Bagaimana jika tiba-tiba kehidupanmu berubah saat ditinggalkan orang terkasihmu?
Hancur? sudah pasti
Apakah sama dengan yang Aurora alami saat tiba-tiba papa yang begitu ia sayangi dan kekasih yang ia cinta pergi?
sudah pasti iya
Akankah ia bisa bangkit? kembali menata hati dan membuka untuk cinta yang baru?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amma Nada, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Benar-benar berakhir
Setelah makan malam bersama mereka,tanpa diduga Sam harus kembali ke New York karna panggilan dari papanya untuk menangani masalah perusahaan yang tengah terjadi.
"Uncle,maafkan aku harus pergi..Sungguh aku sangat menyesal"ucap Sam yang tak enak hati pada Daddy Elang.Tapi ini sangat urgent ia tak bisa menghindar.
"Tak apa Sam,uncle mengerti.Kau bisa kemari lagi nanti.Jika butuh bantuan Uncle,kau bisa menghubungi uncle Sam"sahut daddy Elang tanpa rasa kecewa.Sam tersenyum lalu mengangguk,lalu pandangannya beralih pada gadis yang berdiri di sebelah daddy Elang untuk mengantarkan kepergiannya di teras mansion.
"Maafkan aku Aurora,pertemuan kita terlalu singkat"ucap Sam penuh penyesalan,baru ia ingin menjajaki kedekatannya dengan gadis di hadapannya tapi masalah malah timbul di perusahaan.
"Hhhmm,gapapa Sam..Perusahaanmu lebih penting saat ini"sahut Ara dengan lembut,lalu tersenyum pada Samuel.
"Kau memilihkan calon istri yang sangat cocok denganku uncle"ucap Sam lagi dengan tersenyum menatap Ara "Dia begitu pengertian"lanjutnya.
"Kan sudah uncle katakan,kau akan sangat beruntung jika memiliki putri uncle"sahut daddy bahagia melihat putrinya yang kembali ceria.
Sam melihat arlojinya kembali "Sepertinya sudah saatnya aku berangkat,Aku pergi Uncle..Sekali lagi maafkan aku"ucap Sam memeluk tubuh daddy Elang.
"Aku pergi Rafa,senang berkenalan denganmu dan tolong jaga calon istriku"ucapnnya lagi dengan memeluk Rafa.
"Hhhmmm… hati-hati Sam"sahut Rafa dengan memeluk tubuh jangkung lalu menepuk punggung lelaki itu.
Berpindah pada Ara,Sam langsung memeluk tubuh kecil Ara membuat Ara terkejut. "Hati-hati Sam,jika sampai disana hubungi aku"ucap Ara mencoba untuk santai,menepuk pelan punggung lelaki itu.
"Itu pasti,sekali lagi maafkan aku"
"Kau terlalu banyak meminta maaf"ucap Ara terkekeh mencoba melepas pelukan Sam.Setelah berpamitan akhirnya Samuel pergi dan diantar oleh supir pribadi daddy Elang.
💜
💜
💜
"Kalian juga akan meninggalkan daddy??"tanya daddy saat keduanya menatapnya dengan tersenyum.Sungguh kedua anaknya ini memang menggemaskan meski sudah beranjak dewasa.
"Hhmm,kami harus kembali dad.Rafa tak tega meninggalakan mami sendiri"sahut Rafa.
"Baiklah.. hati-hati dijalan,jangan ngebut nak"sahut daddy Elang.
"Hhmmm siap dad"ucap Rafa lalu memeluk tubuh daddy angkatnya.Lalu berganti,Ara memeluk daddy Angkatnya.
"Ara pulang ya dad"ucapnya.
"Hhmm,berjanjilah kalian besok datang lagi"sahut daddy Elang.
"Oke dad,lagian Ara belum puas melihat mansion daddy"sahutnya masih memeluk tubuh daddynya.
"Meskipun daddy tidak ada,kalau kamu mau menginap atau datang kesini tak perlu meminta izin dari daddy sayang.Mansion ini juga milik kalian"ucap Daddy Elang lagi.
