NovelToon NovelToon
Menikahi Gadis Badung

Menikahi Gadis Badung

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda / Pernikahan Kilat / Teen Angst / Cinta Seiring Waktu / Paksaan Terbalik / Menyembunyikan Identitas
Popularitas:146.1k
Nilai: 5
Nama Author: Nana 17 Oktober

Akay, pemuda yang kadang bermulut pedas, terjebak dalam pernikahan dengan Aylin, gadis badung yang keras kepala, setelah menabrak neneknya. Itu adalah permintaan terakhir sang nenek—dan mereka harus menandatangani perjanjian gila. Jika Akay menceraikan Aylin, ia harus membayar denda seratus miliar. Tapi jika Aylin yang meminta cerai, seluruh harta warisan neneknya akan jatuh ke tangan Akay!

Trauma dengan pengkhianatan ayahnya, Aylin menolak mengakui Akay sebagai suaminya. Setelah neneknya tiada, ia kabur. Tapi takdir mempertemukan mereka kembali di kota. Aylin menawarkan kesepakatan: hidup masing-masing meski tetap menikah.

Tapi apakah Akay akan setuju begitu saja? Atau justru ia punya cara lain untuk mengendalikan istri bandelnya yang suka tawuran dan balapan liar ini?

Apa yang akan terjadi saat perasaan yang dulu tak dianggap mulai tumbuh? Apakah pernikahan mereka hanya sekadar perjanjian, atau akan berubah menjadi sesuatu yang tak pernah mereka duga?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

19. Perdebatan Diatas Ranjang

Aylin berbaring di sisi ranjangnya dengan punggung menghadap Akay, selimut ditarik sampai ke dagunya. Ia mencoba tidur, tapi kesadaran bahwa pria menyebalkan itu ada di ranjang yang sama membuatnya sulit memejamkan mata.

Di sisi lain, Akay berbaring santai dengan satu tangan di bawah kepala, menatap punggung istrinya yang kaku seperti patung. Ia menahan senyum, lalu sengaja bergerak sedikit, membuat kasur berdecit pelan.

Aylin refleks menegang. "Jangan gerak-gerak!" desisnya kesal.

"Kenapa?" tanya Akay santai. "Takut jatuh cinta kalau aku terlalu dekat?"

Aylin langsung membalikkan badan, menatapnya dengan mata menyipit. "Aku takut kesurupan kalau melihat mukamu sebelum tidur!"

Akay terkekeh, tidak tersinggung sama sekali. Ia justru semakin jail, tiba-tiba mengulurkan tangannya dan menjentikkan dahi Aylin dengan ringan.

"Aduh! Akay!" Aylin mengusap dahinya sambil mendelik.

"Refleks. Tadi kamu melotot kayak mau makan orang," jawab Akay dengan wajah tak berdosa.

Aylin mendengus, lalu memilih berbalik lagi, memunggungi Akay. Tapi baru beberapa detik kemudian, ia merasakan sesuatu yang aneh.

Ada hawa panas di belakangnya.

Perlahan, Aylin melirik ke belakang... dan langsung membelalak. Akay berbaring miring, wajahnya hanya beberapa inci dari punggungnya!

"Apa-apaan kamu?!" Aylin refleks mendorong bahunya.

Akay tertawa kecil. "Ranjangnya sempit, aku juga butuh ruang."

"Ranjangnya besar!" seru Aylin, frustrasi. "Geser ke sana!"

"Tapi di sini lebih hangat," Akay beralasan sambil menutup mata seolah siap tidur.

Aylin menggeram, lalu dengan niat penuh mendorong Akay lebih jauh—tapi pria itu justru tanpa sengaja kehilangan keseimbangan dan...

Bruk!

Akay jatuh ke lantai.

Suasana hening sejenak.

Aylin berkedip beberapa kali, lalu menahan tawa dengan susah payah. Tapi melihat ekspresi Akay yang bengong di lantai, ia tidak bisa menahan diri lebih lama.

"HAHAHAHA!" Aylin tertawa terpingkal-pingkal sambil memeluk perutnya.

Akay yang awalnya terkejut, akhirnya mengangkat wajah dan menyipitkan mata ke arah istrinya yang masih tertawa puas.

"Tega banget sih, Lin," Akay pura-pura mengeluh. "Aku ini suamimu, tahu!"

Aylin menyeka air matanya karena terlalu banyak tertawa. "Salah sendiri! Siapa suruh ganggu aku tidur?"

Akay bangkit, kembali ke atas ranjang dengan tatapan penuh niat balas dendam.

Aylin yang menyadari gelagat berbahaya itu langsung memundurkan tubuhnya. "Akay... jangan macam-macam!"

Tapi sudah terlambat.

Dengan gerakan cepat, Akay mencubit pinggang Aylin yang langsung berteriak kegelian.

"Akaaaay! Berhenti!" Aylin tertawa sambil meronta-ronta.

"Tidak sampai kamu minta maaf karena menjatuhkanku," jawab Akay dengan senyum jail, terus menggelitik pinggang istrinya.

