[Ding!]
[Sistem telah menyatu dengan Host baru.]
[Selamat Host mendapatkan hadiah perkenalan 10.000.000.000 rupiah.]
[Terdapat tugas Sistem yang harus Host selesaikan: Habiskan seluruh uang selama 1 jam untuk mendapatkan hadiah rabat 10 kali lipat dari uang yang Host habiskan.]
*
Karina baru saja dipecat dari perusahaan dengan uang pesangon terkena potongan hingga 50 persen.
Di bawah panas teriknya sinar matahari pagi, Karina yang baru melangkah keluar dari tempatnya bekerja, tiba-tiba suara lembut muncul dalam pikirannya, dan sejak saat itu hidupnya berubah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SiPemula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Terungkapnya Alamat Tempat Tinggal Karina
"Sistem, sudah lama aku nggak melihat statusku. Aku jadi penasaran seperti apa statusku saat ini!"
[Ding!]
[Apa Host ingin melihat status terbaru?]
"Ya, aku ingin melihatnya."
[Ding!]
[Menampilkan Status Host]
Nama: Karina (Kultivator Tahap Master Tingkat 5)
Usia: 22 Tahun
Akar Spiritual:
- Cahaya
- Petir
- Angin
- Api
Tubuh Khusus : Phoenix Abadi (Efek Khusus Bangkit Dari Kematian, Kekuatan Spiritual Api Meningkat Drastis)
Roh Pelindung: Phoenix Suci (Tingkat Tyrant)
Kecantikan: 100 Poin (Maksimal)
Kekuatan: 29.900 Poin
Kecerdasan: 100 Poin (Maksimal)
Keberuntungan: 100 Poin (Maksimal)
Keuangan: Rp257.336.225.500.000
Keahlian:
- Mengemudi Segala Jenis Kendaraan
- Beladiri Level 10
- Hacker
- Manajemen Bisnis Level 10
Jurus:
- Domain Api Membara (Tingkat Tinggi)
Aset:
- Aurora Grand Mall
- Mansion Sky Palace 01
- Black Sovereign
- Blackstone Earthworks ( Perusahaan Tambang Dan Konstruksi Terbesar Urutan 3 Di Dunia)
- Celestial Plate
- Perguruan Pedang Langit
Ruang Penyimpanan:
- 2 Pil Kecantikan Level 10
- 10 Pil Peningkatan Kekuatan
- 10 Pil Peningkatan Kecerdasan
- 2 Pil Kultivasi
- 7 Pil Langit Level 10
- 2 Pil Kebangkitan Akar Spiritual Acak
Bawahan Dan Asisten:
- 10 Pengawal (Pemilik 100 Poin Kekuatan)
- 10 Kultivator Tingkat 5 (Pengawal Host)
- 100 Kultivator Tingkat 2 (Penjaga Black Sovereign)
- 10 Kultivator Tingkat 3 (Pengawal Pengelola Black Sovereign)
- Olivia (Asisten Yang Mengelola Aurora Grand Mall)
- Martin (Asisten Yang Mengelola Celestial Plate)
- Adam (Asisten Yang Mengelola Black Sovereign)
- Zagan (Asisten Yang Mengelola Blackstone Earthworks)
- Raga ( Asisten Sekaligus Pemimpin Perguruan Pedang Langit, Kultivator Tingkat High Grandmaster)
*
Karina dibuat takjub oleh statusnya sendiri, juga printilan lainnya yang membuatnya resmi terlahir sebagai sosok baru.
"Sekarang saatnya melihat Ayah dan Ibu!"
Menutup layar hologram yang semuanya telah dia mengerti, Karina yang sudah mandi dan mengganti pakaiannya setelah lebih dari 7 hari berlatih, cepat dia pergi ke taman belakang, tempat dimana Adrian dan Sophia berada, dimana mereka sehari lebih cepat menyelesaikan latihannya dibandingkan Karina.
Setelah melihat sosok dua orang yang dirindukannya, Karina bisa merasakan kekuatan mereka telah meningkat sampai dengan Tahap Master, tapi itu baru di Tingkat 2.
[Ding!]
[Tuan Adrian berhasil membangkitkan Akar Spiritual Api, sementara Nyonya Sophia berhasil membangkitkan Akar Spiritual Angin. Ke depannya mereka bisa saling bekerjasama untuk mengalahkan lawan.]
Suara Sistem membuat muncul rasa puas tersendiri dalam diri Karina, dimana dia merasa lebih tenang jika sewaktu-waktu ada bahaya yang mengancam orangtuanya.
Di sisi berbeda, Sophia dan Adrian yang melihat kemunculan Karina, cepat mereka datang menghampiri sang putri, dan ketiganya tampak seolah sedang melepas rindu, padahal mereka selama beberapa hari terakhir tak pergi kemana-mana, hanya saja terpisah oleh sebuah dinding pembatas.
Sungguh suasana keluarga kecil yang dipenuhi kehangatan, jauh berbeda dengan suasana di rumah keluarga Pratama yang tengah diselimuti aura ketegangan, dimana hari ini Celine harus menikah dengan Baron, dan semua itu bukan sesuatu yang bisa ditolak oleh wanita itu ataupun keluarganya.
