[SEASON 1]
Ada seorang bidadari cantik bernama Sahira, dia dihukum turun ke bumi karena sudah melakukan kesalahan besar.
Di bumi Sahira ditemani oleh sahabatnya yaitu Nur, mereka terpaksa menyamar sebagai manusia agar tidak diketahui identitasnya.
Sebagaimana syarat dari sang ratu jikalau ada yang mengetahui identitas mereka, maka hukumannya akan ditambah satu tahun.
Kehidupannya di bumi berjalan normal, sampai ada seorang wanita yang iri kepadanya yaitu Fatimeh.
[SEASON 2]
Sejak Sahira menolak cintanya, Lucas si ketua wild blood pun mendadak berubah menjadi lebih bringas dan ganas.
Bahkan ia sampai bersitegang dengan Saka sahabatnya sendiri hingga akhirnya mereka berpisah.
Satu tahun setelahnya, Lucas makin menjadi dengan menobatkan dirinya sebagai pemimpin sekolah yang harus dipuja oleh seluruh murid terlebih murid baru.
Kedatangan sang mantan yakni Edrea juga makin membuat Lucas kehilangan akal, sehingga para sahabatnya berpikir kalau Lucas butuh sosok Sahira untuk bisa mengembalikan dirinya.
[SEASON 3]
Perjuangan Sahira & Nur di bumi belum usai, mereka yang kini ditemani sang pangeran langit baru yakni Lucas masih harus menghadapi banyak rintangan dari para makhluk jahat yang ingin membalas dendam.
Wilona masih memiliki amarah serta dendam kesumat tersumbat pada Sahira serta para bidadari lainnya karena mereka telah membuat Dimas pergi untuk selamanya, ia kini dibantu oleh temannya yang merupakan sang penguasa di dunianya yakni ratu Sofia.
Ancaman bukan hanya datang dari alam lain, tetapi juga muncul lewat misi balas dendam Willy & Kirana yang juga semakin kuat dengan para anggota the darks serta bantuan Zaenal.
Selain itu, sosok adik kelas pindahan yang baru duduk di bangku kelas 1 entah mengapa suka mencari masalah dengan Sahira & Lucas.
Seperti apa kelanjutannya dan siapakah adik kelas tersebut????
Yok baca aja novelnya..
Jangan lupa like,komen, & share juga ke temen-temen kalian supaya authornya semangat...!!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon patrickgansuwu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 17
Hay guys! Selamat datang di novelku...
Makasih buat kalian yang udah mampir...
Jangan lupa like+komen yaa...
Salam vvibu 🔥🔥🔥
...•...
...•...
...•...
...selamat membaca...🎉🎉🎉...
...✨✨✨...
Alan berpapasan dengan Aldi yang sedang membopong Lucas. Dia pun penasaran apa yang terjadi pada Lucas.
"Ini kenapa ini? Lu ngapa Kas?" tanya Alan.
"Gini bre, tadi si Lucas abis dihajar sama abangnya Kania.." jawab Aldi.
"Waduh kok bisa?" tanya Alan.
"Ah udah nanyanya nanti aja! Perut gua sakit banget ini, rasanya semua isinya mau keluar.." ujar Lucas.
"Eh iya iya Kas, ayo kita ke UKS!" ucap Aldi.
"Gue ikut ya," ucap Alan.
"Iya udah ayo bantu, berat nih!" ucap Aldi.
Akhirnya Alan ikut menuntun Lucas ke UKS.
Sementara itu, Fatimeh merasa cemas dengan kondisi Lucas. Ia ingin mengikuti mereka, namun ia takut dimarahi oleh Lucas.
"Duh gimana ya, gue pengen banget liat si Lucas," gumam Imeh.
"Udah, kita ke UKS aja susul mereka!" usul Catherine.
"Pengennya sih gitu, tapi kan lu tau sendiri tadi Lucas marah sama gue, nanti kalo gue kesana yang ada dia tambah marah.." ucap Imeh.
"Ya kita ngintip aja," ujar Catherine.
"Iya ya tumben lu pinter Cat, ayo dah kita susul mereka!" ucap Imeh.
Mereka berdua pun menyusul Lucas.
...•••...
Sahira & Nur sudah selesai mengepel kelasnya, mereka pun keluar lalu menutup pintu agar tidak ada yang masuk sampai lantainya kering.
Melihat itu, Saka langsung mendekati mereka dan coba berbicara pada mereka.
"Eh, gue mau ngomong sama lu berdua," ujar Saka.
"Ngomong? Sama kita?" tanya Nur.
"Ya iyalah kan gue ngeliat ke arah lu," jawab Saka.
"Aduh gabisa, gue harus nyuci kain pel," ucap Nur.
"Iya gua juga mau nemenin Nur," saut Sahira.
"Please lah sebentar aja kok,,!!" bujuk Saka.
"Emangnya lu mau ngomong apa sih?" tanya Nur.