Ara meregangkan pelukannya lalu mendongak "Kenapa daddy sangat baik pada kami??"
"Karna kalian anak-anak daddy"
"Kami hanya anak sahabat daddy"ucap Ara "Seharusnya daddy juga memiliki keluarga sendiri"lanjutnya merasa kasihan pada daddynya yang hidup seorang diri.
"Kalian keluarga daddy sayang"sahut Daddy tersenyum getir,hatinya yang masih belum bisa berpaling dan masih mendamba wanita yang sama sampai saat ini.
"Ara jadi terharu,Ara sayang daddy"ucap Ara kembali menghambur ke pelukan daddy Elang.Akhirnya Ara dan Rafa pun pergi untuk kembali ke rumah.
💜
💜
💜
"Perasaan tuh mobil ngikutin kita mulu"ucap Rafa melihat mobil yang terus mengikutinya.
Degh!
Ara melihat di spion mobil sangat mengenali mobil siapa yang tengah mengikutinya.Rafa menyeringai,ia pelankan mobilnya dan tanpa diduga mobil range rover berwarna hitam itu memotong jalan.Hingga Rafa harus mengerem mendadak membuat tubuh Ara hampir menghantam dasbor mobil jika ia tak memakai seatbelt.
"Nah kan,noh.. pacar lu ngamuk,silahkan menikmati amukan lelaki tua adikku sayang"ucap Rafa sambil terkekeh melihat wajah pucat Ara.
Dengan wajah tak bersahabat Rendy turun dari mobil lalu menghampiri hingga pintu mobil tempat Ara duduk.
Seakan diatas kepala Rendy bertulisan 'Danger'.Ara memejamkan mata sejenak,mengumpat,sumpah serapah pun keluar dari mulutnya karna tingkah kembarannya membuat dirinya ingin menenggelamkan Rafa ke Antartika.
Tuk
Tuk
Rendy mengetuk kaca mobil karna Ara yang tak kunjung keluar dari mobil,Ara pun mendongak menatap tersenyum pada kekasihnya.
"Udah keluar sono.. gue tunggu disini,kasih pengertian sebelum beneran bedah lu dan dicincang buat jadi masakan siap saji"ucap Rafa lagi membuat Ara langsung menjambak rambut cepak kakaknya itu.
Rafa langsung mengaduh kesakitan saat rambutnya terasa akan tercabut dari kulit kepalanya. "Memang ngamuknya Ara gak pernah berubah"batin Rafa.
Dan Akhirnya Ara pun keluar dari mobil.
"Pinjam Ara sebentar Raf"ucap Rendy pada Rafa yang diacungi jempol oleh Rafa.Setelah mendapat persetujuan tanpa pikir panjang Rendy menarik Ara dan menyuruhnya masuk kedalam mobil.
Suasana didalam mobil itu sangat menakutkan apalagi di kursi belakang semakin menakutkan,Ara menundukkan kepalanya duduk anteng.Tak berani menoleh kesebelahnya,ia tau jika menoleh singa itu akan mengamuk.
"Tak ada yang perlu kamu bicarakan denganku sayang"ucap dingin chef Rendy dengan mata menatap tajam kekasihnya.
Karna tak ada jawaban dari kekasihnya dengan cepat Rendy menarik tubuh Ara untuk berada dipangkuannya.
"Om"panggil Ara terkejut.
Cup
"Kamu nakal"ucap Rendy langsung mencium bibir bervolume Ara dengan kasar,sampai gadis itu membulatkan matanya.
Cup
Dengan ciuman kasar,Rendy mencoba menerobos bibir bervolume tapi dengan cepat Ara melepaskan pagutan bibir Rendy.
"Kamu wanitaku,apa perlu diperjelas lagi" lanjutnya kembali mengecup bibir manis kekasihnya.Ia memeluk tubuh kecil sang kekasih kepelukannya.
Saat Rendy ingin mencium lagi,dengan cepat tangan Ara menghadang.
"Dengerin aku dulu"ucap Ara malah dibalas gelengan mencoba melepas serta pelototan mata dari Rendy. "Om.. Ara akan lepasin tangan ini kalau om diem"lanjut Ara menatap sang kekasih tapi masih dengan duduk dipangkuan Rendy.
