NovelToon NovelToon
Transmigrasi Hanabi

Transmigrasi Hanabi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Reinkarnasi / Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi Wanita / Time Travel / Persaingan Mafia
Popularitas:86k
Nilai: 5
Nama Author: Erika Ponpon

Hanabi di bunuh oleh wakil ketua geng mafia miliknya karena ingin merebut posisi Hanabi sebagai ketua mafia dia sudah bosan dengan Hanabi yang selalu memerintah dirinya. Lalu tanpa Hanabi sadari dia justru masuk kedalam tubuh calon tunangan seorang pria antagonis yang sudah di jodohkan sejak kecil. Gadis cupu dengan kacamata bulat dan pakaian ala tahun 60’an.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Erika Ponpon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19

Malam itu berubah jadi kekacauan. Sirene keamanan Nitro meraung di seluruh gedung bawah tanah. Anggota-anggota berpakaian hitam berhamburan keluar, mencari sumber alarm. Sementara di salah satu lorong yang remang, Moira menyeret Gentha yang masih setengah limbung, wajahnya masih dingin, napasnya berat.

“Tha… lo sadar, kan?!” Moira berbisik tajam.

Gentha tidak menjawab. Tatapannya masih kosong, pupilnya belum kembali normal.

“Tha!” Moira mengguncang bahunya.

Reno datang dari ujung lorong, terengah. “Sial, gue udah bilang jangan nyerang sekarang! Lo hampir aja ngebunuh Razka di depan CCTV, Tha!”

Gentha berhenti melangkah. “Dia pantas mati,” suaranya pelan, tapi mengandung ancaman.

“Dan lo juga bakal mati kalau Razka tahu lo siapa sebenarnya,” Reno membalas cepat. Dia melirik Moira yang tampak cemas, “Kita harus keluar sekarang sebelum patroli dapet wajah lo.”

Moira menekan tombol kecil di jam tangannya. “Gue matiin sensor identitas. Kamera di koridor barat udah ke-looping. Lewat sini.”

Mereka bertiga berlari menembus lorong servis, menuruni tangga darurat. Samar-samar, suara Razka terdengar dari pengeras suara, penuh amarah.

“Tangkap siapa pun yang keluar dari sektor barat! Ada pengkhianat di antara kita!”

Moira menggertakkan gigi. “Dia sadar.”

Begitu mereka sampai di parkiran bawah, Gentha menarik napas panjang. Asap rokok yang belum sempat dihisap kini menempel di saku bajunya, dan darah yang mengering di tangannya terlihat mencolok di bawah cahaya lampu neon.

“Lo harus bersihin ini,” kata Moira cepat, menyerahkan tisu dan jaket. “Kalau enggak, sensor DNA mereka bakal ngedeteksi.”

Gentha menatap tangannya lama, sebelum perlahan berkata, “Dia nyebut Gavintara, Moira. Nama itu keluar dari mulutnya.”

Moira menatap tajam. “Apa maksud lo?”

“Razka. Dia nyebut keluarga Gavintara malam itu… sebelum dia ngebakar rumah gue.”

Moira membeku. Nama itu seperti pisau dingin di udara. Gavintara — keluarga besar tempat Arland berasal.

Reno memecah hening, “Jangan-jangan Nitro bukan cuma musuh lo, Tha. Mereka juga nyambung ke keluarga Arland.”

Moira menatap kosong, pikirannya berputar cepat. “Berarti… semuanya terhubung.”

Gentha akhirnya menatap Moira dengan mata tajam — bukan kemarahan, tapi tekad yang mengerikan. “Gue nggak peduli siapa dalangnya. Selama dia nyentuh keluarga gue, dia bakal ngerasain hal yang sama.”

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Langit pagi terlihat tenang, tapi di dalam rumah Moira, suasananya justru tegang.

Arland duduk di ruang tamu dengan secangkir kopi di tangan, memandangi Moira yang baru turun dari tangga. Wajahnya terlihat lelah, tapi masih menyimpan pesona yang membuat Rio — yang baru lewat membawa roti panggang — hampir menjatuhkan nampannya.

“Pagi,” sapa Arland pelan.

“Pagi juga,” jawab Moira, berusaha tersenyum, meski pikirannya masih kacau.

Tuan Evander lewat sambil membaca surat kabar. “Kalian tampak tegang pagi-pagi begini. Ada masalah?”

Arland menimpali cepat, “Nggak, Paman. Cuma… Moira akhir-akhir ini sibuk banget di kampus.”

Rio duduk di sebelah Moira, lalu berbisik dengan nada menggoda, “Sibuk di kampus? Atau sibuk di dunia gelap?”

Moira menatapnya tajam, memberi sinyal agar diam.

Rio hanya nyengir, lalu menatap Arland dengan gaya genit — “Arland, lo minum kopi doang? Nggak sarapan bareng gue?”

