NovelToon NovelToon
Suami Kontrak CEO Cantik

Suami Kontrak CEO Cantik

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Aliansi Pernikahan / Nikah Kontrak / Selingkuh / Cinta Terlarang
Popularitas:4.8M
Nilai: 4.6
Nama Author: Dydy_ailee

WARNING!!! Harap bijak membaca ya karena bikin panas dingin juga, hehehe


Hans seorang pria biasa yang masih memiliki seorang istri, terpaksa menerima tawaran seorang CEO cantik untuk menjadi suami kontraknya. Ia membutuhkan banyak biaya untuk pengobatan putri kecilnya yang menderita penyakit kanker, sekaligus untuk memenuhi gaya hidup istrinya yang hedon.

Lantas, bagaimana Hans akan menjalani semua ini? Lalu kenapa sang Nona Ceo memilih Hans sebagai suami kontraknya? Padahal di luar sana banyak pria yang lebih hebat dari Hans.

Yukkkkk ikuti kisahnya yang nano-nano, hehehehe

IG @dydyailee536
FB Dydy Ailee

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dydy_ailee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19 Godaan Nona CEO

Hans mulai tak tenang melihat adegan dalam blue film itu. Sementara Raina tampak santai bersandar pada sofa. Raina beranjak dari duduknya, mengambil wine yang tersimpan di almari ruang kerjanya. Ia kemudian menuangkannya ke dalam dua gelas. Untuk dirinya dan untuk Hans. Raina lalu kembali duduk disamping Hans.

"Ini untukmu Hans."

'"Apa ini Raina?"

"Coba saja. Cheers!" Keduanya bersulang. Dan Hans mulai meminumnya. Terlihat ekspresi wajah Hans yang sama sekali belum pernah menyentuh minuman seperti itu.

"Itu wine, Hans." Ucap Raina terkekeh melihat ekspresi wajah Hans.

"Rasanya aneh. Ini pertama kalinya aku meminum minuman seperti ini." Ucap Hans setelah menenggaknya sampai habis. Hans kembali pada film di hadapannya. Rintihan nikmat pemain wanita membuat Hans panas dingin. Tubuhnya kini terasa panas.

"Sekarang kamu paham kan Hans, apa yang aku inginkan?" tanya Raina seraya mempause film itu.

"Cukup sekali saja aku mengajakmu menonton ini. Karena ku tidak rela kamu melihat tubuh wanita lain." Ucap Raina. Kali ini Hans akan menunjukkan bahwa dirinya kuat dan tidak lemah seperti yang dikatakan oleh Raina. Hans lalu menaikkan tubuh Raina keatas pangkuannya. Membuat Raina terkejut.

"Kamu ingin yang lembut atau kasar seperti tadi?"

"Keduanya Hans. Lembut dulu baru kasar." Ucap Raina dengan tatapan menggoda. Pandangan keduanya saling bertaut. Namun tetap saja Hans ragu. Seumur hidupnya baru kali ini ia melakukan hal yang begitu gila.

"Ya Tuhan, apa aku harus melakukan ini? Aku mengkhianati istriku dan menjual harga diriku demi uang. Tapi ini demi putriku dan masalah yang membelengguku." Batin Hans penuh delima. Raina bisa membaca raut wajah Hans yang belum siap.

"Aku tidak akan memaksamu, Hans." Ucap Raina seraya beranjak dari sofa.

"Kamu boleh pergi," singkat Raina seraya berlalu meninggalkan ruangan kerjanya, meninggalkan Hans yang masih terpaku disana.

"Dia pria yang baik. Aku tidak akan memaksanya." Gumam Raina dalam hati. Raina kemudian pergi ke dapur. Ia memilih membuatkan makan malam untuk Hans. Ia mengikat rambutnya keatas. Mengambil celemek dan memakainya, namun Raina masih tetap memakai pakaian tidur seksinya. Hans kemudian keluar menyusul Raina yang sedang sibuk di dapur.

"Madam- eh maksudmu Raina, kamu sedang apa?"

"Kamu pasti belum makan malam kan? Aku membuat spagheti untuk mu. Temani aku makan ya."

"Tidak usah repot-repot, Raina."

"Tidak apa. Aku sama sekali tidak direpotkan. Duduklah Hans. Tunggu aku dimeja makan." Ucap Raina sembari mengiris bawang bombay. Lagi, Hans dibuat kagum oleh Raina.

