NovelToon NovelToon
Jayde and Wira Stories

Jayde and Wira Stories

Status: tamat
Genre:Mafia / Keluarga & Kasih Sayang / TKP / Tamat
Popularitas:458.8k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Menceritakan dua saudara sepupu yang paling jarang ikut rusuh keluarga Pratomo tapi bukan berarti mereka diam saja. Jayde, keturunan keluarga Neville dikenal sebagai seorang akuntan kaku dan sangat teliti.

Sadawira, cicit Abimanyu Giandra, mahasiswa kedokteran yang dikenal dingin dan judes, harus berjibaku dengan penjualan organ manusia yang salah satu korbannya adalah anak buah kakak sepupunya, Yakuza Luke Bianchi.

Tanpa disangka, kasus ini juga menyeret Jayde yang dihadapkan menjadi saksi transaksi perbuatan haram itu. Jayde dan Wira harus berjibaku untuk menyelamatkan nyawa mereka dari organisasi kejam itu.

Generasi ke enam klan Pratomo
Spin off My Boyfriend is Not A Transgender

Follow my IG @hana_reeves_nt

Dilarang plagiat, hargai author yang nyari wangsit sampai di bawah pohon mangga Hoshi Reeves

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ketahuan!

Apartemen Sadawira di Singapura, sebulan sebelum acara Garvita dan Gabriel...

Sudah dua bulan ini usai pernikahan Valentino dan Katya, Jayde berada di Singapura untuk mengawasi pergerakan dokter Huang dengan antek-anteknya. Entah karma atau gimana, Jayde mendengar kabar dari Sadawira kalau putri Dokter Huang, Sandra yang mantan pacarnya, meninggal akibat komplikasi saat hendak melahirkan putrinya.

Sandra dan bayinya tidak selamat membuat dokter Huang tampak terpukul awalnya tapi setelah seminggu masa berkabung, dokter jagal ( istilah dari Jayde ) itu kembali berbisnis haram bersama dengan Triad Wong dan menantunya, Bramastyo Abraham.

"Astaghfirullah, dasar bapak pe'a !" umpat Jayde membuat Sadawira menoleh.

"Kok elu tahu kata pe'a?"

"Pernah dengar Valentino atau Arka bilang gitu sih... Artinya idiot kan?" senyum Jayde sambil menyesap kopinya menatap layar MacBook nya yang menunjukkan ruang kerja dokter Huang. "Wir, yakin ini teman SMA elu dulu?"

Sadawira melongokkan kepalanya melihat layar MacBook. "Yup, itu Bramastyo Abraham, temen SMA gue di Singapura. Anak pejabat dirjen BUMN atau bea cukai atau apalah aku nggak paham."

"Bagiamana bisa sama Sandra?"

"Well, nggak sengaja ketemu saat aku sama Sandra lagi makan malam. Mereka kenalan dan main di belakang aku karena aku bukan tipe tukang kasih barang branded ke cewek yang baru pacaran karena dari situ bisa tahu kwalitas nya tuh. Dan Bram memberikan banyak hadiah branded ke Sandra. Cewek mana sih yang kagak nolak dikasih Kelly, Birkin atau Patek Philippe?"

"Padahal jam tangan kamu Hublot harga serumah" gelak Jayde melihat jam tangan hitam putih kesayangan Sadawira.

"Ini belinya saja jebol tabungan dan seijin bokap. Apalagi kan habis beli langsung dipasang GPS sama Tante GM" jawab Sadawira sambil melirik jam tangannya yang harganya lumayan buat beli rumah.

"Eh, Wir, mereka ketemuan di ruang praktek dokter Huang di rumah sakit Highland."

"Kita dengarkan percakapan mereka."

***

Ruang Praktek Dokter Huang Rumah Sakit Highland Singapura

"Ini kalian dapat barang dari mana?" tanya dokter Huang yang kedatangan anggota Triad Wong lainnya.

"Dari Bhutan. Dijamin, kwalitas premium karena orang-orang Bhutan tidak tercemar dengan kehidupan modern, sama dengan Tibet. Dan golongan darahnya juga Rh negatif."

"Semua organ ada?"

"Ada dokter Huang."