"Diem gak?"tanya Ara dan diangguki oleh Rendy dan akhirnya diangguki oleh Rendy.
Ara menatap wajah tertekuk kekasihnya,wajah dewasa dan konyol yang sekejap hilang saat tengah merajuk seperti.Tangannya terulur membelai brewok Rendy lalu ia tertawa.
"Kamu mau kasih penjelasan apa mau mainin brewok aku"ucap Rendy masih dengan nada ketus.
Ara mengalungkan tangannya pada leher Rendy "Untuk pertunangan aku sama Sam,aku sama sekali gak tau apa-apa om"sahut Ara sungguh-sungguh.
"Tapi kenapa kamu setuju sama tawaran daddy kamu?? Kamu udah punya aku,apa kamu gak anggap aku kekasih kamu.. Baru sore tadi ki….."cerocos Rendy membuat Ara gemas hingga mengecup bibir Rendy.
Cup
"Bisa diem gak,aku belum selesai cerita"Cara Ara memotong omongan Rendy benar-benar ampuh lelaki itu benar terdiam."Bukannya aku gak anggap Om,aku sayang sama om..Aku butuh kepastian om,om masih jadi suami orang.Ara gak mau kalau Ara cuma jadi pelampiasan Om.Dan Ara mau membahagiakan daddy om,daddy udah baik banget sama Ara.Andai nanti Ara dekat sama Sam,perasaan Ara ke Om gak akan berubah.Ara akan bicara sama Sam nantinya"tutur Ara panjang lebar.
"Jadi kamu gak percaya sama aku?"
"Aku percaya,tapi aku butuh bukti"sahut Ara serius
"Baik,aku akan buktikan kesungguhan aku ke kamu" ucap Rendy menarik pinggang Ara untuk mendekat.
"Tapi selama om masih sama istri om,om gak boleh ketemu sama aku" pinta Ara.
Mata membulat,menatap tajam Ara.Permintaan yang konyol bagi Rendy.
"Gak,aku gak mau.. bisa gila aku gak ketemu sama kamu"sahut Rendy merapatkan pelukannya.
"Tapi Om..."ucap Ara.
"Gak bisa sayang,kamu tau.. Saat kamu di hadapanku tapi gak bisa aku gapai aja,aku udah gila.Apalagi gak ketemu,please jangan siksa aku sayang"sahut om Rendy sangat keberatan dengan keputusan Ara.
Ara membuang nafas kasar,sangat sulit memberi pengertian pada kekasihnya ini.Akhirnya ia pun menceritakan tentang foto yang didapat maminya dari grup alumni sekolah itu.
"Aku takut om,aku takut bikin mami malu"ucap Ara lirih membuat Rendy memeluknya lagi menyandarkan kepala Ara pada bahunya.
"Sayang,aku akan cari cara buat kita ketemu tanpa ketahuan orang lain.Tapi please jangan pernah nyuruh aku buat gak ketemu kamu,aku gak bisa"sahut Rendy yang benar-benar frustasi hanya membayangkannya saja ia bisa gila.
"Hhmmm,iya"ucap Ara singkat. "Jadi sekarang udah gak ngembek lagi kan?"lanjut Ara bertanya dengan memiringkan wajah menatap Rendy.
Rendy yang tersadar langsung merubah wajahnya yang tadinya memelas menjadi seram seakan tengah marah.
"Ih,kok jadi gitu lagi mukanya gak ganteng tauk"
"Biarpun aku marah,wajah primadona ku gak akan luntur sayang"
"Dih pede gila"
"Iya emang gila"
"Gila kok seneng"ucap Ara sewot
"Gila karna mencintai kamu"sahut om Rendy sekarnsg mencoba mencium kekasih kecilnya lagi.Ia mendekatkan bibirnya pada bibir Ara yang tengah tersenyum dengan pipi meronanya.Melihat kekasihnya yang akan menciumnya,seketika Ara memejamkan matanya.
Dddrrrttt….dddrrrtttt…
Sepersekian centi lagi keduanya berciuman,tapi getaran di ponsel Ara membuat gadis itu tersadar dan memundurkan kepalanya.
