Sarah Adelia menjalin kisah percintaan selama 7 tahun lebih dengan pacar pertamanya sewaktu kuliah bernama Reza Rahmawan.
Disela persiapan pernikahan yang mereka sudah rencanakan mendadak Reza dijodohkan oleh orang tuanya. Ditengan kegalauan menunggu Reza, datanglah seorang laki-laki yang ia ketahui berprofesi sebagai pengemudi taxi online.
Akhirnya ia memilih lelaki tersebut tanpa ia ketahui ternyata pengemudi itu merupakan bosnya di tempat kerja.
"Mbak mau gak jadi pacarku yang hanya seorang driver ini" tanya Ocep kepadaku
"Ehm aku gak pernah masalah dengan pekerjaan seseorang, harta kita bisa cari bersama tetapi kesetian dan komitmen untuk selalu bersama dalam suka dan duka itu yang utama" jawabku yakin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Girang_Hari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
Hari demi hari kulalui dengan Reza. Beberapa hal masih kami lakukan bersama seperti tiap pagi dia akan menjemputku dan pulang dia akan mengantarku. Sudah banyak desas desus dikantor yang mengatakan aku wanita tidak tahu malu, masih mengejar cinta Reza padahal dia sudah milik orang lain. Kuabaikan saja hingga pada siang hari ini saat aku makan siang berdua denga Reza disalah satu mall tiba-tiba Bapakku video call.
"Halo nduk, neng ndi Bapak kangen. Kapan mulih ning omah"
"Pas libur lebaran saja ya Pak, biar panjang" aku yang sedang duduk disalah satu foodcourt menunggu makanan datang, kemudian Reza datang dan mengusap kepalaku
"Kamu sama siapa toh"
"Reza Pak" aku masih lupa kalo status Reza dan aku sudah berubah dan menganggap hal ini biasa saja.
"Hai Pak, gimana kabarnya sehat kan Pak? " Reza menyapa Bapak dan muka Bapak langsung berubah
"Nanti bapak telpon lagi ya kalo kamu sudah pulang" kemudian vidcall terputus. Aku baru tersadar dan paham pasti Bapak akan marah.
"Loh koq udahan" reza bingung
Aku hanya menaikan bahuku pura-pura tidak mengerti.
"Jumat malan anak-anak ajakin karaoke, kamu mau ikut?" ajak Reza sambil meminum jus jeruk kesukaanya
"Siapa aja yang datang, kalau karaoke pasti aku suka dong"
"Marketing, bussdev dan finance ,biasa temen kamu berdua itu pasti ikut, aku janji sama tim kalau target tembus akan bayarin dan karna target marketing bulan lalu lebih dari target ya sudah mereka nagih janji ku waktu itu"
"Ehm ya udah aku ikutan"
Notifikasi pesan di ponsel ku berbunyi dari Ocep kubuka tumben sekali dia wa setelah pertemuan itu kami jarang komunikasi paling dia hanya mengkomentari status wa ku saja.
" Hai mbak masih hidup kan?" tulisnya
"Ocep itu cowo yang kemarin kan, kamu masih komunikasi? kamu ketemu dimana sama laki-laki itu?" Reza penasaran dengan Ocep
"Jarang sih Za, temen lama koq" aku berbohong sedikit
"Ehm mantan kamu dulu ya, koq mesra banget kemaren, aku cemburu Beb kamu dipegang-pegang gitu sama dia" Reza menghentikan makannya.
"Bukan, kamu kan tau aku cuma pacaran sama kamu doang, ya temen lah kan dia bantuin aku jalan, pakai hells kemarin susah loh" aku membujuknya agar tidak marah.
"Gak usah ketemu dia lagi, aku gak suka ,aku kan udah bilang kita akan sama-sama lagi, jadi kamu jangan hubungan sama cowo lain"
" Iya Za" sedih sebenarnya saat Reza bicara seperti itu, Ia bebas bersama istrinya sedangkan aku tidak boleh sama siapa pun.
"Ulang tahun kamu udah aku reservasiin restoran yang di rooftop gedung itu,kamu kan dari dulu mau makan disitu" Ia memegang tanganku
"Beneran Za? makasih ya sayang"
"Kamu mau kado apa nanti aku beliin"
"Kadonya aku cuma mau kamu ada ditiap saat aku butuh"
"Kalau pas butuh aja nih"
"Maunya sih tiap saat tapi emang kamu bisa" aku berkata dengan muka memelas.
Ponsel Reza kemudian berdering, kulihat nama pemanggil dari Gaby istrinya
"Sebentar" kemudian ia berdiri dan menerima telpon agak menjauh dari ku. Mukanya agak tegang , alisnya mengkerut. Lagi bicara apa sih serius bener pikirku.
Sambil menunggu ku balas saja pesan dari Ocep
"Hai mas , masih hidup lah, ngeledekin aja sih"
"Asik nih yang lagi jalan sama suami orang" ia menggodaku
Aku tengok kanan dan kiri Ia pasti ada disekitar sini
"Ihh apaan sih 🙄, kita kan temenan sekarang"
"Temenan apaan sambil pegang-pegang tangan"
Kesal jadinya membaca pesan dari Ocep
"Kapan traktir saya Mbak?" tanya ocep lagi
"Kapan-kapan" balas pesanku kesal
"Duh jangan marah nanti cantiknya hilang loh, kalau sudah gak sibuk kabarin saya ya pasti saya meluncur "
"Siappp " aku sebenarnya tidak enak tapi kesal karna ledekannya
"Yuk balik kantor" Reza menggandeng tanganku, tapi ku tolak
"Takut Za nanti dilihat orang yang dikenal" ucap ku
"Okay"
"Kenapa istri kamu telpon?"
