NovelToon NovelToon
First Love

First Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:160.1k
Nilai: 4.8
Nama Author: Yulian Anna

Bercerita tentang seorang gadis cantik berusia 20 tahun yang bernama Kayla Syakira Narendra. Dia harus menerima perjodohan yang sudah disepakati oleh orang tuanya dengan pria yang bahkan tidak ia ketahui siapa.

Namun siapa sangka cinta datang begitu cepat kepada Kayla. Dan ternyata pria yang telah menjadi suaminya itu merupakan cinta pertamanya.

Bagaimanakah reaksi Kayla setelah mengetahui bahwa pria yang sudah menjadi suaminya adalah cinta pertamanya? Ikuti terus kisahnya ya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulian Anna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kin dan Vina

Kin pulang dari rumah Kayla setelah makan malam. Ia mengendarai mobil menuju ke apartemen miliknya.

Saat di tengah jalan Kin melihat ada seorang wanita yang sedang menendang-nendang ban mobilnya, ia pun menghentikan mobilnya tepat dibelakang mobil wanita tadi dan turun menghampirinya.

"Maaf Nona kalau boleh tau mobil anda kenapa?" tanya Kin yang sudah berada di dekat wanita itu.

Wanita itu menoleh ke arah suara dan seketika mata mereka saling menatap untuk beberapa detik.

"Ahh ini Tuan ban mobil saya pecah," jawab wanita itu yang masih betah menatap wajah tampan Kin.

"Gila ... ini cowok kalau diliat dari dekat cakep bener dah, bikin jantung gue dag dig dug," batinnya

"Apakah Nona membawa ban serepnya? Jika iya saya bisa membantu anda," ucap Kin menawarkan bantuan.

"Apa tidak merepotkan?" tanya wanita itu lagi.

"Tidak ..." jawab Kin singkat.

"Baiklah, ban serepnya ada di bagasi belakang." Wanita itu kemudian membuka bagasi mobil.

Kin mengambil ban serep di bagasi mobil wanita itu dan tidak lupa pula perkakas yang diperlukan.

Sebelum mulai mencopot ban mobil yang pecah dan memasang dengan yang baru, Kin terlebih dahulu mencopot jasnya.

"Biar jasnya saya pegang dulu, Tuan." Wanita itu menawarkan bantuan untuk memegangkan jas Kin.

Mendengar itu Kin langsung menyerahkan jasnya kepada wanita itu dan mulai untuk mengganti ban yang pecah.

"Ehhmm jasnya wangi sekali, dia juga tampan apalagi di tambah dengan tubuhnya yang atletis dan yang paling penting dia baik lagi mau bantuin gue," batin wanita itu sambil tersenyum menatap Kin yang sedang mengganti ban mobilnya.

Butuh waktu yang agak lama untuk mengganti ban mobil itu. Namun, ternyata Kin dapat menyelesaikannya dengan cepat. Ia kemudian membereskan kembali perkakas dan ban mobil yang pecah ditaruh di bagasi mobil lagi.

"Terimakasih Tuan sudah membantu saya," ucap wanita itu seraya menyerahkan jas Kin kembali.

"Sama-sama Nona, sudah menjadi kewajiban setiap manusia untuk saling tolong menolong."

"Oh ya, perkenalkan nama saya Vina." ucap Vina memperkenalkan diri dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.

"Panggil saja saya Kin," balas Kin dengan menyambut uluran tangan Vina.

Wanita yang ditolong oleh Kin adalah Vina sahabat dari Kayla.

"Sebagai tanda terimakasih saya ingin mentraktir anda minum kopi, apakah Tuan tidak keberatan?" tanya Vina.

"Boleh juga." Kin tersenyum ke arah Vina yang sedang menunggu jawaban darinya.

Melihat senyuman Kin membuat Vina melamun menatapnya. Ia tidak menyangka pria dihadapannya terlihat sangat tampan jika sedang tersenyum.