"Eh.. Rafa telfon om"
"Jangan diangkat,bentar aja.Aku rindu"sahut om Rendy dengan segala gombalan mautnya,menyentuh bibir Ara dengan jempol tangannya.
"Aku chat dia bentar"ucap Ara mengirimkan pesan pada Rafa agar pulang lebih dulu dan menunggu di gapura masuk perumahan mereka.
Setelah mengirimkan pesan,dengan cepat om Rendy mencium bibir Ara dengan menggebu.Tangan kanannya pun menekan tengkuk Ara agar memperdalam ciuman mereka,Ara yang sebagai pemula dalam hal berciuman hanya mengimbangi meski sesapan dan l******n nya tak selihai sang kekasih.Tangan kiri om Rendy pun tak tinggal diam,tangan kirinya mengelus punggung mulus sang kekasih dibalik dress kekasihnya membuat Ara meremat kemeja sang kekasih.Mereka saling me****t men****p,sungguh ini pengalaman pertama yang paling mendebarkan bagi Ara sendiri.Ia tak menyangka bisa melakukan hal gila yang membuatnya hilang akal.
Om Rendy menghentikan ciumannya saat sang kekasih yang kehabisan nafas,sangat terlihat dari wajah Ara yang memerah.
"Bernafaslah sayang"ucap om Rendy membuat Ara langsung menghembuskan nafas panjang.Pipinya merona karna malu dengan apa yang ia dan kekasihnya lakukan.
"O-om,Ara gak nyaman disini.Boleh Ara turun?"tanya Ara dengan mencoba menggeser badannya dari pangkuan Rendy.
"Sssstttt"desis Rendy yang merasakan sesuatu semakin menggembung karna ulah Ara.Pada akhirnya Rendy pun mempersilahkan Ara untuk turun dari pangkuannya.
"Om gapapa?? Apanya yang sakit?"tanya Ara khawatir mendengar desisan Rendy.
"Gapapa,aku antar kamu pulang ya"ucap Rendy mealihkan perhatian Ara,karna sungguh ini sangat menyiksa batin dan pusakanya.
"Iyalah,om yang harus anter aku pulang.Kan Rafa udah pulang duluan"sahut Ara membuat Rendy menoleh kebelakang,dan benar mobil milik saudara kekasihnya sudah tak berada disana.Keduanya pun pindah ke depan lalu Rendy melajukan mobilnya untuk meantar sang kekasih pulang.
Untung saja tak ada mobil polisi patroli,jika ada mungkin keduanya sudah diciduk karna melakukan hal m***m dipinggir jalan.
💜
💜
💜
Rendy melihat mobil Rafa yang berada tak jauh dari dirinya menghentikan mobilnya.
"Sayang"panggil Om Rendy melihat Ara yang ingin turun dari mobilnya.
Ara menoleh sambil menjawab "Iya Om"
Cup
Kembali om Rendy menekan tengkuk Ara untuk kembali mencicipi madu kekasihnya.
Plak
Plak
ia menggeplak lengan sang kekasih.
"Om m***m banget sih kayak soang sekarang nyosor mulu"sengit Ara karna baru tadi bibirnya bengkak,sekarang sudah ditambah lagi.Kan kesel.
Rendy cengengesan melihat kekasihnya yang sekarang gantian merajuk.
"Jangan cemberut,nanti aku makin gemes sama kamu"
"Idih.. om om ganjen"ucap Ara geli dengan tingkah Rendy yang tak sesuai umur "Awas aja kalo ganjeng sama cewek lain.Aku gak mau kenal om lagi"lanjut Ara mengultimatum Rendy.
"Kamu tuh yank,jangan sampai kamu deket-deket sama cowok bule itu.Aku juga gak suka kalau kamu liatin dia kayak tadi"ucap Rendy mengingat tingkah kekasih kecilnya saat melihat lelaki bule tadi "Andai gak ada tuan Elang udah aku cium kamu didepan dia,biar dia tau kamu cuma milikku"
"Dih posesif,sadar umur om" sahut Ara terkekeh.
