"Sayang sakit " ucap Aqeela menahan sakit, bahkan dia sampai menggenggam erat tangan suaminya.
"Tidak ada yang tidak sakit sayang kecuali membuatnya, enak " bisik Werren vulgar, mampu membuat wajah Aqeela bersemu merah.
"Nyonya sudah saat nya anda mengejan " ucap dokter memberikan instruksi.
"Aaaaarrrrrrggggggg " Teriak kan pertama gagal, padahal Aqeela sudah berusaha tapi masih gagal.
"Nyonya, sekali lagi " instruksi dari dokter .
"Baby pasti bisa, demi bayi kita " ucap pria yang di samping Aqeela, dan tidak lupa dia mengecup seluruh wajah istrinya.
"Aaaaarrrrrrggggggggggg " teriakan yang tidak sia-sia akhirnya.
Oek Oek Oek Oek
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lili Anti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 19
Akhirnya setelah menempuh perjalanan sekitar 20 jam di pesawat, mereka datang di Jerman dengan selamat, sedikit lelah tapi mereka datang kemari bukan untuk bersenang-senang Malainkan menaruhkan nyawa mereka menyelamatkan sang menantu.
"Pistol pistol " ucap Fiona heboh, secara Pistol kecilnya malah mau jatuh dari tas kecilnya.
Jika saat santai dia main Barbie yang bewarna pink, biru dan lain-lain, maka kali ini Fio kecil akan bermainnya dengan benda berbahaya.
"Welcome my home baby " sambut Darco melihat kedatangan tamu spesial mereka.
"Cucu ku " heboh Narcy langsung berlari merentangkan kedua tangannya untuk memeluk bocah Kecil, tapi langkahnya terhenti saat snag cucu mengacuhkan pistol padanya, dengan refleks dia mengangkat kedua tangannya.
"No peyuk peyuk no flee, money money " ucap Fio Kecil.
( Jangan peluk dengan gratis, uang-uang )
"Oh my God, baby dompet mu " pinta Narcy, Aqeela dan yang lain meringis melihat mafia kecil ini, batu juga sampai sudah malak, good, foto copy Aqeela.
"Ini ambillah, semua, tapi tolong pistol nya simpan gril " mohon Narcy, jika di dunia mafia Narcy sangat kejam, maka tidak dengan mafia kecil satu ini, wajah saja yang kalem tapi sangat berbahaya.
Berbahaya Karna tembakan yang salah sasaran, dan besar kemungkinan tidak cedera melainkan bisa pergi untuk selamanya.
"My pegang " Fiona kecil menyerahkan pistol nya pada sang mommy, dan menerima dompet yang di berikan sang nenek cantik.
"My " Fiona kecil meminta kembali pistol nya, dan lagi dia mengacungkan pistol tepat di kepala Narcy yang sudah mendekat ingin memeluk tubuh sang cucu.
"Sayang nenek sudah bagi dompet kakek " ucap Narcy takut.
"Dikit, Fiona tidak suka " protes Fiona.
"Cih lebih baik kau tembak orang yang menyakiti Daddy " ucap Felix.
Door
Aaaaarrrrrrggggggg
"Nenek penakut, ayo kita cali Daddy " setelah meremehkan sang nenek, Fio kecil langsung menarik sang kembaran setelah menyimpan kembali pistol nya di tas nya, untuk masuk ke mansion.
Ia, mereka mendarat tepat di kawasan Mansion Darco, itu sebabnya mempermudah mereka untuk datang dan aman selama di Jerman.
Lagi dan lagi Narcy hanya bengong, dia baru saja di kibuli oleh sang cucu, sangat pandai membuat lawan mati kutu, tapi ternyata dia malah menembakan peluru di arah lain.
"Sabar Narcy " ucap Ara melihat sambutan dari sang cucu.
"Ayo kita masuk " ajak Darco.
Semua orang langsung masuk dalam mansion megah peninggalan dari king Faaz, bahkan beberapa foto keluarga mereka terpajang di sana, membuat semua nya tidak akan terlupakan, dan di sana juga terdapat foto mereka bersama indah dan Sena selama menuntut ilmu bersama.
Momen kebersamaan mereka begitu terpajang rapi di sana, membuat siapapun akan mengingatkan keberadaan beliau walau sudah pergi untuk selamanya.
"Grandma "
"Nenek buyut "
Mereka merindukan sosok wanita hebat yang tersenyum lebar di bingkai foto tersebut, dan Darco memang melakukan itu Karna mereka juga tidak ingin melupakan orang hebat panutan mereka.
"My duduk sini " ucap Fiona membuyarkan lamunan mereka, bahkan Fiona kecil sudah duduk selonjoran di karpet bulu dengan satu toples kacang di pangkuan nya, berbeda dengan Felix yang memainkan ponsel pintar nya.
Felix memiliki pemikiran yang dewasa dan berbanding balik dengan sang kembaran, makan adalah hal yang paling utama bagi nya, perut kenyang cacing di dalam perut nya akan pingsan, lupakan mereka, tujuan mereka bukan untuk membuat onar seperti Fiona tapi menyelamatkan nyawa Werren.
"Ayo kita keruang bawah tanah " ucap Darco, tentu saja mereka akan membicarakan strategi untuk menyelamatkan Werren.
Felix langsung berjalan mengekor orang dewasa, dan begitu pun Fiona dia tidak ingin ketinggalan dia juga ikut dengan toples di pelukan nya dan tak lupa mulut yang terus mengunyah kacang.
siapkan mental dan hati sebelum otor lanjutkan part selanjutnya 👍