NovelToon NovelToon
Warisan Mutiara Surgawi

Warisan Mutiara Surgawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Mengubah Takdir / Ruang Ajaib
Popularitas:10.8k
Nilai: 5
Nama Author: Agen one

Setelah hidup selama 500 tahun penuh pengkhianatan, kesengsaraan, dan perjuangan, Tian Hao akhirnya kembali ke masa lalu.

Dengan ingatan dari kehidupan sebelumnya, ia memperoleh Warisan Mutiara Surgawi yang mempercepat jalur kultivasinya.

"Kali ini... aku akan mencapai keabadian."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26: Persiapan rencana

Ia menyadari Tian Fei, ayahnya, sedang menatapnya dari kejauhan dengan kening berkerut. Ayahnya tampak bingung melihat Tian Hao yang kembali terlihat lemah dan tidak berdaya, sangat kontras dengan pemuda yang hampir membutakan pangeran satu tahun lalu.

​"Sepertinya dugaanku benar," gumam Tian Fei pelan kepada istrinya. "Anak itu hanya beruntung saat duel dulu karena pangeran sedang menahan diri. Lihat dia sekarang, kembali menjadi sampah yang tak berguna."

​Fei Lin, instruktur mereka, juga tidak melepaskan pandangannya dari Tian Hao. Pengawasannya semakin ketat, seolah-olah ia sedang menunggu Tian Hao melakukan satu kesalahan kecil untuk menjatuhkannya.

​Tian Hao merasakannya. Ia menyadari bahwa lingkungan ini mulai menjadi terlalu sempit dan beracun. "Sepertinya aku harus mulai melakukan pembersihan," bisiknya pada angin.

​Saat Tian Hao berjalan kembali menuju paviliunnya yang sepi, perjalanannya dihentikan oleh tiga orang murid luar yang selama ini sering menjadikannya sasaran amarah. Mereka dipimpin oleh seorang pemuda bertubuh gempal bernama Zhao.

​"Lihat siapa ini. Si sampah yang ditinggal pergi oleh pelindungnya," ejek Zhao, merenggangkan jemarinya hingga berbunyi.

​"Pangeran sudah pergi, Tian Hao. Tidak ada lagi yang akan berpura-pura kalah darimu untuk menunjukkan belas kasih," tambah murid lainnya sambil tertawa sinis.

​Tian Hao berhenti melangkah. Ia melirik ke sekeliling. Lorong ini cukup sepi, dikelilingi oleh tembok tinggi dan pohon-pohon rindang. Tidak ada penjaga, tidak ada Fei Lin, tidak ada saksi.

​"Kalian benar-benar arogan dan sombong," ucap Tian Hao datar. Suaranya tidak mengandung emosi, hanya sebuah pernyataan fakta yang dingin.

​Zhao tersulut emosi. Ia melayangkan sebuah pukulan lurus ke wajah Tian Hao. "Kau berani bicara begitu?!"

​BUGH!

​Tian Hao tidak menghindar sepenuhnya. Ia membiarkan pukulan itu menyerempet bahunya, membuat tubuhnya terhuyung ke belakang. Itu adalah pengalihan.

Di saat perhatian ketiga murid itu tertuju pada tubuhnya yang tampak rapuh, Tian Hao memberikan kode melalui sentuhan di punggungnya.

​Bai, eksekusi.

​Seekor bayangan putih kecil melesat keluar dari tengkuk jubah Tian Hao secepat kilat. Bai Kecil bergerak di antara bayangan lantai, menyelinap ke belakang kaki ketiga murid itu tanpa mengeluarkan suara sedikit pun.

​Tian Hao segera berlari menuju arah semak-semak yang lebih gelap di dekat paviliun tua yang tak terpakai. "Kejar aku jika kalian bisa, pecundang!"

​"Sialan! Jangan lari kau!" teriak Zhao yang langsung memimpin pengejaran.

​Begitu mereka masuk ke area yang benar-benar tertutup, Tian Hao berhenti dan berbalik. Wajahnya yang tadi tampak takut kini berubah menjadi sedingin es.

​"Sudah waktunya," ucap Tian Hao.

​Ketiga murid itu tiba-tiba merasakan sakit yang luar biasa tajam di tumit mereka.

Sebelum mereka sempat melihat apa yang menggigit mereka, racun pelumpuh dari Bai Kecil sudah bekerja. Saraf mereka mati rasa seketika.

Tubuh mereka ambruk ke tanah seperti karung gandum, mulut mereka menganga namun tidak bisa mengeluarkan suara karena otot tenggorokan mereka telah membeku.

​Tian Hao berjalan mendekat. Ia menatap mereka satu per satu. Tidak ada kebencian di matanya, hanya ketenangan seorang pembersih yang sedang membuang sampah pada tempatnya.

​"Kalian ingin hiburan?" Tian Hao berjongkok di depan Zhao yang matanya melotot ketakutan. "Aku akan memberi kalian peran penting dalam kekacauan yang akan terjadi malam ini."

​Tian Hao menyeret tubuh mereka yang kaku satu per satu ke dalam gudang bawah tanah paviliun tua yang sudah lama ditinggalkan.

Ia tidak membunuh mereka sekarang; ia membutuhkan mereka tetap bernapas untuk rencana berikutnya.

Malam ini, kediaman keluarga Tian yang sombong ini akan merasakan getaran ketakutan yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

​Darah harus dibayar dengan kekacauan, dan bagi Tian Hao, ini hanyalah langkah kecil untuk memastikan jalannya menuju puncak tidak lagi terganggu oleh suara-suara sumbang yang tidak berarti.

1
aldo
lanjut thor seru sekali 🙏🙏
𝘿𝙚𝙬𝙖 𝘽𝙤𝙣𝙜𝙠𝙤𝙠
tes ..🤔
aldo
lanjut thor seru sekali 🙏🙏🙏🙏
Leon: /Bye-Bye/
total 1 replies
saniscara patriawuha.
sat set sat set...
Leon: 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
saniscara patriawuha.
sikattttt...
Leon: 👍👍👍👍👍
total 1 replies
saniscara patriawuha.
gassddddd....
saniscara patriawuha.
kasihhh fahammm duluu lahhhh.....
saniscara patriawuha.
biasanya langsung masuk ke dentiannya untuk membantu kultivasinya...
Leon: Hehe, memang di dunia Tianxu sistem kultivasi nya begitu bang/Shy/
total 1 replies
saniscara patriawuha.
gassssdd....
Leon: 🥲🙂🙂🙂🙂
total 1 replies
saniscara patriawuha.
lanjuttttkeunnnnn
saniscara patriawuha.
gasssss...
saniscara patriawuha.
tapi bisakah nanti mang MC kembali lagi ke masa depan untuk membalaskan dendamnya....
y@y@
👍🏿⭐👍🏻⭐👍🏿
aldo
lanjut thor
Leon: siaapp. jangan lupa kasih bintang 5 ya🙏🙏🙏
total 1 replies
y@y@
👍🏿🌟👍🏼🌟👍🏿
y@y@
🌟👍🏿👍🏼👍🏿🌟
Leon
ngopi lur/Coffee/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!