NovelToon NovelToon
Benih Ayah Mertua

Benih Ayah Mertua

Status: tamat
Genre:Anak Haram Sang Istri / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.6
Nama Author: Momoy Dandelion

Rima selalu disudutkan keluarga mertua karena belum juga hamil setelah menikah 4 tahun dengan Arjun. Dari hasil pemeriksaan, ternyata yang bermasalah bukanlah dirinya, melainkan sang suami. Arjun tak dapat memiliki keturunan.

Rasa cintanya yang besar terhadap suami dan tidak tega melihat Arjun sedih membuat Rima ragu mengatakan kebenarannya. Tanpa sengaja sang ayah mertua mengetahui kenyataan itu. Memiliki ketertarikan pada Rima sejak lama, membuat ide licik Sandi bermain. Berkedok rasa simpati, ia membujuk Rima untuk melakukan hubungan terlarang dengannya agar bisa hamil. Ia berjanji akan merahasiakan segalanya dari keluarga.

Kebimbangan telah membutakan mata Rima. Ia menerima tawaran sang ayah mertua dan melakukan hubungan terlarang dengannya. Satu bulan kemudian, Rima dinyatakan hamil. Ia mengandung benih ayah mertuanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momoy Dandelion, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19: Frustasi

Sejak melihat chat itu, Arjun menjadi lebih menjaga jarak dengan istrinya. Ia kesal mengetahui istrinya memiliki hubungan dengan lelaki lain di belakangnya. Ia sebenarnya ingin menanyakan langsung kepada Arima, namun takut istrinya akan kembali bunuh diri.

Rima juga merasa perubahan pada suaminya yang tak lagi sehangat biasanya. Arjun lebih sering tidur awal dengan alasan lelah bekerja. Jarang ada percakapan di tempat tidur seperti sebelumnya. Bahkan Arjun tidur memunggungi dirinya.

"Mas, kamu belum tidur, kan?" tanya Rima.

"Hm, belum ...." Arjun yang awalnya ingin memejamkan mata mengurungkan niatnya.

"Apa sedang ada masalah di kantor?" tanya Rima lagi.

"Tidak ada."

"Oh ... Aku kira kamu akhir-akhir ini sangat sibuk dan lebih pendiam karena ada masalah," ujar Rima.

Arjun langsung berbalik badan menatap istrinya. Ia merasa situasinya terbalik. Seharusnya ia yang bertanya kenapa kepada wanita itu, namun malah ia balik dicurigai.

Sebenarnya ia sangat ingin marah. Tapi, melihat kondisi perut Rima yang kini sudah semakin membesar, ia jadi tidak tega.

"Boleh aku tanya sesuatu?" tanya Arjun.

"Tanya apa?"

"Soal uang 300 juta yang kamu pinjamkan pada Yunita ...."

"Tiga ratus juta?" beberapa saat Rima terlihat lupa dengan hal itu. "Ah, iya. Yunita meminjam 300 juta. Tapi, katanya dia belum bisa mengembalikannya," sambung Rima.

"Apa benar Yunita meminjam untuk itu?" Arjun hanya ingin memancing kejujuran Rima. Namun, sang istri seakan tetap ingin menutupinya.

"Benar, Mas. Ibunya memang terkena sakit kanker. Apa kamu meragukanku?" Rima mulai mencurigai suaminya.

"Tidak. Lalu, bagaimana kondisi ibu Yunita sekarang?"

"Ah, itu ...." Rima terlihat bingung untuk mengatakannya. "Ibunya sudah berhasil terhindar dari masa kritis. Sekarang masih dalam masa penyembuhan agar memastikan seluruh sel kankernya hilang."

Arjun tersenyum kecut mendengar jawaban istrinya. "Baiklah kalau begitu, kamu cepat tidur ini sudah malam," ucap Arjun sembari mengecup dahi istrinya.

"Mas ...."

Rima memanggil sang suami dengan nada manjanya. Tatapan matanya seolah mengajak Arjun agar melakukan sesuatu untuknya.

"Kita sudah lama sekali tidak melakukan itu ... Apa kamu tidak berniat melakukannya malam ini?" tanya Rima dengan malu-malu. Wajahnya sampai memerah karena ini pertama kalinya ia yang berinisiatif mengajak sang suami bermesraan. Biasanya Arjun yang selalu meminta jatah kepadanya.

Arjun sama sekali tak merasa tergoda. Akibat dari pesan itu, ia bahkan malas untuk berdekatan dengan sang istri. Memang Rima tak terlihat seperti istri yang hendak mencampakan suaminya. Namun, ia tetap penasaran dengan isi pesan itu dan uang 300 juta.