"Nona, hallo hayy ...." Kin mengibas-ngibaskan tangannya di depan wajah Vina, sontak saja hal itu membuat Vina terperanjat kaget.

Vina merasa sangat malu ketahuan sedang melamun menatap Kin.

"Ahh iya Tuan mari ikuti saya! kebetulan disekitar sini ada kedai kopi yang sangat terkenal." Vina berusaha bersikap seperti biasa walaupun sebenarnya ia agar sedikit canggung saat ketahuan melamun tadi.

Mereka berdua telah sampai di sebuah kedai kopi yang dimaksud oleh Vina tadi.

Setelah memesan kopi, mereka berdua diam tanpa ada sepatah katapun yang keluar sampai akhirnya Kin bertanya terlebih dahulu untuk memecah suasana yang terasa canggung diantara mereka.

"Kalau boleh tahu sebenarnya Nona mau kemana malam-malam begini?" tanya Kin.

"Saya mau pulang ke rumah, Tuan. Saya dari rumah teman habis mengerjakan tugas kuliah."

Kin hanya ber O ria mendengar jawaban dari Vina. Kin dan Vina terus mengobrol sambil menunggu kopi pesanan mereka datang, sesekali Vina tertawa mendengar cerita lucu dari Kin.

Mereka berdua layaknya orang yang sudah lama berteman tidak ada lagi rasa canggung diantara Kin dan Vina.

"Dia selain cantik ternyata juga wanita yang sangat ceria dan apa adanya," batin Kin.

Tidak lama kemudian minuman pesanan mereka datang.

"Tuan kenapa kau pesan Mocha late? Bukannya kebanyakan pria menyukai kopi hitam?" tanya Vina saat melihat minuman yang di pesan Kin.

"Saya tidak suka kopi hitam, saya lebih suka mocha late."

Wajah Vina seketika berubah sedih, ia teringat dengan almarhum ibunya yang juga sangat menyukai Mocha late.

"Nona, anda tidak apa-apa?" tanya Kin panik melihat raut wajah Vina yang tiba-tiba saja berubah sedih.

"Tidak! saya tidak apa-apa, Tuan. Saya hanya teringat ibu saya yang menyukai Mocha late sama seperti Tuan."

"Kalau begitu saya pesankan Mocha late satu untuk ibu Nona." Kin hendak melambaikan tangannya memanggil pelayan namun iya urungkan setelah mendengar ucapan Vina.

"Tidak usah Tuan! Ibu saya sudah tidak ada," ucap Vina menyeka air matanya yang hampir luruh.

"Loh memangnya ibu Nona kemana?" tanya Kin polos.

"I—ibu saya sudah meninggal, Tuan," tutur Vina berusaha untuk tidak menangis di depan Kin.

Kin kaget mendengar itu, ia merasa bersalah telah membuat Vina bersedih.

"Maafkan saya Nona Vina, saya tidak bermaksud mengingatkan anda dengan almarhum ibu anda," ucap Kin merasa tidak enak hati.

"Tidak apa-apa, lagian ini juga bukan salah anda," ujar Vina. "Lebih baik sekarang kita pulang karena hari sudah semakin larut malam," sambungnya lagi.

"Biar saya antar, Nona. Tidak baik seorang perempuan malam-malam pulang sendiri," jelas Kin menatap Vina.

Mereka pun akhirnya pulang bersama walaupun tidak satu mobil, tetapi setidaknya ia bisa memastikan Vina pulang ke rumah dengan selamat.

Entah kenapa Kin menjadi peduli dengan Vina padahal mereka berdua baru saling kenal.

💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞

Jam sudah menunjukan pukul 9 pagi namun Kayla dan Tama masih belum juga bangun. Mungkin saja karena aktivitas mereka semalam membuat Kayla dan Tama lelah dan bangun kesiangan.