"Aku posesif sama kamu karna aku cinta dan cinta gak pernah kenal umur sayang"ucap om Rendy dengan membelai pipi kekasihnya membuat Ara tersipu.
"Udah ah aku turun.. bye om genit"
"Bye cantikku"
"Baru nyadar punya pacar cantik kayak bidadari" ucap Ara narsis.
Rendy menggeleng "Aku udah sadar dari dulu dan aku lebih bersyukur lagi karna si cantik ini milikku"
"Belum jadi milik om,selesaikan urusan sama istri om.Baru bilang aku milik om"ucap Ara langsung turun dari mobil,takut Rendy kembali menciumnya brutal karena ucapan kepemilikan yang ia tolak.
"Sayang"panggil Rendy tertahan karna gemas sendiri dengan penolakan sang kekasih tapi masih memberi harapan padanya,entah gadis seperti apa kekasihnya ini.Rendy pun kembali ke Apartemen agar urusannya dengan Nadia bisa segera ia selesaikan.
💜
💜
💜
Rendy yang baru saja masuk ke dalam Apartemennya sangat terkejut dengan keadaan,Apartemennya yang begitu berantakan.
Semua hiasan,guci-guci tengah berserakan pecah dilantai.Ia memejamkan mata sejenak melihat tingkah bar-bar istrinya.
Perlahan ia mengambil sapu untuk membersihkan kekacauan yang Nadia perbuat.
"Ini juga yang membuatku semakin muak,kamu selalu lepas kontrol dan menghancurkan semua hal yang ada di depanmu Nad"monolog Rendy sambil menyapu serpihan kaca.
Kembali bunyi pin terbuka membuat Rendy terdiam sejenak,ia tau siapa yang tengah masuk ke dalam Apartemen.
Tampak tubuh istrinya masuk dengan badan yang sempoyongan,bahkan mulutnya tak berhenti meracau.
"Woho.. suamiku"ucap Nadia melihat Rendy yang terdiam tak jauh darinya.Nadia berlari kecil dengan kaki telanjangnya,tak menghiraukan serpihan kaca yang tercecer dilantai.
Greb
"Ah,suamiku.. Eh,bukan-bukan calon mantan suamiku"racaunya dengan terkekeh memeluk Rendy.
"Lepas.. kamu mabuk,masuk sana ke kamar"sahut Rendy dingin. "Wanita mana yang mabuk saat hamil seperti ini,aku benar-benar bingung dengan jalan pikiranmu Nad"batin Rendy
Nadia menggeleng dan tetap mendekap tubuh Rendy,ia pun mendongak "Suamiku?Ah.. Aku baru sadar jika suamiku sangat tampan."racaunya lagi lalu terkekeh membelai brewok milik Rendy "Kamu tetap akan menceraikan istri cantikmu ini? Kamu tak menyesal?"tanyanya beruntun membuat Rendy menghembuskan nafas kasar.
"Ya aku yakin" sahut Rendy singkat.
"Apa tak kamu berikan aku kesempatan,sekali saja"ucapnya lagi mencoba nego.
(Dikira lagi jualan kali ah 🤣-author ngakak)
"Aku sudah memberimu kesempatan saat 6 bulan lalu saat aku meminta bercerai,Kau tak ingat..Cih,lagian aku percuma juga sekarang menjelaskan padamu juga gak akan kamu ingat"sahut Rendy saat sadar Nadia tengah mabuk.
Saat matanya menatap ke bawah,Rendy terkejut melihat bercak darah dari telapak kaki Nadia.
"Nad,kakimu berdarah"ucap Rendy langsung menggendong Nadia dan di dudukannya di sofa Apartemennya.Dengan segera Rendy mencari p3k untuk membersihkan luka itu,karna bisa jadi luka itu infeksi jika tak segera diobati.
Dengan Rendy yang duduk dibawah membersihkan kaki sang istri,Rendy terlihat sangat telaten meski ia sangat membenci wanita dihadapannya ini.
Hiks...hiks….hiks…
Terdengar isakan kecil membuat Rendy yang selesai mengobati kaki Nadia mendongak.
