NovelToon NovelToon
ROMANSA BIAS & ZEE

ROMANSA BIAS & ZEE

Status: tamat
Genre:Teen School/College
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Bubu.id

Zivanya Alkaridz siswi cerdas dan populer di Sekolah Menengah Pertama (SMP) memilih berpenampilan jelek saat masuk ke Sekolah SMA unggulan di kotanya.

Diejek tak memupuskan semangatnya, ia mencari persahabatan dan cinta yang tulus di masa peralihannya itu.

Bias Putra Samudra, seorang siswa tampan dan populer menarik perhatiannya. Hingga tanpa di duga sebuah surat yang menyatakan cinta ia terima tertanda Bias sang idola.

Hati Zee tak menentu, "Mungkinkah Kak Bias benar-benar menyukaiku yang jelek?"

Munculnya Surat itu adalah penyebab konflik dalam kisah ini. Yuk ikuti!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bubu.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

APA DIA PACAR KAKAK?

..."Hal yang tak ternilai dalam kehidupan adalah keharmonisan dan kebersamaan dalam keluarga!" (Zee)🥀...

"Ibu, kenapa ibu ajak kak Bias ke rumah kita sih?"

Setelah Bias masuk ke dalam kamarnya untuk beribadah, Zee mendekati ibunya yang sedang merapihkan bantal-bantal di sofa kayu di ruang tamu.

"Kamu kenapa sih, Zee. Ini juga, ganti baju doang bukannya mandi sekalian sana!"

"Ibu ... Zee serius! Ngapain ibu ajak-ajak kak Bias ke rumah kita? Kalau penyamaran Zee ketahuan gimana? Untung tadi Zee langsung lari duluan pulang dan langsung singkirin foto-foto Zee, kalau nggak__ pasti kak Bias tau semuanya."

"Itu kan urusan kamu, bukan urusan ibu!"

"I-buu ... kok gitu sih? Ibu tuh harusnya melindungi Zee!"

"Melindungi dari apa?" Zee mengerucutkan bibir dan bergeming. Ia bingung juga menjawab tanya Farah.

"Eh Zee, jujur aja deh, kamu sebetulnya seneng kan kak Bias i-tu mampir ke rumah kita?" Farah menarik alisnya menggoda Zee, wajah Zee seketika merona.

"Apaan sih i-bu ...?"

"Ibu kan pernah bilang, anak itu__ walau menyembunyikan sesuatu dan nggak cerita sama ibunya, ibunya bisa tau!"

"Ihh ibu, sok tau banget!"

"Biarin! Habis anaknya nggak mau cerita sih! Ibu tuh merhatiin kamu yang diam-diam ngeliatin kakak basket itu. Muka kamu nggak bisa bohong kalau kamu su-ka sama Bias!"

"I-buu!"

"Huss diem! Noh pangeran udah ke luar kamar." Zee melirik ibunya dan diam seketika. Ya, beberapa saat lalu, Farah memang menyuruh Bias sholat di kamar Zee. Kini Bias sudah selesai beribadah dan menuju ruang tamu tempat Zee dan ibunya berada.

"Tante," sapa Bias sambil mengangguk.

"Duduk! Duduk dulu, Bias. Bias kan tadi nama kamu?" Bias mengangguk.

"Bagus namanya, unik." Ibu terus saja bicara tak terjeda, hingga terdengar ucapan salam dari arah luar. Seluruh penghuni di dalam rumah termasuk Bias langsung menjawab salam itu. Farah berdiri dan membuka pintu. Tampaklah kini Joy dan Zaa yang baru pulang mengaji kaget melihat sosok asing di rumah mereka.

"Joy, Zaa, salim dulu sama temen kakak sana!" lontar Farah. Joy dan Zaa menurut dengan mata terus memperhatikan sosok lelaki dewasa sambil sesekali melirik ke arah kakaknya yang diam mematung.

"Ka-k Bias, sudah selesai sho-lat ka-n? Kakak bo-leh pu-lang!"

"Zee, kamu kok begitu sih? Itu nggak sopan namanya, biarin Bias istirahat dulu, masih sore juga kan!"

"Iya kan, Nak Bias?" Ibu mengarahkan pandang pada Bias setelahnya, Bias memaksa tersenyum.

"Bias, ini adik Zee yang pertama, namanya Zola tapi kami di rumah memanggil dia Joy. Nah, kalau ini anak bungsu ibu, adik Zee yang kedua, namanya Zalikha kami biasa panggil Zaa." Bias lagi-lagi memaksa tersenyum.

"Ini pacar kak Zee ya, Bu?" tanya itu terlontar spontan dari bibir Joy.

"Eh, bukan ... bu-kan! Jangan sembarangan bicara kamu, Joy!"

"Ma-afin a-dik a-ku, Kak!" Zee langsung mengarahkan tatapannya pada Bias dan merasa tak enak hati. Bias menggelengkan kepalanya.

"Kak Bias ganteng, kak Bias jadi pacar aku aja!" Kini Zaa yang tampak berceloteh semaunya.

"Eh, ini anak masih kecil ngomong pacar-pacar! Kakak cubit, yaaa!"