Pak Ruri dan Bu Sonia sengaja tidak membangunkan anak dan menantunya karena tidak ingin mengganggu pengantin baru.

Kayla bangun dari tidurnya masih dengan keadaan tanpa busana apapun. Wajahnya memerah mengingat semalam telah melakukan itu dengan suaminya. Ia bahagia bisa memberikan hal yang selama ini dijaganya kepada sang suami.

Ia kemudian menggeser tubuhnya perlahan agar tidak membangunkan Tama. Kayla kemudian masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

Saat ini Kayla sudah duduk di depan kaca rias, ia sedang memakai skincare yang biasa dipakainya. Setelah itu ia beranjak untuk membangunkan suaminya yang masih damai dengan alam mimpinya.

"Mas bangun sudah siang," ucap Kayla seraya menggoyang-goyangkan tangan Tama pelan. Namun, Tama tak bergeming sedikitpun dan hal itu membuat Kayla mendengus kesal.

"Iishhh, susah banget sih dibangunin," decak Kayla kesal. "Awas aja kamu Mas," Kayla sedang memikirkan cara untuk membangunkan Tama.

Kayla berpikir sejenak, lalu ia merapikan rambutnya yang masih basah kemudian ia kibas-kibaskan rambutnya yang basah ke wajah Tama.

Tama bangun dari tidurnya karena kaget saat merasakan percikan air diwajahnya.

"Bocor, bocor!!" Tama terbangun lalu melompat dari kasur dan berteriak.

Melihat suaminya yang teriak bocor-bocor saat bangun tidur membuat Kayla tertawa terbahak-bahak.

Mendengar suara tertawa dari Kayla, Tama tersadar bahwa dirinya telah dikerjai oleh istrinya itu.

"Sayang, ini tidak lucu ya!" ucap Tama kesal. "Kenapa kamu mengerjai suamimu?"

Tama menatap istrinya yang masih asyik menertawakan dirinya.

"Karena kamu tidak mau bangun padahal sudah aku bangunkan dari tadi," jelas Kayla.

"Mungkin cara kamu membangunkanku salah." sahut Tama.

"Memangnya harus seperti apa untuk membangunkanmu?"

"Sini biar aku ajarkan," ucap Tama seraya berjalan mendekati Kayla.

Setelah berada di depan Kayla, Tama kemudian mengecup lembut bibir Kayla dan sedikit menyesapnya beberapa saat lalu melepaskannya.

"Lain kali kalau membangunkan Mas tidur harus seperti itu ya!" Tama tersenyum manis.

"Tidak mau wlee ...." Kayla menjulurkan lidah ke arah Tama membuatnya semakin merasa gemas dengan istrinya.

"Mas udah siang buruan mandi, katanya kita mau pindahan."

Tama baru ingat kalau ia berencana untuk pindah ke rumah baru mereka. Ia langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

**

**Terimakasih sudah membaca "First Love"

Jangan lupa buat like Comment dan vote ya ❤️**

1
Janah Selaluinginsetia
Luar biasa
Rosdiana Diana
lanjuttt
jendri jack
tdk seru...
Ezrahi
Hadir.. like mendarat.
mampir ya
IG : Chocollacious
jempol
Ezrahi
aku mampir, mampir balik yuk
Sinta Mayapada
aku lupa apa macem mana knp masalah baby hilang ya ,apa aku yg lupa dgn cerita nya ,udah tau blm siapa yg buat kayla ke hilangan baby ????????
IG : Chocollacious
triple like kak
ayyona
jempolin lg 😍
ayyona
suka suka 😍
ayyona
mas...🤭😍
ayyona
nitip jempol duyu 😍😘
ayyona
like lg nih 😍
ayyona
mau nyubit lena deh
ayyona
like lg dong 😍
ayyona
jempol dong 😍
ayyona
like duyu 😍
ayyona
jempolin 😍
ayyona
boom like duyu ya 😍
ayyona
mampir lg akak, semangat 😍😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!