NovelToon NovelToon
Istri Kedua Tuan Krisna

Istri Kedua Tuan Krisna

Status: tamat
Genre:Action / Romantis / Misteri / Mafia / Tamat
Popularitas:11.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Syala yaya

Apa yang pertama kali kamu pikirkan ketika seorang wanita menjadi istri ke 2?

Seorang pelakor?

Seorang wanita perebut suami orang?

Lalu bagaimana jika pernikahan itu berlandas keterpaksaan, dari seorang gadis berparas cantik dan baik bernama Isna Happy Puspita berusia 22 tahun, yang harus memilih diantara kesulitan hidup yang dia jalani, dan menerima sebuah penawaran dari seorang wanita elegan dan dewasa bernama Kartika Ratu berusia 43 tahun, untuk menjadi istri ke 2 suaminya yang tampan dan kaya raya, Krisna Aditya berusia 34 tahun.

Bagaimana kehidupan selanjutnya gadis itu, yang malah membuat suaminya jatuh cinta padanya?

Akankah dia bahagia?


"Salahkah bila aku jatuh cinta lagi? dan dosakah ketika aku menghianati perasaanmu, yang jelas itu ku labuhkan pada wanita pilihanmu, yang kini jadi istriku?" Krisna


"Bolehkah aku juga menyukainya? mendapatkan cinta dan kasih sayang darinya? aku tidak merebutnya, tapi kau yang menawarkannya?" Isna


"Kau hanya boleh menyentuhnya dengan tubuhmu, tapi bukan hatimu. Bagaimanapun aku serakah apapun alasanku. Aku menginginkan semua cinta untukku sendiri, dan benci untuk berbagi." Kartika


follow IG @Syalayaya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syala yaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19 Pergolakan batin

Happy reading …

🍀🍀🍀🍀

Sepanjang perjalanan menuju pulau yang dimaksud Krisna, Isna hanya membisu. Otak dan hatinya saling bergolak tidak sinkron dengan reaksi tubuhnya. Hatinya menolak karena penghinaan itu belum dia maafkan, tapi otaknya memberi benteng sinyal bahwa dia berhutang nyawa dengan pria yang mendekap erat tubuhnya.

Mana yang harus aku ikuti? perasaan sakit hati atau sikap berhutang budi?

Setelah ciuman yang dia peroleh, Isna hanya menunduk kesal. Dia memilih diam dan tidak mengucap kata apa pun. Alih-alih menampar pria ini, yang ada dia malah merasa canggung.

Krisna tampak sedang memainkan ponsel di jemari tangan kanannya, setelah meminta dengan nada yang dingin kepada salah satu pengawal. Sepertinya ponselnya benar-benar tertinggal di Villa. Raut wajahnya jelas menampakkan kemarahan dan pergolakan batin yang entah pada siapa akan dia tujukan.

Isna mendongak menatap Krisna dari sisi kiri wajahnya. Raut yang dingin dan serius. Dia tidak sedikitpun terganggu dengan keberadaan Isna dan masih menatap layar ponsel dengan wajah dan telinga memerah.

“Kebakaran?” tanya Isna kemudian, menatap berita tentang kebakaran melanda sebuah gedung hingga membuat Krisna mengalihkan pandangannya dari layar ponsel ke arah Isna yang menatapnya penuh kecemasan.

“Katakan padaku apa menariknya dirimu? Kau belum menjawabnya,” ucapnya bersemu menahan senyuman ironi.

“Aku .…”

Isna menunduk lemah dan menyentuh jemari tangannya yang terlihat lusuh dengan perban bercampur noda tanah.

Pertanyaan yang membelitnya selama ini. Apa menariknya hingga seorang Tony mengejarnya dan membahayakan banyak nyawa? Siapa dia? Bahkan dia sendiri tidak begitu paham asal usulnya.

Siapa aku? Aku hanyalah wanita dengan nama Isna berusia dua puluh dua tahun. Hidup terpisah dari ayahku saat usiaku tujuh tahun. Hidup bersama ibuku yang menikah lagi dengan laki-laki sukses. Mengkhianati ayahku dengan kabur membawaku bersama pria lain. Menghancurkan kebahagiaan keluarga lain. Wanita itu yang tidak menyayangiku walau katanya dia itu ibuku.

Kau tahu apa yang aku benci selama ini?

Aku benci merusak kebahagiaan orang lain. Seperti ibuku.

Kau tahu apa yang paling aneh dalam hidupku?

Aku dilarang keras menanyakan cerita masa kecilku. Entahlah, kenapa aku melupakan masa kecilku. Aku hanya mengingat bintang begitu indah saja saat kunikmati bersama pria di sampingku, ayahku. Selebihnya aku tidak ingat.

Aku juga tidak diperbolehkan menggunakan nama keluargaku di belakang namaku. Kenapa? Aku tidak mengerti. Terlalu banyak mencari tahu hanya akan membuatku cepat mati, kata mereka.

Apa yang sebenarnya disembunyikan ibu padaku? Kenapa dia meninggalkan ayah dan mengurungku di rumah? Menukar hidupku dengan sebuah dokumen yang aku sendiri tidak tahu isinya?