Hanya akan ada acara pernikahan sederhana, dimana pernikahan yang akan dilangsungkan siang ini dilakukan secara tertutup, bertempat di rumah keluarga Pratama.
Sejak dua hari lalu Celine berkali-kali mencoba melarikan diri, tapi percobaannya senantiasa digagalkan oleh anak buah Baron, hingga akhirnya kini dia terkunci di dalam kamar, tak bisa pergi kemana-mana.
Tetapi di detik terakhir, kabar yang sangat baik diterima Celine, dimana dalam perjalanan menuju rumah keluarga Pratama, mobil yang membawa Baron mengalami kecelakaan.
Dikabarkan Baron, supir, seorang pengawal, juga asisten pribadi Baron, mereka semua mati dalam kecelakaan, dimana saat ini mobil yang membawa mereka berada di dasar jurang dalam keadaan terbakar hebat.
Meski belum dipastikan apa mereka yang ada di dalam mobil benar-benar mati, tapi melihat keadaan mobil yang hancur dan terbakar tanpa adanya tanda-tanda orang berhasil keluar dari mobil, bisa dipastikan semua orang di dalam mobil hanya meninggalkan nama.
Para pengawal yang berjaga di rumah keluarga Pratama segera pergi ke lokasi kecelakaan, membuat satu keluarga itu bersorak kegirangan, apalagi kini Celine sudah bisa kembali berkumpul dengan yang lainnya.
"Celine, keluarga kita memang diberkati keberuntungan setelah tak lagi memiliki hubungan dengan keluarga itu!"
Lestari sampai enggan menyebut nama kelurga putrinya karena rasa benci yang begitu besar.
Sejak Karina menolak menikah dengan Bara dan juga menolak membantu menyelesaikan masalah keluarga Pratama, rasa benci Lestari pada keluarga Karina semakin besar.
Rasa benci serupa juga dimiliki oleh anggota keluarga Pratama yang lain, membuat mereka menegaskan pada diri sendiri selamanya tak akan memaafkan kesalahan keluarga Karin.
Sayangnya apa yang mereka tegaskan tak berpengaruh apapun pada keluarga Karina, dan lagi sebenarnya itu hanyalah tuduhan kesalahan yang mereka buat-buat pada Karina dan orangtuanya.
"Kakek, Nenek, Dad, Mom, Ma, Pa, apa masih belum ada informasi tentang dimana mereka tinggal? Aku benar-benar marah ke mereka, dan rasanya aku ingin mengacak-acak wajah mereka, terutama si Karina!" ujar Celine dengan kebencian yang tampak begitu besar pada Karina.
"Dalam beberapa hari ini informasi itu belum didapatkan, bahkan orang-orang yang kita sebar untuk mencari keberadaan mereka hingga saat ini sekalipun nggak pernah menemukan mereka," ucap Lestari.
Dia sudah mengeluarkan banyak uang untuk menyewa banyak orang dengan tujuan menemukan Karina ataupun orangtuanya, tapi sampai saat ini usahanya belum menampakkan hasil.
"Nek, mungkinkah mereka tak lagi tinggal di kota ini?" ucap Celine.
Tetapi, saat ini juga sebelum Lestari merespon ucapan cucu kesayangannya, tiba-tiba ada salah satu orang yang ditugaskan mencari keberadaan Karina dan orangtuanya menghubungi Lestari.
Pembicaraan Lestari dengan orang itu berlangsung singkat, tapi dalam pembicaraan itu semua orang tau jika ada petunjuk tentang keberadaan keluarga Karina.
Senyum penuh kepuasan tampak terlihat di wajah Lestari usai menerima panggilan telepon dari orang yang telah berhasil menemukan lokasi tempat tinggal keluarga Karina.
"Jadi, mereka selama ini tinggal dimana?" tanya Darman.
"Mereka tinggal di Mansion Sky Palace 01, dan ini adalah bukti keberadaan mereka di tempat itu!"
Lestari menunjukkan pada keluarganya foto yang memperlihatkan Karina, Sophia dan Adrian yang sedang masuk ke dalam mobil, sebuah mobil Rolls-Royce Cullinan, dan itu adalah foto baru, menunjukkan jika itu memang tempat tinggal mereka bertiga.
"Mereka bersenang-senang di atas penderitaan kita! Mereka ini benar-benar nggak termaafkan!" seru Rudi marah.
"Tunggu apa lagi? Mari kita pergi ke tempat itu sebelum mereka pulang, kita rebut semua milik mereka, lalu kita tendang keluar mereka dari tempat itu!"
Lestari bangkit dari tempat duduknya, dan segera bersiap pergi ke Mansion Sky Palace 01.
Yang lain mengikuti Lestari, dimana mereka ingin memanfaatkan ketidakhadiran Karina dan keluarganya untuk merebut kepemilikan tempat tinggal mewah impian seluruh anggota keluarga Pratama.