Aylin semakin tertawa keras, mencoba menepis tangan Akay. Tapi pria itu tidak berniat berhenti.

"Aku menyerah! Aku menyerah! Maaf!" Aylin akhirnya berteriak di antara tawanya.

Akay akhirnya berhenti, tertawa kecil melihat wajah istrinya yang sudah merah karena terlalu banyak tertawa.

Aylin terengah-engah, menatap Akay dengan sebal, lalu menarik selimutnya cepat dan kembali membelakangi pria itu. "Dasar menyebalkan," gumamnya pelan.

Akay tersenyum puas. "Selamat tidur, istri kecilku."

Aylin hanya mendengus, tapi sudut bibirnya tanpa sadar sedikit terangkat.

Sejenak suasana menjadi hening. Namun Aylin yang tidur membelakangi Akay tiba-tiba membuka matanya. Sesuatu terlintas dalam pikirannya, membuatnya sedikit gelisah. Setelah beberapa detik ragu, akhirnya ia berdeham pelan sebelum berbicara.

"Kay," panggilnya tanpa menoleh.

"Hm?" Akay yang sedang setengah mengantuk hanya menanggapi dengan gumaman.

"Aku nggak usah dianter ke sekolah lagi," lanjut Aylin, suaranya terdengar lebih hati-hati. "Gimana kalau ada yang curiga? Kalau sampai ketahuan aku sudah menikah, bisa-bisa aku dikeluarkan dari sekolah."

Akay yang tadinya hampir terlelap, langsung membuka matanya. Ia menoleh ke arah punggung Aylin dan menaikkan sebelah alis. "Oh, jadi itu yang kamu pikirin sebelum tidur?" tanyanya santai.

Aylin mengangguk kecil. "Iya, serius, Kay. Aku nggak mau dikeluarin dari sekolah gara-gara ini."

Alih-alih menjawab dengan serius, Akay justru menyeringai kecil. Dengan gerakan cepat, ia menarik pinggang Aylin hingga tubuh mungil itu hampir menempel padanya.

"Akay!" Aylin terkesiap, berusaha menjauh, tapi Akay malah menahan lebih erat.

"Kamu takut ketahuan sudah menikah?" bisiknya tepat di telinga Aylin, membuat gadis itu merinding.

"T-tentu aja! Ini masalah besar!" Aylin berusaha tetap tegas meski wajahnya sudah mulai memerah.

Akay terkekeh pelan. "Kalau ketahuan, kita tinggal nikah ulang aja. Biar sekolahmu sekalian jadi saksi," ujarnya santai.

Aylin mendelik, mendengus kesal. "Dasar nggak serius!"

Akay tertawa kecil, lalu dengan santai menyandarkan dagunya di pundak Aylin. "Tenang aja. Aku bakal pastiin nggak ada yang curiga. Tapi kalau kamu tiba-tiba pengen pamer suami gantengmu ke satu sekolah, aku juga nggak keberatan, sih."

Aylin langsung mendengus frustrasi. "Lupakan! Aku ngomong sama tembok aja pasti lebih masuk akal daripada ngomong sama kamu!"

Akay hanya terkekeh puas sebelum akhirnya kembali memeluk istrinya erat.

Aylin merasakan lengan Akay melingkar erat di pinggangnya, membuat tubuhnya benar-benar terperangkap. Ia langsung menegang.

"Akay, lepasin," protesnya, mencoba mendorong lengannya.

Namun, pria itu malah semakin mengeratkan pelukannya, bahkan mendekatkan wajahnya ke leher Aylin. "Nggak mau," gumamnya dengan nada malas, seolah sedang menikmati posisi mereka saat ini.

Aylin menggigit bibirnya, wajahnya mulai memanas. "Jangan manja, ah!"

"Aku nggak manja. Aku cuma menikmati waktu bersama istri kecilku," balas Akay santai, suaranya terdengar lebih berat dan tenang.

Aylin semakin gelisah. Ia bisa merasakan setiap hembusan napas Akay menyentuh kulitnya, membuat jantungnya berdebar tak karuan. "K-kalau kamu nggak lepasin, aku bakal—"

"Bakal apa?" potong Akay cepat, suaranya terdengar menggoda.

Aylin terdiam. Otaknya mendadak kosong. Sial! Kenapa dia malah jadi gugup begini? Seharusnya dia bisa marah atau minimal memberikan ancaman yang lebih tegas, tapi tubuhnya malah mematung.

Akay yang menyadari Aylin hanya diam malah terkekeh kecil. "Kamu nyaman, ya?" godanya.

Aylin spontan mengerang frustrasi. "Enggak!" buru-buru ia menyangkal, tapi suaranya malah terdengar tidak yakin.

"Ah, masa?" Akay semakin mendekatkan wajahnya, nyaris menyentuh pipi Aylin.

Aylin menutup mata erat-erat, menahan rasa malu yang makin menumpuk. Kenapa dia nggak bisa mendorong pria ini? Kenapa dia malah membiarkan dirinya terus dipeluk seperti ini?

