NovelToon NovelToon
Move On

Move On

Status: tamat
Genre:Komedi / Cintapertama / Tamat
Popularitas:155.3k
Nilai: 5
Nama Author: Gresyst_lee

TAMAT
Kisah ini bercerita tentang seorang wanita yang ditinggal pergi oleh kekasihnya untuk selama-lamanya tepat seminggu sebelum pernikahan mereka.

5 tahun berlalu, seorang pria datang kedalam hidupnya.

Mampukah pria itu membuatnya melupakan kekasih masa lalunya?

Karena nyatanya bersaing dengan orang yang masih hidup terasa lebih gampang daripada bersaing dengan kenangan indah yang ditinggalkan oleh orang yang telah tiada.

Pict from pinterest

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gresyst_lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 19

‘’Kamu lagi suka seseorang nggak? Orangnya ada di ruangan ini kan?’’

‘’Iya, aku sedang menyukai seseorang yang berada diruangan ini.’’ Rayn sedikit melirik Vio. Vio cuek aja.

‘’Pake baju putih?’’ tanya Sabila lagi yang langsung diangguki Rayn.

‘’Kok nanyanya dua kali sih? Kamu juga kenapa dijawab lagi?’’ protes Vio yang hanya dibalas senyum genit oleh Sabila. Wanita itu bahkan mencolek dagu Vio, mengedipkan matanya menggoda Vio.

‘’Gimana tuh perasaannya dibales nggak?’’

‘’Perasaan apa? Emang aku orang yang dimaksud?’’

‘’Terus siapa lagi, kan katanya wanita itu ada diruangan ini dan lagi pake baju putih. Siapa lagi dong kalau bukan kamu.’’ Sabila menyenggol genit pundak kiri Vio membuat Vio menatap kesal padanya.

‘’Mana aku tau bisa aja mbak kunti.’’Vio berdiri dan meninggalkan keduanya. Wanita itu bukannya marah, dia hanya ingin mengindar saja dari situasi tidak nyaman itu. Okelah Vio tau Rayn mencintainya, tapi kan tidak dengan dirinya.

‘’Mau kemana Vi, permainannya belum selesai loh.’’

‘’Tidur, ngantuk besok kerja.’’

Terpaksa permainan dihentikan. Mereka memilih pulang dan membiarkan Viona istirahat.

Sementara di kediaman orang tua Vio

‘’Sayang gimana kalau Vio tau semuanya? Aku takut dia akan membenci kita.’’ Andrea sedih mengingat apa yang terjadi beberapa tahun lalu. Itu bukan keinginan mereka, keduanya terpaksa memilih jalan tersebut karena tidak ingin Vio menderita.

''Papa harap dia mengerti.Putri kita hanya akan terus terluka jika kita tidak mengambil keputusan ini, saat itu.'' Ardy mengusap punggung Andrea. Sebenarnya pria itu juga takut dan gelisah kalau-kalau Vio marah akan keputusan yang mereka ambil saat itu.

‘’Tapi bagaimana kabarnya sekarang? Setelah kejadian itu dia benar-benar tidak pernah muncul lagi.''

Paginya

‘’Hai.’’ Sapa Rayn berdiri tepat didepan pintu apartemen Vio. Pria itu mengangkat satu paper bag yang berisi sarapan untuk Vio.

‘’Jangan menolaknya. Kamu bisa tidak menyukaiku tapi bukan berarti bisa melarangku untuk menyukaimu kan? Karena itu adalah hakku dan kuharap kamu nggak keberatan,'' ucap Rayn saat menangkap raut wajah tidak suka yang Vio layangkan padanya.

‘’Kamu bisa membelikanku sarapan, tapi menerimanya atau tidak adalah hakku dan kamu tidak bisa memaksanya.’’ Rayn hanya bisa menghela nafas, melihat pintu yang sudah kembali tertutup. Sungguh, sangat sulit mendapatkan wanita itu, bahkan Rayn merasa mendapatkan hati Vio adalah hal tersulit yang pernah dia lakukan.

Sikap manis, cool, bad boy, perhatian, penyayang sangat tidak berpengaruh bagi Vio. Rayn sampai hampir kehilangan cara.

