NovelToon NovelToon
Hallo, Mas Sersan

Hallo, Mas Sersan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Naylest

Nayra, siswi SMA yang cerewet, polos, dan sedikit konyol, tak pernah menyangka kalau hidupnya akan jadi seribet ini. Semua gara-gara ia jatuh hati pada kakak dari sahabatnya sendiri, Sersan Arga. Seorang Tentara muda yang dingin, cuek, dan hampir tak pernah tersenyum. Hari-hari selalu membayangkan betapa tampannya seorang Arga Arfian.

Nayra selalu mencari cara agar bisa bertemu dan menyapa sang Sersan. Banyak rintangan yang ia lalu, namun itu tak menyurutkan semangat nya untuk memiliki Sersan Arga.
___

"Hallo, Mas Sersan"

Akan menjadi teman bacamu lebih menyenangkan... Yuk Baca selengkapnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naylest, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19. Ternyata Benar.

Dunia Nayra seakan berhenti berputar.

Kata selingkuh menggema di kepalanya, memantul di dinding-dinding hatinya yang selama ini ia kira kokoh. Ayah, sosok yang selalu ia banggakan, tiba-tiba berubah menjadi cerita yang tak pernah siap untuk ia dengar. Tangannya gemetar, matanya panas.

Dan sejak detik itu, Nayra tahu, hidupnya tak akan pernah sama lagi.

"Ternyata benar." Ucapnya pelan.

Hatinya hancur berantakan, Kepercayaan yang selama ini ia rawat, runtuh dalam sekali dengar. Nayra ingin berteriak, tapi suaranya terkunci di tenggorokan. Air matanya jatuh tanpa izin, membasahi kenyataan pahit yang tak bisa ia tolak. Di dadanya sesak dan tak tahu cara bernapas, dan untuk pertama kalinya, Nayra membenci kenyataan yang datang terlalu jujur dan terlalu kejam.

Ia menatap wajah Mama Indy, wajah yang selalu tersenyum di saat menyambut kedatangan laki-laki yang menjadi panutan nya. Mungkin, Nayra tidak akan bisa melihat wajah yang penuh senyuman itu setiap hari. Karena, wajah dan senyuman itu akan pudar dan sirna seketika.

"Kasihan Mama,"

Nayra segera menghapus air matanya, dan langsung menghampiri mamanya yang masih terlihat mengobrol ringan dengan temannya.

"Ma, pulang yuk." Ajaknya.

Mama Indy mengangguk, lalu menoleh ke arah temannya. "Saya pulang dulu, lain kali kita bisa ngobrol lagi."

"Hm, hati-hati dan.." teman Mama Indy tak melanjutkan ucapannya, sekilas ia hanya melirik Nayra, karena tidak ingin apa yang ia ucapkan menjadi pertanyaan besar untuk Nayra. Namun, Nayra sudah mengetahui semuanya.

"Iya," jawab Mama Indy.

Mama Indy dan Nayra pun pulang dengan menggunakan motor masing-masing. Dalam perjalanan pulang, keduanya terlihat tidak fokus pada jalan, mereka terlalu memikirkan tentang perselingkuhan Ayah nya di Luar Kota.

"Pantas saja akhir-akhir ini kamu berubah, Mas. Ternyata kamu sudah ada wanita lain di sana." Kata Mama Indy dengan air mata yang mengalir di pipinya.

Ya, akhir-akhir ini suaminya memang terlihat sangat berbeda. Di rumah, ia lebih sering memainkan handphone, daripada mengajak Mama Indy untuk ngobrol. Padahal waktunya bersama Mama Indy hanya satu atau dua hari saja, karena ia harus kembali ke Luar Kota untuk bekerja. Tapi, kesempatan itu tidak ia gunakan sama sekali.

Tidak hanya Mama Indy, Nayra pun ikut menangis sambil mengemudikan motornya. Rasa kecewa yang ia rasakan begitu amat dalam. Laki-laki yang ia anggap sebagai pahlawan dalam keluarga, mengkhianati mamanya. Mama nya yang selalu menemani dalam susah dan senang nya. Tapi, semuanya terbuang sia-sia, karena orang ketiga.

Tin tin.

Nayra tersentak mendengar suara klakson dari belakang. Ia pun melihat dari kaca spion untuk melihat siapa orang yang mengangetkan nya itu. Namun, belum sempat ia melihat orang tersebut, tiba-tiba Dinda memanggil nya dari samping.

"Nay, berhenti dulu." Teriak Dinda.

Walaupun bingung, Nayra pun mengikuti ucapan Dinda, berhenti di pinggir jalan.

Klek.

Nayra menurunkan standar motornya, lalu membuka helm yang ia gunakan.

"Kenapa, Din?" Tanyanya, lalu melirik Arga yang masih duduk di motor.

Kesedihannya sedikit terobati melihat keberadaan Arga.

"Kamu goncengan sama kak Arga, biar aku bawa motormu." Kata Dinda, membuat Nayra bingung.

"Memangnya kenapa?"

"Apapun masalahmu, berkendara sambil nangis itu bahaya, Nay. Jadi, kamu sama kak Arga aja, aku yang bawa motor kamu."

Mendengar ucapan itu, Nayra terdiam dan bertanya-tanya apakah kesedihan yang dia rasakan terlihat oleh Dinda.

"Aku kelilipan, Din." Kilahnya untuk menutupi masalah yang sedang ia hadapi.

"Kelilipan gak bikin mata kamu berair kaya gitu, Nay. Udah, gak usah bohong. Aku udah lama pelihara kamu, kamu gak bisa bohongin aku." Kata Dinda.

"Pelihara? Ayam kali." Jawab Nayra sambil terkekeh kecil untuk menghibur dirinya.

"Udah sana, keburu malem." Dinda mendorong Nayra dengan pelan ke arah Sersan Arga.

Nayra mengangguk dan tersenyum dalam hati. Hari ini ia mendekatkan kesempatan lagi untuk bersama Arga, namun tak dapat melupakan masalah yang terjadi pada keluarga nya.

Sesampainya di rumah, Arga dan Dinda berpamitan.

"Ingus mu,"

Nayra melotot, dan dengan cepat ia mengelap hidungnya.

"Iihh reseeee." Teriak Nayra setelah Arga dan Dinda pergi, karena tidak ada apa-apa di hidungnya.

Namun ia tersenyum, dan merasa Arga sepertinya tahu apa yang sedang ia rasakan.

**********

1
Mashiro Shiina
Thor, aku rindu banget sama ceritamu, please update secepatnya!
Naylest: Akan saya usahakan ya kak☺️
total 1 replies
Gwatan
Wah, gila sukses bikin aku ketagihan bacanya! (👍)
Naylest: Terima kasih kak☺️
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!