"Sakitkah?"tanya Rendy,karna sebelumnya Nadia hanya meringis menahan sakitnya dan sekarang saat sudah selesai luka itu dibersihkan Nadia malah menangis.
Nadia menggeleng "Ren,apa benar tak ada kesempatan buat kita kembali?"tanyanya dengan menangis sesegukan.
Rendy membuang nafas kasar "Tidurlah Nad,kamu perlu istirahat"sahut Rendy akan beranjak dari duduknya.
Tapi,dengan cepat Nadia mencekal tangan Rendy membuat lelaki itu menoleh.
"Aku akan berubah Ren,sungguh"ucap Nadia mengiba mencoba mempertahankan rumah tangganya.
Rendy memegang punggung tangan Nadia lalu berbalik badan "Jika kamu mengakui dan mengatakan semua kesalahanmu saat 6 bulan yang lalu,mungkin aku bisa kembali padamu Nad"ucap Rendy "Tapi maaf,sekarang semua sudah benar-benar berakhir.Aku memilih jalanku sendiri"lanjutnya
"Apa karna gadis itu?" Tanya Nadia dengan nada tak suka.
"Jangan sangkut pautkan dia dengan perceraian kita,aku menginginkan pisah karna kamu hamil bukan darah dagingku"sahut Rendy mulai tersulut emosi kembali saat kekasihnya disangkut pautkan dengan kerusakan rumah tangga mereka.
"Aku bisa menggugurkannya jika kamu mau Ren..Kita bisa memulainya dari awal"ucapan tak berakal Nadia membuat Rendy sangat emosi.
"Wanita macam apa kamu ini Nad!! Kamu tega mau membunuh darah dagingmu sendiri..Gila kamu"sahut emosi Rendy yang sudah tak bisa terelakan.
"Karna anak ini juga hadir dari kesalahan Rendy.. Aku gak mau,aku gak mau anak ini"teriak Nadia dengan memukul-mukul perutnya sendiri.
"Gila kamu Nadia berhenti!!!"teriak Rendy juga mencekal tangan Nadia yang terus berontak ingin memukul perutnya. "Kucing yang tak memiliki akal saja bisa sayang pada anaknya,sedangkan kamu manusia yang diberi Tuhan akal untuk berfikir malah bertingkah lebih rendah dari kucing."lanjut Rendy menyemburkan emosinya karna tak tahan dengan sikap Nadia yang seperti orang kesetanan.
"Karna dia hanya biang masalah dihidup aku Rendy"teriak Nadia lagi "Kamu tau,aku melakukan semua kegilaanku karna kamu yang sangat jarang berada di rumah dan menghabiskan waktumu di Restoran.Belum lagi tuntutan dari orang tuamu yang selalu menginginkan cucu membuatku gila Ren"lanjutnya menyemburkan semua uneg-unegnya selama ini.
"Tak ada pembenaran untuk perselingkuhan Nadia"sahut Rendy padahal sekarang dirinya juga tengah berselingkuh.
(Cermin mana cermin woy-Teriak author)
"Lima tahun lalu,kamu sudah memilih jalanmu dan sekarang aku yang akan menentukan jalanku.semua sudah berakhir dan tak akan kembali seperti dulu.Maaf aku tetap menginginkan perpisahan kita"lanjut Rendy pergi meninggalkan Nadia yang benar-benar terpukul dengan penolakan Rendy.Ini benar-benar akhir dari rumah tangga keduanya.
💜
💜
💜
Setelah membereskan semuanya,Rendy pun keluar dengan membawa beberapa koper miliknya.Meski ia menatap iba pada wanita yang meringkuk di sofa tak meurungkan niat Rendy untuk keluar dari Apartemen ini dan kembali menata hidupnya untuk masa depan yang lebih bahagia dengan pujaan hatinya.Aurora.
...💜💜...
...Temen-temen jangan lupa sajennya buat Amma ya...
...Love,like,komen n giftnya selalu Amma tunggu....
...💜...
...Salam sayang Amma Nada...
...Jaga kesehatan kalian semua ya zeyenk-zeyenk Amma 🤗...