Arland memutar bola mata. “Rio, please.”

Tuan Evander tertawa kecil, tidak sadar ketegangan yang disembunyikan di antara mereka.

Begitu Tuan Evander pergi ke ruang kerja, Arland mendekat.

“Gue denger semalam lo pulang larut banget. Ada apa, Moira?”

Suara Moira nyaris goyah. “Cuma urusan kelompok tugas… di perpustakaan.”

Arland memicingkan mata. “Moira, gue tahu kapan lo bohong.”

Hening. Moira tak sanggup menatap matanya.

Tapi sebelum Arland bisa bertanya lebih jauh, ponselnya bergetar — pesan dari seseorang yang tak asing Jackson.

“Nanti malam.”

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Bandara Soekarno-Hatta sore itu ramai seperti biasa. Orang-orang lalu lalang dengan koper besar, suara pengumuman kedatangan dan keberangkatan bercampur dengan deru mesin. Tapi di antara keramaian itu, dua sosok tampak mencurigakan berdiri di dekat area kedatangan internasional.

Bima mengenakan hoodie abu gelap dan topi hitam, sementara Rio berdandan seperti “asisten pribadi selebriti” — kacamata besar, jaket pink pastel, dan scarf bermotif bunga. Perpaduan yang jelas tidak blend-in sama sekali.

“Yo, lo yakin mau nyamar kayak gitu? Lo malah kelihatan kayak mau ngegosip di tukang sayur, bukan nyulik orang,” bisik Bima sambil menatap sekeliling.

Rio memutar mata dan menepuk pundak Bima pelan. “Sayang, ini bukan nyamar, ini gaya. Kalau gue tampil kayak lo, orang-orang malah curiga. Gaya flamboyan itu bikin semua orang mikir kita harmless. Ingat, prinsip keempat penyamaran never look dangerous.”

Bima mendengus. “Prinsip dari mana tuh? Dari buku ‘1001 Gaya Penculik Elegan’?”

Rio mendecak, “Dari pengalaman lapangan, sayang.”

Sebelum Bima sempat membalas, pengumuman terdengar.

“Penerbangan dari Singapura telah tiba di Gate D-3.”

Rio langsung tegak. “Itu dia. Jiyo Gavrila Han. Target manja kita.”

Bima menatap data di ponselnya — foto Jiyo yang dikirim Moira. Seorang perempuan dengan rambut cokelat gelap, tubuh ramping, dan aura classy khas orang yang hidup di luar negeri terlalu lama. “Oke, jadi rencananya lo yang mendekat, gue standby buat eksekusi, kan?”

Rio tersenyum sinis. “Bener banget, beruang besar. Gue yang rayu, lo yang culik.”

Tak lama, pintu kedatangan terbuka. Para penumpang keluar satu per satu, dan di antara mereka, muncullah Jiyo — mengenakan blazer putih, celana panjang hitam, dan kacamata hitam yang membuatnya tampak seperti CEO yang baru pulang dari pertemuan bisnis.

“Fix,” gumam Rio. “Dia kelihatan mahal. Gue jadi pengen minta skincare routine-nya dulu sebelum nyulik.”

“Yo.” Bima menatap tajam. “Fokus.”

Rio langsung mengganti ekspresi menjadi profesional. Ia berjalan anggun ke arah Jiyo sambil membawa papan bertuliskan nama palsu: “Ms. Han — Private Pickup”.

Jiyo melihat papan itu dan mengangkat alis. “You’re here for me?” suaranya lembut tapi waspada.

Rio tersenyum ramah. “Of course, Ms. Han! Mr. Razka send me personally to pick you up. He said you just landed, right?”

Begitu nama Razka disebut, wajah Jiyo melunak sedikit. “Ah, okay… I thought he forgot.”

Rio menahan mual. “He never forgets someone like you, dear.”

Sambil menuntun Jiyo keluar, Rio memberi kode halus — dua ketukan di gelangnya. Sinyal itu langsung ditangkap oleh Bima yang menunggu di dekat parkiran.

Begitu mereka sampai di area mobil, Rio pura-pura membuka pintu mobil sewaan. “Please, masuk duluan aja. Mr. Razka bilang mau langsung bawa Anda ke tempat pertemuan.”

Jiyo mengangguk, tapi baru satu langkah masuk mobil—

Srek!

Bima muncul dari sisi belakang, menutup mulut Jiyo dengan kain kecil yang sudah dibasahi bius ringan.

“Maaf, nona cantik,” bisik Bima cepat. “Kita nggak kerja buat Razka.”

Jiyo sempat menendang, tapi Bima menahannya dengan cepat dan hati-hati agar tidak menimbulkan perhatian. Dalam hitungan detik, tubuhnya melemas.