Aku sungguh ingin tahu, tapi nyatanya aku malah terkungkung di balik kekuasaan yang lain. Pria itu, kamu.

Siapa kamu sebenarnya? Apa kamu malaikat seperti ucapanmu? Yang bisa mengantarku pada kebebasan hidupku dan bertemu lagi dengan ayahku yang mengasingkan dirinya di luar negri?

Benar kata ibuku, aku hanya seorang anak pembawa kesialan kepada orang yang ada di sekelilingku.

Namun sungguh, Tuan Krisna, aku berharap kau tidak menganggapku sebagai kesialan yang terlihat mulai nampak nyata sedang melandamu.

Aku hanya Isna saja. Tidak ada yang menarik dari diriku. Hanya mataku ini yang menurun dari sosok perpaduan ayah dan ibuku.

Suatu saat nanti, bila kau berhasil mencari tahu jati diriku. Aku mohon, agar kau tidak langsung bersikap rakus seperti orang-orang yang satu persatu mengetahui siapa aku.

Siapa aku? Tolong cari tahu itu untukku. Mungkin keberuntunganmu bisa menikahiku atau kesialanmu karena telah memilihku menjadi bagian dari hidupmu dengan menjadikanku ibu untuk anakmu kelak.

***

“Seno, aku menuju ke Pulau Rimba. Aku tunggu kau di sana. Hubungi Juna untuk datang merawatku. Isna juga terlihat semakin parah.”

Suara Krisna membuyarkan lamunan Isna, dia mendongak lagi menatap pria di sampingnya. Pria itu kini sedang berbicara di telepon dengan salah seorang pengawalnya. Isna hanya menebaknya saja.

“Pulau Rimba?” tanya Isna sambil dengan mata membulat.

Pulau apa itu, kenapa namanya begitu mengerikan?

“Iya, pulau tempat membuang mayat seorang penjahat, seperti kamu,” seringai tampak mengiringi ucapan Krisna yang menoleh pada gadis itu

Isna menelan ludahnya yang terasa kering. Ucapan Krisna sangat mengintimidasinya. Ayah tirinya sering mengancam akan membuangnya ke pulau itu bila tidak mau menurut perintahnya. Apakah pulau itu nyata adanya?

“Kenapa kau pucat sekali? Terima tantanganku dengan sikap beranimu seperti tempo hari,” desis Krisna menampakkan senyum ejekan.

Isna mendesah lirih, dia tidak berbohong sudah merasa ketakutan pada nama terkenal pulau seram itu.

“Aku akan mengunjungimu lagi, saat hari pernikahan kita,” lanjutnya lagi melihat Isna masih menunduk diam.

“Kenapa Anda tiba-tiba berubah pikiran? Belum ada dua minggu sejak Anda menolak saya?” tanya Isna bernada menyindir.

“Aku rasa kau menarik penuh misteri. Akan sangat menyenangkan bisa memeluk gadis misterius yang telah membuatku mendapat kerugian milyaran di dalam bisnisku. Ingat, kamu berhutang nyawa padaku!” lontarnya sambil memainkan jemarinya di pipi Isna.

Sungguh, Isna kembali merasakan tubuhnya merinding seketika. Pria ini selalu memberinya kejutan. Apa yang tampak selalu berbeda dalam setiap kenyataan.

Apa dia seorang psikopat?

“Harusnya Anda menyerahkan saja saya, maka Tony akan mengakhiri ini.”

Isna kembali memberikan rona sesal yang dalam. Membayangkan Wisnu dan pelayan Villa terluka karena kesalahannya.

“Aku lebih pintar darimu. Kau tidak tahu apa-apa, jangan mengira aku menikahimu karena tertarik padamu, tapi karena aku akan membuat Tony semakin memanas. Aku ingin melihat sejauh mana dia ingin mendapatkanmu,” tukasnya dengan senyuman smirk yang menambah rasa takut di hati Isna.

Kau ingin aku menyebutmu malaikat, nyatanya kau lebih dominan bersikap seperti seorang iblis saja.

“Jadi, bagaimana perasaanmu, menikahi pria seperti aku?” tanyanya fokus pada Isna dengan tatapan yang menghujam hati. Perasaan Isna berdesir antara sakit dan marah.

“Perasaan wanita yang terpaksa menikah dan hidup berdua, padahal sudah jelas akhirnya? Menurut Anda sendiri, apa yang bisa dirasakannya?” adu Isna balik.

Krisna pun tergelak. Isna kembali pada sikapnya. Sikap yang disukainya. Membangkang kata-katanya lagi.

“Aku akan bersujud syukur kalau jadi kau,” jawabnya seraya tertawa, memberi kilatan sinar mata yang puas dengan kalimatnya.

Sujud syukur kepalamu!

“Anda pasti orang gila!” decak Isna melengos.

“Dan kau calon istri orang gila, begitu?” balas Krisna tertawa.

“Bagaimana mungkin, nona Kartika bisa menyukai Anda?” ejek Isna mencibir dan menggeleng kepala.