Seperti biasanya, Vio akan menyapa bingkai foto Kevin terlebih dulu sebelum berangkat ke kantor.

‘’Kenapa masih disini?’’ Vio kaget saja, melihat Rayn yang masih berdiri di depan apartemennya. Vio segera menutup pintunya dan berjalan melewati Rayn, bahkan sebelum pria itu menjawab pertanyaannya.

‘’Aku ingin mengantarmu ke kantor.’’ Langkah Vio terhenti. Sungguh, sebenarnya Vio tidak habis pikir dengan sikap Rayn yang sekarang. Tidak bisakan mereka berteman saja? tanpa adanya perasaan antara satu sama lain? Vio pikir, berteman dengan Rayn adalah hal yang menyenangkan tapi untuk menjadi kekasih? itu lain ceritanya.

‘’Mau kemana? Aku yang akan mengantarmu.’’ Rayn menarik tangan Vio untuk memasuki mobilnya. Untung saja kali ini wanita itu tidak banyak protes dan duduk diam dalam mobil.

Vio tidak ke kantor dan meminta Rayn mengantarnya ke salah satu perusahan industri hiburan yang cukup terkenal. Perusahaan itu menaungi banyak artis terkenal.

*****

‘’Apa yang terjadi?’’ Vio menghampiri Karin yang hampir menangis. Asistennya itu berdiri di depan pintu, tempat Vio dan Jenie Sakila (Aktris yang sedang naik daun) harusnya bertemu.

Samar-samar Vio mendengar, sepertinya sang artis sedang membentak anggota timnya. Tidak hanya membentak, Jenie juga terusan menghina anggota timnya itu dengan kata-kata kasar yang pastinya sangat tidak enak di dengar. Tidak hanya itu, Jenie juga ikut menghina kerja keras tim mereka. Katanya desain itu snagatlah norak dan tidak cocok untuk dia gunakan.

Kebetulan Rayn masih disana. Pria itu mencoba menggenggam tangan Viona yang sudah terkepal. Bukannya tenang, Viona malah terlihat lebih emosi.

Vio membuka pintunya kuat, lalu menutupnya lagi. Dia berjalan dan berdiri tepat disamping salah satu anggota timnya.

‘’Minta maaf untuk apa yang kamu katakan.’’ Jenie tersenyum penuh kemanangan. Menatap wanita disamping Vio dengan tatapan remehnya.

‘’Tunggu apa lagi? Bukankah dia menyuruhmu minta maaf.’’

‘’Bukan dia yang harus minta maaf, tapi kamu.’’ Vio berucap dengan mengarahkan dagunya pada Jennie. Beberapa orang di ruangan itu agak syok. Bisa-bisanya Vio menyuruh Jenie minta maaf pada seorang designer biasa.

''Tidak mau minta maaf?'' Vio menantang. Tentu saja Jenie tidak mau minta maaf. Dia itu artis terkenal loh mana sudi minta maaf pada orang biasa?

''Setelah menghinanya dan menghina kami, tidakkah kamu punya rasa bersalah?'' Suara tawa bergema di ruangan itu. Jenie terbahak sampai memegang perutnya. Sungguh, dia merasa Vio sudah gila. Dan bukankah perusahaan mereka membutuhkan bantuannya? Membutuhkan jasanya untuk mempromosi pakaian terbaru mereka?

''Rasa bersalah? Kenapa aku harus merasa bersalah?'' Jenie menyeringai. ''Aku hanya mengungkapkan fakta kok. Dia ini t*lol banget, aku udah bilang mau ganti pakaiannya eh dia malah maksa. lagian, salahkan desain kalian yang jadul ini, bikin nggak selera aja.''

Vio mencoba menahan emosi, saat tiba-tiba Jenie melempar pakaian yang tadi dia pegang ke wajah Vio.

Menggunakan jasa Jenie? k Vio tidak mau lagi. Dia rasa dia tidak membutuhkan artis kasar dan tidak punya sopan santun seperti Jenie. Lagian, namanya juga sudah cukup besar untuk menarik perhatian pencinta fashion. Mungkin setelah ini Vio akan dimarahi atau mungkin dicaci maki oleh si pak Ceo. Tapi Vio tidak peduli, yang jelas dia tidak ingin pakaian yang dia buat menempel di tubuh wanita sombong seperti Jenie.

