NovelToon NovelToon
Cinta Dalam Diam

Cinta Dalam Diam

Status: tamat
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Identitas Tersembunyi / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:130.3k
Nilai: 5
Nama Author: mom alfi

Kak.. ih dipeluk kek adeknya!"

"Enggak!"

"Kakak nyebelin!"

"Bodo!"

Apa yang sering kali diharapkan seorang adik perempuan terhadap kakak laki-lakinya?

Rasa ingin dilindungi, disayang bahkan dimanja. Itu sangat wajar bagi seorang adik perempuan terhadap kakak laki-lakinya.

Sama halnya dengan Binar yang selalu ingin dekat dan dimanja oleh Surya. Layaknya seorang adik kakak pada umumnya.

Namun Surya justru terkesan cuek dan enggan berdekatan dengan Binar, sampai-sampai Surya memilih untuk tinggal di apartemen dengan alasan ingin belajar mandiri.

Ingin belajar mandiri atau justru ingin menjauh dari Binar?

Sampai hari dimana Binar mulai dekat dengan seorang laki-laki, Surya yang awalnya cuek justru berubah posesive.

Hingga sampai pada hari dimana Binar mengetahui sebuah rahasia besar, benang kusut pun perlahan mulai terurai.
Bahkan tanpa disadari oleh keduanya, ada sebuah rasa yang seharusnya tidak pernah ada.

Lantas bagaimana, apakah keduanya akan bersama? Atau justru sebaliknya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mom alfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19

"Bener, kamu cinta sama anak gadisnya ayah?" tanya ayah kepada Surya saat keduanya baru saja selesai melakukan sholat jamaah di mushola rumah sakit.

Surya mengangguk, "Iya Yah."

"Kalau kamu memang bener cinta sama anak gadis ayah, datang ke rumah dan lamar dia secara resmi." Ayah menepuk pundak Surya lalu melangkah pergi meninggalkannya.

Bahkan tanpa ayah harus bertanya sekalipun, pria baya itu tentu sudah yakin kalau Surya memang benar-benar mencintai Binar.

19 tahun bukan waktu yang singkat bagi ayah untuk bisa mengenal karakter Surya. Pria itu tidak mudah mengatakan cinta jika memang tidak benar-benar mencintainya.

"Kalian ini dari mana saja? lama sekali gak balik-balik." omel Binar saat Ayah dan Surya baru kembali ke ruangan saat matahari sudah terbit.

"Ayah ketiduran di luar." jawab ayah apa adanya. Pria itu memang tertidur di kursi tunggu, di depan ruang rawat Binar.

"Kalau Kakak, darimana?"

"Kangen ya?" goda Surya.

"Idih!"

"Kalo gak kangen, ngapain nyariin?"

"Emmm.. ya.." Binar menunduk mencari jawaban."Ya.. siapa tau aja kakak ilang dibawa Kunti."

"Jangan deh, kasian kuntinya nanti."

"Kasian kenapa?"

"Kalo jatuh cinta sama kakak, nanti kakak gak bisa bales. Soalnya kakak cintanya sama orang lain."

Blush..

Pipi Binar seketika langsung memerah, gadis itu kepayahan menyembunyikan senyumanya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Selama tiga hari dirawat, Binar ahirnya diizinkan untuk pulang. Mengingat kondisinya yang belum pulih, Ayah tidak mengizinkan Binar untuk pergi ke kantor meskipun gadis itu merengek sekalipun.

Satu hari setelah kepulangan Binar dari rumah sakit. Surya benar-benar datang untuk memenuhi janjinya kepada Ayah.

Datang seorang diri sebagai pemuda yang akan melamar seorang gadis, Surya sedang duduk di ruang tamu bersama dengan Ayah dan Bunda.

Tuan Abimana yang saat ini memposisikan diringa sebagai seorang ayah yang memiliki anak gadis yang sedang dilamar oleh seorang pemuda, terlihat begitu berwibawa.

" Tujuan Ken datang kesini mau melamar anak gadis ayah dan bunda satu-satunya, untuk menjadi pendamping hidup Ken selamanya." ucap Surya mantap tanpa sedikitpun keraguan.

Bunda tersenyum, sedangkan raut wajah ayah begitu sulit ditebak. Pria baya yang saat ini sedang duduk menyilangkan kaki itu diam tidak bersuara.

"Yah.. jawab dong.. kok diem aja." Bunda menyenggol kaki ayah.

Ehem..

"Ya.. lamaranmu aku terima."

"Alhamdulillah.." ucap Surya dan bunda secara bersamaan.

Ayah berdiri dari duduknya lalu berjalan menghampiri Surya.