"Kamu kan lagi hamil besar, aku takut nanti kamu kelelahan. Kapan-kapan saja ya, setelah bayi kita lahir." Arjun berusaha mencari alasan yang masuk akal untuk menghindari ajakan Rima.

"Itu anggapan yang salah, Mas ...." Rima mendekatkan tubuhnya menempel pada sang suami. "Kata dokter, malah lebih bagus kalau kita sering melakukannya. Katanya bisa memperlancar proses persalinan. Mau kan membantuku?" rayunya.

Usia kandungan Rima memang sudah hampir memasuki kehamilan 9 bulan. Mereka tinggal menghitung hari menunggu kelahiran anak pertama mereka.

"Mungkin lain waktu, ya. Aku juga kelelahan bekerja seharian. Kita tidur saja."

Arjun kembali mencium istrinya dan segera memejamkan mata. Rima tampak kecewa dengan penolakan suaminya.

***

Arjun berjalan melewati koridor rumah sakit menuju ke bagian informasi. Berbekal potongan kertas yang pernah ia temukan di kamar lamanya, ia berniat mencari tahu sendiri apa yang tengah disembunyikan oleh sang istri.

"Permisi, Pak. Ada yang bisa saya bantu?" tanya seorang pegawai di bagian informasi menyapanya dengan ramah.

"Ada yang ingin saya tanyakan. Bisakah saya meminta salinan rekam medis istri saya sendiri?" tanya Arjun.

"Ah, maaf, Pak. Sepertinya saya tidak bisa membantu," kata petugas tersebut.

"Tapi saya suaminya."

"Maaf, Pak. Kami sangat menjaga privasi pasien. Kalau memang memerlukannya, silakan datang kembali bersama istri Anda." petugas tersebut menangkupkan kedua tangannya.

Arjun menghela napas. Ia hanya ingin tahu berapa kali Rima datang ke rumah sakit itu tanpa sepengetahuannya. "Baiklah kalau begitu, bisa pertemukan saya dengan Dokter Richard di bagian obgyn?" tanyanya.

Arjun hanya ingin memastikan apa yang pernah istrinya bahas bersama dokter tersebut dan untuk apa uang 300 juta harus dibayarkan ke salah satu pihak rumah sakit tersebut.

Petugas yang ada di bagian informasi terlihat berbicara dengan rekannya yang lain. Ia juga sibuk memperhatikan komputer di mejanya.

"Maaf, Pak. Dokter Richard yang Anda maksud sudah pindah enam bulan yang lalu ke luar kota."

Lagi-lagi niat Arjun terkendala oleh keadaan. Bahkan dokter yang bisa dijadikan saksi kunci juga tidak ada di sana.

🤎

🤎

🤎

1
Ati Ati
endingnya bikin terharu,ya si Arjun tahu diri juga dia punya kekurangan....
Ati Ati
kasihan Rima,br pun caranya salah bt dpt anak TPI dia sebenarnya istri yg baik,sabar dengan mertua yg suka ngatur,suami nya mandul dia tutupin,ya udh gini nasib nya yg buruk, harus nya si Sandi tu mati kecelakaan atau apalah jng mati ditangan Rima...
Dewi Habibah
bagus ceritanya
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru menamatkan cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Katherina Ajawaila
aneh" aja walaupun itu PP tiri judulnya. bukan suami. biarpun tdk ada ikatan darah dgn Arjun. mertua perempuan bawel ngk mikir 😡
Bunda
nyimak kak 🙏🏻
Wiwik Rusmita
Luar biasa
Amilia Indriyanti
bulshit
Amilia Indriyanti
pegawai wanita karir kok goblog. tapi ya mungkin dia menikmati si sebenernya
Amilia Indriyanti
goblogke renoreno
Nining Moo
malas deh sama rima
Retno Ardhani
keselku ama rima,pembohong
jujur lebih bsik
Ely
Luar biasa
Rama Rame
akhir yang membagongkan
Muliati Muliati
Biasa
Muliati Muliati
Kecewa
Dawam Lee
yang bikin novel ini anjing.......pezina berakhir bahagia itu tidak masuk akal......
Intan Risma Wandy
gk tlaten suwi" pancet ngene'ae
Momoy Dandelion: sabar, kak ... 😆
total 1 replies
Intan Risma Wandy
hadehhhh thorrrr gregettt suwi"
Intan Risma Wandy
lhaaaaa konagan thooooo
Intan Risma Wandy
gregettt sama Rima....... hadeh thorrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!