"Sungguh bodoh pria yang meninggalkan berlian sepertimu, Raina." Ucap Hans.

"Sudah menjadi nasibku, Hans."

"Kamu tinggal sendirian dirumah sebesar ini?"

"Iya. Biasanya di depan ada securtity tapi dia ijin libur. Biasanya juga ada orang berish-bersih tapi tidak setiap hari. Aku lebih senang sendiri. Sendiri membuatku tenang." Ucapnya sambil terus memasak. Hans yang masih berdiri disamping Raina, merasa sangat senang melihat klihaian Raina saat sedang memasak. Apalagi sedari tadi buah dadanya ikut bergerak naik turun.

"Kenapa Hans? Sudah mulai ereksi?" tanya Raina. Pertanyaan Raina membuat Hans menjadi kikuk.

"E... aku akan ambil piring." Hans salah tingkah. Raina hanya tersenyum melihat tingkah gugup Hans.

"Hans, di kulkas ada jus jeruk. Kamu tuangkan ke gelas dan letakkan di meja ya. Daripada kamu berdiri memandangi aku."

"Ah iya." Dengan gugup Hans lalu melakukan apa yang diperintahkan oleh Raina,.setelah ia mengambil piring.

Kini keduanya duduk berdua saling berhadapan di meja makan.

"Bagaimana? Enak?"

"Sangat enak. Kamu sangat pintar memasak. Bahkan kamu serba bisa." Ucap Hans saat pertama kali merasakan masakan Raina.

"Terima kasih untuk pujiannya. Oh ya apa istrimu tidak mencarimu?"

"Aku tadi bilang kalau aku kerja part time direstoran. Sepertinya aku juga akan kembali setelah jam 12 malam."

"Kalau begitu, temani aku saja. Tidak keberatan kan?"

"Ti-tidak." Jawab Hans ragu-ragu.

"Saat di rumah begini, dia sangat tenang dan hangat. Tidak sekejam saat di kantor. Meskipun tatapan matanya terkadang membuatku terintimidasi." Gumam Hans dalam hati. Selesai makan, Hans membantu Raina mencuci piring. Keduanya saling bertukar pandang dan senyum. Hans mulai merasa nyaman dengan Raina. Terlebih Hans merindukan kebersamaannya dengan Citra. Dan Raina mengisi kekosongan itu.

"Dia bukan pria mesum. Cara seperti ini efektif untuk membuatnya nyaman terlebih dahulu." Batin Raina. Setelah selesai urusan perdapuran, Raina mengajak Hans menuju ruang tengah.

"Bagaimana kalau kita nonton film?"

"Film apa? Apa seperti tadi?" lagi-lagi Hans dibuat gugup dan tergagap. Karena sikap Raina yang terkesan random dan berani.

"Memangnya kamu mau?" goda Raina.

"Nonton film kartun saja." Celetuk Hans untuk menghindari desiran darah yang mulai sedikit memanas.

"Hah? Kartun? Baiklah. Aku ada beberapa. Terkadang aku merindukan masa kecilku juga." Ucap Raina yang sedikit terkejut dengan celetukan Hans. Hans sungguh tidak percaya kalau Raina menyimpan film kartun. Ya, akhirnya keduanya menonton film Tom and Jerry. Waktu terus bergulir. Raina semakin merasa nyaman. Dengan manja ia memeluk lengan Hans sambil menyandarkan kepalanya di bahu Hans. Hans tidak menolak namun tidak merespon juga. Ia membiarkan Raina begitu saja. HOAM! Raina menguap.

"Sepertinya aku sudah mengantuk." Gumam Raina.

"Ya sudah, kamu tidur saja. Aku akan kembali ke rumah sakit."

"Bawa aku ke kamar Hans." Pinta Raina dengan suara manja. Membuat Hans terkesiap.

"Aku sangat lelah jadi gendong aku."