“Kau akan tahu dua minggu lagi saat kita sudah menikah,” jawabnya menampakan sorot mata berkilat dengan senyuman.

Astaga ... tidak bisa kupercaya, dia masih bisa bercanda setelah hampir mati?

“Jangan berpikir macam-macam! Kau masih kecil, otakmu sangat mesum,” decak Krisna menjentikkan jari telunjuk ke arah kening Isna hingga mata Isna sukses terpejam.

Krisna semakin keras tergelak.

Kartika memberiku mainan misterius sekaligus menyenangkan. Bagaimana mungkin, gadis jelek ini malah bisa mempermainkan hatiku?

“Saya tidak memikirkan apa pun. Anda saja yang rese." Isna mengelak dengan raut wajahnya menahan malu.

“Kau mau kita berbulan madu di mana?” tanya Krisna membuat Isna berjingkat menatap tidak percaya.

Bicara apa lagi dia?

“Tidak perlu terlalu mengharapkan itu, ya? Bukankah menikahiku saja sudah jadi hadiah terindah untukmu, 'kan?”

Astaga ... bisa-bisanya, mengejekku dengan ucapan fitnah seperti itu?

“Jangan merancang adegan romantis juga. Aku tidak suka beremeh-temeh seperti itu,” lanjutnya lagi tanpa memedulikan raut wajah Isna yang memerah menahan diri.

“Tidak! Tidak akan!” jawab Isna dengan tegas.

“Setelah kau melahirkan anakku nanti, kau tahu 'kan akhirnya bagaimana?” ucap pria itu dengan nada getir.

“Saya sudah tahu. Nona Kartika sendiri sudah menjelaskannya,” jawab Isna tidak kalah getir. Batinnya ingin menangis, dia merasa seperti wanita rendahan.

Aku bahkan memang terlahir sial.

“Kau mau menerimanya? Saat urusan kita selesai?” Nada bicara Krisna tampak terlihat tertekan, tetapi pria itu mampu menjaga raut wajah tetap dingin dan datar.

“Saya akan menerimanya, tapi bolehkah saya memohon satu permintaan pada Anda, Tuan?”

“Apa itu?” sahut Krisna sambil menatap bola mata Isna yang tampak mulai berkaca-kaca.

“Walaupun saya akhirnya nanti pergi, tapi izinkan anak yang kelak lahir dari rahim saya untuk mengetahui nama saya sebagai ibunya?” ucap Isna membalas tatapan Krisna.

Bisakah aku melepasmu? Bisakah aku memenuhi janjiku pada Kartika untuk menyentuhmu tanpa melibatkan perasaanku?

Sinar mata itu meredup. Krisna menunduk dengan tatapan kosong. Pergolakan batin yang kian mendera, semakin menghujam jauh mendekati lorong otak, merusak syaraf logika, meremas hatinya hingga teriris sakit.

"Logika … aku hanya akan bermain menggunakan logika," resah Krisna dalam hati.

🍒🍒🍒🍒

~ Cinta itu seperti virus … ketika kau terserang dan terinfeksi, bukan hanya tubuhmu saja yang diremas kuat menjalari hatimu tapi juga otak dan logikamu ikut lumpuh seketika. ~

By. Syala Yaya

****

Hai Readers …

Semoga betah menikmati novelku ini.

Jangan lupa klik Like dan berikan komentar yang membuatku semangat, aku juga membaca semua komentar yang masuk.

Jaga kesehatan, cintai semua orang di sekelilingmu dan keluargamu, berikan rasa syukur ketika kalian masih bisa bersama mereka sampai detik ini …

Terima kasih ^_^

With Love ~ @syalayaya

1
Ayu Faridiyah
q sudah baca brulang2 kk...TPI masih aja suka n slalu terbawa suasana,kyk q jga ikut dlm cerita😉
🍃EllyA🍃
Luar biasa
🌸ReeN🌸
keren bgt novelnya... 👍👍👍
Syala Yaya (IG @syalayaya): Terima kasih, kak. semoga suka dengan jalan ceritanya, yaaa ❤️❤️
total 1 replies
N Talia
keren...🥰
N Talia
Lumayan
Koni Dwi N
perang lagi ya thor?
Naja Naja nurdin
so sweet
Koni Dwi N
peliharaan kok ular sih
Koni Dwi N
rentenir melulu kasusnya thor
Koni Dwi N
ngganggu aja /Grin//Grin//Grin/
Koni Dwi N
nah lho isna hamil tuh
Koni Dwi N
novelnya bagus, menarik ceritanya thor, JD semangat berkarya trs ya thor
Koni Dwi N
Wisnu ktemu calon jodoh
Koni Dwi N
Krisna udah bucin bgt
Koni Dwi N
lanjut thor
Koni Dwi N
udah hampir selesai ya thor?
Koni Dwi N
isna akan jadi istri ikrisna satu2nya
Koni Dwi N
cinta bertepuk sebelah tangan, pasti sakit banget ya Wisnu?
Koni Dwi N
suami idaman
Koni Dwi N
maju trs pnting mundur
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!