"Yaudah kita ngobrol di sana yuk, sambil duduk!" jawab Saka.
"Gausah disini aja, gue gak mau lama-lama ngobrol sama lu!" ucap Nur.
"Oke deh, gua itu cuma mau minta maaf aja ke kalian.. Soal kejadian kemarin, gua bener-bener nyesel udah nyaranin ke Lucas buat ngerjain kalian.. Please maafin gua ya,,!!" ucap Saka.
"Hah, lu kesambet apaan dah? Kok bisa lu ngomong begitu?" tanya Nur.
"Gua serius Nur, gua minta maaf sama kalian.. Gini aja deh, sebagai permintaan maaf gua, gua bakal traktir kalian makan di kantin nanti pas istirahat!" ucap Saka.
"Traktir? Boleh tuh," ujar Sahira.
"Iya gua bakal traktir kalian, asal kalian mau maafin gue!" ucap Saka.
"Ok, kita maafin lu.. Tapi inget, jangan ganggu kita lagi!" ucap Nur.
"Iya gua janji, kalo misalnya Lucas mau apa-apain kalian lagi, gua gak bakal ikutan.." ujar Saka.
"Yaudah, gue mau nyuci ini dulu.." ucap Nur.
Sahira & Nur pergi ke toilet untuk mencuci kain pel, sementara Saka sudah merasa lega karena mendapat maaf dari mereka.
"Alhamdulillah, sekarang gua gak merasa bersalah lagi.." batin Saka.
Tiba-tiba Roy datang dan mengejutkan Saka.
"Oi Sak!" ucap Roy sambil menepuk pundak Saka.
"Ngagetin aja lu! Ada apa sih?" tanya Saka kesal.
"Hehe sorry men, gua cuma mau ngasih tau, itu si Lucas dibawa ke UKS.." jawab Roy.
"Hah UKS? Emang dia kenapa?" tanya Saka.
"Ya mana gua tau, kan lu temennya masa lu gatau.." jawab Roy.
"Yaudah gua mau ke UKS dah," ucap Saka.
Saka pun pergi ke UKS untuk melihat kondisi Lucas.
...•••...
Imeh & Catherine sampai di UKS, namun mereka terkejut karena disana banyak sekali orang.
"Eh eh eh, ini pada ngapain sih??" tanya Imeh.
"Aduhh, kita itu lagi mantau keadaan nya Lucas, kita takut dia kenapa-napa, soalnya katanya dia abis dipukulin.." jawab Tiara.
"Yaelah Lucas itu gak butuh kalian disini! Cukup gua aja yang ada disini buat doain my Lucas..!! Jadi, kalian mending pergi deh sana!" ujar Imeh.
"Dih, emangnya ini UKS punya lu??!! Seenaknya aja usir kita, lu aja sana yang pergi!" ucap Andini.
"Heh lu berani sama gua??" tanya Imeh.
"Lah siapa yang takut sama lu??!!" jawab Andini.
"Kurang ajar lu ya!" ucap Imeh.
Akhirnya mereka pun bertengkar sehingga menyebabkan keributan dan membuat guru yang ada disana kesal.
"Heh apa-apaan ini? Kenapa kalian pada ribut disini? Ini itu tempat merawat orang sakit, kalau kalian ribut disini itu sama aja kalian menganggu orang yang sedang sakit!" ujar pak Johan.
"Eee, ini pak mereka tuh disuruh pergi gak mau, padahal kan kalo di UKS gaboleh rame-rame pak," ucap Imeh.
"Sudah-sudah, mendingan kalian semua masuk ke kelas masing-masing..!! Sebentar lagi bel berbunyi, jadi cepet naik supaya kalian gak telat!" ucap pak Johan.
"Iya pak," ucap Tiara.
Akhirnya Tiara,Andini serta siswi-siswi yang lain menurut dan pergi dari sana.
"Yes akhirnya mereka pergi juga, gue jadi bisa deh liat kondisi my Lucas.." ucap Imeh.
Imeh berjalan maju dan coba mengintip Lucas dari jendela, namun pak Johan mengetahui nya.
"Hey, kamu kenapa gak pergi juga??" tanya pak Johan.
"Lah pak saya mau liat kondisinya Lucas pak," jawab Imeh.
"Udah gausah, kan sudah ada anak PMR yang merawat dia! Jadi kamu masuk ke kelas sana!" ujar pak Johan.
"Hadeh iya pak," ucap Imeh pasrah.
Imeh & Catherine pun pergi dari sana.
...•••...
Sementara itu, Nur & Sahira sedang mencuci kain pel di toilet. Mereka juga membahas tentang Saka yang tiba-tiba berubah jadi baik.
"Eh Nur, kau ngerasa ada yang aneh gak sih sama Saka?" tanya Sahira.
"Aneh gimana??" tanya Nur.
"Itu loh, dia kan sebelumnya gasuka sama kita, tadi kok tiba-tiba dia jadi baik dan mau minta maaf ke kita.." jawab Sahira.