"Ba-baiklah." Hans dengan ragu-ragu menggendong ala bridal style. Raina dengan manja langsung menyandarkan kepalanya di dada bidang Hans. Kedua tangannya melingkar di leher Hans. Hans lalu menaiki tangga menuju kamar Raina. Kamar dengan bed yang besar. Bahkan kamar Raina seperti ukuran satu rumahnya. Nuansa putih dan gold membuat kamar itu semakin mewah. Hans kemudian merebahkan tubuh Raina ke atas tempat tidur. Tiba-tiba aja Raina menarik tubuh Hans, sampai membuat Hans terjatuh tepat diatas tubuh Raina. Lagi, aroma parfum Raina membuat gairahnya bangkit kembali. Raina membelai wajah Hans dengan lembut. Lalu diusapnya bibir Hans dengan ibu jarinya.

"Hans....," lirih Raina.

"Hmmm,"

"Aku menginginkanmu sekarang," ucap Raina lembut. Hans menelan salivanya. Tatapan Raina membuatnya selalu salah tingkah. Raina memiringkan kepalanya, memberi kode pada Hans untuk mengecup lehernya.

"Kecup leherku Hans," pinta Raina manja. Hans mengangguk, lalu dengan ragu Hans mengecup lembut leher Raina.

"Ahhh," itulah yang pertama kali meluncur dari bibir Raina. Mendengar suara Raina yang seksi, membuat Hans mengecup kembali leher Raina.

"Ahhh," Raina mend-e-sah kembali. Hans sudah merasakan juniornya mulai tegang. Ia kemudian kembali mengecup leher Raina tanpa terlewatkan. Membuat Raina meremas kepala Hans. Raina kemudian menarik kepala Hans dari ceruk lehernya. Menangkup wajah Hans dan mencium bibir Hans. Untuk sepersekian detik, Hans membalas ciuman panas Raina. Kembali keduanya saling berciuman dan berpagut cukup lama. Raina yang sudah di kuasai gairah, melepaskan satu persatu kancing kemeja Hans tanpa melepas pagutannya. Namun Hans memilih melepas pagutannya dan membantu Raina melepaskan kemejanya. Kini tampak otot-otot tubuh Hans yang begitu menggemaskan. Raina lalu membalik posisi dengan Hans yang kini telah ada di kungkungannya. Raina sudah berada di atas tubuh Hans. Ia juga merasakan milik Hans sudah mulai mengeras. Hans dibuat heran dengan tenaga wanita dihadapannya yang begitu kuat.

"Aku sabuk hitam, Hans. Jadi kamu jangan heran. Aku juga selalu latihan boxing setelah pulang kerja. Khusus hari ini aku libur untukmu." Ucapan Raina seolah menjawab pertanyaan dalam benak Hans.

"Ya, kamu semakin membuatku kagum." Ucap Hans. Raina tersenyum lalu kembali memagut bibir Hans. Tangan Hans lalu menyingkap gaun tidur yang indah itu. Hans meraba kedua paha dan pantat Raina. Hans sangat terkejut karena Raina tidak memakai kain segitiga. Raina memang sengaja melakukan itu karena malam ini Raina ingin menaklukan Hans. Untuk itu ia berpakaian seksi untuk memikat Hans.

Bersambung... Mohon maap kali ini bikin panas dingin, hahahaha

1
Asma Khaidir
lanjutkan belum tamat kan
Besse Darma
typo Citra bukan Adel
Ulul Amri
Akhirnya Novel Masterpiece Update juga, Semoga Saja Tidak Hiatus Lagi
Chika NardNold
Hampir aja lupa ceritanya thorr krn luamaaa amat apdet nya hehehe
Yuda Sangpetualang
kapokmu kapan Andra... makanya sifat iri dengki dan sombong jangan dipakai...jadi malu sendiri kan jadinya hehe
Yuda Sangpetualang
Kecewa
Yuda Sangpetualang
Buruk
Darmawangsya Darmawangsya
iya, lama banget upnya,hampir 1 tahun
Mas Cun
Luar biasa
Erni Ta
mewek dah😭😭
Erni Ta
haredaang🤭
Erni Ta
oh paksu aku merindukanmu🤭
Erni Ta
suami mana suami,,jadi kebelet ini🤣
Erni Ta
suami mana suami🤣🤣🤣
Chika NardNold
Ini kapan di lanjutkan thor
Dydy Ailee
hai hai hai .... bakal aku lanjut nanti, sabar dulu yaaa 😁😁😁
Fatim Maryati
padahal lg suka"nya ceritanya ensk
Fatim Maryati
lsnjut ih ko lama g on lg thoor
Alamsyah Ujang
author ini dokter juga caknya
Stenly Kawuwung
lanjutanya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!