NovelToon NovelToon
Pengantin Aljabar

Pengantin Aljabar

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / CEO / Pernikahan Kilat / Pengantin Pengganti / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Emma Shu

Menjadi pengantin yang tak direstui membuat Aiza dan Akhmar harus berperang dengan perasaan masing- masing meski sebenarnya saling cinta. Bahkan Akhmar bersikap dingin pada Aiza supaya Aiza menyerah dan mundur dari pernikahan, tapi Aiza malah melakukan sesuatu yang tak diduga. Membuat Akhmar menjadi takluk

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Emma Shu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Masih Sayang

Di ruangan makan, sudah duduk Ismail, Qanita dan menyusul Aiza yang baru saja selesai mandi.  wajahnya tampak segar.  Pakaiannya rapi.  Jilbab pasmina yang dililit- lilit dan diputar- putar hingga terlihat indah di kepala.

“Laki- laki itu mana?  Suruh dia kemari!” titah Ismail. 

Aiza mengernyit mendengar perintah abahnya.  Ia mengedarkan pandangan, tidak ada Akhmar di sana.  pasti yang dimaksud Ismail dengan menyebut ‘laki- laki itu’ adalah Akhmar.

“Akhmar itu menantumu, Mas.  Dia punya nama.  Sebut aja namanya,” ucap Qanita yang menyadari suaminya sangat keberatan menyebut nama Akhmar semenjak pria itu menjadi menantu di rumah itu.

Bagaimana mungkin lidah Ismail akan menyebut nama Akhmar?  Dia tidak sudi.  Dendamnya masih membara.  Kebenciannya juga masih menggunung.  Perubahan Akhmar yang terlihat lebih baik pun tidak mengubah segalanya.

“Baik, biar Aiza panggil!”  Aiza meninggalkan ruang makan, berlalu menuju ke kamar Akhmar.

Saat ia sudah berdiri menghadap pintu kamar, ia enggan untuk memanggil.  Akhirnya ia memilih untuk mengetuk pintu.

“Masuk!” Suara menggemaskan itu terdengar dari arah dalam kamar.

Hati Aiza bergetar mendengar suara itu.  Seberapa banyak Akhmar melukainya, tetap saja perasaan tidak bisa dipungkiri.  Aiza masih sayang.

Aiza membuka pintu.  Akhmar tengah duduk di kursi sambil sibuk menulis sesuatu di kertas.  Pria itu tengah mencatat barang- barang di tokonya.  Dia tidak sedang leyeh- leyeh, melainkan sibuk bekerja.

“Abah mengajak sarapan!” ucap Aiza.

“Hm.  Nanti aku menyusul.”  Akhmar hanya sekilas menoleh ke arah aiza, kemudian lanjut menulis lagi.

Ck ck ck… Lebih dingin dari gunung salju.  Sebenarnya apa yang membuat Akhmar berubah sedrastis ini?  bahkan setelah menikah pun, Akhmar berubah begini.  Apakah sebenarnya sejak awal Akhmar memang nggak niat menikah denganku?  Dia berharap menikah dengan Aisha?  Dan malah ujung- ujungnya nikah sama aku, makanya dia jadi benci begini sama aku?

Ada banyak pertanyaan menyerang benak Aiza.  Ia berlalu meninggalkan kamar Akhmar dan kembali ke meja makan.

“Mana dia?  Kok nggak ikut?” tanya Ismail yang melihat Aiza kembali tanpa Akhmar.

“Lagi ada kesibukan.  Bentar lagi nyusul,” jawab Aiza, lagi- lagi harus membela suaminya di hadapan abahnya.

“Abah mau tau bagaimana perilakunya saat di meja makan.  Nggak kebayang, tadinya udah berangan- angan bakalan makan bareng bersama dengan Aldan, malah begudalan itu yang menggantikan.  Ini benar- benar seperti sinetron.  Sudah sekuat apa abah memisahkan kamu dan Akhmar, tapi akhirnya malah menyatu dalam ikatan pernikahan.  Benar- benar!”  Ismail geleng- geleng kepala.

“Inilah yang dinamakan jodoh.  Tuhan sudah menggariskan jodoh itu untuk Aiza,” jawab Qanita.  “Sekarang tinggal bagaimana menjadikan rumah tangga Akhmar dan Aiza supaya terjaga dengan baik.”

Ismail tidak bicara lagi.

Tepat saat itu Akhmar muncul.  Pria yang berpenampilan rapi dengan rambut disisir belah tengah hingga anak rambut menghias kening di kiri kanan itu langsung menarik kursi kosong yang berada tepat di sisi Aiza.

“Selamat pagi!” ucap Akhmar dengan rileks.  Tidak ada beban meski ia menyandang sebagai menantu baru di rumah itu.

“Ayo, makan!” ajak Qanita ramah.

Qanita mengambilkan sedikit nasi uduk ke piring Ismail lalu menaruh lauk.  Aiza melirik sikap uminya dnegan canggung, haruskah ia melakukan hal yang sama?  Ah tidak.  Aiza memilih untuk diam, menunggu Akhmar mengambil sarapan sesuai selera.  Ada nasi uduk lauk pepes ikan dan ada bubur ayam.  Tinggal pilih mana yang sesuai selera.

Akhmar mengambil nasi uduk sedikit, lalu mengambil ikan pepes.

Yes, Akhmar bakalan mencicipi masakan Aiza.  

Sedangkan Aiza mengambil bubur.  Ia tadi sudah memakan ikan pepes buatannya sendiri tanpa nasi, rasanya lezat sekali.

Bersambung

1
NFC
mita itu pasti
NFC
aku baca yg istri gadaian dulu kak emma. skr baru baca ini. mundur donk. eh tyt ini jg session ke 2 nya. wkwkkwk.
Marhaban ya Nur17
oh berarti bener y dulunya akhmar bergajul
Marhaban ya Nur17
tambah lagi yg somflak wkwkkw
Marhaban ya Nur17
nayla sama Aldan neh
Marhaban ya Nur17
serang lansung mar
Marhaban ya Nur17
ngeyel se lu di ksh tau
Marhaban ya Nur17
lama kali dah iklan
Marhaban ya Nur17
ini neh orang pinter tp kuminter wkwkwkw ngaku paling bener n suci
Marhaban ya Nur17
g ngomong ada aiza y klo ngemeng mah pasti tambah heboh
Marhaban ya Nur17
lama" tua bangke Ismail ini nyebelin
Marhaban ya Nur17
kiyai gelo wkkwkkwkw rasain tuh 😄😄😄😄
Marhaban ya Nur17
thor" wkkwkwk ceker
Marhaban ya Nur17
skin to skin kali se akhmar supaya aiza g kedinginan
Marhaban ya Nur17
jreng"
Marhaban ya Nur17
sekarang giliran aiza yg cuekin akhmar neh wkwkkw
Marhaban ya Nur17
rasain lu
Marhaban ya Nur17
kok kiyai tp hatinya pendendam gtu wkwkwk lucu
Marhaban ya Nur17
justru pak kiyai nya yg malah grngsi wkwkkwkw mentang" gtu
Marhaban ya Nur17
kaget gw tp ketawa wkkwkkw binti singa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!