Aku berusaha tegar , berusaha untuk tidak menangis saat dalam pelukan Agung . Meski sakit tapi aku tidak boleh lemah di hadapannya, agar tidak lebih membebani dia .
Perlahan tapi pasti Kereta yang saya tumpangi mulai berjalan meninggalkan Agung yang masih berdiri di tempat terakhir dita bersama . Dan meninggalkan semua kenangan yang kita ciptakan selama satu minggu saya di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mr.Ho, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pernikahan tante Ida
setelah mengumpulkan keberanian dan menyiapkan mental akhirnya gue memutuskan untuk datang ke acara pernikahan tante Ida sendiri saja. untuk mengantisipasi kalau gue tidak bisa menahan kesedihan gue bisa langsung pergi tanpa sepengetahuan orang orang.
" Selamat malam tan , Selamat atas pernikahannya " isi pesan yang gue kirim
sebelum tante Ida resmi menjadi istri orang gue memberanikan diri mengirim pesan ucapan selamat. siapa tau tante Ida masih mau membalas pesan gue. tidak ada nita apapun gue hanya ingin mengucapkan kata perpisahan. karena seja malam itu gue dan tante Ida tidak pernah berhubungan lagi.
" Selamat malam Gung. ini kan yang kamu mau.? " jawab tante Ida.
saat membaca pesan dari tante Ida gue bingung dan sedih. ternyata tante Ida menyalahkan gue atas kejadian ini.
" maafkan Agung tan, Agung sama sekali tidak ada niatan untuk menyakiti tante. keadaanya sama seperti tante yang tidak bisa menolak perjodohan orang tua. Agung juga tidak mau menyakiti hati bapak dan Emak. " gue berusaha menjelaskan.
dengan berat hati gue harus mengirimkan balasan yang gue pikir akan menyakiti tante Ida. tapi gue sendiri bingung karena hati gue sendiri juga sakit.
Sesuai dugaan gue tante Ida tidak membalas pesan gue lagi. tidak ingin memikirkan masalah ini berlarut larut gue memilih untuk tidur.
Hari ini tepat jam sembilan pagi tante Ida sudah sah menjadi Istri orang. gue masih berada di kamar sudah siap untuk pergi ke pesta pernikahan tante Ida. Gue sengaja memilih datang setelah tante ida sah menjadi istri orang ,karena gue takut ada setan yang menghasut gue dan menggagalkan pernikahannya.
Di depan rumah tante Ida gue lihat banyak mobil yang terparkir itu pasti mobil tamu undangan yang datang. Gue yakin cm suami Tante Ida bukan dari kalangan biasa.
langkah gue pelan pelan mulai masuk menuju kursi tamu. gue kaget ternyata di sana banyak tamu undangan yang menggunakan pakaian tentara. ternyata benar dugaan gue kalau suami tante ida bukan orang dari kalangan biasa , tamu undangannya saha orang orang penting.
dari kursi tamu pandangan gue tidak sekalipun beralih dari sosok pengantin perempuan yang sedang duduk di pelaminan bersanding dengan suaminya. dalam hatu gue mengasihani kemalangan diri gue sendiri yang hanya bisa menyaksikan orang yang gue cinta bersanding dengan orang lain. air mata gue tiba tiba jatuh. dengan cepat gue menghapusnya sebelum orang orang disekitar gue melihat gue sedang menangis .
Hari ini tante Ida sangat cantik dalam balutan busana pengantin, begitu juga suaminya terlihat gagah dengan pakaian yang tidak biasa pengantin laki laki gunakan. tebakan gue mungkin itu baju pengantin para tentara. umur suaminya juga sepertinya tidak terlalu jauh karena masih kelihatan muda mungkin tiga tahun diatasnya tante Ida.
Gue masih menikmati pemandangan di depan gue yang membuat gue sakit hati. tiba pandangan kita bertemu . gue kaget tapi mencoba bersikap tenang. Begitu juga tante Ida sangat terlihat kalau di juga sama sama kaget tapi mencoba untuk bersikap biasa saja.
Awalnya tidak ada niat untuk maju bersalaman dan memberikan selamat secara langung. tapu gue sadar ini akan jadi pertemuan terakhir gue secara dekat karena setelah ini tante ida pasti ikut dengan suaminya tinggal di Bandung sedangkan gue juga akan mergi ke Jakarta.
Sekarang gue audah berhadap hadapan dengan tante ida. Jantung gue berdebar kencang seperti saat pertama kenal dengan tante ida . gue sempat takut terjadi hal hal yang tidak di inginkan, entah itu gue tiba tiba pingsan ata bahkan ngamuk. setelah bersalaman kepada suami dan tante Ida gue memilih langsung pulang tanpa melihat lagi ke arah belakang. gue rasa sudah cukup hari ini gue menyakiti diri gue sendiri.
