞⃟⚡
ta sumpahin arga ini, sosmed bet hd cowo, istri mu loo sekarang freya ini, maso uiya ttp cuekbebek
❤️⃟Wᵃf🍾⃝ ͩMᷞᴇͧᴍᷡᴀͣ༄⃞⃟⚡
maharnya gede juga cinber brp krt tuhh

freya punya keluarga baru setelah sah jadi istri arga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!