Rio buru-buru menutup pintu mobil dan menatap Bima. “Ya ampun, bisa nggak lo pelan dikit? Gue nggak mau makeup gue rusak karena keringat panik, tahu.”

Bima mendengus. “Lama-lama gue sumpel mulut lo pakai kaos kaki gue yang gak gue cuci selama satu tahun.”

Rio langsung masuk ke kursi depan dan menyalakan mesin. “Ih jijay bajay lo jorok sekali Bima sayang…Oke, sayang, next stop—base Gentha. Dan tolong ya, jangan sampai Moira tahu kita hampir kepergok satpam bandara.”

Bima memutar bola mata. “Gue yakin Moira udah tahu, Yo. Dia tuh kayak punya radar dosa.”

Mobil itu melaju cepat keluar dari bandara, meninggalkan gemuruh lalu lintas malam.

Di kursi belakang, Jiyo tertidur dengan wajah tenang — belum tahu kalau hidupnya sebentar lagi akan berubah total.

1
Atalia
bagus jangan mau tindas ancam balik
Atalia
keren kali loh 😅
Atalia
wah pengkhianatan nii
Sapna Anah
wajarlah sella d rendahin cara kamu ga bener shi
Sapna Anah
moira genta katanya mafia ko ga teliti
Senja
yuk
Eva Akmal
seru
kriwil
lagian om om punya anak laki di rumah kok ngundang jalang ngineb di rumah🤣
kriwil
brisik amat simaoira ini katanya ketua mafia lelet kek keong🤣
kriwil
knp ga gentha peran utamanya
kriwil
emang bakalan sama si arland bukanya waktu culun arland nya ga sudi deket² sama si moira masa udah berubah mau aja di jadi in tunangan🤭
Auzora
ini bukan sama kayak filmnya Gading Martin gak sin yang di kejar² anjing itu😄
Auzora
ini lanjutan dari transmigrasi belvia ke 2 apa gimana thor. kok Casey malah muncul kak sini
Auzora
lah alter egonya belvia udah pindah haluan disini toh ama Elijah juga dicariin kemana ? taunya malah ada di sini🤣
Muhammad Kevin
cerita gk masuk akal pantesan sepi 🤭🤣
Reycaryuca: Udah aku laporin akun mu…. Karena sering berkomentar rasis kasar ngatain2 author lainnya….
total 1 replies
Bu Santy Indrias Tuti
sippp
Dewiendahsetiowati
yah Thor padahal bagus dan q nunggu up mu tiap hari
Reycaryuca: Maaf ya ka 🙏🏻😭
total 1 replies
Lia Aurora
kak ayo smngt🥰 harus bisa bikin cerita kayak belvia lagi yg smpai season dua nya. semoga ide selalu tertuang dalam ketikan, imajinasi dan di kepala kakak ya. agar terus melahirkan karya2 yg bagus dan menarik kayak novel kakak yg lain terutama kayak belvia🥰 we love you kak,jgn putus asa ya. semoga next dpt terus feel dan ide2 gila dlm berkarya ya🥰😘
Lia Aurora: sama2 kak🥰
total 2 replies
Lia Aurora
astaga🥺 ternyata sesakit ini ditinggal pas lagi syg2nya🥺 padahal setiap hari nunggu update. ga tau kenapa update author yg ini berat bngt buat baca. felling nya aku g meleset ternyata bnr sakit bngt pas tau update hanya utk TDK mlnjutkn novel nya. pntesan berat bngt buat buka updatenya ini.😭 aku suka dan setia membaca cerita author cari2 lagi dimana ada kisah yg ada alteregonya kayak belvia dan dapet di Hanabi tapi malah putus ditengah jalan. kayak lagi break sama pacar katanya mau fokus ke pendidikan taunya ada yg lain. makjleb bet rasanya 😭
Lia Aurora: sama2 loh😍
total 4 replies
Chauli Maulidiah
aku pembaca setiamu Thor. jujur kecewa sih cerita nya putus ditengah jalan. karna memang kln cerita nya sepertinya tdk berkembang. dan ceritanya ini main dibawa kemana. konflik intinya apa, tokoh utamanya yg mana.dan msh byk lagi kekurangan dr cerita ini. cm aku sbg pembaca, hanya bs mengamati. aku pikir oh ini mgkn msh awal, ntar lama2 pasti alurnya fokus untuk konflik inti yg melibatkan tokoh utama nya. tp ya apapun itu, aku ttp dukung km Thor. gpp, mgkn km butuh rehat dl. sambil bikin cerita yg lbh hebat lagi. tak tgg cerita selanjutnya Thor. semangaaat ✊✊✊✊
Reycaryuca: Oke ka terimakasih atas sarannya mungkin itu alasannya dan nanti aku perbaiki lagi ka… semangat juga ka..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!