Kalau masalah artis, Vio pikir akan gampang mencari pengganti Jenie. Kan bukan hanya wanita itu saja yang terkenal.

Vio meremas pakaian yang tadi menutupi mukanya, lalu keluar tanpa mengatakan apa-apa lagi. Vio mengeluarkan ponselnya dan langsung menelpon Sabila dan mengajak sahabatnya itu bertemu.

‘’Sepertinya kamu nggak punya kerjaannya,'' sindir Vio melihat Rayn yang ternyata masih menunggunya diluar ruangan. Vio pikir seorang pengusaha itu akan sibuk mengurus banyak bisnis tapi kenapa Rayn malah terlihat sangat santai, seperti seorang pengangguran.

Vio tidak tau saja kalau asisten dan sekretaris Rayan yang sibuk sampai harus lembur karena Rayn yang belakangan ini terbilang jarang datang ke perusahaannya.

‘’Kulihat kau sangat santai, apa perusahaanmu bangkrut.’’ Vio meneruskan langkahnya lagi. Dia tidak peduli bahkan jika kata-katanya agak kasar dan mungkin akan membuat Rayn tersinggung.

‘’Mau kemana, aku anterin.’’ Rayn menahan tangan Vio, menariknya menuju mobilnya. Pria itu sama sekali tidak mempermasalahkan sindiran Vio tadi. Toh perusahannya tidak mungkin bangkrut segampang itu.

‘’Kamu yakin mau nganterin? Beneran nggak ada kerjaan?’’ tanya Vio begitu mendudukan tubuhnya dimobil Rayn. Vio sudah kembali berbicara dengan nada yang biasa. Tidak judes seperti tadi lagi.

‘’Iya kamu tenang aja.’’ Lalu Rayn melajukan mobilnya ke sebuah cafe, tempat Vio dan Sabila janjian. Sesekali Rayn tersenyum melihat Vio yang sibuk melihat beberapa rancangan pakaian yang dikirimkan anggota timnya

Sesekali juga Vio menelpon untuk menyuruh anggota tim sedikit mengubah rancangan, wanita itu memberi masukan yang sangat membantu bahkan tak beberapa kali Rayn mendengar ucapan terimakasih dari seberang telepon yang ditujukan untuk Vio.

Bersambung.....

1
Susi Yanti
vio belagu bgt deh
Eko Wisnu
mantap
Intan Putri
Bagus bagettt
Intan Putri
terima kasih thor , cerita nya menarik dari awal baca udah buat penasaran makanya di tunggui sampai up lg terus tamat biar gak penasaran hahah loveyoufull buat thor
Realpcy_Cyl
terimakasih juga kak karena selalu ngikutin Ryan sama Vio🤗
Sunarti Sunarti
makasih Thor kayak LG d kejar aja Thor ngetiknya tp ak suka Krn sehari g cm 1xup tp lebih dan trimksh lngsng ending yg happy
Realpcy_Cyl
Hehehhehe iya kak.
Sunarti Sunarti
lanjut hrp d maklumi y Thor ,soalnya dah tenggelam LM jd mungkin SDH PD out .ak aja klo g msk favoritingkin g tau
Sunarti Sunarti
lanjut
Sunarti Sunarti
kirain hilang d telan bumi
Intan Putri
akhirnya muncul dari peradaban setelah terkubur lama hilang tampah jejek thor
Realpcy_Cyl: iya kak, lagi tahap revisi juga sekarang heheh
total 1 replies
Soir Ahmed
cepat napah thoooor
Soir Ahmed
cepet toooor
Nunu Nanu
lanjut thor
Efvi Ulyaniek
mana kelanjutan nya....jgn digantung Napa...
dyz_be
Gas keun Ray, jangan mo ngalah.
Cinta harus diperjuangkan & diperjelas 😎😎
dyz_be
Bingung mo komen apa 😕😕
dyz_be
😐😐😐😐😐
dyz_be
😶😶😶
dyz_be
Dilema
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!