"Andai kamu tidak mencintai Binar, pasti ayah yang akan bersamamu melamarkan seorang gadis untukmu. Tapi sekarang kamu malah disini, datang kepada ayah untuk melamar anak gadis ayah sendiri. Maafkan ayah."

Ayah tersenyum sembari menepuk pundak Surya.

"Kapan kamu akan menikahinya?"

"Hari ini juga siap, Yah."

"Sembarangan aja!" sungut ayah.

"Ayah juga ingin menggelar pesta pernikahan untuk anak-anak ayah. Kau pikir pasta bisa dibuat dalam jangka waktu beberapa jam saja, semua itu butuh persiapan yang matang."

"Pestanya bisa kita persiapkan nanti Yah, yang terpenting kita sah dulu hehehe.."

"Dasar kamu ini. Ya sudah, persiapkan semuanya. Setelah sholat magrib semuanya harus sudah selesai."

"Siap Yah, Ken izin untuk mempersiapkan semuanya dulu. Assalamualaikum." Surya menyalimi tangan kedua orang tuanya lalu secepat kilat pergi meninggalkan rumah.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Seorang gadis terlihat begitu cantik dengan balutan gamis syar'i berwarna putih yang dipadukan dengan jilban lebar berwarna senada.

Akad nikah akan dilangsungkan tepat bakda sholat magrib di sebuah masjid yang jaraknya tidak jauh dari rumah.

Beberapa jam yang lalu Surya menghubungi Binar untuk menanyakan mahar apa yang diinginkan gadis itu.

Binar yang belum mengetahui apapun tentu dibuat bingung dengan Surya yang tiba-tiba menanyakan mahar.

"Ha? apa kak?"

"Mahar Dek.. kamu mau mahar apa dari kakak?" ucap Surya melalui sambungan telepon.

"Mahar? mahar apaan..?"

"Ya Allah Dek.. mahar masa gak tau sih? untuk jadi istri Mas, kamu mau mahar apa?"

Mas?

Istri?

Mahar?

"Eh.. em.. apa aja, yang tidak memberatkan kakak. Aku nurut aja."

"Alhamdullah.. trimakasih calon istri. Kamu memang pengertian hehe.. ya sudah apapun kamu janji bakal ihlas menerima ya?"

"Iya... Insyaallah."

Dalam kurun waktu yang singkat, Surya berhasil mempersiapkan semuanya.

Mulai dari penghulu, dua orang saksi, hingga mahar semua sudah siap.

Semua orang sebelumnya melaksanakan sholat maghrib berjamaah yang kemudian dilanjutkan dengan prosesi ijab kabul yang disaksikan langsung oleh tokoh pemuka agama dan beberapa warga setempat.

"Qobiltu nikahaha wa tazwijaha alal mahril madzkuur wa radhiitu bihi, wallahu waliyyu taufiq.”

Sah..

Alhamdulillah..

Untaian doa pun dipanjatkan untuk kedua mempelai pengantin yang telah disatukan oleh ikatan suci pernikahan. Kini cinta itu telah halal untuk keduanya.

1
Muna Junaidi
😍😍😍😍
Yeti martini
sangat suka❤️
Bunda Salma
ceritanya sangat menarik ...
Nani Evan
baru baca karena baru lewat😁
Siti Rambe
sangat menarik dan tidak membosankan
Sri Handayani
assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
karya nya bgs bgt sukses trs buat KK ny buat hasil karya yg lebih menarik dan semangat buat KK ny, pasti semua nya gemar cerita nya 👍👍
Ummi kalsum
🤣🤣🤣🤣🤣
Ummi kalsum
sabar binar...,,😘
anin aja
kereeeen
anin aja
novelnya bagus
Nuranita
keren nih kata mutiarax......dalem bnget...izin thor copy paste y
Nuranita
aq org sby lo...senengx ketemu novel yg nyritain ttg kota sby.....smngat thor💪💪💪💪💪💪💪💪💪
vi
karya mu bagus
vi
karya mu bagus thor.... aq suka
amount
MashaaAllah... calon suami idaman sekalihhh si bang Surya ini😂
amount
Binar dan Surya bukan saudara kandung yach?
Khairu Nnisa
nama Surya mengingatkan ku pada Surya Manurung
Fitri Ayu: Boleh ktwa gk si
total 1 replies
Khairu Nnisa
aaa menarik ceritanya lanjut
✨정국✨
pengen rasanya klo nikah kyk gini🥺
Alfi Zia: Amin...
total 1 replies
Dewi Fuzi
bagus saya suka alur ceritanya 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!