🙂🙂 Sulit
menceritakan kisah Keyra si gadis cantik yang sejak kecil terpisah dengan ibunya dan itu membuatnya hidup tanpa aturan.
Keyra selalu terlihat kuat dan begitu tangguh, tapi, siapa yang tau isi hatinya bahwa sebenarnya dia adalah gadis rapuh yang selalu menginginkan untuk cintai.
Dicintai oleh ibu, bapaknya. Namun, Keyra tidak mendapatkan itu dan satu-satunya orang yang dapat menjadi sandarannya adalah pamannya.
Bagaimana perjalanan hidup Keyra yang harus bergantung pada pamannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mala Cyphierily BHae, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku Yang Buta
Sesampainya di rumah, Bram segera masuk ke kamar, ia menatap dirinya di pantulan cermin. "Bodoh, kenapa aku sebodoh ini!" ucapnya.
"Setelah bertahun-tahun, apa mungkin dia masih menungguku yang pergi tanpa mengatakan apapun ini?" tanyanya, Bram masih dalam hati.
Setelah itu, Bram yang ingin membersihkan dirinya mulai masuk ke kamar mandi dan begitu sebalnya Bram karena ternyata di sana ada Celine yang sedang berendam di bak mandi.
"Mas, ayo kita bersenang-senang," ajak Celine seraya mencipratkan air berbusa ke arah Bram.
Bram menatapnya datar, ia menarik nafas dalam dan segera keluar dari kamar mandi dan belum sempat keluar Bram menghentikan langkah, pria itu tertahan karena Celine memeluknya dari belakang.
"Mas, ayolah. Siapa tau setelah kita sering melakukan itu akan membuat kamu mencintaiku," lirih Celine yang masih memeluk Bram.
Tanpa menjawab, Bram melepaskan pelukan itu, ia pergi tanpa melihat kebelakang.
Celine hanya bisa tersenyum kecut. "Aku tidak akan menyerah, aku akan mendapatkan hatimu!" ucap Celine dalam hati.
****
Bram yang sedikit basah dan belum sempat mengganti pakaiannya itu pergi untuk melihat kamar Keyra yang kosong.
Ia melihat ke meja belajarnya dan tanpa sengaja menemukan kaset yang ditinggalkan oleh suster.
Bram menyetelnya dan Bram melihat di mana Keyra untuk pertama kali makan, mulai belajar merangkak dan baru sampai di situ hati Bram sudah dibuat tersayat.
Terasa ngilu saat ia kembali menyadari betapa banyaknya waktu yang dia lewatkan.
Bram menangis dan mulai mengusap wajahnya menggunakan satu tangannya.
"Maafkan Papa, Nak!" ucap Bram.
Bram semakin menangis saat ingat senyum Keyra dalam video tersebut, senyum yang menunjukkan dua gigi kecilnya.
"Selama ini aku telah buta, Ayah macam apa aku ini!" kata Bram yang kemudian pergi dari kamar Keyra.
Setelah itu Bram pergi ke ruang kerjanya, ia memilih tidur di sana dan Bram yang memikirkan banyak hal itu merasa kalau harus membuat kamarnya sendiri.
Tetapi tidak akan mudah untuk melakukan itu selama ia masih tinggal bersama Marini yang selalu mengatur hidupnya.
Setelah itu, Bram bangun dari berbaringnya, ia ingin menjemput Keyra dan Bram harus menunggu lama karena jam pelajaran belum selesai.
****
Di restoran ayam, Zafran yang sedang duduk bersama Zahra di salah satu kursi resto itu bertanya, "Bagaimana, apa kamu melihatnya datang?"
Zahra menjawab dengan mengangguk.
"Lalu, apa kamu akan kembali padanya?" tanya Zafran lagi.
"Entahlah, aku tidak ingin memikirkan itu dulu, aku lelah, aku sakit," jawab Zahra seraya menatap Zafran dan air mata menetes begitu saja dari mata indah Zahra.
"Kalau dia hanya membuatmu sakit lebih baik lepaskan dia, lupakan dia, ada aku yang selalu bersama mu!" kata Zafran dan sungguh dalam hati pria itu, ia sangat ingin menggenggam tangan wanita yang ada di depannya, tetapi tidak mungkin terjadi karena Zahra begitu menjaga dirinya, menjaga hatinya untuk Bram.
"Bahkan dia sudah bukan suamimu lagi, Ra," lirih Zafran.
"Dia belum menceraikan ku, selagi kata cerai belum terucap, aku masih istrinya," jawab Zahra.
Mendengar itu, Zafran hanya bisa diam.
"Iya, kamu adalah istrinya, istri siri yang sudah ditinggalkan bertahun-tahun lamanya," ucap Zafran dalam hati.
****
Setelah menunggu cukup lama, sekarang Bram sudah melihat Keyra yang keluar, terlihat Keyra berjalan bersama dengan temannya, dia adalah Mykaila.
