Mendorong Azwa untuk mencari Azwar lewat sebuah mimpi yang penuh teka-teki. Awalnya Azwa tidak mengerti akan maksud mimpi yang menghampirinya setiap hari, hingga seorang tafsir mimpi menemukan petunjuk itu.
Menuntun Azwa mengunjungi salah satu kota penghasil minyak bumi, mencari serpihan hati yang telah lama hilang. dapatkah Azwa menemui Azwar? sang pria yang dijodohkan dengannya sejak lahir...
Jodoh dan cinta tau kemana ia harus pulang, perasaan batin yang begitu kuat pasti akan mempertemukan dua insan yang telah terpisah.
Azwa[r], aku jatuh cinta!
pada pandangan pertama 😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cece Virgo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
19. Misi berhasil
🍃🍃
Sejak kejadian pertama gagal membuat Azwa sedikit frustasi. namun ia beruntung memiliki sahabat yang selalu menyuport dirinya untuk tetap semangat demi misi penting ini. Azwa menatap mata sahabatnya yang penuh dengan ketulusan, senyum lembut yang membuat hatinya luluh hingga tuturan perkataan yang memberikan motivasi membuat dirinya yang pesimis kini menjadi optimis untuk menyelesaikan masalah ini. demi tante Sekar dan demi kenyamanan peristirahatan di malam hari.
Malam-malam telah mereka lalui, beberapa sekolah telah mereka singgahi dan menjalani misi dengan lancar tanpa hambatan. kegesitan mereka pun juga tak mengalahkan hambatan yang bisa terjadi di depan mata, namun dengan tekad yang kuat hal itu berjalan dengan mudah.
Malam ini, malam terakhir. Kedua gadis cantik itu bergegas menjalani misi terakhir di sebuah sekolah yang belum mereka kunjungi. Pukul dua dinihari ini, Azwa bergegas menyalakan motornya untuk bergelung di dunia malam. Eitz!! bukan dunia malam berfoya-foya yaa .. maksudnya bergelung pada angin malam yang menyejukkan dan begitu menggigit kulit-kulit gadis itu. sungguh cuaca malam membuat bulu kudu merinding euuuy!
"Sudah sampai" ucap Keysha yang tengah memerhatikan google maps. dengan aplikasi itulah yang setia membantu mereka menunjukkan arah jalan.
"Iya, ini sekolahnya. aman kan?" memerrhatikan sekitar
"Aman banget dah. ayo"
Mereka pun mulai mencari jalan untuk memasuki tempat itu. dengan cara mengendap-ngendap di kegelapan yang tidak disoroti lampu pijar.
"Kita lewat belakang aja" saran Azwa
"Ho'oh" Keysha menurut.
Tetap melangkah dan melangkah hingga dirasa sangat sepi, mereka segera memanjat tembok di belakang sekolah yang begitu gelap dan sepi. sungguh suasana yang hening, membuat bulu kudu merinding merasakan sesuatu berada di dekat mereka.
"Merinding gue" keluh Azwa
"Sama. Apa ni sekolah angker yaaa? padahal cantik lho sekolahnya" gerutu Keysha
"Gue rasa semua sekolah pasti ada penghuninya. udah ah, mungkin itu halusinasi kita doang"
"Ho'oh! cukup ingat misi kita"
"Benar sekali"
Tak butuh waktu lama untuk menemui ruang TU, kedua gadis cantik itu telah berhasil tiba di depan pintu. Keysha segera mengeluarkan alat perkakas yang ia bawa, memberikannya pada Azwa sedangkan dia tengah memerhatikan keadaan sekitar dengan matanya yang tajam dan penuh kejelian.
"Ayo!" ajak Azwa
Mereka mengendap-ngendap memasukinya, tanpa suara dan tanpa kebisingan. sangat sempurna! tidak ada yang mengetahui keberadaan mereka. setiba di depan lemari penyimpanan berkas-berkas penting yang tersusun rapi. kedua gadis itu segera mencari apa yang menjadi tujuan mereka.
"Dapat!!" ucap Keysha
"Hhh .. semoga saja ada namanya disini dan wajahnya pun mirip dengan orang tuanya"
"Aamiin"
Mengingat banyaknya nama Azwar di beberapa sekolah, namun tak ditemui yang begitu mirip dengan orang tua kandungnya. Tapi untuk berantisipasi, mereka tetap memotret nama-nama yang bernama Azwar. mencari tahu lewat alamat kediaman mereka satu persatu.
"Key-key!! coba lihat ini deh" Azwa menepuk pundak sahabatnya, jelas sekali raut wajah wanita itu tampak berbinar-binar.
"Mana-mana!!" Keysha pun tampak tak sabar
"Ini! mirip gak sih?" menyandingkan dengan foto orang tua kandung pria itu. Keysha memerhatikan dengan seksama, beralih menatap pria itu dan Tante Sekar juga Alm. suaminya, secara bergantian.
"Lamanya !!" gerutu Azwa tak sabaran
"Dari raut wajahnya cukup mirip" tutur Keysha
"Dari semua orang, cowok ini yang paling mirip kan?" tanya Azwa
"Ho'oh. tapi kok gak asing ya wajahnya?" Azwa tampak berpikir, memutar memori otaknya
"Emang pernah jumpa?" tatapan Azwa menyelidik. merebut buku tahunan itu dan menatap intens sembari berfikir.
Cukup lama memutar memori mereka, hingga dalam bersamaan kedua gadis itu serempak menyebutkan seseorang itu.
"Pria di Mall!!" celetuk mereka berdua secara serempak
"Upz!!"
"Ssssttt!! bising kita"
"Hahaha, gila! ternyata pemikiran kita sama. pria di Mall itu? ya ampun" Azwa kegirangan, senyum indah terus terukir di bibir mungilnya
"Benar-benar mirip sama cowo ini walaupun yang di Mall itu tampak cool dan keren tapi ada kemiripan sama foto ini" ujar Keysha
"Dan wajah dia sekarang begitu mirip sama Om Gilang" sambung Azwa
"Apa kemarin gak bawa foto itu?" tanya Keysha
"Enggak. gue lupa bawa. jadi gak tau deh gimana bentuk jelas wajah om itu"
"Astaga lo! padahal udah didepan mata" keluh Keysha, menggeleng-gelengkan kepala, heran.
"Hehehehehe, gue foto yaa .. dan besok kita harus ke alamat ini"
"Siap bos!"
Setelah urusan selesai, kedua gadis itu kembali beranjak pergi meninggalkan tempat itu. misi pertama selesai dengan begitu yakin dan diiringi raut wajah bahagia oleh Azwa. Keysha merasa lega, melihat sahabatnya bahagia membuat dirinya turut bahagia.
Kini keduanya telah berada di dalam rumah. tampak Azwa tengah memandang foto orang tua mereka dan foto sekolah pria itu secara bergantian. senyum terus terukir di bibirnya.
"Key,"
"Hm??"
"Makasih banyak yaa"
"For what?"
"Untuk semuanya, udah mau nolong gue"
"Gak masalah. ini juga demi kesejahteraan rakyat. heheheh"
"Ih lawak!"
Keduanya pun tertawa terbahak-bahak
🍃🍃
Yuk di Like, Koment, dan Hadiah poin 😊🙏
p Padang
D Dharmasraya Yo otor??
semangat kakak untuk sllu berkarya