"Gak apa-apa" jawabnya singkat
"Istri kamu kangen ya"
"Bukan udah gak usah dipikirin, aku ke toilet dulu ya titip Hp aku" Ia menyerahkan ponselnya
Aku penasaran dengan isi chat antara Ia dan Gaby, iseng ku buka ponsel Reza,terkunci dan kuncinya masih yang duku. Kubaca pesan dari istrinya. Pesan pertama yang aku lihat adalah foto testpack dengan garis 2 dan caption "Hallo Papa". Kakiku lemas sekali rasanya aku ingin menangis, tidak menyangka bahwa hal ini akan terjadi, dimana yang katanya aku harus menunggu dia, sedangkan sekarang Ia punya anak dengan wanita lain. Seharusnya aku tidak boleh marah karna bagaimanapun mereka sudah menikah. Terus bagaimana dengan hubungaku kelak. Ku keluar dari aplikasi pesan tersebut dan mencoba menahan tangis, aku mau tanya kejujuran Reza .
"Yuk balik kantor" Reza keluar kamar mandi.
Kami berjalan menuju parkiran dan kami keluar dari mall tersebut. Sambil membuka Instanstory teman-temanku ,kucoba memancing Reza.
"Za lihat deh lucu banget anaknya Ira, ih aku jadi pengen" kuperlihatkan foto tersebut ke Reza
"Iya lucu mukanya mirip sama Ira ya"
"Iya kan anak laki-laki katanya muka pasti mirip Mama nya, aku kapan ya punya anak"
"Sabar ya nanti sudah waktunya kita pasti punya"
"Kalau sama Gaby kamu mau punya anak berapa Za" aku memancingnya
"Ehmm gak tau belum omongin"
"Emang kamu gak mau punya anak sama Gaby?" aku tanya lagi dan alisnya mengkerut
"Sama kamu aja" dia hanya berkata seperti itu
Aku jadi malas menjawab omongannya, kesal sedih kecewa itu yang aku rasakan.
Sampai kantor kami jalan terpisah dan kembali dengan pekerjaan kami. Sore ini aku malas pulang dianter Reza, kukirim saja Ia pesan
"Nanti gak usah diantar, aku ada acara"
"Kemana? sama siapa?"
"Teman ke mall mau cari sesuatu"
"Diantar ya ke mall nya?"
"Gak perlu"
Telepon dimejaku berdering dan kulihat itu nomor dari ruangan Reza.
"Halo" Kujawab telponnya
"Kamu pergi sama siapa?"
"Sama teman" aku menjawab pelan-pelan agar tidak kedengeran orang lain
"Teman siapa, aku antar ya"
"Ya ada lah temanku, gak usah kamu pulang aja, istri kamu pasti nungguin dirumah" kujawab ketus
"Kan aku mau urusin istri tua dulu yang tiba-tiba ngambek" ia tertawa
"Gak lucu" aku kesal dan kecewa sekali sama Reza kututup saja telponnya.
Sudah jam pulang kantor, aku buru-buru pulang agar tidak ketemu Reza, sebenarnya aku tidak pergi ke mall aku hanya ingin pulang ke kos dan meratapi hidupku yang berantakan akhir-akhir ini.
Aku berjalan kaki dan teringat teman kuliahku Riki yang terakhir kutemui saat pernikahan Reza. Riki bekerja sebagai HRD disalah satu perusahaan lokal yang cukup besar, semoga Ia bisa memberikan ku pekerjaan baru.
"Sore Ki" aku mengirim pesan ke ponselnya
Tiba-tiba ia meneleponku.
"Hai Sar kenapa kangen sama gue"
"Kangen banget ahahah, mau minta jajan eh kerjaann"
"Kenapa udah gak sanggup ketemu Mantan" Riki menggodaku
"Haha gak bisa move on gue kalo gini"
"Udah ada pak Joseph juga tinggalin lah Reza gak ada apa-apanya" katanya
"Kaya tau aja soal Mas Ocep, emang lu ketemu dimana sama dia Ki?" tanyaku
"Mas?? Dia lebih muda dari kita kali Sar, ehm ketemu di suatu tempat , dia supir taxi online kan?"
"Oh ya? Gue pikir dia lebih tua kyanya mukanya tuaan dia hahaha " aku tertawa dan masuk kedalam kamarkos ku
"Ki kalau ada lowongan ya kabarin gue"
"Kirim CV lu sekarang ada nih lowongan dicabang Solo lu mau gak?"
"Hah serius mau banget lah gue bisa tinggal sama keluarga gue"
"Ya udah buruan deh kirim nanti gw wa alamat email gw"
"Makasih ya Ki, secepatnya gue kirim". Tak makan waktu lama kurapikan CV ku dan segera kukirim ke Riki
wkwkwkwk
jadi keinget kisah sendiri 😭😅🤣,,,
ingat karma itu ada, kamu rusak kebahagian org,. org lain jg akn merusak kebahagian mu kelak