Ria seorang gadis mandiri cantik dewasadan bertanggung jawab dengan pekerjaannya. Sejak bayi Ria jauh dari orangtuanya, Ria menjadi tulang punggung karena ayahnya yang sudah lanjut usia. Ia wanita yang pantang menyerah pekerja keras dan sangat menyayangi keluarganya. Jalan cintanya tidak secantik dan semulus dirinya. Mempunyai mantan kekasih yang bernama Hari.
Hari sosok laki-laki yang keras kepala setiap apa yang ia inginkan harus tercapai.
Untung saja ia sudah menemukan kekasih yang benar-benar selalu melindunginya menyayanginya dengan tulus yaitu Dani.
Namun jalan cinta mereka tidak lah semulus cerita-cerita di negri dongeng, kekuatan cinta mereka di uji oleh restu dari saudara-saudara Dani. Meskipun ia sudah mendapat restu dari orang tua mereka namun ada saja halangan agar mereka tidak menjalin hubungan lebih jauh lagi ke jenjang yang lebih serius, keponakan dan kakak Dani menjadi penghalang. Sampai sang mantan yang sudah pergi tiba-tiba datang kembali, namun kekuatan cinta mereka selalu membentengi.
Penasaran dengan alur ceritanya yuk ikutin dan tetap setia ni novel ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nuray, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lembaran 3
"Kemarilah, aku tidak butuh obat cukup di usap tiup dan di dekat kamu saja rasa sakit aku sudah hilang" Goda Dani.
"Jadi lagi-lagi kamu ngerjain aku ya, awaaaaass ya kamu mencari kesempatan dalam keadaan seperti ini masih sempat\=sempatnya ada niat mau ngerjain aku" Ria memukul dada Dani kesal.
"Aaaaawww sakit yank, iya maaf tapi aku lega melihat kamu sangat khawatir pada aku saja aku sudah bahagia aku seperti baru saja memenangkan lotre" Goda Dani kembali.
"Tapi tidak seperti itu juga caranya, biarin habisnya nakal" Kata Ria kesal.
"Tapi benar loh ini sakit banget tapi orang lagi kesakitan malah dipukul pacar yang sadis awas ya kamu" Dani menggelitik pinggang Ria.
"Haha haha awww awww Dani aku geli sudah cukup" Tubuh Ria kesana kemari karena geli.
"Kamu tahu ini hukuman untuk pacar yang tega seperti kamu" Kata Dani terus menggelitiki Ria tanpa henti.
"Hahaha ya ampun Dani ampun, ya aku minta maaf" Ria memohon karena udah lelah.
Dani pun berhenti dan menatap wajah Ria sangat dalam.
Jantung Ria mendadak berdegub sangat kencang seperti orang yang sehabis lari maraton, entah sejak kapan rasa itu timbul di hati Ria lagi-lagi ia jatuh cinta dan ia sudah mulai membuka hatinya dan malupakan kejadian serta kenangan-kenangan pahit disaat ia bersama Hari, Dani mampu menggantikan posisi Hari di hatinya bahkan sikap Dani sangat berbeda jauh dengan sikap Hari jika di bandingkan dengan Nani seratus persen jauh berbeda.
"Aku sayang kamu Ria" Ucapnya sambil menatap Ria dalam.
"Aku juga sayang kamu Dani" Jawab Ria.
Mereka terdiam se akan masih malu-malu karena ini pertama kalinya Ria mengatakan itu dihadapan Dani disaat mereka sedang berdekatan.
"Kita langsung makan saja ya, energi aku terkuras bikin aku laper" Kata Dani memulai obrolan disaat mereka saling terdiam.
"Kamu ya Dani benar-benar ampun deh belajar dari mana kamu bisa segenit itu sama aku haaaaah" Ria tidak habis pikir dengan ucapan Dani.
Dani hanya tertawa terkekeh melihat expresi Ria ketika sedang marah baginya Ria sangat mnggemaskan.
Tak menunggu lama mereka pun menyantap makanan yang tadi mereka beli di jalan setelah selesai makan mereka merapikannya berdua, Ria yang mencuci piring Dani yang merapikan piring yang sudah di cuci oleh Ria,mereka bekerja sama satu sama lain.
"Oh ya kening kamu beneran tidak apa-apa?" Tanya Ria saat ia melihat kening Dani terlihat lebam tak tega.
"Siapa bilang gak kenapa-napa? kan aku bilang tadi ini sangat sakit yank" Kata Dani dengan gaya bicara angkuh.
"Aku maaf sungguh aku benar-benar tidak ada niat untuk menyakiti kamu maaf".
Ria menyatukan tangannya tanda meminta maaf kepada Dani.
"Sini aku obati ya" Tambahnya.
Dani langsung menatap Ria.