"Bisa aku jual mahal ini! Bram, segera kamu pasarkan ke klien kita yang membutuhkan. Pasti mereka mau beli dengan harga berapa pun!"

Bramastyo pun langsung mengetik di MacBook nya untuk memasarkan organ tubuh yang available untuk diperjual belikan.

***

Apartemen Sadawira di Singapura

Jayde dan Sadawira melongo mendengar mereka sudah berani masuk Buthan yang notabene adalah salah satu negara paling sulit untuk mendapatkan visa karena saking ketatnya sama dengan Turkmenistan, Chad dan Afganistan. Alasan paling rasional dari Buthan dengan melakukan pengetatan visa adalah, agar alam Buthan tidak tercemari para turis disamping untuk masuk ke sana juga mahal tapi untuk tourism sangat kurang.

"Mungkin mereka mendapatkan dari perbatasan China dan India. Disana kan tidak perlu masuk, tinggal culik orang Buthan dengan iming iming uang juga bisa" gumam Jayde.

"Tapi gila aja Jayde. Sampai segitunya! Macam elu bunuh sapi tapi dagingnya dibuang..." sahut Sadawira.

"Wir, mereka pergi." Jayde lalu mengetik sesuatu dan berhasil mendapatkan GPS dari ponsel Dokter Huang. "Aku rasa mereka mau ke Jurong."

Sadawira menoleh ke arah Jayde. "Kita ke Jurong?"

Jayde mengangguk. "Kenapa tidak?"

"Aku hubungi Chisato dulu."

"Chisato? Chisato Kuchiki? Anak buahnya bang Lukie?" Jayde terkejut mendengar nama gadis Jepang berwajah dingin itu disebut oleh Sadawira.

"Iya, Chisato di Singapura."

Jayde hanya memegang pelipisnya. "Oh my God!"

Duh Vampir Numero Uno

Vampir Numero Due

"Dimana Chisato sekarang?" tanya Jayde.

"Jurong."

"Sudah berapa lama Chisato di Jurong?"

"Seminggu ini. Dengar Jayde, kita sudah mendapatkan banyak bukti tapi aku dan kamu sama-sama malas memberikan ke agen Lee kan?"

"Dan agen Tang!"

"Nah, jadi kenapa tidak kita selesaikan saja sekarang semuanya? Kita habisi mereka semua! Aku yakin, Oom Travis dan Nelson akan membela kita mati-matian apalagi ada surat dari pemerintah Hongkong! Itu adalah pasport kita untuk lepas..." Sadawira melihat data GPS ponsel dokter Huang. "Shiiiiittt! Beneran mereka di Jurong!"

"Wir, aku tidak membawa Glock!"

"Kita bawa baton saja karena hukum di Singapura sangat ketat apalagi kamu datangnya pakai visa bisnis."

Jayde memang masuk ke Singapura dengan visa bisnis dan sudah perpanjangan dari waktu 30 hari pertama. Visa bisnis Singapura adalah visa multiple entry yang berlaku selama 2 tahun dan pada setiap kunjungan, Anda biasanya dapat tinggal hingga 30 hari.

"Kita berangkat sekarang!" Di perjalanan, Sadawira menghubungi Chisato dan memberikan instruksi ke gadis itu.

***

Rumah Merangkap Praktek Pribadi Dokter Huang di Jurong Singapura

Sadawira dan Jayde sengaja berangkat menggunakan Uber yang lebih mudah. Keduanya tiba di sebuah rumah megah disana dan bersiap hendak masuk ke sana tapi tiba-tiba Chisato menghubungi melalui earpiece keduanya.

"Mereka tidak ada disana, Wira-san" lapor Chisato.

"Lalu dimana?" tanya Sadawira.

"Mereka menuju ke dermaga tempat kapal-kapal bersandar."

Rumah dokter Huang memang berada di area perumahan yang dekat dengan dermaga tempat kapal-kapal layar dan cepat milik orang-orang kaya itu memarkirkan kapalnya di Jurong. Bagi Jayde dan Sadawira, tidak lah heran jika dokter Huang memilih tinggal di daerah ini karena mempermudah perjalanan organ tubuh yang didapatkan.

"Brengseeekkk! Malah ke dermaga!" umpat Jayde yang bersama dengan Sadawira memakai baju hitam-hitam.