Lalu, Akay tiba-tiba tertawa kecil dan melepaskan pelukannya sedikit. "Ya udah, kalau kamu nggak nyaman, aku kasih ruang."

Aylin langsung berbalik, siap membalas dengan omelan panjang. Tapi yang ia lihat malah senyum jail di wajah suaminya.

"Kamu mau bilang apa?" tanya Akay santai, tetap mempertahankan ekspresinya yang menyebalkan.

Aylin mengepalkan tangannya. "Dasar laki-laki menyebalkan!" Dengan gerakan cepat, ia menarik selimut dan membenamkan wajahnya, berusaha menyembunyikan pipinya yang sudah merah padam.

Akay menatap istrinya yang kini bersembunyi di balik selimut dengan ekspresi geli. Ia bisa melihat ujung telinga Aylin yang memerah, tanda jelas kalau gadis itu tengah malu.

"Hei," panggil Akay, menepuk pelan punggung Aylin yang masih bergeming di dalam selimut. "Masa diam aja?"

Aylin tetap tak merespons. Ia berusaha keras mengabaikan keberadaan pria di sebelahnya, berharap Akay bosan dan akhirnya tidur. Tapi ternyata harapannya sia-sia.

Akay justru semakin menggoda. Ia menarik sedikit selimut yang menutupi kepala Aylin, mengintip ke dalam. "Jangan ngambek gitu, dong. Aku cuma becanda."

"Aku nggak ngambek!" sahut Aylin cepat, buru-buru menutup wajahnya lagi.

Akay tertawa kecil. "Terus, kenapa sembunyi? Apa jangan-jangan kamu malu?"

Aylin spontan menendang kaki Akay di bawah selimut. "Enggak!"

"Eh! Jangan main tendang dong!" Akay refleks menahan kaki Aylin dengan kakinya sendiri, lalu dengan cepat ia berguling, mengurung tubuh Aylin di bawahnya.

Mata Aylin membelalak. "A-Akay! Minggir!"

Tapi Akay malah menatapnya dengan smirk khasnya. "Kamu sendiri yang mulai duluan, lho."

"Siapa yang mulai?!" Aylin berusaha mendorong dada Akay, tapi pria itu tetap bergeming.

"Kalau kamu masih mau tendang-tendang, aku bakal balas."

Aylin menatap curiga. "Balas gimana?"

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

1
partini
ga sabar akoh thorr lihat ppa Andia uncle rayy mereka beraksi
sum mia
" apalagi kalau aku dapat jatah dan kamu dapat memuaskan aku Ay . " kata Akay dengan senyum jahilnya .
dan Aylin pun memukul dada Akay pelan dengan pandangan melotot .
gak nyangka dan gak nyadar makin romantis aja mereka .

lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
sansan
ayo akay.. bila apa.......
Syavira Vira
❤️❤️🙏🙏🙏
Syavira Vira
gemessss
partini
bukan cuma Akay Ay tapi ppa Andi uncle rayy merek mereka menjaga mu setiap waktu setiap sa"at ,, kapan Thor merek bertemu dan perperang pasti badabestttttt buaaaangtttt di tunggu thor 👍👍👍
Sri Hendrayani
jng lama2 donk thor ayo ungkap donk pelaku utamanya
sum mia
sadarlah Aylin.... Akay gak main-main dengan perasaannya . kamu benar-benar menjadi pelabuhan terakhir setelah kapal Akay berlayar . kamulah satu-satunya wanita yang bisa menggetarkan hati Akay . dan kamulah satu-satunya wanita yang membuat Akay tidak bisa lagi berpaling darimu .
jadi percaya dan yakinlah Akay tidak akan meninggalkanmu dan dia akan selalu melindungimu .

lanjut terus kak semangat moga sehat slalu 😍😍😍
Hanima
lanjut kk
Mrs.Riozelino Fernandez
kenapa selalu ngomong aku bisa melindungi dirimu sendiri...
ya'elah Aylin mana ada suami yang ngebiarin istrinya celaka...😒
Siti Jumiati
lanjut kak
Siti Jumiati
/Sob//Sob//Sob/
Syavira Vira
lanjut
Puji Hastuti
Aylin kpn kamu percaya sepenuhnya pada akay.
abimasta
betul.alyn kamu harus percaya sama akay
Lia_Sriwijaya
Kak nanaaaaaa... emg jagonya bikin readers Olga bisa tidur Krena penasaran... hhhhhh
Sri Hendrayani
kok skrng upnya sehari sekali aja thor?
biasanya sehari2x
🌠Naπa Kiarra🍁: Masih lebaran bersama keluarga, Kak. jadi nggak punya banyak waktu buat nulis. 🙏
total 1 replies
sansan
siapa yg dtg itu kah?
Sri Hendrayani
itu bisa aja pancingan
Mrs.Riozelino Fernandez
kamu mau ganggu keluarga Akay??? siap2 kamu di goreng ,jadi pergedel sama papa Andi dan tuan Rayyan...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!