"Benaran bukan urusanmu kan! kita orang asing , dan seperti katamu aku menyusahkanmu, dan Aku tidak boleh mengganggumu apa lagi berteman denganmu! Kau menyuruhku untuk tidak muncul di depanmu , terus kenapa kau yang muncul di depanku! kenapa kau peduli ke manapun aku berada! Jadilah konsisten dengan ucapanmu!."
"Apa kau senang seperti ini?"
"Aku? kenapa kau bertanya denganku. Bukannya kau yang mau. Dan aku akan benar - benar tidak akan muncul di depanmu lagi Arya seperti keinginanmu. Aku sudah berpikir sangat keras usai kau memarahiku membawaku di depan tadi untuk berpikir matang." Akhirnya air mata itu tumpah kembali, benteng pertahanan carrol pun hancur karena mata Arya menatapnya teduh.
"Jangan menjadi keras kepala. Kau nggak tahu betapa sakitnya hatiku menunggumu, menunggu kabar darimu! menunggu balasan surat yang aku kirim untukmu. Sampai kau memblokir Nomorku? kau sengaja menghindar dariku Carrol. Apa itu adil untukku? hah? aku mencintaimu sejak pertama kali kita bertemu.:
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putritritrii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB18
"Kau di mana Carrol" seru Arya dengan melirik ke kiri dan ke kanan di sekelilingnya. Tak lama dia mendapati wajah Carrol yang tengah duduk di atas pinggirian tembok Mall besar menengadahkan wajahnya ke atas. Dengan cepat Arya memarkirkan mobilnya, Hari itu sudah sore hingga sangat ramai.
"Kau ini! kenapa kau di sini!" Bentakan Aryan mengejutkan Carrol yang langsung mengerjapkan kedua matanya menoleh ke Arya.
"Arya." ucapnya pelan.
"Kenapa kau di sini! Apa kau tahu betapa susahnya aku mencarimu! Apa kau bodoh! Kenapa kau terus - terusan membuatku khawatir!."
Arya sampai ngos - ngos an memarahin Carrol.
Carrol menatapnya bingung kenapa bisa - bisanya dia memarahin Carrol.
"Kenapa kau marah denganku?" Tanyanya dengan wajah di ketatkan.
"Kau masih tidak tahu! Dasar kau ini memang bodoh! Ayo naiklah ke mobilku." Ucap Arya seraya membalikkan badannya.
Carrol tetap mematung di posisinya membuat Arya kembali menoleh ke belakang.
"Kenapa kau hanya diam!"
"Aku menunggu Bryan, bukan kau." ucapnya kesal dan kembali duduk di atas tembok.
Arya mendengus kesal dan berjalan mendekati Carrol dan melototkan matanya.
"Turun!" perintah Arya.
"Kau kenapa sih, kenapa kau terus memarahiku sejak tadi."
"Karena kau itu gadis bodoh yang nggak punya perasaan! tidak usah banyak bicara turun dan masuklah ke mobilku!." Arya wajahnya merah padam membuat Carrol ketakutan.
Carrol pun berjalan menuju mobil Arya dengan mengerucutkan bibirnya mendahului Arya dengan cepat. Arya menatap pada punggung Carrol merasa bersalah karena memang dia sudah keras pada Carrol.
"Pakai Safety Beltmu!."
"Ya!." Carrol tidak mau kalah.
Arya menatapnya tajam dan melajukan mobilnya. Dalan diam Carrol menatap pada jalanan , seakan hatinya sangat panas melihat Arya yang datang.
"Kenapa tidak mengangkat telepon Bryan!."
"Kau bertanya padaku?"
Arya mendesis kesal. "Jika bukan dengan kau, sama siapa lagi aku berbicara!."
Arya sekan bingung dengan sikap Carrol yang sangat berubah setelah memarahin Carrol saat di depan ruang kesehatan.
"Kenapa diam!."
"Tidak perlu membentakku!."
"Kau ini semakin keras saja. Kau tahu Bryan sangat takut saat kau tidak mengangkat teleponnya."
"Ponsel ku kehabisan baterai" jawabnya singkat tanpa menoleh ke Arya.
"Terus kenapa bisa sampai ke sana? Bagaimana janjimu dengan Bryan sebelumnya." Arya menoleh sekilas ke Carrol yang sedari tadi tidak ingin melihatnya.
"Bukan urusanmu!."
"Carrol aku bertanya dengan baik kenapa kau merespon ku seperti itu."
"Benaran bukan urusanmu kan! kita orang asing , dan seperti katamu aku menyusahkanmu, dan Aku tidak boleh mengganggumu apa lagi berteman denganmu! Kau menyuruhku untuk tidak muncul di depanmu , terus kenapa kau yang muncul di depanku! kenapa kau peduli ke manapun aku berada! Jadilah konsisten dengan ucapanmu!."
Arya menghentikan mobilnya seketika mendengar amarah Carrol yang menyala - nyala. Menatap wajah Carrol dengan matanya yang memerah , Arya tahu mata itu sebelumnya di banjiri air mata karena memang sembab.
"Apa kau senang seperti ini?"
"Aku? kenapa kau bertanya denganku. Bukannya kau yang mau. Dan aku akan benar - benar tidak akan muncul di depanmu lagi Arya seperti keinginanmu. Aku sudah berpikir sangat keras usai kau memarahiku membawaku di depan tadi untuk berpikir matang." Akhirnya air mata itu tumpah kembali, benteng pertahanan carrol pun hancur karena mata Arya menatapnya teduh.
Arya sendiri merasakan getir di hatinya melihat wanita yang dicintainya menangis seperti sangat terluka. Carrol mengusap kasar air matanya , dan kembali menatap Arya.
"Telepon Bryan, suruh dia menjemputku. Aku tidak mau di antar olehmu" ketus Carrol.
"Apa yang ingin kau lakukan?" Tanya Arya penasaran.
"Seperti yang kau mau . Aku tidak akan muncul di depanmu lagi agar kau bisa tenang."
"Kau marah padaku?"
"Tidak!."
"Terus kenapa kau menangis?."
Carrol menajamkan pandangannya ke Arya.
"Itu semua karena kau membuat hatiku sakit!."
Arya menarik tubuh Carrol dan memeluknya.
"Lepaskan aku!" Carrol meronta - ronta di dalam pelukan Arya.
"Jangan menjadi keras kepala. Kau nggak tahu betapa sakitnya hatiku menunggumu, menunggu kabar darimu! menunggu balasan surat yang aku kirim untukmu. Sampai kau memblokir Nomorku? kau sengaja menghindar dariku Carrol. Apa itu adil untukku? hah? aku mencintaimu sejak pertama kali kita bertemu. Aku bahkan menyayangimu meskipun kau menolakku, Jika kau tidak menyukaiku kenapa kau menangis sampai seperti ini untuk aku orang yang bukan kau cintai."
Pelukan Arya pun di terima Carrol seakan tidak ingin melepaskannya. Dia pun terisak seraya memeluk erat tubuh Arya.