Dan Keyra yang tak mengatahui kalau Bram datang itu sedikit terkejut, ia merasa senang sampai tidak tau harus berekspresi seperti apa.
"Papa," panggil Keyra, setelah itu, Keyra dan Mykaila berjalan ke arah Bram berdiri.
"Dia Papaku," kata Keyra pada Mykaila dan Mykaila mulai menyalami Bram.
"Mykaila, Om," kata Mykaila setelah mencium punggung tangan Bram.
Bram tersenyum pada dua gadis itu dan Keyra yang seperti mendapatkan kejutan itu bertanya, "Tumben Papa yang jemput?"
Dalam hati Bram menjawab, "Papa rindu kamu, Key."
Dan sebenarnya sangat ingin sekali bagi Bram untuk mengatakan itu, tetapi, entah mengapa baginya terasa sangat berat untuk mengucapkannya.
Bagi Bram melihat Keyra sama seperti melihat Zahra.
"Apakah Keyla juga tumbuh dengan baik seperti mu, Key?" tanya Bram dalam hati.
Dan karena Bram yang diam saja membuat Keyra juga Mykaila saling menatap.
"Mungkin Papa kamu lapar," bisik Mykaila pada Keyra, mendengar itu Keyra mengangguk, gadis kecil itu segera membuyarkan lamunan Bram dengan menggoyangkan lengannya.
"Papa, ayo kita makan siang," ajak Keyra dan Bram tersenyum.
"Ayo, My," ajak Keyra, dengan senang hati Mykaila pun ikut dengannya.
Dan dari kejauhan ada Ele bersama gengnya sedang memperhatikan kebersamaan Keyra.
Ada rasa iri juga cemburu, Ele merasa sebal pada Bram yang selama ini tidak pernah mengajaknya bicara dan sekarang Bram hanya bicara pada Keyra.
Kemudian, teman-teman Ele saling berbisik, "Kayanya nggak mungkin deh kalau Keyra anak pungut."
"Ngomong apa kalian, aku bisa dengar!" sergah Ele seraya menatap tiga temannya satu persatu.
Dan atapan Ele yang melotot membuat temannya itu takut kemudian menggeleng.
****
Bram mengajak anak-anak tersebut ke restoran terdekat dan mulai memesan makanan. Saat Bram sedang memperhatikan dua gadis kecil yang ada di depannya itu tiba-tiba saja datang Keyla yang menghampiri.
"Om Bram," sapa Keyla yang masih mengenakan seragam merah putih, ia berdiri di samping Bram dan yang dipanggil pun menoleh.
"Keyla, sedang apa di sini dan sama siapa?" tanya Bram, Keyla tersenyum lalu, Keyla menatap ke arah Zafran yang sedang bicara dengan seseorang di meja lain.
Belum sempat Keyla memperkenalkan pria yang dilihatnya, Bram sudah mengira kalau pria itu adalah Ayah Keyla.
"Pasti itu ayah kamu, mau bergabung?" tanya Bram seraya menepuk kursi kosong sebelahnya.
"Memangnya boleh, Om?" tanya Keyla yang masih menatap Bram.
"Boleh dan kenalkan, Ini Keyra, anak Om dan ini Mykaila sahabat Keyra," kata Bram seraya memperkenalkan dua gadis kecil yang sedang memperhatikan Keyla.
Terlihat Mykaila berbisik pada Keyra. "Namanya mirip seperti namamu."
Keyra hanya diam, ia menatap Mykaila datar dan Mykaila pun kembali fokus ke makanannya.
"Ayolah bergabung, dari pada harus menunggu ayahmu sendirian," kata Bram dan Keyla pun mulai duduk.
Kemudian, Bram memanggil pelayan, memintanya untuk menambahkan menu yang Keyla mau.
Sementara itu Keyra menatap cemburu pada Keyla yang terlihat dengan Bram, Keyra berpikir kalau Bram telah dekat dengan Keyla sejak lama.
"Jadi, selama ini Papa dengan anak lain dan mengabaikan ku?" tanya Keyra dalam hati dan Keyra yang ingin menunjukkan bahwa Bram adalah miliknya itu meminta perhatian lebih dengan meminta banyak barang di depan Mykaila juga Keyla.
"Papa, Keyra mau sepatu baru," kata Keyra seraya menatap Bram.
"Iya, setelah makan kita cari sepatu baru untukmu," jawab Bram dan jawaban itu membuat Keyra tersenyum sumringah.
Sementara itu, apa yang Keyla lihat membuatnya berpikir, "Seandainya aku juga punya Papa, aku juga pasti akan meminta banyak hal darinya," batin Keyla.
Begitu juga dengan Bram yang berpikir seandainya ada Keyla saudari kembar Keyra, mungkin kebahagiaannya akan lengkap sempurna.
Sampai kapan kah satu keluarga yang saling merindukan ini akan terpisah? Padahal semuanya ada di depan matanya.
aku suka banget...
tanggung jawab gak hayooo aku kehabisan tisu ini😭😭