Diperjalanan pulang gue tidak bisa lagi menahan kesedihan gue. Ari mata gue sudah mengalir deras, dada gue juga sangat sesak akhirnya tangisan gue pecah, sesekali gue teriak teriak kaya orang gila. untung saja gue menggunakan helm jadi tidak ada yang mendengar dan melihat kalau gye sedang nangis.
Dar *
tiba tiba motor yang gue kendarai menabrak mobil truk dari arah yang berlawanan. badan gue terpental dari motor dan berguling guling di atas aspal jalan . gue tidak tau seberapa jauh gue terpisah dari motor tapi setengah sadar gue melihat motor gue berada di kolong mobil .sampai akhirnya pandangan gue mulai kabur dan tidak ingat apa apa lagi.
...----------------...
Di salah satu rumah sakit tangisan pasangan suami istri tidak bisa di bendung lagi ketika sedang duduk di kursi tunggu . sudah sekitar dua jam mereka menunggu kabar anaknya yang sedang di tangani oleh okeh dokter di ruang IGD. saat ini Agung sendang berjuang antara hidup dan mati karena kecelakaan yang di alaminya.
satu persatu teman teman Agung mulai datang dan langsung menghampiri bapak dan Emak yang belum berhenti menangis.
mereka berusaha menguatkan dan meyakinkan kalau Agung akan baik baik saja. belakangan Sindi juga datang . Sindi menghampiri emak yang masih menangis, niat hati ingin menguatkan tapi sindi juga tidak bisa menahan kesedihan mengetahui kabar orang yang selama ini dia sayangi mengalami kecelakaan.
" Orang tua saudara Agung " kata dokter yang baru keluar dari ruang IGD
meraka tidak menyadari Dokter yang baru keluar dari ruang IGD.
" saya Bapaknya dan ini Ibunya pak. bagai mana keadaan anak saya pak.? " jawab bapak dengan nada khawatir.
" bapak sama ibu tidak usah khawatir , Alhamdulillah anak bapa sama ibu bisa di selamatkan. tapi akan membutuhkan waktu untuk bisa sembuh . banyak banyak berdoa saja pak, karena tidak ada yang tidak mungkin untuk Allah . saya pamit ya pak " jawab dokter menjelaskan
" iya Dok terima kasih " jawab bapak dan emak bersamaan
Akhirnya orang tua agung bisa duduk dengan tenang setelah mengetahui Anak semata wayang mereka selamat.
Begitupun dengan teman temannya Agung kini bisa bernafas lega. meskipun mereka belum tau seberapa lama waktu yang dibutuhkan untuk Agung bisa pulih kembali tapi setidaknya Agung masih bisa selamat.
" sus kapan saya bisa melihat anak saya ? " kata emak dengan nada masih menahan tangisan.
ibu bertanya kepada suster yang baru saja keluar dari ruangan .
" untuk sementara waktu pasien tidak bisa di kunjungi pak karena masih belum sadarkan diri . tapi bapak tenang saja karena kata dokter tidak ada luka yang serius. nanti setelah sadar saya akan informasikan kepada bapak secepatnya " kata suster menjelaskan.
" Baik suster terima kasih " jawab emak
" sama sama ibu, bapak. "
setelah suster pergi bapak dan Emak kembali duduk . keduanya tidak berhenti mendoakan untuk kesembuhan anaknya.
" Bapak Emak kita pamit pulang dulu, nanti kalau Agung sudah bisa di jenguk kita datang lagi " kata Haikal pamit pulang.
" Iya terimakasih sudah repot repot mau datang kesini. " kata bapak
" kita sama sekali tidak merasa direpotkan pak , Agung teman kita jadi sudah sewajarnya kita datang kesini. " kata teman teman agung yang lain menjelaskan.
" Sin mau pulang sekarang ? " tanya haikal kepada Sindi yang sedang duduk di samping emak.
" enggak kak , Sindi mau menemani emak sama bapak dulu di sini " jawab sindi penuh keyakinan.
" Oke , nanti kalau sudah ada perkembangan terbaru jangan lupa langsung kabari gue ya " kata Haikal.
" Iya kak " jawab sindi lagi.
Haikal dan teman temannya pulang meninggalkan Orang tua Agung dan Sindi.
demi ortu mu kamu tega sm kami, kmu nikah lagi, aq dan 2 anak mu trlantar Gung,, uuuhhg kalo inget masa" itu pingin tak.bejek" kamu Guuunggg... hadeeeuuuhh