"Ampun ... ampun, Kak Zee! Oh i-ya, Kakak masih hitam sih, jelek! Sana Kakak mandi yang bersih, biar kak Bias nggak takut lihat Ka____

Dengan cepat Zee menutup mulut adiknya, "Maaf Ka-k, Zaa memang senang mengejek aku!" ucap Zee, Bias tersenyum melihat interaksi kakak beradik itu.

"Tapi aku nggak ngejek Kakak, kok." Dengan wajah bingung Zaa berceloteh lagi. Ya, Zaa yang sangat polos tidak paham yang terjadi sebetulnya.

"Bu, foto Kakak yang di atas itu kenapa dilepas, yang disitu juga?"

"Iya, foto kakak yang di sebelah dapur juga sudah ng-gak ada!"

Joy dan Zaa saling bersahutan dengan wajah bingung. Keduanya begitu asik membahas foto Zee yang mendadak hilang padahal Zee sendiri yang tadi sudah menyingkirkan foto-foto itu.

"Oh, tadi kata ibu rumah kita mau diganti warna catnya, jadi foto Kakak dilepas dulu," lontar Zee dengan cepat.

"Kenapa diganti catnya, Bu? Inikan masih bagus, itu pemborosan!" kata Joy mendekati Farah yang tampak sibuk merapikan hasil jahitannya. Farah memilih tak menjawab daripada ia harus berbohong.

"Duh kalian mendingan belajar di kamar sana! Kalian bicara terus nanti kak Bias bingung," utar Zee menatap Joy dan Zaa sambil menaikkan dagunya ke arah kamar.

"Kakak ma-u pacaran takut kami ganggu, ya?"

"Joy, sudah Kakak bilang, kan. Dia bukan pacar Kakak, dia senior basket di sekolah Kakak!"

"Senior itu apa, Kak?" Zaa kini bertanya.

"Joy, Zaa ... Kak Zee benar, kalian ke kamar dulu sana kerjakan PR!" ucap Farah sambil berjalan ke ruang tamu.

"Tuh denger kata Ibu, kalian ke kamar sana!" Mendengar perintah itu dari mulut Farah, Joy dan Zaa seketika menurut.

"Nak Bias makan malam bersama kami, yuk! Pasti Nak Bias belum makan, kan?"

"Ma-af, Bu. Saya langsung pulang sa-ja!"

"Pamali menolak rezeki lo, a-tau Nak Bias nggak suka masakan orang miskin seperti kami, ya?"

"Bu-kan begitu, Bu. Saya masih ada urusan," jawab Bias sambil menatap ke arah Zee.

"Bu, kita dilarang memaksa orang lain lho, kak Bias kan sudah bilang ada urusan!" Zee yang melihat gelagat Bias, membantu bicara pada Farah.

"Lain kali saya akan makan di sini, Bu!"

"Hmm ... begitu, ya? Ya sudahlah. Makasih banyak ya Nak, sudah antar Zee pulang tadi." Bias mengangguk sambil bernapas lega.

"Jangan bosan-bosan mampir ke sini lho, Nak Bias!" ucap Farah lagi.

"Iya iya Buu. Sana Ibu masuk aja, biar aku yang anter kak Bias ke depan!" Farah melirik Zee sambil tersenyum simpul.

"Ibu paham!" bisik Farah. Zee menggelengkan kepala.

"Kak, ma-af perilaku keluar-ga a-ku!"

"Santai aja Zee, gue seneng kok keluarga lo ramah."

"Makasih tumpangannya ta-di ya, Ka-k!"

"Sama-sama, gue juga makasih udah dibolehin sholat di rumah lo."

"Assalamu'alaikum."

"Wa-'alai-kumsalam, Ka-k ...."

Keluarga yang unik, semua bersikap apa adanya, tulus dan hangat. Hmm ... btw, Nasya lagi apa, ya? Mampir sebentar ah ke rumah dia ...

..._______________________________________...

🥀Happy reading😘

🥀Apa kalian masih menunggu kelanjutan kisah ini??

1
Enddless Bettle
teranat susah menyingkirkan seseorang yg sudah terpatri dlm hati
IK
ini satyo supir zee dlu bkn
IK
cewe matre
IK
semoga bias terzee zee cinta nya Zee
IK
emang ruwet masalah rumah tangga.. mnding Bias sabar n nemuin bukti klo papa nya mmg slingkuh
IK
kan duo racun ngerjain Zee
IK
karena dy pinter
IK
gercep yaa Zee
IK
izin baca yaa thor
Mutiara Bocil
oleng si Zee untung sadar zee
Mutiara Bocil
lah iya kan
Mutiara Bocil
sadar zee
Evi
aku suka karna visualnya org Indonesia semua
Rusma Yulida
menurutku sih bias bodoh LBH bodoh lagi Zee🤣🤣🤭
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "ketika suami ku mendua" makasih kak🙏
total 1 replies
Ika Fitri
info karya baru itu judulnya apa Thor?
blarala
klau suami setengah iklas pasti ada aja yg terjadi mendingan nurut aja zee
ellis siti aisyah
emang agak egois sih ..kan dia yang cinta duluan ya....
Nhinicancer
nama sekolahx kadang salah
fa _azzahra
tadinya mau dkung jihan.tp di part ini aq di ingatkan bhwa johan ga jauh bda dg bias.sama2 suka zee setelah tau kecantikan zee
fa _azzahra
satyo kalo ga salah dlu sopir nya ayah zee bukan ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!