"Tidak perlu, ini tidak apa-apa sayang hanya saja aku punya permintaan" Katanya.
"Permintaan? permintaan apa?" Kata Ria penasaran.
"Kamu harus berjanji pada aku mulai saat ini kamu jangan panggil aku dengan namaku sakit aku baru sembuh" Kata Dani.
"Kamu ini mengada-ngada saja ya, mana ada perjanjian bisa bikin orang yang sakit jadi tiba-tiba sembuh seketika apalagi perjanjiannya sungguh sangat tidak masuk di akal bagiku itu sih akal-akalan kamu saja iya kan".
Ria mencubit mesra tangan Dani lalu dengan cepat Dani memegang tangan Ria.
"Aku serius, aku bersungguh-sungguh Ria" Dani menatap Ria dalam.
"Mmmmm ya sudah aku ikuti apa permintaan kamu sekarang juga asal kamu sembuh nah kamu mau di panggil apa sama aku?" Tanya Ria kepada Dani.
"Terserah kamu asalkan kamu jangan panggil aku dengan sebutan nama aku ingin panggilan yang sangat spesial pokoknya bukan nama" Kata Dani tersenyum.
"Mmmm oke kalau begitu aku panggil kamu bro saja ya hahahahaha" Tia terkekeh.
"bro??" Dani mengernyitkan kedua alisnya bingung tak mengerti maksud Ria.
"Ya aku panggil kamu dengan sebutan nama bro, berondong hahaha" Jawab Ria sambil tertawa terbahak-bahak.
"Heeeeeyyy kamu apa-apaan aku gak mau" Kata Dani.
Ia berpura-pura marah di hadapan Ria memasang wajah jutek.
"Tadi kata kamu terserah aku kalau kamu tidak setuju dengan nama panggilan yang aku berikan lalu kamu mau di panggil apa?" Kata Ria sedikit meninggikan suaranya lalu memajukan bibirnya.
"Kalau itu inisiatif kamu dong" Kata Dani berpura-pura marah kepada Ria.
"Oke bagaimana kalau kamu aku panggil dengan sebutan say" Kata Ria.
Dani mengembangkan senyuman termanisnya etika mendengarkan ucapan yang keluar dari mulut Ria.
"Lalu aku panggil kamu dengan sebutan yank, Kamu sebut aku say jadi kalau digabungkan mejadi sebuah kata sayank benerkan yank" Kata Dani tersenyum penuh percaya diri.
"Eiiiiittttssss kamu salah maksud aku bukan seperti itu kamu tahu say itu kepanjangan dari kata sayur hahaha" Ria tertawa terkekeh.
"Kamu ya bener-bener masa aku mau di panggil dengan sebutan sayur sih tega bener sih" Sambil menarik hidung Ria.
"Hahaha ya aku serius aku minta maaf, aku panggil kamu say lalu kamu yank".
"Awas saja kalau ada ujung nya nanti" Dani menatap Ria dengan tatapan yang tajam.
"Ya itu sih tergantung" Ria berlari menuju ruang tamu dan di ikuti Dani mengejar Dani.
Ketika Dani sudah meraih Ria mereka terdiam.
"Sudah ampun, aku pulang ya".
"Ya sudah kamu pakai jaket aku ya" Kata Dani.
Ria hanya mengangguk dan tersenyum ketika Dani memakaikan jaket kepada Ria.
Dani dan Ria pergi meninggalkan kontrakan menuju rumah Ria.
Setelah mereka sampai di depan rumah Ria.
"Aku langsung pamit pulang ya, segera masuk i love u yank" Kata Dani penuh penekanan.
"Ya hati-hati di jalan love u to say" Jawab Ria
sambil melambaikan tangan.
Ria segera masuk kedalam kamar lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur, mengingat kejadian yang baru saja ia lalui bersama Dani tadi hingga ia tersenyum sendiri membayangkannya.
Deeeeeeerrrrtt ting...
Suara pesan masuk.
📱
Dani
mimpi indah yank, sampai ketemu besok ya
aku sayank kamu❤
Ria tersenyum simpul ketika menerima pesan dari Dani, ia membayangkan kebersamaan mereka tadi hari yang menurutnya sangat membuatnya bahagia disaat bersama Dani.
Ria
mimpi indah juga say..💕
Waktu menunjukan jam setengah delapan malam, setelah Ria membalas pesan dari Dani tak terasa matanya sudah mulai tak kuasa menahan rasa kantuk karena matanya sudah mulai berat Ria yang tak kuasa mengantuk pun kini tertidur pulas.
Kini mereka berada di dalam mimpi mereka masing-masing.
DUGAAN KU SALAH DI KOMEN DIATAS, MALAH HARI YG NEKAT INGIN MMPERKOSA RIA..