"Iya sih bener, tapi mungkin aja dia ngerasa bersalah karena udah ngerjain kita kemarin.." ucap Nur.
"Iya kali ya, terus gimana kau mau maafin dia?" tanya Sahira.
"Ya mau lah, kita kan harus saling memaafkan.." jawab Nur.
"Tapi gimana kalo dia cuma pura-pura?" tanya Sahira.
"Yaudah biarin aja, yang penting kita maafin nya beneran," jawab Nur.
"Yaudah deh," ucap Sahira.
"KRIIINGGG... KRIIINGGG..."
Bel masuk telah berbunyi, Sahira serta Nur pun kembali ke kelas.
Namun, saat di jalan mereka tidak sengaja menabrak tubuh Imeh dan kain pel yang baru dicuci tadi pun terlempar ke arah imeh hingga membuat bajunya basah.
"Aaaaaaaa... Lu gimana sih, kalo jalan tuh lihat-lihat dong!! Sekarang liat nih, baju gue jadi basah gini.." ucap Imeh.
"Eee.. Maaf gua gak sengaja, lagian tadi kau muncul tiba-tiba sih," ujar Nur.
"Heh seenak jidat aja lu bilang maaf gak sengaja, pokoknya gue gak mau tau lu harus lap baju gue sampe kering..!!" ucap Imeh.
"I-i-iya iya, sini gua lap.." ucap Nur.
Nur mengambil tisu dari kantong bajunya dan menggunakan nya untuk mengeringkan baju Imeh.
"Ih gimana sih lu? Mana bisa baju gue kering kalo cuma pake tisu!" ujar Imeh.
"Ya terus pake apa dong?" tanya Nur.
"Ya apa kek, pokoknya gua gak mau tau baju gua harus kering! Gimana nanti kalo gue kedinginan," jawab Imeh.
"Iya bener tuh, terus kalo nanti Imeh masuk angin gimana hayo? Emangnya kalian mau dilaporin ke Bk?" ucap Catherine.
"Aduhh, sekali lagi gua minta maaf ya.. Gua gak tau gimana biar baju lu kering," ujar Nur.
"Eh gini aja, lu buka tuh baju lu terus lu jemur dah gampang kan.." usul Sahira.
"Heh buka-buka jidat lu lebar! Gua itu gak make daleman!" ucap Imeh.
"Ya salah sendiri itu mah," ujar Sahira.
"Heh lu songong banget ya jadi orang, lu itu murid baru disini, jadi lu jangan songong sama gue! Lu belum tau emang gua siapa? Gue ini pentolan disini!" ucap Imeh.
"Iya bener tuh, semua siswi disini takut sama Imeh!" saut Catherine.
"Ah kita enggak tuh," ujar Sahira.
"Apa? Lu gak takut sama gua? Wah wah cari gara-gara ya kalian ya.." ucap Imeh.
"Hajar aja meh, tunjukkan kekuatan mu!" ucap Catherine.
Sementara itu, Roy & Galang melihat kejadian tersebut, mereka pun segera mendekat ke arah Sahira & Nur.
"Eh eh ini ada apa sih?" tanya Roy.
"Ah gausah ikut campur lu! Ini urusan gua sama mereka!" jawab Imeh.
"Jiah hahaha itu baju lu ngapa Meh? Baju belum kering kok udah dipake aja, gapunya baju lain ya hahaha.." ledek Galang.
"Ish, ini itu ulah mereka..!!" ujar Imeh sambil menunjuk ke arah Nur & Sahira.
"Hah beneran Nur?" tanya Roy.
"Iya bener, tapi gua gak sengaja kok.." jawab Nur.
"Ah sengaja atau enggak tetep aja lu harus tanggung jawab!" ucap Imeh.
"Yaelah lebay banget si lu Meh, itu kan yang basah cuma bagian depannya aja, lagian bentar lagi juga kering tuh," ujar Galang.
"Iya, lu kipas-kipasin aja terus tar juga kering.." ucap Roy.
"Nah bener tuh," saut Sahira.
"Yaudah kalo gitu kalian yang harus kipasin gue!" ucap Imeh.
"Hah kok kita??" tanya Nur.
"Ya iyalah kan ini semua ulah lu!" jawab Imeh.
"Tapi kan kita juga harus ke kelas.." ucap Nur.
"Ya bodoamat gua gak peduli, pokoknya kalian harus kipasin gue sampe baju gue ini kering, kalo gak gua bakal laporin kalian ke BK!" ucap Imeh.
"Yaelah lu kipasin sendiri apa susahnya sih??!!" ujar Roy.
Saat mereka sedang berdebat, Bu Tantri melihatnya dan langsung menghampiri mereka dengan wajah galak.
"Hei! Kenapa kalian masih disini??!!" tegur Bu Tantri.
...~Bersambung~...
mampir jugaa yuk di ceritaku yang ada 2 karya.. Two Worlds dan Hito