"Kamu disana kan Chisato?" tanya Sadawira.

"Saya disini Wira-san. Siap menunggu perintah."

"Bagus!" Sadawira dan Jayde jalan mengendap-endap dan melihat sebuah pondok tempat penyimpanan umum barang-barang kapal disana.

Sadawira melirik jam tangan Hublot nya yang menunjukkan pukul 12 malam. Keduanya lalu melihat ada beberapa orang disana dan Sadawira mengambil teropong kecil yang memiliki night vision goggles hingga bisa melihat dalam kegelapan malam dan penglihatan normal yang bisa dizoom hingga 200x.

Entah suatu kebetulan atau tidak, semua penerangan di dock ini padam membuat pandangannya terbatas. Hanya ada satu pondok yang lampunya menyala.

"Apa yang kamu lihat Wir?" bisik Jayde.

"F***! Benar dugaan kita, Jayde!" umpat Sadawira dengan nada tertahan lalu menyerahkan teropong itu ke sepupunya.

Jayde pun melihat obyek yang membuat Sadawira mengumpat. "Son of the B***!"

Sadawira memberikan kode ke Jayde untuk mendekati pondok itu setelah semua orang sudah masuk ke dalam. Keduanya berjalan mengendap-endap sambil membungkuk dan duduk di bawah jendela pondok itu.

Sadawira mulai memasang CCTV kecil di dekat jendela dan mulai mengaktifkannya dengan ponselnya yang sengaja digelapkan cahayanya. Ketika keduanya hendak mendengarkan percakapan orang - orang disitu, tanpa mereka duga, salah satu anggota Triad keluar untuk merokok dan melihat Sadawira dan Jayde.

"HEI! SIAPA DISITU!"

***

Yuhuuuu Up Sore Yaaaaaa

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu ❤️🙂❤️

1
Sativa Kyu
👍👍👍
Hana Reeves: mamaciih 🙏🙏🙏
total 1 replies
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
ada lanjutan nya ga tor? cerita nikahnya wira
Hana Reeves: insyaallah ada
total 1 replies
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
bagus ini ceritanya
Hana Reeves: mamaciihhh 🙏🙏🙏
total 1 replies
𝓔𝓵𝓲𝓼Kᵝ⃟ᴸ
keturunan kandung neville jarang yg exis, yg sering exis anak viviane di bbrp novel
INDRA
👍🏻👍🏻👍🏻
Hana Reeves: mamaciihhh 🙏🏻🙏🏻🙏🏻
total 1 replies
Murti Puji Lestari
vampire pusing ngadepin ponakan yang super pinter dan bar bar... 😅😅😅
Murti Puji Lestari
setuju yang mulia, hamba siap membantu.. 😅
Murti Puji Lestari
yang kenceng mukulnya opa, biar benjol..
Murti Puji Lestari
anaknya pak topan, macam opanya tegas dan sadis...
Murti Puji Lestari
aku aku aku... 😅😅😅
mbak hana bisa dipakai lagi nih visualnya kalau pening nyari yang baru.. 😁😁😁
Murti Puji Lestari
ini lagi vampire dua, ngajak kencan macam mau beli donat... 😂😂😂
Murti Puji Lestari
wiraaa kamu itu ngajak pacaran apa ngajak bikin tugas, dasar vampire satu..
yang tabah ya chisato.... 😂😂😂
Murti Puji Lestari
ya ampun ken ken, hebohnya dapat mainan baru... 😂😂😂
Murti Puji Lestari
para polisi hongkong itu nyari perkara bin penyakit..
bikin gegeran jilid 2 ...
Murti Puji Lestari
woaahhh nyari perkara baru mereka...
ngak ada kapoknya meski sudah dikuliti..
Murti Puji Lestari
sesama kampret harus saling tolong ya... 🤣🤣🤣
Murti Puji Lestari
hajar wae luke, hajar alus tapi nampol...
Murti Puji Lestari
woaahhhh makin seru dan menegangkan... 👍👍👍
Murti Puji Lestari
ayooo pak Travis tunjukkan pesonamu....
hajar dan kuliti mereka sampai tuntas...
Murti Puji Lestari
sabar ya pak, aku juga cuma bisa elus dada... 😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!